Renungan jiwa 30 april 2014
Seseorang bercerita kepada saya, dia meyakini hukum sebab akibat, tetapi dia menjadi bingung karena dia tidak merasa melakukan sesuatu tetapi mengapa hal yang buruk terus terjadi didalam hidupnya. Mengapa tidak ada sebab yang jelas, akibat saja yang datang pada dirinya.
Rasanya hal ini menjadi pertanyaan banyak orang yang berusaha memahami hukum alam ini. Bagaimana mereka dapat meyakini hal ini kalau mereka tidak tau kapan mereka melakukan suatu sebab sehingga saat ini merasakan akibatnya. Sebenarnya hukum sebab akibat itu sama dengan hukum tabur tuai, apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai atau juga disebut juga dengan hukum karma, ketiganya adalah hukum alam yang mengatur tatanan kehidupan di bumi ini.
Untuk dapat memahami hal ini tentunya akan timbul pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara logic sesuai dengan nalar kita, apalagi di jaman yang serba modern ini segala sesuatu perlu dengan pembuktian untuk dapat diyakini oleh banyak orang. Bagaimana kita dapat memahami kebenaran hukum sebab akibat, hukum tabur tuai atau hukum karma ini ?
Kalau dahulu orang tua kita cukup meyakini saja dengan kepolosannya , tetapi anak muda jaman sekarang menuntut segala sesuatu dengan bukti, kalau tidak ada bukti maka mereka tidak akan meyakini sesuatu.
Maka untuk membuktikan hukum alam ini seseorang harus mempunyai pemahaman pengukuran dengan energi untuk membuktikan kebenaran ini. Karena dengan memahami energi kita akan mudah dibawa menuju kebenaran kapan kita menanam karma ini, dengan siapa kita berhubungan, dan mengapa saat ini kita mendapatkan sesuatu.
Dalam ilmu energi yang tanpa batas ruang dan waktu inilah kita dapat memahami hukum karma dengan baik, kita akan tahu bahwa akibat yang kita terima saat ini adalah hasil dari sebab yang kita lakukan dahulu.
Energi tidak terbatas ruang dan waktu, artinya : tak terbatas ruang berarti kita tak terbatasi oleh tempat, kita akan mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada orang lain di tempat lain misalnya di luar negri atau benua lain tanpa kita bertemu dengan mereka, tak terbatas waktu artinya kita dapat mengetahui kejadian kejadian dimasa lampau, dikehidupan saat ini misal kejadian 20 tahun yang lalu atau kalau kita benar benar terlatih kita dapat mengetahui kejadian yang kita lakukan di kehidupan terdahulu. Oleh karena itulah orang-orang yang mempelajari konsep energi akan memahami kapan mereka menanam biji perbuatan dan kapan mereka memanennya kemudian. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal didalam diri, merasa tidak pernah melakukannya, dan menganggap Tuhan tidak adil dengan apa yang mereka terima saat ini. Kalau kita pernah menanam maka kita akan menuainya, kalau kita tak pernah menanam maka suatu kejadian tak akan pernah kita alami.
Dengan pemahaman energi ini kita dapat melakukan pengukuran yang dahulu dianggap mustahil kini dapat dipahami dengan logika, yang dahulu menjadi rahasia dan hanya untuk orang-orang yang terbatas sekarang bukan rahasia lagi. Kita akan mengetahui jawaban dari semua pertanyaan kita.
Dengan memahami energi kita pun dapat mengetahui apa saja yang kita miliki disisi perasaan dan emosi yang terpendam yang belum terselesaikan.
Dengan memahami energi kita dapat melakukan pemurnian diri lebih dalam tidak hanya sebatas kata-kata.
Dengan memahami energi kita tahu cara bekerjanya hukum tabur tuai, sebab akibat atau hukum karma.
Dengan memahami energi kitapun akan mampu mengalami kebersatuan diri dengan Tuhan, kita akan merasakan energi Tuhan didalam diri semua mahluk di alam ini.
Bukalah diri untuk mengetahui kebenaran dialam ini, maka ilmu pengetahuan tentang kebenaran akan pada diri kita.
Murid siap maka guru akan datang.
Rabu, 30 April 2014
Sabtu, 26 April 2014
Renungan jiwa 26 april 2014
Seorang teman bercerita tentang diskusinya dengan seseorang yang sudah dianggap sbg guru spiritual, tetapi dalam diskusi ini pemahaman ketuhanan yang didiskusikan malah menjadi perdebatan yang hasilnya menimbulkan ketidaknyamanan. Kebingunganpun tumbuh pada teman sy sehingga dia perlu untuk mendapat penguatan kembali.
Pengetahuan mengenai ketuhanan merupakan suatu konsep yang universal dan dapat diterima oleh semua orang. Ketika Tuhan memberikan pelajaran cinta kasih, maka banyak orang yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi mampu menangkap pesan ini. Merekapun mulai mengajarkan cinta kasih disesuaikan dengan kondisi tempat dimana ajaran ini diturunkan. Merekapun mulai mengajarkan sesuai dengan sabda yang mereka terima, tetapi seiring dengan berjalannya waktu ketika semua guru tersebut sudah meninggalkan tubuh fisiknya, ajaran inipun mulai diulas dan ditafsirkan sehingga banyak terjadi kesalahan dalam penafsiran pesan sehingga pemahaman yang sekaran kita dapatkan tidak murni lagi.
Tingkat pemahaman kesadaran jiwa yang berbeda akan memepengaruhi proses penafsiran sabda Tuhan, apabila seseorang sangat bijaksana maka mereka akan menafsirkan sabda itu dengan sangat dalam dan membuat banyak orang yang membacanya menjadi damai. Tetapi apabila orang yang menafsirkan sabda masih penuh dengan kemarahan maka penafsirannya akan membuat banyak orang yang memahaminya mudah tersulut dengan kemarahan bahkan memecah belah.
Kita tak dapat menyalahkan kesalahan yang terjadi dalam proses ini, tetapi kitalah yang harus membekali diri dengan kebijaksanaan sehingga kita tidak menelan mentah-mentah semua ajaran dan terlalu fanatik yang membutakan tetapi kita tetap membuka diri dengan ilmu pengetahuan yang akan membawa kita pada kebenaran Tuhan.
Ini adalah salah satu proses seleksi alam karena ada sistem kelayakan untuk proses mengetahui kebenaran Tuhan. Mereka yang mempunyai banyak kejujuran didalam dirinya, akan layak mengetahui kebenaran Tuhan. Hukum alam ini sejenis menarik sejenis.
Tidak ada yang kebetulan di alam ini karena segala sesuatu yang terjadi adalah sesuatu yang dahulu kita tanam dan saat ini kita memanennya. Tuhan memberikan segala sesuatunya sesuai dengan kelayakan kita.
Ketika kita layak dengan kebenaran Tuhan , maka ada saja jalan yang dibuatkan Tuhan agar kita bertemu dengan orang-orang yang mampu memberikan jalan untuk keterhubungan dengan Tuhan.
Tatapi ketika kehidupan kita dipenuhi dengan kebohongan maka kitapun akan dipertemukan dengan orang-orang yang sejenis dengan kebohongan yang kita miliki sehingga pemahaman yang tidak benarpun akan kita dapatkan.
Kita tak perlu mempertentangkan kebenaran Tuhan, karena semua orang akan bertumbuh tingkat kesadarannya, dan harus belajar untuk mencari kebenaran Tuhan. Tingkatan proses pembelajaran sudah dipetakan Tuhan sesuai denga pemahaman yang mereka capai. Seandainya mereka telah bertumbuh dengan kesadaran yang lebih tinggi maka mereka akan dipertemukan dengan orang-orang yang memahami kesadaran yang lebih tinggi lagi, inilah cara Tuhan membuat kita naik kelas untuk proses spiritual, bukan dengan mengubah agama yang kita anut tetapi memeperdalam pemahaman ketuhanan yang ada dalam semua agama.
Orang yang bijaksana akan mengahargai perbedaan dalam semua proses pembelajaran ketuhanan di setiap ajaran agama, karena pada intinya sama yaitu cinta kasih, keiklasan, penerimaan, kedamaian dan totalitas kepada Tuhan.
Bagaimana dengan diri kita? Ditingkatan mana kesadaran jiwa kita ? Amati kehidupan kita, kesejenisan kita terhadap lingkungan dan orang-orang yang bersama kita maka itulah diri kita.
Jika kita pahami diri kita belum pada lingkungan dan orang-orang yang berkarakter baik, ubahlah pola pikir kita menjadi positif dan berbuatlah baik maka seiring dengan waktu semua akan berubah maka kitapun akan berada sesuai dengan kesejenisan kita, maka kelayakan kita akan pemahaman Tuhan pun akan berubah.
Teruslah menanam kebaikan didalam diri kita agar kita mendapatkan kelayakan untuk menyatu dengan Tuhan.
Pengetahuan mengenai ketuhanan merupakan suatu konsep yang universal dan dapat diterima oleh semua orang. Ketika Tuhan memberikan pelajaran cinta kasih, maka banyak orang yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi mampu menangkap pesan ini. Merekapun mulai mengajarkan cinta kasih disesuaikan dengan kondisi tempat dimana ajaran ini diturunkan. Merekapun mulai mengajarkan sesuai dengan sabda yang mereka terima, tetapi seiring dengan berjalannya waktu ketika semua guru tersebut sudah meninggalkan tubuh fisiknya, ajaran inipun mulai diulas dan ditafsirkan sehingga banyak terjadi kesalahan dalam penafsiran pesan sehingga pemahaman yang sekaran kita dapatkan tidak murni lagi.
