selalu ada hikmah di balik masalah. Namun kadang orang lupa karena terlanjur terluka. Mantan memang seringkali menjadi masa lalu yang ingin dilupakan, tapi pasti ada yang bisa Anda petik dari masa lalu.
Anda pernah mendengar pepatah seperti ini? Kadang yang Anda rindukan adalah kenangannya, bukan orangnya. Hal itu memang benar, Ladies. Pepatah ini menggiring Anda untuk bisa move on. Namun jangan selalu mengutuk dan menyesal masa lalu Anda, karena tanpa dia, mungkin Anda tak sekuat ini sekarang.
Mengambil Pelajaran.
Pasti ada kenangan manis dan pahit yang pernah Anda lalui bersamanya. Namun ketika semua itu berakhir, bukan berarti Anda harus mengutuk-ngutuk, atau masih galau karena sulit lepas dari bayang-bayang kenangan Anda bersamanya.
Setiap orang dengan kenangan yang mereka tinggalkan, anggap saja melakukan 'misi' mereka di dunia. Bahkan orang yang mengkhianati Anda pun, mengajari Anda tentang mahalnya kepercayaan. Setuju? Mereka yang meninggalkan Anda karena waktunya sudah habis di dunia ini, mengajarkan Anda tentang berharganya waktu yang pernah Anda lalui bersamanya, segetir apapun itu.
Sama halnya seperti mantan yang telah berlalu, jangan habiskan waktu Anda untuk membencinya, atau galau karenanya. Positif thinking yang sulit dilakukan itu tetap harus Anda terapkan. Tenangkan diri dengan mensugesti diri dengan berbagai potensi dan kemampuan Anda menghadapi masalah. Anda kuat bisa mengatasi hidup ini walau dia tak lagi di hati.
Mengapa Anda Tak Perlu Menyesalinya?
Ada dua hal yang biasanya bergelayut pada hati yang telah ditinggalkan. Sangat membencinya atau sangat masih tak bisa melupakannya. Ujung-ujungnya, ada penyesalan yang terselip seolah, "..andai kita tak pernah bertemu.."
Jangan bersedih. Dia datang dalam hidup Anda, pernah menjadi bagian hidup Anda, karena ada hal yang perlu Anda pelajari di dunia ini. Ada hal yang perlu Anda upgrade atau Anda tingkatkan di dunia ini. Jadi, jangan kemudian makin terpuruk setelah ditinggalkannya.
Semakin digempur waktu dan peristiwa, akan membuat jiwa kita lebih kuat dan kepekaan hati ini makin tajam. Dia memang salah, namun bungkuslah dia dalam kenangan masa lalu, dan mari berdamai dengan masa lalu agar Anda bisa menjalani hari ini dan hari esok tanpa dendam atau ganjalan.
Dunia tidak selamanya menunggu, Ladies. Tetaplah melangkah karena Anda sudah dekat dengan kebahagiaan.
Jumat, 30 Agustus 2013
Aku memang tidak seperti mantanmu
Bianca menatap jam tangannya berkali-kali. Detak dari jam yang melingkar manis di pergelangan tangannya sejak tadi terus menerus menemani kesendiriannya. Wajahnya cemas, bibirnya terkunci rapat, jemari tangan kirinya mengisi celah-celah kecil jemari tangan kanannya. Sesekali ia menyilangkan tangan di dadanya, ia merasa kedinginan. Bianca menatap kembali jarum jam, setelah itu ia memperhatikan awan yang semakin gelap dan rintik hujan yang semakin deras, wajahnya cemasnya terlihat jelas.
“Kevin belum juga pulang.” Ucapnya perlahan dalam hati.
Disentuhnya plastik berisi dua bungkus nasi goreng yang ia beli disebuah restaurant mungil diujung jalan, sudah dingin, tak lagi hangat seperti awal ia datang ke tempat kost Kevin. Dua jam sudah ia menunggu, sementara Kevin tak kunjung pulang. Kevin juga tak membalas pesan singkat yang dikirim Bianca untuknya. Hujan semakin deras, Bianca semakin cemas. Bianca tetap saja melihat layar handphonenya, meskipun tak ada satu pesan pun dari Kevin.