Tingkat pemahaman kesadaran jiwa yang berbeda akan memepengaruhi proses penafsiran sabda Tuhan, apabila seseorang sangat bijaksana maka mereka akan menafsirkan sabda itu dengan sangat dalam dan membuat banyak orang yang membacanya menjadi damai. Tetapi apabila orang yang menafsirkan sabda masih penuh dengan kemarahan maka penafsirannya akan membuat banyak orang yang memahaminya mudah tersulut dengan kemarahan bahkan memecah belah.
Kita tak dapat menyalahkan kesalahan yang terjadi dalam proses ini, tetapi kitalah yang harus membekali diri dengan kebijaksanaan sehingga kita tidak menelan mentah-mentah semua ajaran dan terlalu fanatik yang membutakan tetapi kita tetap membuka diri dengan ilmu pengetahuan yang akan membawa kita pada kebenaran Tuhan.
Ini adalah salah satu proses seleksi alam karena ada sistem kelayakan untuk proses mengetahui kebenaran Tuhan. Mereka yang mempunyai banyak kejujuran didalam dirinya, akan layak mengetahui kebenaran Tuhan. Hukum alam ini sejenis menarik sejenis.
Tidak ada yang kebetulan di alam ini karena segala sesuatu yang terjadi adalah sesuatu yang dahulu kita tanam dan saat ini kita memanennya. Tuhan memberikan segala sesuatunya sesuai dengan kelayakan kita.
Ketika kita layak dengan kebenaran Tuhan , maka ada saja jalan yang dibuatkan Tuhan agar kita bertemu dengan orang-orang yang mampu memberikan jalan untuk keterhubungan dengan Tuhan.
Tatapi ketika kehidupan kita dipenuhi dengan kebohongan maka kitapun akan dipertemukan dengan orang-orang yang sejenis dengan kebohongan yang kita miliki sehingga pemahaman yang tidak benarpun akan kita dapatkan.
Kita tak perlu mempertentangkan kebenaran Tuhan, karena semua orang akan bertumbuh tingkat kesadarannya, dan harus belajar untuk mencari kebenaran Tuhan. Tingkatan proses pembelajaran sudah dipetakan Tuhan sesuai denga pemahaman yang mereka capai. Seandainya mereka telah bertumbuh dengan kesadaran yang lebih tinggi maka mereka akan dipertemukan dengan orang-orang yang memahami kesadaran yang lebih tinggi lagi, inilah cara Tuhan membuat kita naik kelas untuk proses spiritual, bukan dengan mengubah agama yang kita anut tetapi memeperdalam pemahaman ketuhanan yang ada dalam semua agama.
Orang yang bijaksana akan mengahargai perbedaan dalam semua proses pembelajaran ketuhanan di setiap ajaran agama, karena pada intinya sama yaitu cinta kasih, keiklasan, penerimaan, kedamaian dan totalitas kepada Tuhan.
Bagaimana dengan diri kita? Ditingkatan mana kesadaran jiwa kita ? Amati kehidupan kita, kesejenisan kita terhadap lingkungan dan orang-orang yang bersama kita maka itulah diri kita.
Jika kita pahami diri kita belum pada lingkungan dan orang-orang yang berkarakter baik, ubahlah pola pikir kita menjadi positif dan berbuatlah baik maka seiring dengan waktu semua akan berubah maka kitapun akan berada sesuai dengan kesejenisan kita, maka kelayakan kita akan pemahaman Tuhan pun akan berubah.
Teruslah menanam kebaikan didalam diri kita agar kita mendapatkan kelayakan untuk menyatu dengan Tuhan.
Kamis, 24 April 2014
Dengan menumbuhkan cinta kasih kita membentuk kesucian didalam diri.
Renungan jiwa 24 april 2014
Banyak sekali ritual yang dilakukan orang untuk menyucikan dirinya, ada yang melakukan tirakat, puasa, ngeruwat, melukat, dan banyak lagi. Semua yang mereka lakukan didasari pada keyakinan bahwa hal tersebut dapat membantu membersihkan energi negatif yang ada didalam diri yang menghambat kesucian seseorang.
Ada yang menggunakan ritual dengan mengucapkan mantra-mantra untuk menyucikan diri karena mereka meyakini dengan kekuatan mantra akan mampu membersihkan energi negatif yang membelenggu diri. Ada yang menggunakan sarana air, api dan banyak lagi sebagai cara untuk pemurnian diri. Bagaimana kebenaran dari proses penyucian diri ini?
Kebenaran bersifat bertingkat sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa masing-masing. Kita tidak dapat mencegah seseorang melakukan suatu ritual karena mereka meyakininya. Kita harus bertoleransi dengan banyak jalan yang dipakai seseorang yang menjadi cara mereka untuk melakukan proses penyucian dirinya. Toh banyak jalan menuju ke Tuhan, semua pada akhirnya akan mencapai kepada Tuhan cuma yang membedakan adalah cepat atau lambat waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
Tahapan pencapaian inipun bertingkat sesuai jalan yang digunakan. Mereka yang masih berorientasi dengan tubuh fisik, masih akan melakukan proses penyucian dengan berfisik, tetapi apabila mereka telah meningkat pemahaman secara batin maka merekapun akan berupaya menyucikan diri secara batin. Semuanya akan mencapai tujuan yang sama.
Kita banyak melihat orang-orang yang sibuk dengan penyucian diri secara fisik harus pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, setelah proses tersebut mereka merasa lebih baik dan menganggap proses ritual itulah yang sudah membantu penyucian dirinya. Mereka lupa bahwa sugesti mereka yang membuat mereka merasa lebih baik. Dan ketika permasalahan muncul kembal mereka akan lagi melakukan penyucian dirinya dengan ritual.
Orang yang mempunyai kesadaran yang lebih berkembang tidak lagi mengarah keluar dari dirinya, mereka akan memahami bahwa permasalahan yang terjadi berasal dari dalam diri mereka. Dan mereka akan menyucikan dirinya dengan pemahaman dan melepaskan diri dari kekotoran batin atau melakukan pertobatan akan hal-hal buruk yang telah mereka hasilkan dari proses berpikir mereka. Inilah yang dilakukan oleh mereka yang memahami secara batin.
Untuk penyempurnaannya kita bisa menggabungkan proses penyucian ini secara lahir dan juga secara batin.
Bagaimana cara kita menyucikan diri secara batin ?
Menumbuhkan cinta kasih didalam diri merupakan dasar seseorang untuk mencapai kesucian batin. Cinta kasih akan tumbuh apabila kita mampu melepaskan semua kemarahan, iri hati, ego, keserakahan , nafsu dan kesombongan ( sad ripu ) tetapi tidak cukup hanya memahami kekotoran batin saja, cinta kasih akan tumbuh apabila seseorang mampu melepaskan penolakan-penolakan didalam diri. Sekecil apapun penolakan yang muncul didalam diri merupakan penolakan juga terhadap apa yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Cinta kasih akan muncul ketika kita dapat menghargai dan mensyukuri semua ciptaan Tuhan.
Ketika semua kekotoran batin telah dibersihkan, ketika semua penolakan telah dibebaskan maka cinta kasih akan muncul dalam diri,
Seseorang yang dipenuhi dengan cinta kasih berarti mereka telah mampu secara totalitas melakukan penyerahan diri kepada Tuhan.
Energi sejenis menarik sejenis, maka kesucian Tuhan akan mengalir pada manusia yang telah dipenuhi dengan cinta kasih dan menjadikan mereka suci dimata Tuhan.
Kita terlahir karena ketidak sempurnaan kita, dan terlahir kembali merupakan jalan kita untuk mencapai kesucian agar kita layak menyatu dengan Tuhan.
Banyak sekali ritual yang dilakukan orang untuk menyucikan dirinya, ada yang melakukan tirakat, puasa, ngeruwat, melukat, dan banyak lagi. Semua yang mereka lakukan didasari pada keyakinan bahwa hal tersebut dapat membantu membersihkan energi negatif yang ada didalam diri yang menghambat kesucian seseorang.
Ada yang menggunakan ritual dengan mengucapkan mantra-mantra untuk menyucikan diri karena mereka meyakini dengan kekuatan mantra akan mampu membersihkan energi negatif yang membelenggu diri. Ada yang menggunakan sarana air, api dan banyak lagi sebagai cara untuk pemurnian diri. Bagaimana kebenaran dari proses penyucian diri ini?
Kebenaran bersifat bertingkat sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa masing-masing. Kita tidak dapat mencegah seseorang melakukan suatu ritual karena mereka meyakininya. Kita harus bertoleransi dengan banyak jalan yang dipakai seseorang yang menjadi cara mereka untuk melakukan proses penyucian dirinya. Toh banyak jalan menuju ke Tuhan, semua pada akhirnya akan mencapai kepada Tuhan cuma yang membedakan adalah cepat atau lambat waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
Tahapan pencapaian inipun bertingkat sesuai jalan yang digunakan. Mereka yang masih berorientasi dengan tubuh fisik, masih akan melakukan proses penyucian dengan berfisik, tetapi apabila mereka telah meningkat pemahaman secara batin maka merekapun akan berupaya menyucikan diri secara batin. Semuanya akan mencapai tujuan yang sama.