Terdengar derap suara mobil di luar pagar, seorang turun dari kendaraan itu. Pria itu berlari-lari kecil lalu membuka pagar, kini pria itu berdiri tepat di depan Bianca. Bianca tersenyum lega.
“Kamu baru pulang? Sama siapa? Kehujanan ya?” tanya Bianca, masih dibalut wajah cemasnya.
“Kamu ngapain disini sih?!” ujar Kevin setengah membentak.
“Aku mau bawain kamu nasi goreng. Kemarin, kamu sms aku katanya lagi pengen nasi goreng di ujung jalan itu, jadi aku beliin aja. Dimakan ya?” jelas Bianca dengan sipu senyum kecil dibibirnya.
Kevin mengalihkan pandangannya, ia tak mau menatap Bianca “Cewe bego! Pulang lo! Udah malem! Hujan juga kan!” bentak nya dengan nada tinggi.
Bianca hanya menatap sosok Kevin dengan wajah bingung, bentakan keras Kevin membuatnya mundur satu langkah dari posisi ia berdiri diawal.
“Tadi kamu pulang sama siapa?” tanya Bianca menahan rasa sedihnya.
“Sama mantanku kenapa? Eh, aku heran deh sama kamu, seneng banget nungguin aku, kayak mantanku dong, orangnya gak suka nunggu, kecuali kalau diminta!” jawab Kevin enteng, dengan wajah seakan-akan tidak menyakiti hati Bianca.
“Oh..” ungkap Bianca menahan amarahnya. “Syukurlah kalo kamu bisa pulang sama dia, jadi kamu juga enggak terlalu kehujanan kan. Ini nasi gorengnya, kamu makan ya. Aku mau pulang dulu.”
“Bawa aja nasi gorengnya, aku tadi udah makan kok sama dia.” Tungkas Kevin dengan nada enteng.
“Enggak usah. Buat kamu aja. Aku pulang ya. Nanti langsung mandi, jangan lupa keramas ya habis itu minum teh anget ya supaya kamu enggak kedinginan.” tegas Bianca sambil menatap wajah Kevin dengan penuh perhatian.
Kevin tetap buang muka, sesekali Kevin menatap Bianca. Pandangannya mencuri-curi celah untuk menatap Bianca. Tapi tetap saja dari raut wajah terlihat jelas bahwa Kevin tidak peduli dengan Bianca. Kevin tak peduli dan tak mau tahu rasa khawatir yang Bianca simpan dalam-dalam. Padahal rasa khawatir adalah wujud dari rasa cinta dan perhatian. Perhatian yang diabaikan layaknya rasa sakit yang diam-diam menghujam. Itulah yang dirasakan Bianca. Ia pulang dengan rasa hampa. Ia pulang dengan gerimis kecil dimatanya, gerimis itu bernama air mata.
***
Suara mahasiswa berdengung membuat Bianca pusing tujuh keliling. Bianca adalah wanita plegmatis yang kadang membenci keramaian. Ia hanya duduk sendirian. Kevin berjalan di depannya namun Kevin tak peduli, tak mau menatap sosok Bianca yang menunggunya sejak tadi.
Bianca terbangun dari tempat duduknya, ia berlari kecil mengejar sosok Kevin, “kamu kenapa akhir-akhir ini cuek banget?”
Kevin mengarahkan pandangannya pada Bianca. “Emang kenapa? Kamu kan cuma pacarku, bukan istriku. Aku salah kalau cuekin kamu?”
Bianca menghentikan langkahnya, ia tertunduk setelah mendengar ucapan enteng yang terlontar begitu saja dari bibir Kevin, “Kapan kamu menghargai aku sebagai sosok yang penting dalam hidupmu?”
“Kapan? Kenapa bertanya? Bukannya aku selalu menghargai kamu?” tanya Kevin dengan nada keheranan.
“Padahal, apa yang tidak kuketahui tentangmu? Semua hal tentangmu tak pernah kecil dimataku. Aku selalu menghargai kamu, menghormati posisimu, dan masih memperlakukanmu dengan baik meskipun kadang kau tak menghargai aku.” Jelas Bianca dengan matanya yang mulai berair.