Kita banyak melihat orang-orang yang sibuk dengan penyucian diri secara fisik harus pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, setelah proses tersebut mereka merasa lebih baik dan menganggap proses ritual itulah yang sudah membantu penyucian dirinya. Mereka lupa bahwa sugesti mereka yang membuat mereka merasa lebih baik. Dan ketika permasalahan muncul kembal mereka akan lagi melakukan penyucian dirinya dengan ritual.
Orang yang mempunyai kesadaran yang lebih berkembang tidak lagi mengarah keluar dari dirinya, mereka akan memahami bahwa permasalahan yang terjadi berasal dari dalam diri mereka. Dan mereka akan menyucikan dirinya dengan pemahaman dan melepaskan diri dari kekotoran batin atau melakukan pertobatan akan hal-hal buruk yang telah mereka hasilkan dari proses berpikir mereka. Inilah yang dilakukan oleh mereka yang memahami secara batin.
Untuk penyempurnaannya kita bisa menggabungkan proses penyucian ini secara lahir dan juga secara batin.
Bagaimana cara kita menyucikan diri secara batin ?
Menumbuhkan cinta kasih didalam diri merupakan dasar seseorang untuk mencapai kesucian batin. Cinta kasih akan tumbuh apabila kita mampu melepaskan semua kemarahan, iri hati, ego, keserakahan , nafsu dan kesombongan ( sad ripu ) tetapi tidak cukup hanya memahami kekotoran batin saja, cinta kasih akan tumbuh apabila seseorang mampu melepaskan penolakan-penolakan didalam diri. Sekecil apapun penolakan yang muncul didalam diri merupakan penolakan juga terhadap apa yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Cinta kasih akan muncul ketika kita dapat menghargai dan mensyukuri semua ciptaan Tuhan.
Ketika semua kekotoran batin telah dibersihkan, ketika semua penolakan telah dibebaskan maka cinta kasih akan muncul dalam diri,
Seseorang yang dipenuhi dengan cinta kasih berarti mereka telah mampu secara totalitas melakukan penyerahan diri kepada Tuhan.
Energi sejenis menarik sejenis, maka kesucian Tuhan akan mengalir pada manusia yang telah dipenuhi dengan cinta kasih dan menjadikan mereka suci dimata Tuhan.
Kita terlahir karena ketidak sempurnaan kita, dan terlahir kembali merupakan jalan kita untuk mencapai kesucian agar kita layak menyatu dengan Tuhan.
Rabu, 23 April 2014
Menjadi orang suci.
Renungan jiwa 23 april 2014
Kita semua menginginkan menjadi orang suci, ternyata sangat sulit untuk mencapai kesucian. Tetapi saat ini banyak sekali orang yang disucikan oleh kelompok dan lingkungannya, apakah itu menjamin mereka menjadi orang suci ? Bagaimana kita memahami hal ini ?
Sudah menjadi tradisi bahwa orang yang suci adalah orang yang di pilih oleh sekelompok orang yang kemudian disucikan dengan ritual untuk mendapat pengakuan dari masyarakat. Hal inilah yang berlaku hingga saat ini. Suatu perguruan mensucikan gurunya untuk layak dianggap orang suci untuk proses spiritual. Semua pemimpin upacara keagamaan juga melalui proses penyucian terlebih dahulu sehingga merekal layak mewakili umatnya untuk memimpin mereka dalam ritual keagamaan. Kadang kala orang biasa yang telah belajar mendalami ritual tersebut, mereka bisa dan mampu tetapi tidak layak dan boleh menjalankan ritual karena belum disucikan dan mendapat pengakuaan dari banyak orang.
Di masyarakat kita melihat banyak orang yang sudah disucikan masih mempunyai karakter yang tidak mencerminkan diri sebagai orang yang suci. Mereka penuh dengan kesombongan, keserakahan, kemarahan, iri hati, ego, dan nafsu. Layakah mereka menjadi orang suci ?
Belum tentu yang disucikan manusia, suci dimata Tuhan, lebih baik kita tak perlu disucikan oleh lingkungan kita tetapi layak dan suci dimata Tuhan.
Orang yang suci adalah orang yang dipenuhi oleh cinta kasih dan kedamaian didalam dirinya dan mampu meradiasaikan kesucian ini kepada banyak orang yang dekat dengan dirinya.
Ketika kita bertemu dengan orang suci maka orang-orang yang berada didekatnya akan tersucikan karena radiasi energi cinta mereka membuat orang-orang yang dekat dengan beliau bertranformasi kearah kesucian. Energi Tuhan akan mengalir melalui orang suci dan merubah siapapun yang memahami keberadaan Tuhan didalam diri orang suci ini.
Semua agama mempunyai orang suci yang mereka sebut nabi atau awatar yang mampu memeberikan pemahaman tentang Tuhan dan mengarahkan banyak jiwa untuk mensucikan diri, memenuhi diri dengan cinta kasih. Ternyata tidak banyak orang yang menjadi orang suci. Bagaimanakah kita dapat mengetahui tingkat kesucian seseorang?
Selama ini kita hanya sekedar ikut- ikutan orang lain untuk menganggap seseorang adalah orang suci, padahal ukuran kesucian ini bukan hanya sekedar dari pakaian atau atribut yang mereka pakai atau sekedar ketika banyak orang menganggap mereka orang suci.
Menjadi orang suci tidak hanya karena kehidupan saat ini saja, tetapi merupakan proses pertumbuhan jiwa dari kehidupan ke kehidupan sebelumnya. Jiwa mereka telah mencapai kebersatuan dengan Tuhan sehingga mereka mampu membantu banyak orang sebagai jalan Tuhan untuk membawa banyak jiwa menuju kepada Tuhan.
Seringkali orang suci ini tidak terlihat oleh banyak orang, sehingga tidak banyak orang yang tahu keberadaan beliau, olehkarena itu kita perlu belajar cara mengetahui kebenaran ini.
Pengukuran secara energi akan membuat kita memahami kebenaran dari keberadaan orang suci ini. Secara universal orang suci mempunyai syarat sebagai berikut :
1. Mempunyai ukuran cakra yang melebihi ukuran cakra manusia biasa. Manusia super mempunyai ukurn cakra berdiameter 2 meter, berartiorang suci mempunyai ukuran yang lebih dari itu.
2. Mempunyai cakra spiritual ( cakra ke 12 ) berdiameter lebih dari 1 meter.
3. Mempunyai radiasi energi illahi lebih dari 10.000 kilo meter.
4. Mampu menjadi saluran Tuhan untuk cahaya, cinta dan energi illahi.
5. Mampu mentransformasi kesadaran jiwa banyak orang menjadi lebih baik.
Ternyata menjadi orang suci membutuhkan usaha dan proses pembelajaran yang panjang.
Jadilah suci dimata Tuhan, jangan ingin dikatakan suci karena sudah disucikan oleh banyak orang.
Carilah orang yang benar-benar suci untuk menunjukkan kepada kita jalan menuju kesucian.
Kita semua menginginkan menjadi orang suci, ternyata sangat sulit untuk mencapai kesucian. Tetapi saat ini banyak sekali orang yang disucikan oleh kelompok dan lingkungannya, apakah itu menjamin mereka menjadi orang suci ? Bagaimana kita memahami hal ini ?
Sudah menjadi tradisi bahwa orang yang suci adalah orang yang di pilih oleh sekelompok orang yang kemudian disucikan dengan ritual untuk mendapat pengakuan dari masyarakat. Hal inilah yang berlaku hingga saat ini. Suatu perguruan mensucikan gurunya untuk layak dianggap orang suci untuk proses spiritual. Semua pemimpin upacara keagamaan juga melalui proses penyucian terlebih dahulu sehingga merekal layak mewakili umatnya untuk memimpin mereka dalam ritual keagamaan. Kadang kala orang biasa yang telah belajar mendalami ritual tersebut, mereka bisa dan mampu tetapi tidak layak dan boleh menjalankan ritual karena belum disucikan dan mendapat pengakuaan dari banyak orang.
Di masyarakat kita melihat banyak orang yang sudah disucikan masih mempunyai karakter yang tidak mencerminkan diri sebagai orang yang suci. Mereka penuh dengan kesombongan, keserakahan, kemarahan, iri hati, ego, dan nafsu. Layakah mereka menjadi orang suci ?
Belum tentu yang disucikan manusia, suci dimata Tuhan, lebih baik kita tak perlu disucikan oleh lingkungan kita tetapi layak dan suci dimata Tuhan.
Orang yang suci adalah orang yang dipenuhi oleh cinta kasih dan kedamaian didalam dirinya dan mampu meradiasaikan kesucian ini kepada banyak orang yang dekat dengan dirinya.
Ketika kita bertemu dengan orang suci maka orang-orang yang berada didekatnya akan tersucikan karena radiasi energi cinta mereka membuat orang-orang yang dekat dengan beliau bertranformasi kearah kesucian. Energi Tuhan akan mengalir melalui orang suci dan merubah siapapun yang memahami keberadaan Tuhan didalam diri orang suci ini.
Semua agama mempunyai orang suci yang mereka sebut nabi atau awatar yang mampu memeberikan pemahaman tentang Tuhan dan mengarahkan banyak jiwa untuk mensucikan diri, memenuhi diri dengan cinta kasih. Ternyata tidak banyak orang yang menjadi orang suci. Bagaimanakah kita dapat mengetahui tingkat kesucian seseorang?
Selama ini kita hanya sekedar ikut- ikutan orang lain untuk menganggap seseorang adalah orang suci, padahal ukuran kesucian ini bukan hanya sekedar dari pakaian atau atribut yang mereka pakai atau sekedar ketika banyak orang menganggap mereka orang suci.
Menjadi orang suci tidak hanya karena kehidupan saat ini saja, tetapi merupakan proses pertumbuhan jiwa dari kehidupan ke kehidupan sebelumnya. Jiwa mereka telah mencapai kebersatuan dengan Tuhan sehingga mereka mampu membantu banyak orang sebagai jalan Tuhan untuk membawa banyak jiwa menuju kepada Tuhan.
Seringkali orang suci ini tidak terlihat oleh banyak orang, sehingga tidak banyak orang yang tahu keberadaan beliau, olehkarena itu kita perlu belajar cara mengetahui kebenaran ini.
Pengukuran secara energi akan membuat kita memahami kebenaran dari keberadaan orang suci ini. Secara universal orang suci mempunyai syarat sebagai berikut :
1. Mempunyai ukuran cakra yang melebihi ukuran cakra manusia biasa. Manusia super mempunyai ukurn cakra berdiameter 2 meter, berartiorang suci mempunyai ukuran yang lebih dari itu.
2. Mempunyai cakra spiritual ( cakra ke 12 ) berdiameter lebih dari 1 meter.
3. Mempunyai radiasi energi illahi lebih dari 10.000 kilo meter.
4. Mampu menjadi saluran Tuhan untuk cahaya, cinta dan energi illahi.
5. Mampu mentransformasi kesadaran jiwa banyak orang menjadi lebih baik.
Ternyata menjadi orang suci membutuhkan usaha dan proses pembelajaran yang panjang.
Jadilah suci dimata Tuhan, jangan ingin dikatakan suci karena sudah disucikan oleh banyak orang.
Carilah orang yang benar-benar suci untuk menunjukkan kepada kita jalan menuju kesucian.
Selasa, 22 April 2014
Mensyukuri tubuh fisik.
Renungan jiwa 22 april 2014
Berperan menjadi perempun maupun menjadi laki- laki dalam hidup ini merupakan jalan Tuhan yang tidak dapat kita tolak. Ada yang bertubuh perempuan tetapi mempunyai prilaku seperti laki- laki, atau sebaliknya. Banyak penolakan yang dilakukan manusia atas jalan yang sudah dipetakan oleh Tuhan ini. Tubuh fisik ini tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak hanya menolak jenis kelaminnya tetapi kadang kala sudah diberikan yang sesuai dengan keinginan untuk jenis kelamin tapi masih menolak yang belum mereka anggap sempurna didalam dirinya, misal hidungnya kurang mancung, badannya kurang tinggi kurang langsing dan sebagainya.
Penolakan-penolakan ini menimbulkan penderitaan bagi yang melakukannya karena selamanya mereka tidak pernah puas akan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Bagaimana sebenarnya kita dapat memahami hal ini sehingga kita bisa menjadi damai?
Kita harus mensyukuri telah terlahir menjadi manusia. Untuk terlahir menjadi manusia harus melalui evolusi berkali-kali, hal ini telah dibuktikan oleh para ilmuwan bahwa didalam gen manusia terkandung juga kesamaan gen tumbuhan dan gen hewan, tetapi sudah tidak dalam keadaan aktif.
Maka berterimakasihlah kepada Tuhan karena kita telah dilahirkan sebagai manusia dengan kondisi apapun. Kekurangan yang kita miliki tidak seharusnya menjadi penderitaan bagi diri kita.
Tanpa tubuh ini maka jiwa tidak dapat bertumbuh, maka keberadaan tubuh fisik ini sangat diperlukan. Tubuh fisik ini tidak begitu saja kita dapatkan karena semuanya berhubungan dengan proses pertumbuhan jiwa kita sebelum ini, seandainya ada yang tidak sempurna harusnya kita memahami inilah hasil dari karma masa lalu kita. Kalau dalam kehidupan yang terdahulu kita banyak menanam kebaikan maka kehidupan saat ini kita akan memiliki tubuh yang baik begitu pula dengan sebaliknya. Tuhan sudah dengan sangat adil memetakan semua kondisi baik fisik, mental maupun emosional sesuai dengan apa yang kita tanam terdahulu.
Hidup kita saat ini hanyalah proses penerimaan dari masa lalu dan menanam untuk masa yang akan datang. Dengan memahami hukum tabur tuai inilah seharusnya kita tidak lagi mempertanyakan mengapa segala sesuatu terjadi didalam diri kita.
Bersyukurlah dengan kondisi tubuh fisik yang kita miliki, jangan menyalahkan orang lain atau iri dengan kondisi orang lain yang lebih baik dari diri kita karena semua berasal dari karma masing-masing. Seharusnya kita mempunyai pemahaman untuk memanfaatkan tubuh fisik ini sebaik-baiknya sebagai kendaraan jiwa untuk membebaskan diri kita dari penderitaan dan membentuk karma baru yang lebih baik. Apapun yang kita miliki merupakan karya Tuhan yang sangat adil. Pasti ada rencana Tuhan dibalik semua ini yang membuat kita masih perlu banyak belajar untuk mensyukuri tubuh fisik kita.
Dengan semua keterbatasan yang kita miliki, yang membuat kita tak berdaya merupakan cara Tuhan untuk menyadarkan diri kita atas apa yang kita perbuat dahulu. Dan saat inilah jalan kita untuk memperbaiki kesalahan kita terdahulu.
Ketika kita meyakini Tuhan maka kita akan dapat menerima semua ini dengan iklas, tetapi kalau kita meragukan Tuhan maka kita akan menolak semua yang diberikan Tuhan kepada kita.
Tubuh fisik ini bukan hanya seonggok daging saja, tubuh ini mempunyai kesadaran dan layak di hargai.
Luangkan waktu menyadari keberadaan tubuh kita, dan ucapkan terimakasih kepada semua organ tubuh kita, pancarkan cinta kepada semua organ tubuh kita, maka tubuh kita akan meresponnya dengan memberikan kesehatan yang baik untuk diri kita.
Peliharalah tubuh ini agar lebih banyak waktu lagi bagi jiwa kita untuk bertumbuh mengarah pada spiritual yang lebih tinggi dan mencapai kebersatuan dengan Tuhan.
Ketika penolakan akan tubuh fisik di lepaskan maka kedamain akan dapat kita rasakan, maka berdamailah dengan tubuh fisik kita.
Berperan menjadi perempun maupun menjadi laki- laki dalam hidup ini merupakan jalan Tuhan yang tidak dapat kita tolak. Ada yang bertubuh perempuan tetapi mempunyai prilaku seperti laki- laki, atau sebaliknya. Banyak penolakan yang dilakukan manusia atas jalan yang sudah dipetakan oleh Tuhan ini. Tubuh fisik ini tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak hanya menolak jenis kelaminnya tetapi kadang kala sudah diberikan yang sesuai dengan keinginan untuk jenis kelamin tapi masih menolak yang belum mereka anggap sempurna didalam dirinya, misal hidungnya kurang mancung, badannya kurang tinggi kurang langsing dan sebagainya.
Penolakan-penolakan ini menimbulkan penderitaan bagi yang melakukannya karena selamanya mereka tidak pernah puas akan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Bagaimana sebenarnya kita dapat memahami hal ini sehingga kita bisa menjadi damai?
Kita harus mensyukuri telah terlahir menjadi manusia. Untuk terlahir menjadi manusia harus melalui evolusi berkali-kali, hal ini telah dibuktikan oleh para ilmuwan bahwa didalam gen manusia terkandung juga kesamaan gen tumbuhan dan gen hewan, tetapi sudah tidak dalam keadaan aktif.
Maka berterimakasihlah kepada Tuhan karena kita telah dilahirkan sebagai manusia dengan kondisi apapun. Kekurangan yang kita miliki tidak seharusnya menjadi penderitaan bagi diri kita.
Tanpa tubuh ini maka jiwa tidak dapat bertumbuh, maka keberadaan tubuh fisik ini sangat diperlukan. Tubuh fisik ini tidak begitu saja kita dapatkan karena semuanya berhubungan dengan proses pertumbuhan jiwa kita sebelum ini, seandainya ada yang tidak sempurna harusnya kita memahami inilah hasil dari karma masa lalu kita. Kalau dalam kehidupan yang terdahulu kita banyak menanam kebaikan maka kehidupan saat ini kita akan memiliki tubuh yang baik begitu pula dengan sebaliknya. Tuhan sudah dengan sangat adil memetakan semua kondisi baik fisik, mental maupun emosional sesuai dengan apa yang kita tanam terdahulu.