“Wanita bodoh! Jangan jadikan air matamu sebagai senjata pemungkasmu! Kamu cengeng, kamu berbeda dengan mantanku. Dia jauh lebih kuat daripada kamu!”
“Ya... aku memang tidak seperti mantanmu. Aku memang tak secantik dan tak setegar dia. Tapi, dia hanya masa lalumu, sedangkan aku adalah masa kini dan mungkin akan kau bawa kemasa depanmu.!” Bianca menatap Kevin dengan tatapan serius. Tak pernah Bianca menatap Kevin sekeras dan seberani itu.
“Kamu memang tidak seperti mantanku.” ucap Kevin singkat.
“Aku memang tidak seperti mantanmu. Aku adalah aku, yang akan luar biasa dengan jalan dan pilihanku sendiri. Kenyataannya memang kamu tidak bisa melupakan mantanmu dan masa lalumu.” ujar Bianca memicingkan mata, tatapannya tajam menatap Kevin.
“Bukan urusanmu!”
“Dan, aku sangat kecewa pada diriku sendiri, kenapa aku sulit membuatmu jatuh cinta kepadaku dan melupakan mantanmu?”
Kevin tak tega menatap Bianca, naluri lelakinya keluar, selalu tak tega menatap wanita yang sedang menangis, “Sudahlah..." ucap Kevin perlahan. “Jangan menangis.”
“Kita akhiri saja semua kalau memang kamu masih berhenti pada masa lalumu. Kita akhiri saja semua kalau kau memang lebih merindukan masa lalumu. Kita cukupkan sampai disini, kalau masa lalumu lebih mampu untuk membahagiakanmu.”
“Maksudku, bukan seperti itu, Sayang.” Dengan nada sok manja, Kevin menarik lengan Bianca. “Maaf ya?”
“Percuma ada kata maaf jika kau tak mau berubah. Percuma ada kata maaf jika kau terus mengulang kesalahan yang sama. Kembalilah pada masa lalumu, aku juga tak membutuhkan orang sepertimu dimasa depanku!” cetus Bianca, menghempaskan lengan Kevin dari lengannya.
***
Jam waker melakukan tugasnya dengan baik, celotehnya yang berisik membangunkan Kevin yang masih saja terantuk diujung kantuk. Dimatikannya, jam waker itu, ditariknya lagi selimut yang sejak tadi malam menghangatkan tubuhnya. Matanya menatap jam dinding, sudah pukul tujuh pagi. Gerakan reflek, ia menatap handphone, tak ada pesan singkat dari Bianca. Tak ada ketukan pintu dari luar. Tak ada lagi wanita yang menyiapkan bubur ayam sebagai sarapan dipagi harinya. Tak ada lagi sosok wanita yang menyiapkan teh hangat didekat tempat tidurnya. Ia merasa kesepian. Rasa membutuhkan dan rasa kehilangan baru ia rasakan setelah ia kehilangan.
Kevin menghela nafas. Ia menarik selimut menghangatkan dadanya. Tubuhnya masih mengigil, demamnya tak juga turun. Entah sudah berapa lama hujan menari-nari tadi malam, hingga dinginnya masih menusuk tulang. Hanya ada detak jam dinding yang menemaninya perlahan kala itu.
Tak ada Bianca.
Kevin kembali menghela napas. Ia menarik selimut menutupi wajahnya. Ada gerimis kecil di matanya, gerimis itu bernama air mata.
“Kevin belum juga pulang.” Ucapnya perlahan dalam hati.
Disentuhnya plastik berisi dua bungkus nasi goreng yang ia beli disebuah restaurant mungil diujung jalan, sudah dingin, tak lagi hangat seperti awal ia datang ke tempat kost Kevin. Dua jam sudah ia menunggu, sementara Kevin tak kunjung pulang. Kevin juga tak membalas pesan singkat yang dikirim Bianca untuknya. Hujan semakin deras, Bianca semakin cemas. Bianca tetap saja melihat layar handphonenya, meskipun tak ada satu pesan pun dari Kevin.