Hidup kita saat ini hanyalah proses penerimaan dari masa lalu dan menanam untuk masa yang akan datang. Dengan memahami hukum tabur tuai inilah seharusnya kita tidak lagi mempertanyakan mengapa segala sesuatu terjadi didalam diri kita.
Bersyukurlah dengan kondisi tubuh fisik yang kita miliki, jangan menyalahkan orang lain atau iri dengan kondisi orang lain yang lebih baik dari diri kita karena semua berasal dari karma masing-masing. Seharusnya kita mempunyai pemahaman untuk memanfaatkan tubuh fisik ini sebaik-baiknya sebagai kendaraan jiwa untuk membebaskan diri kita dari penderitaan dan membentuk karma baru yang lebih baik. Apapun yang kita miliki merupakan karya Tuhan yang sangat adil. Pasti ada rencana Tuhan dibalik semua ini yang membuat kita masih perlu banyak belajar untuk mensyukuri tubuh fisik kita.
Dengan semua keterbatasan yang kita miliki, yang membuat kita tak berdaya merupakan cara Tuhan untuk menyadarkan diri kita atas apa yang kita perbuat dahulu. Dan saat inilah jalan kita untuk memperbaiki kesalahan kita terdahulu.
Ketika kita meyakini Tuhan maka kita akan dapat menerima semua ini dengan iklas, tetapi kalau kita meragukan Tuhan maka kita akan menolak semua yang diberikan Tuhan kepada kita.
Tubuh fisik ini bukan hanya seonggok daging saja, tubuh ini mempunyai kesadaran dan layak di hargai.
Luangkan waktu menyadari keberadaan tubuh kita, dan ucapkan terimakasih kepada semua organ tubuh kita, pancarkan cinta kepada semua organ tubuh kita, maka tubuh kita akan meresponnya dengan memberikan kesehatan yang baik untuk diri kita.
Peliharalah tubuh ini agar lebih banyak waktu lagi bagi jiwa kita untuk bertumbuh mengarah pada spiritual yang lebih tinggi dan mencapai kebersatuan dengan Tuhan.
Ketika penolakan akan tubuh fisik di lepaskan maka kedamain akan dapat kita rasakan, maka berdamailah dengan tubuh fisik kita.
Minggu, 20 April 2014
Mengapa Harus Marah?
Renungan jiwa 20 april 2014
Apakah amarah adalah suatu yang wajar? Pertanyaan itu muncul di benak saya setelah mendengar keluhan dari beberapa teman yang terpancing amarah nya karena sesuatu hal. Sebagian marah karena hal yang masih masuk dalam logika saya, seperti saat seseorang memakai barang nya tanpa izin, dan sebagian dari mereka terpancing akan hal yang menurut saya sedikit diluar logika, seperti saat temannya mendapat nilai yang lebih baik. Kebanyakan dari mereka akan berkata “wajar dong gua marah” atau “emang lo kalo digituin gak kesel” saat dengan polosnya saya bertanya pada mereka alasan mereka marah, seakan-akan marah adalah hal yang wajar, dan tidak marah adalah hal yang aneh. Ya mungkin saya yang aneh karena kebanyakan cerita mereka tidak dapat membuat saya memilih untuk marah.
Tidak jarang juga saya melihat di film film, terutama film film fantasi, dimana karakter utama akan mendapatkan kekuatan yang baru atau lebih kuat saat mereka marah. Sebut saja Hulk, Wolverine, Kamen Rider Black Rx, Naruto, dan masih banyak lagi. Hal tersebut membuat saya kembali bertanya apakah marah adalah hal yang baik?
Kata dasar dari kemarahan adalah marah, yang menurut kamus besar bahasa indonesia dijabarkan menjadi “sangat tidak senang”. Tapi menurut saya sangat tidak senang belum tentu marah. Bisa saja seseorang sangat tidak senang dengan durian (seperti saya) namun sampai sekarang saya tidak pernah marah dengan durian. Karena saya yakin, saya akan terlihat sangat bodoh bila saya melakukan hal itu. Sumber kedua yang saya temukan adalah dari Cambridge Dictionary Online yang menyatakan anger (bahasa inggris dari marah) adalah” a strong feeling that makes you want to hurt someone or be unpleasant because of something unfair or unkind that has happened” atau dapat diterjemahkan menjadi suatu perasaan yang kuat yang membuat anda memiliki keinginan untuk melukai seseorang, atau rasa tidak senang karena sesuatu yang tidak baik atau tidak adil terjadi.
Hal yang perlu digaris bawahi adalah kata keinginan untuk melukai seseorang. Sebaiknya kita tidak memiliki keinginan untuk melukai orang lain, karena dengan kita melukai orang lain sebenarnya kita juga melukai diri sendiri. Dalam injil dikatakan perlakukan lah orang lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan. Nasihat itu haruslah selalu diingat karena memang itulah kunci dalam hidup ini. Bukankah saat ada orang yang melakukan kebaikan pada kita, kita akan lebih cenderung memperlakukan dia dengan baik juga. Jadi bila kita memiliki keinginan untuk melukai orang, maka akan menyebabkan orang lain memiliki keinginanun untuk melukai kita juga. Harus diingat bahwa dengan pemahaman tentang hukum energi, kita akan memahami bahwa karma atau dosa tidak terjadi hanya pada saat kita sudah melakukan suatu tindakan, namun sudah mulai tercatat saat kita memikirkan hal tersebut. Jika memang hanya tercatat saat kita melakukan tindakan terntu nasihat yang tertulis di kitab kitab suci hanyalah berbuat yang baik, tapi bukankah di semua kitab kita di sarankan untuk tidak hanya berbuat yang baik tapi juga berpikir yang baik.
Kemarahan juga sering diibaratkan dengan api. Mungkin simbol api ini yang menyebabkan banyak film film yang membuat marah menjadi pemicu dalam munculnya kekuatan terpendam seseorang. Memang benar bahwa tidak jarang kekuatan terpendam seseorang muncul pada saat api itu berkobar. Namun jika tidak hati hati, api itu akan membakar habis semua yang ada disekitarnya. Dengan analogi tersebut kita dapat membayangkan orang yang kekuatanya bersumber dari api amarah sebenarnya sedikit demi sedikit terbakar oleh amarahnya sendiri. Mereka layaknya orang yang membuat api unggun didalam rumah. Walaupun api itu awalnya kecil, makin lama dia akan makin besar dan membakar rumah itu. Jadi lebih baik kita tidak menyimpan api di dalam diri kita. Tuhan sudah memberikan panas yang tepat dalam tubuh kita pada hasil metabolisme dan pembakaran zat zat yang sudah diatur sedemikian rupa, tidak perlu kita tambah dengan api kemarahan.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana agar amarah tidak timbul. Kembali pada pengertian dari kamus inggris-inggris Cambridge, kemarahan akan timbul apabila ada hal yang tidak mengenakan atau hal yang tidak adil (menurut diri kita). Sebenarnya kunci untuk tidak marah adalah memilih untuk tidak marah. Namun bila itu masih susah anda lakukan, anda dapat berusaha jangan sampai ada hal yang tidak adil dan tidak mengenakan terjadi pada hidup kita. Bisakah hal itu dijaga?
Bagaimana agar tidak ada hal yang tidak adil yang terjadi pada hidup kita. Yang paling penting adalah mengubah sudut pandang kita agar hal hal yang terlihat tidak adil menjadi adil. Kita harus sadar bahwa ke-adil-an yang digunakan disini adalah keadilan Tuhan, bukan keadilan bagi saya, anda atau orang lain. Dan percayalah Tuhan yang maha adil tidak akan bertindak tidak adil. Orang yang mendapat sesuatu pastilah pantas mendapatkannya dan orang yang kehilangan sesuatu pasti pantas kehilangan hal tersebut. Bila anda masih penasaran, pelajarilah energi, karena dengan memahami energi kita akan dapat memahami yang selama ini susah dipahami. Karena dengan energy pengukuran akan lebih mudah dan objektif, kita dapat mengukur hutang maupun tabungan yang dibawa oleh seseorang, yang akan menentukan apakah orang tersebut nantinya akan kehilangan sesuatu (dalam hal ini sebenarnya membayar hutang nya) atau mendapat kan sesuatu dengan mudah (menarik tabungan).
Point berikutnya adalah bagaimana kita membuat hal yang datang pada kita adalah hal yang menyenangkan, agar hal hal yang kurang menyenangkan tidak datang pada kita. Yang perlu kita lakukan adalah mengatur diri sendiri menjadi menyenangkan dan tidak menyebalkan. Karena hukum energy adalah yang sejenis menarik sejenis. Bila anda memikirkan terus hal hal yang menjengkelkan, menyebalkan dan sial maka itulah yang akan terjadi dan anda jadi punya alasan untuk marah. Tapi kalau anda menarik dan memikirkan hal yang baik dan menyenangkan maka hal yang menyenangkan juga yang akan datang pada anda.
Bila anda sudah melakukan hal itu dan masih mengalami hal hal kurang mengenakan, kita lihat lagi tabungan karma/dosa yang masih ada pada rekening anda. mungkin itu hanyalah jatuh tempo nya karma/dosa/hutang anda. dan itu adalah hal yang adil. Jadi berpikir dua kali lah untuk marah, dan jangan biarkan api marah itu membakar diri anda. karena bagaimana pun menang jadi abu kalah jadi arang. Sama sama hangus.
Apakah amarah adalah suatu yang wajar? Pertanyaan itu muncul di benak saya setelah mendengar keluhan dari beberapa teman yang terpancing amarah nya karena sesuatu hal. Sebagian marah karena hal yang masih masuk dalam logika saya, seperti saat seseorang memakai barang nya tanpa izin, dan sebagian dari mereka terpancing akan hal yang menurut saya sedikit diluar logika, seperti saat temannya mendapat nilai yang lebih baik. Kebanyakan dari mereka akan berkata “wajar dong gua marah” atau “emang lo kalo digituin gak kesel” saat dengan polosnya saya bertanya pada mereka alasan mereka marah, seakan-akan marah adalah hal yang wajar, dan tidak marah adalah hal yang aneh. Ya mungkin saya yang aneh karena kebanyakan cerita mereka tidak dapat membuat saya memilih untuk marah.
Tidak jarang juga saya melihat di film film, terutama film film fantasi, dimana karakter utama akan mendapatkan kekuatan yang baru atau lebih kuat saat mereka marah. Sebut saja Hulk, Wolverine, Kamen Rider Black Rx, Naruto, dan masih banyak lagi. Hal tersebut membuat saya kembali bertanya apakah marah adalah hal yang baik?
Kata dasar dari kemarahan adalah marah, yang menurut kamus besar bahasa indonesia dijabarkan menjadi “sangat tidak senang”. Tapi menurut saya sangat tidak senang belum tentu marah. Bisa saja seseorang sangat tidak senang dengan durian (seperti saya) namun sampai sekarang saya tidak pernah marah dengan durian. Karena saya yakin, saya akan terlihat sangat bodoh bila saya melakukan hal itu. Sumber kedua yang saya temukan adalah dari Cambridge Dictionary Online yang menyatakan anger (bahasa inggris dari marah) adalah” a strong feeling that makes you want to hurt someone or be unpleasant because of something unfair or unkind that has happened” atau dapat diterjemahkan menjadi suatu perasaan yang kuat yang membuat anda memiliki keinginan untuk melukai seseorang, atau rasa tidak senang karena sesuatu yang tidak baik atau tidak adil terjadi.
Hal yang perlu digaris bawahi adalah kata keinginan untuk melukai seseorang. Sebaiknya kita tidak memiliki keinginan untuk melukai orang lain, karena dengan kita melukai orang lain sebenarnya kita juga melukai diri sendiri. Dalam injil dikatakan perlakukan lah orang lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan. Nasihat itu haruslah selalu diingat karena memang itulah kunci dalam hidup ini. Bukankah saat ada orang yang melakukan kebaikan pada kita, kita akan lebih cenderung memperlakukan dia dengan baik juga. Jadi bila kita memiliki keinginan untuk melukai orang, maka akan menyebabkan orang lain memiliki keinginanun untuk melukai kita juga. Harus diingat bahwa dengan pemahaman tentang hukum energi, kita akan memahami bahwa karma atau dosa tidak terjadi hanya pada saat kita sudah melakukan suatu tindakan, namun sudah mulai tercatat saat kita memikirkan hal tersebut. Jika memang hanya tercatat saat kita melakukan tindakan terntu nasihat yang tertulis di kitab kitab suci hanyalah berbuat yang baik, tapi bukankah di semua kitab kita di sarankan untuk tidak hanya berbuat yang baik tapi juga berpikir yang baik.
Kemarahan juga sering diibaratkan dengan api. Mungkin simbol api ini yang menyebabkan banyak film film yang membuat marah menjadi pemicu dalam munculnya kekuatan terpendam seseorang. Memang benar bahwa tidak jarang kekuatan terpendam seseorang muncul pada saat api itu berkobar. Namun jika tidak hati hati, api itu akan membakar habis semua yang ada disekitarnya. Dengan analogi tersebut kita dapat membayangkan orang yang kekuatanya bersumber dari api amarah sebenarnya sedikit demi sedikit terbakar oleh amarahnya sendiri. Mereka layaknya orang yang membuat api unggun didalam rumah. Walaupun api itu awalnya kecil, makin lama dia akan makin besar dan membakar rumah itu. Jadi lebih baik kita tidak menyimpan api di dalam diri kita. Tuhan sudah memberikan panas yang tepat dalam tubuh kita pada hasil metabolisme dan pembakaran zat zat yang sudah diatur sedemikian rupa, tidak perlu kita tambah dengan api kemarahan.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana agar amarah tidak timbul. Kembali pada pengertian dari kamus inggris-inggris Cambridge, kemarahan akan timbul apabila ada hal yang tidak mengenakan atau hal yang tidak adil (menurut diri kita). Sebenarnya kunci untuk tidak marah adalah memilih untuk tidak marah. Namun bila itu masih susah anda lakukan, anda dapat berusaha jangan sampai ada hal yang tidak adil dan tidak mengenakan terjadi pada hidup kita. Bisakah hal itu dijaga?
Bagaimana agar tidak ada hal yang tidak adil yang terjadi pada hidup kita. Yang paling penting adalah mengubah sudut pandang kita agar hal hal yang terlihat tidak adil menjadi adil. Kita harus sadar bahwa ke-adil-an yang digunakan disini adalah keadilan Tuhan, bukan keadilan bagi saya, anda atau orang lain. Dan percayalah Tuhan yang maha adil tidak akan bertindak tidak adil. Orang yang mendapat sesuatu pastilah pantas mendapatkannya dan orang yang kehilangan sesuatu pasti pantas kehilangan hal tersebut. Bila anda masih penasaran, pelajarilah energi, karena dengan memahami energi kita akan dapat memahami yang selama ini susah dipahami. Karena dengan energy pengukuran akan lebih mudah dan objektif, kita dapat mengukur hutang maupun tabungan yang dibawa oleh seseorang, yang akan menentukan apakah orang tersebut nantinya akan kehilangan sesuatu (dalam hal ini sebenarnya membayar hutang nya) atau mendapat kan sesuatu dengan mudah (menarik tabungan).
Point berikutnya adalah bagaimana kita membuat hal yang datang pada kita adalah hal yang menyenangkan, agar hal hal yang kurang menyenangkan tidak datang pada kita. Yang perlu kita lakukan adalah mengatur diri sendiri menjadi menyenangkan dan tidak menyebalkan. Karena hukum energy adalah yang sejenis menarik sejenis. Bila anda memikirkan terus hal hal yang menjengkelkan, menyebalkan dan sial maka itulah yang akan terjadi dan anda jadi punya alasan untuk marah. Tapi kalau anda menarik dan memikirkan hal yang baik dan menyenangkan maka hal yang menyenangkan juga yang akan datang pada anda.
Bila anda sudah melakukan hal itu dan masih mengalami hal hal kurang mengenakan, kita lihat lagi tabungan karma/dosa yang masih ada pada rekening anda. mungkin itu hanyalah jatuh tempo nya karma/dosa/hutang anda. dan itu adalah hal yang adil. Jadi berpikir dua kali lah untuk marah, dan jangan biarkan api marah itu membakar diri anda. karena bagaimana pun menang jadi abu kalah jadi arang. Sama sama hangus.
Kamis, 17 April 2014
Cinta kasih
Renungan jiwa 17 april 2014
Sering kita membaca wacana cinta kasih, banyak orang mengatakan cinta kasih dengan sesama tetapi dalam praktek kita melihat penerapan cinta kasih baru sekedar dikata-kata saja. Semua orang ingin dikatakan memiliki cinta kasih walaupun senyatanya mereka belum memiliki cinta kasih itu. Bagaimana cara kita mampu menumbuhkan cinta kasih ?
Cinta kasih merupakan dasar dari mahluk spiritual. Jika cinta kasih belum dimiliki oleh manusia maka belum bisa dikatakan manusia itu mempunyai spiritual yang baik apalagi dikatakan sebagai guru spiritual. Di masyarakat kita masih rancu pemahaman guru spiritual, kadangkala mereka yang paranormal dikatakan sebagai guru spiritual. Menjadi spiritual berarti menumbuhkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan untuk dapat menyatu dengan Tuhan.
Cinta kasih akan muncul didalam diri apabila kita dapat mengendalikan kemarahan karena kemarahan adalah hasil dari kebencian, iri hati, kesombongan, ego, nafsu, dan keserakahan. Pengendalian diri ini merupakan latihan kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Selama kemarahan masih ada didalam diri maka cinta kasih belum dapat dikatakan muncul dalam diri seseorang. Beberapa orang mengatakan dirinya sudah penuh dengan cinta kasih tetapi sikap dan prilakunya belum menunjukkan cinta kasih. Apa ukuran seseorang yang sudah memiliki cinta kasih?
Dengan memahami ilmu energi kita dapat melakukan pengukuran terhadap munculnya energi cinta kasih pada seseorang. Energi bersifat meradiasi atau memancar dari diri seseorang. Radiasi energi inilah yang dapat dirasakan orang lain, contoh kadang kala kita melihat seseorang yang cantik dan kita ingin berkenalan tetapi ketika sudah mengenalnya kita merasa tidak nyaman karena energi yang meradiasi dipenuhi dengan kemarahan, begitu pula kadang kala kita tidak tertarik kepada seseorang dengan wajahnya tetapi kita merasa nyaman dan damai bersamanya karena orang tersebut memiliki cinta kasih dan radiasi energi ini yang bisa kita rasakan. Ternyata kita tidak hanya dapat merasakan energi yang meradiasi tetapi apabila kita mau mempelajarinya kita dapat mengukur berapa meter energi tersebut meradiasi yang menandakan seberapa besar seseorang penuh dengan cinta kasih.