Terdengar derap suara mobil di luar pagar, seorang turun dari kendaraan itu. Pria itu berlari-lari kecil lalu membuka pagar, kini pria itu berdiri tepat di depan Bianca. Bianca tersenyum lega.
“Kamu baru pulang? Sama siapa? Kehujanan ya?” tanya Bianca, masih dibalut wajah cemasnya.
“Kamu ngapain disini sih?!” ujar Kevin setengah membentak.
“Aku mau bawain kamu nasi goreng. Kemarin, kamu sms aku katanya lagi pengen nasi goreng di ujung jalan itu, jadi aku beliin aja. Dimakan ya?” jelas Bianca dengan sipu senyum kecil dibibirnya.
Kevin mengalihkan pandangannya, ia tak mau menatap Bianca “Cewe bego! Pulang lo! Udah malem! Hujan juga kan!” bentak nya dengan nada tinggi.
Bianca hanya menatap sosok Kevin dengan wajah bingung, bentakan keras Kevin membuatnya mundur satu langkah dari posisi ia berdiri diawal.
“Tadi kamu pulang sama siapa?” tanya Bianca menahan rasa sedihnya.
“Sama mantanku kenapa? Eh, aku heran deh sama kamu, seneng banget nungguin aku, kayak mantanku dong, orangnya gak suka nunggu, kecuali kalau diminta!” jawab Kevin enteng, dengan wajah seakan-akan tidak menyakiti hati Bianca.
“Oh..” ungkap Bianca menahan amarahnya. “Syukurlah kalo kamu bisa pulang sama dia, jadi kamu juga enggak terlalu kehujanan kan. Ini nasi gorengnya, kamu makan ya. Aku mau pulang dulu.”
“Bawa aja nasi gorengnya, aku tadi udah makan kok sama dia.” Tungkas Kevin dengan nada enteng.
“Enggak usah. Buat kamu aja. Aku pulang ya. Nanti langsung mandi, jangan lupa keramas ya habis itu minum teh anget ya supaya kamu enggak kedinginan.” tegas Bianca sambil menatap wajah Kevin dengan penuh perhatian.
Kevin tetap buang muka, sesekali Kevin menatap Bianca. Pandangannya mencuri-curi celah untuk menatap Bianca. Tapi tetap saja dari raut wajah terlihat jelas bahwa Kevin tidak peduli dengan Bianca. Kevin tak peduli dan tak mau tahu rasa khawatir yang Bianca simpan dalam-dalam. Padahal rasa khawatir adalah wujud dari rasa cinta dan perhatian. Perhatian yang diabaikan layaknya rasa sakit yang diam-diam menghujam. Itulah yang dirasakan Bianca. Ia pulang dengan rasa hampa. Ia pulang dengan gerimis kecil dimatanya, gerimis itu bernama air mata.
***
Suara mahasiswa berdengung membuat Bianca pusing tujuh keliling. Bianca adalah wanita plegmatis yang kadang membenci keramaian. Ia hanya duduk sendirian. Kevin berjalan di depannya namun Kevin tak peduli, tak mau menatap sosok Bianca yang menunggunya sejak tadi.
Bianca terbangun dari tempat duduknya, ia berlari kecil mengejar sosok Kevin, “kamu kenapa akhir-akhir ini cuek banget?”
Kevin mengarahkan pandangannya pada Bianca. “Emang kenapa? Kamu kan cuma pacarku, bukan istriku. Aku salah kalau cuekin kamu?”
Bianca menghentikan langkahnya, ia tertunduk setelah mendengar ucapan enteng yang terlontar begitu saja dari bibir Kevin, “Kapan kamu menghargai aku sebagai sosok yang penting dalam hidupmu?”
“Kapan? Kenapa bertanya? Bukannya aku selalu menghargai kamu?” tanya Kevin dengan nada keheranan.
“Padahal, apa yang tidak kuketahui tentangmu? Semua hal tentangmu tak pernah kecil dimataku. Aku selalu menghargai kamu, menghormati posisimu, dan masih memperlakukanmu dengan baik meskipun kadang kau tak menghargai aku.” Jelas Bianca dengan matanya yang mulai berair.
“Wanita bodoh! Jangan jadikan air matamu sebagai senjata pemungkasmu! Kamu cengeng, kamu berbeda dengan mantanku. Dia jauh lebih kuat daripada kamu!”
“Ya... aku memang tidak seperti mantanmu. Aku memang tak secantik dan tak setegar dia. Tapi, dia hanya masa lalumu, sedangkan aku adalah masa kini dan mungkin akan kau bawa kemasa depanmu.!” Bianca menatap Kevin dengan tatapan serius. Tak pernah Bianca menatap Kevin sekeras dan seberani itu.
“Kamu memang tidak seperti mantanku.” ucap Kevin singkat.
“Aku memang tidak seperti mantanmu. Aku adalah aku, yang akan luar biasa dengan jalan dan pilihanku sendiri. Kenyataannya memang kamu tidak bisa melupakan mantanmu dan masa lalumu.” ujar Bianca memicingkan mata, tatapannya tajam menatap Kevin.
“Bukan urusanmu!”
“Dan, aku sangat kecewa pada diriku sendiri, kenapa aku sulit membuatmu jatuh cinta kepadaku dan melupakan mantanmu?”
Kevin tak tega menatap Bianca, naluri lelakinya keluar, selalu tak tega menatap wanita yang sedang menangis, “Sudahlah..." ucap Kevin perlahan. “Jangan menangis.”
“Kita akhiri saja semua kalau memang kamu masih berhenti pada masa lalumu. Kita akhiri saja semua kalau kau memang lebih merindukan masa lalumu. Kita cukupkan sampai disini, kalau masa lalumu lebih mampu untuk membahagiakanmu.”
“Maksudku, bukan seperti itu, Sayang.” Dengan nada sok manja, Kevin menarik lengan Bianca. “Maaf ya?”
“Percuma ada kata maaf jika kau tak mau berubah. Percuma ada kata maaf jika kau terus mengulang kesalahan yang sama. Kembalilah pada masa lalumu, aku juga tak membutuhkan orang sepertimu dimasa depanku!” cetus Bianca, menghempaskan lengan Kevin dari lengannya.
***
Jam waker melakukan tugasnya dengan baik, celotehnya yang berisik membangunkan Kevin yang masih saja terantuk diujung kantuk. Dimatikannya, jam waker itu, ditariknya lagi selimut yang sejak tadi malam menghangatkan tubuhnya. Matanya menatap jam dinding, sudah pukul tujuh pagi. Gerakan reflek, ia menatap handphone, tak ada pesan singkat dari Bianca. Tak ada ketukan pintu dari luar. Tak ada lagi wanita yang menyiapkan bubur ayam sebagai sarapan dipagi harinya. Tak ada lagi sosok wanita yang menyiapkan teh hangat didekat tempat tidurnya. Ia merasa kesepian. Rasa membutuhkan dan rasa kehilangan baru ia rasakan setelah ia kehilangan.
Kevin menghela nafas. Ia menarik selimut menghangatkan dadanya. Tubuhnya masih mengigil, demamnya tak juga turun. Entah sudah berapa lama hujan menari-nari tadi malam, hingga dinginnya masih menusuk tulang. Hanya ada detak jam dinding yang menemaninya perlahan kala itu.
Tak ada Bianca.
Kevin kembali menghela napas. Ia menarik selimut menutupi wajahnya. Ada gerimis kecil di matanya, gerimis itu bernama air mata.