Kalau dahulu kita hanya berwacana dengan cinta kasih, sekarang kita benar-benar dapat mengukur dengan akurat seberapa cinta kasih sudah kita miliki. Demikian juga proses keterhubungan kita dengan Tuhan dapat diukur dengan pemahaman energi, dan akhirnya kita akan memahami seseorang dikatakan spiritual bukan karena atributnya saja. Bisa saja seseorang yang disucikan oleh masyarakat tetapi belum tentu suci dimata Tuhan karena mereka belum mempunyai cinta kasih.
Seseorang yang penuh dengan cinta kasih akan meradiasikan energi cinta dengan sangat kuat, sehingga mereka menjadi magnet bagi semua mahluk, orang-orang akan merasa nyaman berdekatan dengan mereka, begitu pula para nabi dan awatar yang memiliki energi cinta kasih yang luar biasa membuat banyak orang hingga saat ini masih mencintai beliau.
Gelap dan terang tak dapat menyatu demikianlah kemarahan dan cinta kasih, maka agar kita dipenuhi oleh cinta kasih lepaskan diri dari kemarahan, kendalikan diri dari kebencian, iri hati, ego,kesombongan dan keserakahan. Semakin bersih hati kita dari kemarahan semakin luas energi cinta kasih yang mampu kita radiasikan.
Tak bisa kita memaksakan diri dengan cinta kasih karena kita harus mengeluarkan kegelapan didalam diri terlebih dahulu sebelum cinta kasih dapat memasuki diri kita.
Sucikan diri kita, buatlah diri kita sebagai masjid, gereja, vihara dan pura untuk Tuhan bersemayam didalam diri kita.
Manunggaling kawulo gusti atau kebersatuan dengan Tuhan.
Terjadilah . . .
Sering kita membaca wacana cinta kasih, banyak orang mengatakan cinta kasih dengan sesama tetapi dalam praktek kita melihat penerapan cinta kasih baru sekedar dikata-kata saja. Semua orang ingin dikatakan memiliki cinta kasih walaupun senyatanya mereka belum memiliki cinta kasih itu. Bagaimana cara kita mampu menumbuhkan cinta kasih ?
Cinta kasih merupakan dasar dari mahluk spiritual. Jika cinta kasih belum dimiliki oleh manusia maka belum bisa dikatakan manusia itu mempunyai spiritual yang baik apalagi dikatakan sebagai guru spiritual. Di masyarakat kita masih rancu pemahaman guru spiritual, kadangkala mereka yang paranormal dikatakan sebagai guru spiritual. Menjadi spiritual berarti menumbuhkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan untuk dapat menyatu dengan Tuhan.
Cinta kasih akan muncul didalam diri apabila kita dapat mengendalikan kemarahan karena kemarahan adalah hasil dari kebencian, iri hati, kesombongan, ego, nafsu, dan keserakahan. Pengendalian diri ini merupakan latihan kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Selama kemarahan masih ada didalam diri maka cinta kasih belum dapat dikatakan muncul dalam diri seseorang. Beberapa orang mengatakan dirinya sudah penuh dengan cinta kasih tetapi sikap dan prilakunya belum menunjukkan cinta kasih. Apa ukuran seseorang yang sudah memiliki cinta kasih?
Dengan memahami ilmu energi kita dapat melakukan pengukuran terhadap munculnya energi cinta kasih pada seseorang. Energi bersifat meradiasi atau memancar dari diri seseorang. Radiasi energi inilah yang dapat dirasakan orang lain, contoh kadang kala kita melihat seseorang yang cantik dan kita ingin berkenalan tetapi ketika sudah mengenalnya kita merasa tidak nyaman karena energi yang meradiasi dipenuhi dengan kemarahan, begitu pula kadang kala kita tidak tertarik kepada seseorang dengan wajahnya tetapi kita merasa nyaman dan damai bersamanya karena orang tersebut memiliki cinta kasih dan radiasi energi ini yang bisa kita rasakan. Ternyata kita tidak hanya dapat merasakan energi yang meradiasi tetapi apabila kita mau mempelajarinya kita dapat mengukur berapa meter energi tersebut meradiasi yang menandakan seberapa besar seseorang penuh dengan cinta kasih.
Kalau dahulu kita hanya berwacana dengan cinta kasih, sekarang kita benar-benar dapat mengukur dengan akurat seberapa cinta kasih sudah kita miliki. Demikian juga proses keterhubungan kita dengan Tuhan dapat diukur dengan pemahaman energi, dan akhirnya kita akan memahami seseorang dikatakan spiritual bukan karena atributnya saja. Bisa saja seseorang yang disucikan oleh masyarakat tetapi belum tentu suci dimata Tuhan karena mereka belum mempunyai cinta kasih.
Seseorang yang penuh dengan cinta kasih akan meradiasikan energi cinta dengan sangat kuat, sehingga mereka menjadi magnet bagi semua mahluk, orang-orang akan merasa nyaman berdekatan dengan mereka, begitu pula para nabi dan awatar yang memiliki energi cinta kasih yang luar biasa membuat banyak orang hingga saat ini masih mencintai beliau.
Gelap dan terang tak dapat menyatu demikianlah kemarahan dan cinta kasih, maka agar kita dipenuhi oleh cinta kasih lepaskan diri dari kemarahan, kendalikan diri dari kebencian, iri hati, ego,kesombongan dan keserakahan. Semakin bersih hati kita dari kemarahan semakin luas energi cinta kasih yang mampu kita radiasikan.
Tak bisa kita memaksakan diri dengan cinta kasih karena kita harus mengeluarkan kegelapan didalam diri terlebih dahulu sebelum cinta kasih dapat memasuki diri kita.
Sucikan diri kita, buatlah diri kita sebagai masjid, gereja, vihara dan pura untuk Tuhan bersemayam didalam diri kita.
Manunggaling kawulo gusti atau kebersatuan dengan Tuhan.
Terjadilah . . .
Selasa, 15 April 2014
Renungan jiwa 15 - 04 - 2014
Banyak kegelisahan yang timbul didalam diri ketika seseorang mempertanyakan akan hidupnya. Dan banyak pertanyaan yang muncul mengapa itu harus dilakukan. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab membuat orang menjadi kurang mempunyai keyakinan sehingga mereka gampang tergoyahkan. Bagaiamanakah kita menyikapi hidup ini?
Tidak munafik kalau kita kadang kala bingung untuk apa kita dilahirkan dan bagaimana seharusnya menjalani semua ini apalagi ketika kita menghadapi masalah yang berat seringkali membuat kita berputus asa. Agama diyakini sebagai jalan bagi kita untuk memahami kehidupan, tetapi sering kali kita dibingungkan pula oleh ajaran agama yang berbeda, dan kita tak bebas untuk menentukan pilihan agama yang kita pilih karena kita mendapatkan ajaran agama sesuai dengan apa yang orang tua kita anut, bahkan ketika kita hendak berpindah agama karena keinginan kita sendiri atau karena perkawinan, kita akan mendapat kecaman keras bahkan dikucilkan dari keluarga dan masyarakat. Apa yang menjadi kebenaran yang sesungguhnya dalam hidup ini ? Bagaimana cara kita memahami kejadian tersebut ?
Agama diturunkan oleh para nabi dan awatar yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi dibandingkan manusia biasa. Mereka memiliki keluhuran budi sehingga mampu menyadari keberadaan Tuhan dan mereka mampu menyuarakan Sabda Tuhan jalan menuju kebenaran Tuhan. Semua agama mengajarkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan, tatanan untuk hidup saling berdampingan dengan seluruh ciptaanNya. Tidak hanya itu agama mengajarkan jalan menuju kebersatuan kepada Tuhan. Membuat kita dapat kembali pulang.
Kalau kita mau jujur tidak ada ajaran para nabi itu buruk karena semua mengarahkan pada cinta kasih, sayangnya setelah semua mulai ditafsirkan ajaran itu menjadi tidak murni lagi dan mulai dipengaruhi oleh ego-ego orang yang mengajarkannya kembali untuk kepentingan pribadi. Mulailah muncul pengotak-kotakan, saling membatasi dan saling merasa paling baik sehingga ajaran semakin menjauhkan dari rasa kebersatuan kita dengan Tuhan.
Kita tak dapat mengubah kondisi ini, tetapi jiwa jiwa yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi akan cepat memahami keadaan ini dan mulai melepaskan keterikatan diri dengan berbagai aturan yang mengikat. Kita tidak merubah keyakinan kita tetapi kita mulai menguatkan diri kedalam, kembali kepada kemurnian ajaran para nabi dan awatar kita yaitu cinta kasih. Karena hanya ketika cinta kasih ini berada didalam diri kita barulah cinta Tuhan dapat menyatu dengan kita. Jika kebencian dan kemarahan masih di miliki oleh pemeluk agama bagaimana Tuhan bisa berada didalam diri mereka? Hukum alam sejenis menarik sejenis akan membuat kita dapat memahami mengapa untuk menyatu dengan Tuhan, para nabi dan awatar mengajak kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Tuhan adalah lautan kasih maka agar kita dapat menyatu dengan Tuhan kita harus menjeniskan diri dengan Tuhan dengan memenuhi diri kita dengan cinta kasih.