Rabu, 28 Agustus 2013
follow ma inkstagram yes :*
follow ma tweet yes ;)

Ini tweet gue dulunya sih gue 'privacy' krn ada orang gk jelas yg slalu stalking tweet gue :)) hahaha ngefans kalii yaaa ;;) adauw~
hahaha bahkan fak bangettt, sampe sekarang pun dia tuh slalu pengen tau hidup gue aja tauu gk! tp yauda lah, mungkin hidup nya dia ga smenarik kyk hidup gue, makanya dia brusaha pngen masuk ke khidupan gue hahahaha ngakak ahhhhhh........ =))
#gausahdibacaserius!justshare~
about me favorite band {}
SUICIDE SILENCE
sayang nya vokalis si MITCH LUCKER udh meninggal sejak 1 November 2012 :( aarrgghhh udh gk bs ngeliat si abang bertato ini :') gue jelasin sedikit tentang dia ya <3 (-)Mitch Lucker lahir pada 20 Oktober 1984 dengan nama lengkap Mitchell Adam Lucker,(-)dikenal sebagai sosok yang sangat menyukai sepeda motor (sdh pny Harley Davidson),(-)sebuah majalah musik Amerika yang pastinya akan menjadi sebuah tribute bagi sosok Mitch, (-)Mitch meninggal dunia dalam usia 28 tahun,(-)Mitch Lucker meninggal karena kecelakaan motor, (-) foto dirinya mungkin dimaksudkan sebagai kostum Halloween dgn kata – kata “The Dead are living” yg skaligus mjd postingan terakhirnya di twitter >> @MitchLuckerSS
*Rest In Peace, Mitch Lucker. One of the most energetic frontmen in modern metal :*


sayang nya vokalis si MITCH LUCKER udh meninggal sejak 1 November 2012 :( aarrgghhh udh gk bs ngeliat si abang bertato ini :') gue jelasin sedikit tentang dia ya <3 (-)Mitch Lucker lahir pada 20 Oktober 1984 dengan nama lengkap Mitchell Adam Lucker,(-)dikenal sebagai sosok yang sangat menyukai sepeda motor (sdh pny Harley Davidson),(-)sebuah majalah musik Amerika yang pastinya akan menjadi sebuah tribute bagi sosok Mitch, (-)Mitch meninggal dunia dalam usia 28 tahun,(-)Mitch Lucker meninggal karena kecelakaan motor, (-) foto dirinya mungkin dimaksudkan sebagai kostum Halloween dgn kata – kata “The Dead are living” yg skaligus mjd postingan terakhirnya di twitter >> @MitchLuckerSS
*Rest In Peace, Mitch Lucker. One of the most energetic frontmen in modern metal :*


Jumat, 23 Agustus 2013
The Ring 2
Haha ini gue copas dari http://thesynopsisofstorymovie.blogspot.com/2011/01/sinopsis-ring-2.html berhub gue suka sama nih film, makanya gue pake buat gue masukin ke blog gue ini ;) cuman males aja gitu ngetik pnjg2 x_x wkkawkaka
Sekitar enam bulan setelah kejadian dari film pertama, Rachel Keller (Naomi Watts) dan putranya Aidan (David Dorfman) telah pindah dari Seattle ke masyarakat pesisir tenang Astoria, Oregon. Rachel mulai pekerjaan baru di Astorian Daily, sebuah koran lokal, bekerja untuk Max Rourke (Simon Baker). Sebelum lama, ada berita tentang pembunuhan remaja di kota. Rachel menyelidiki, menemukan wajah anak mati itu menunjukkan ekspresi cacat horor seperti korban sebelumnya Samara Morgan dikutuk tape. Setelah menemukan mayat anak itu, dia juga memiliki visi Samara meraih dan menyatakan "Saya menemukan Anda." Setelah itu dia pergi ke kantor polisi untuk berbicara dengan gadis yang menyaksikan kematian anak itu dan setelah membujuk gadis itu untuk menceritakan di mana dia menemukan pita. Dia mengambil kaset jauh ke dalam hutan dan luka bakar.
Aidan memiliki mimpi di mana dia datang ke ruang TV tanpa rumah Rachel, dan ditarik ke dalam layar dengan Samara ketika rekaman video dimulai. Kembali di rumah, Aidan mulai mengembangkan hipotermia, dan tubuhnya yang tiba-tiba ditutupi dengan memar. Pada daerah yang adil, Aidan mengambil foto dirinya di cermin kamar mandi, dengan berdiri di Samara kabur di belakangnya. Perilakunya tumbuh semakin aneh dan jauh, dan sewaktu mengemudi kembali dari wajar, mobil yang membawa Aidan dan Rachel berulang kali diserang oleh rusa, hampir membunuh mereka. Acara ini tampaknya misterius diramalkan oleh Aidan, yang memperingatkan Rachel detik bahaya yang akan terjadi sebelum rusa datang entah dari mana. kejadian aneh dalam rumah mereka (visi termasuk Samara, terbakar tanda di dinding yang menyerupai pohon dari video terkutuk, dan aktivitas poltergeist tampak) menakut-nakuti Rachel, terkemuka dan Aidan untuk melarikan diri. Rachel kemudian meminta Max jika ia dapat mengurus Aidan semakin sakit di rumahnya.
Max mengatakan bahwa kondisi Aidan's jasa perjalanan ke rumah sakit, tapi Rachel, mengetahui bahwa penyakitnya adalah tidak wajar, bersikeras bahwa dokter tradisional tidak bisa membantunya. Ketika Rachel mencoba untuk memberikan Aidan (yang mendadak mengembangkan rasa takut misterius air) mandi air hangat di Max, serangkaian acara paranormal mengarah ke Rachel melihat tubuh Aidan's digantikan oleh Samara. Max berjalan di saat ia mencoba untuk menenggelamkan Samara, dan melihat ia berusaha untuk menenggelamkan Aidan sebagai gantinya. Mencurigakan, dia bersikeras untuk mengambil Aidan ke rumah sakit terhadap keinginannya, menyatakan, "ingin Anda membantu saya, sekarang kau mendapatkannya."
Berdasarkan memar pada tubuh Aidan, para staf rumah sakit, khususnya psikiater Dr Emma Temple (Elizabeth Perkins), anak tersangka penyalahgunaan pada bagian Rachel, karena Rachel mengungkapkan dia menderita postpartum Depresi, dan tidak akan membiarkan dia menjadi dekat anaknya . Putus asa untuk jawaban, Rachel melarikan diri rumah sakit dan perjalanan ke Seattle untuk menggali lebih dalam masa lalu Samara's. Mengetahui bahwa Samara bukan anak biologis Richard dan Anna Morgan, ia trek turun kelahiran ibu Samara's, Evelyn (Sissy Spacek), yang mencoba untuk menenggelamkan Samara sebagai bayi dan telah tinggal di rumah sakit jiwa sejak itu.
Sekitar enam bulan setelah kejadian dari film pertama, Rachel Keller (Naomi Watts) dan putranya Aidan (David Dorfman) telah pindah dari Seattle ke masyarakat pesisir tenang Astoria, Oregon. Rachel mulai pekerjaan baru di Astorian Daily, sebuah koran lokal, bekerja untuk Max Rourke (Simon Baker). Sebelum lama, ada berita tentang pembunuhan remaja di kota. Rachel menyelidiki, menemukan wajah anak mati itu menunjukkan ekspresi cacat horor seperti korban sebelumnya Samara Morgan dikutuk tape. Setelah menemukan mayat anak itu, dia juga memiliki visi Samara meraih dan menyatakan "Saya menemukan Anda." Setelah itu dia pergi ke kantor polisi untuk berbicara dengan gadis yang menyaksikan kematian anak itu dan setelah membujuk gadis itu untuk menceritakan di mana dia menemukan pita. Dia mengambil kaset jauh ke dalam hutan dan luka bakar.
Aidan memiliki mimpi di mana dia datang ke ruang TV tanpa rumah Rachel, dan ditarik ke dalam layar dengan Samara ketika rekaman video dimulai. Kembali di rumah, Aidan mulai mengembangkan hipotermia, dan tubuhnya yang tiba-tiba ditutupi dengan memar. Pada daerah yang adil, Aidan mengambil foto dirinya di cermin kamar mandi, dengan berdiri di Samara kabur di belakangnya. Perilakunya tumbuh semakin aneh dan jauh, dan sewaktu mengemudi kembali dari wajar, mobil yang membawa Aidan dan Rachel berulang kali diserang oleh rusa, hampir membunuh mereka. Acara ini tampaknya misterius diramalkan oleh Aidan, yang memperingatkan Rachel detik bahaya yang akan terjadi sebelum rusa datang entah dari mana. kejadian aneh dalam rumah mereka (visi termasuk Samara, terbakar tanda di dinding yang menyerupai pohon dari video terkutuk, dan aktivitas poltergeist tampak) menakut-nakuti Rachel, terkemuka dan Aidan untuk melarikan diri. Rachel kemudian meminta Max jika ia dapat mengurus Aidan semakin sakit di rumahnya.
Max mengatakan bahwa kondisi Aidan's jasa perjalanan ke rumah sakit, tapi Rachel, mengetahui bahwa penyakitnya adalah tidak wajar, bersikeras bahwa dokter tradisional tidak bisa membantunya. Ketika Rachel mencoba untuk memberikan Aidan (yang mendadak mengembangkan rasa takut misterius air) mandi air hangat di Max, serangkaian acara paranormal mengarah ke Rachel melihat tubuh Aidan's digantikan oleh Samara. Max berjalan di saat ia mencoba untuk menenggelamkan Samara, dan melihat ia berusaha untuk menenggelamkan Aidan sebagai gantinya. Mencurigakan, dia bersikeras untuk mengambil Aidan ke rumah sakit terhadap keinginannya, menyatakan, "ingin Anda membantu saya, sekarang kau mendapatkannya."
Berdasarkan memar pada tubuh Aidan, para staf rumah sakit, khususnya psikiater Dr Emma Temple (Elizabeth Perkins), anak tersangka penyalahgunaan pada bagian Rachel, karena Rachel mengungkapkan dia menderita postpartum Depresi, dan tidak akan membiarkan dia menjadi dekat anaknya . Putus asa untuk jawaban, Rachel melarikan diri rumah sakit dan perjalanan ke Seattle untuk menggali lebih dalam masa lalu Samara's. Mengetahui bahwa Samara bukan anak biologis Richard dan Anna Morgan, ia trek turun kelahiran ibu Samara's, Evelyn (Sissy Spacek), yang mencoba untuk menenggelamkan Samara sebagai bayi dan telah tinggal di rumah sakit jiwa sejak itu.
Rabu, 21 Agustus 2013
170845
Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66. Simaklah sejarah nasional kita sambil berdoa agar kita bisa mengisi kemerdekaan Indonesia dengan hal-hal agung mulia untuk pribadi, keluarga dan bangsa kita. Merdeka!
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Jumat, 17 Agustus 1945 M atau 17 Ramadan 1365 H) dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat.
6 Agustus 1945
2 bom atom dijatuhkan ke dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Ini menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
7 Agustus 1945
BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
9 Agustus 1945
Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
10 Agustus 1945
Sementara itu, di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Syahrir memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah.
11 Agustus 1945
Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan dalam beberapa hari.
14 Agustus 1945
Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat (250 km di sebelah timur laut dari Saigon), Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu busuk Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Jumat, 17 Agustus 1945 M atau 17 Ramadan 1365 H) dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat.
6 Agustus 1945
2 bom atom dijatuhkan ke dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Ini menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
7 Agustus 1945
BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
9 Agustus 1945
Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
10 Agustus 1945
Sementara itu, di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Syahrir memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah.
11 Agustus 1945
Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan dalam beberapa hari.
14 Agustus 1945
Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat (250 km di sebelah timur laut dari Saigon), Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu busuk Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis
Senin, 05 Agustus 2013
Sejarah basket menurut gue x_x
Basket? siapa sih yang gak tau soal permainan yang satu ini? dari SD mungkin sudah di pelajari hehe gue mah lumayan jago loh kalo lagi main basket (bodoamat) kwkwkw ya udah lah ngomong-ngomong soal basket, lo tau gak gimana sejarahnya? sebelum main basket pelajari dulu deh sejarahnya haha buat iseng”an doang sih yaa :D okeee cekidot =))=D
Basket dianggap sebagai olahraga unik because diciptain secara gak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield,Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada saat liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Pertandingan resmi bola basket yg pertama, diselenggarain pada tgl 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yg diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
udah yee segini aja rangkuman & setau gue tentang olahraga Basket, malesss ngrangkum lagi gue hahaa :D babayyy~~~
Basket dianggap sebagai olahraga unik because diciptain secara gak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield,Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada saat liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Pertandingan resmi bola basket yg pertama, diselenggarain pada tgl 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yg diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
udah yee segini aja rangkuman & setau gue tentang olahraga Basket, malesss ngrangkum lagi gue hahaa :D babayyy~~~
Langganan:
Postingan (Atom)