Jika semua orang dipenuhi dengan cinta kasih maka perbedaan tidak menimbulkan perpecahan, semua orang akan saling menghormati dan dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh kedamaian.
Tanpa cinta kasih kita akan terus berseteru, saling membatasi diri saling menjelekkan satu sama lain, penuh dengan kemarahan.
Bagaiamana kita bisa mencintai Tuhan kalau kepada ciptaan Tuhan yang lainnya kita menolaknya.
Pahami hal yang paling mendasar ini, pahami ajaran agama kita secara murni maka kita tidak akan melihat perbedaan dalam ajaran semua agama yang diturunkan Tuhan melalui para nabi dan awatar, karena kebenaran bersifat universal, maka para nabi dan awatarpun akan mendapat pesan Tuhan yang sama, hanya yang membedakan adalah tempat dimana sabda Tuhan diturunkan yang membentuk ritual yang berbeda tetapi tujuannya sama, membawa manusia kembali keTuhan.
Ritual atau sadana yang berbeda merupakan cara kita untuk mendisiplinkan diri secara fisik, pemahaman yang benar membuat kita memahami secara batin. Sebaiknya lakukan ritual atau sadana dengan pemahaman secara batin jangan lakukan ritual atau sadana hanya sebagai rutinitas yang hampa secara batin.
Ternyata pemahaman agama lebih mendalam sangat diperlukan agar kita mempunyai keyakinan yang kuat kepada Tuhan. Memahami agama tidak cukup hanya menghapal kitab atau mantra dan menjalankan ritual
tanpa kita memahami lebih dalam untuk apa kita melakukan semua ini.
Jadilah cerdas dalam hidup ini dengan kecerdasan spiritual yang lebih tinggi sehingga kita dapat memaknai setiap langkah hidup kita dengan penuh kesadaran.
Tidak munafik kalau kita kadang kala bingung untuk apa kita dilahirkan dan bagaimana seharusnya menjalani semua ini apalagi ketika kita menghadapi masalah yang berat seringkali membuat kita berputus asa. Agama diyakini sebagai jalan bagi kita untuk memahami kehidupan, tetapi sering kali kita dibingungkan pula oleh ajaran agama yang berbeda, dan kita tak bebas untuk menentukan pilihan agama yang kita pilih karena kita mendapatkan ajaran agama sesuai dengan apa yang orang tua kita anut, bahkan ketika kita hendak berpindah agama karena keinginan kita sendiri atau karena perkawinan, kita akan mendapat kecaman keras bahkan dikucilkan dari keluarga dan masyarakat. Apa yang menjadi kebenaran yang sesungguhnya dalam hidup ini ? Bagaimana cara kita memahami kejadian tersebut ?
Agama diturunkan oleh para nabi dan awatar yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi dibandingkan manusia biasa. Mereka memiliki keluhuran budi sehingga mampu menyadari keberadaan Tuhan dan mereka mampu menyuarakan Sabda Tuhan jalan menuju kebenaran Tuhan. Semua agama mengajarkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan, tatanan untuk hidup saling berdampingan dengan seluruh ciptaanNya. Tidak hanya itu agama mengajarkan jalan menuju kebersatuan kepada Tuhan. Membuat kita dapat kembali pulang.
Kalau kita mau jujur tidak ada ajaran para nabi itu buruk karena semua mengarahkan pada cinta kasih, sayangnya setelah semua mulai ditafsirkan ajaran itu menjadi tidak murni lagi dan mulai dipengaruhi oleh ego-ego orang yang mengajarkannya kembali untuk kepentingan pribadi. Mulailah muncul pengotak-kotakan, saling membatasi dan saling merasa paling baik sehingga ajaran semakin menjauhkan dari rasa kebersatuan kita dengan Tuhan.
Kita tak dapat mengubah kondisi ini, tetapi jiwa jiwa yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi akan cepat memahami keadaan ini dan mulai melepaskan keterikatan diri dengan berbagai aturan yang mengikat. Kita tidak merubah keyakinan kita tetapi kita mulai menguatkan diri kedalam, kembali kepada kemurnian ajaran para nabi dan awatar kita yaitu cinta kasih. Karena hanya ketika cinta kasih ini berada didalam diri kita barulah cinta Tuhan dapat menyatu dengan kita. Jika kebencian dan kemarahan masih di miliki oleh pemeluk agama bagaimana Tuhan bisa berada didalam diri mereka? Hukum alam sejenis menarik sejenis akan membuat kita dapat memahami mengapa untuk menyatu dengan Tuhan, para nabi dan awatar mengajak kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Tuhan adalah lautan kasih maka agar kita dapat menyatu dengan Tuhan kita harus menjeniskan diri dengan Tuhan dengan memenuhi diri kita dengan cinta kasih.
Jika semua orang dipenuhi dengan cinta kasih maka perbedaan tidak menimbulkan perpecahan, semua orang akan saling menghormati dan dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh kedamaian.
Tanpa cinta kasih kita akan terus berseteru, saling membatasi diri saling menjelekkan satu sama lain, penuh dengan kemarahan.
Bagaiamana kita bisa mencintai Tuhan kalau kepada ciptaan Tuhan yang lainnya kita menolaknya.
Pahami hal yang paling mendasar ini, pahami ajaran agama kita secara murni maka kita tidak akan melihat perbedaan dalam ajaran semua agama yang diturunkan Tuhan melalui para nabi dan awatar, karena kebenaran bersifat universal, maka para nabi dan awatarpun akan mendapat pesan Tuhan yang sama, hanya yang membedakan adalah tempat dimana sabda Tuhan diturunkan yang membentuk ritual yang berbeda tetapi tujuannya sama, membawa manusia kembali keTuhan.
Ritual atau sadana yang berbeda merupakan cara kita untuk mendisiplinkan diri secara fisik, pemahaman yang benar membuat kita memahami secara batin. Sebaiknya lakukan ritual atau sadana dengan pemahaman secara batin jangan lakukan ritual atau sadana hanya sebagai rutinitas yang hampa secara batin.
Ternyata pemahaman agama lebih mendalam sangat diperlukan agar kita mempunyai keyakinan yang kuat kepada Tuhan. Memahami agama tidak cukup hanya menghapal kitab atau mantra dan menjalankan ritual
tanpa kita memahami lebih dalam untuk apa kita melakukan semua ini.
Jadilah cerdas dalam hidup ini dengan kecerdasan spiritual yang lebih tinggi sehingga kita dapat memaknai setiap langkah hidup kita dengan penuh kesadaran.
Jumat, 11 April 2014
Menggendong prasangka buruk.
Renungan jiwa 11 april 2014
Seorang teman melihat suami iparnya memboncengkan seorang wanita cantik. Seketika pula pikiran-pikiran negatif bermunculan dalam benaknya dan membuatnya marah. Seharian teman saya ngedumel dan merasa sedih memikirkan iparnya yang dikianati suaminya. Diapun ingin mendamprat suami iparnya sepulang kerja nanti.
Kejadian seperti diatas sering kita temui dalam kehidupan kita, dan sering prasangka buruk muncul begitu saja tanpa mampu kita kendalikan dan membuat kita menderita. Bagaimana dengan kebenaran dari apa yang kita lihat? Benarkah dugaan kita sesuai dengan kejadian yang sebenarnya ? Bagaimana kita menyikapi kejadian tersebut seandainya kita mengalaminya?
Tentunya kita tak ingin diri kita menderita karena melihat suatu kejadian yang menimbulkan perasaan yang tidak nyaman ini. Tentunya kita tak dapat menghakimi begitu saja dari kejadian yang kita lihat, kita harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Jika kita masih dipenuhi dengan pikiran buruk maka kita akan menilai kejadian ini sangatlah buruk, pasti kita akan menilai sesuai dengan kacamata diri kita. Kita akan menjadi menderita menggendong perasaan buruk yang muncul dan menjadi tidak nyaman. Belum lagi kita akan menceritakan kejadian buruk ini kepada orang lain dan akhirnya kita menyebarkan gosip yang belum tentu benar. Bayangkan berapa banyak karma buruk yang sudah kita buat.
Tetapi jika kita menjadi bijaksana, kita akan menjaga pikiran kita tetap positif, kita akan berpikir " yah mungkin suami ipar sy lg membantu mengantar temannya." Dengan mengendalikan pola pikir yang positif maka kita tidak akan terpengaruh oleh fenomena yang terjadi diluar diri kita, maka kitapun tetap damai.
Bayangkan lagi jika kita berprasangka buruk, kita akan terus menerus memikirkan hal tersebut dan membuat kita lelah, padahal belum tentu kejadian yang sesungguhnya seburuk yang kita pikirkan.
Contoh , ada seorang biksu dan gurunya hendak menyebrang sungai, ada seorang wanita cantik minta disebrangkan tetapi biksu itu menolaknya karena tidak pantas seorang biksu menggendong perempuan. Tetapi ternyata sang guru menyanggupi untuk menolong wanita itu, maka mereka bertiga menyebrangi sungai, sang guru menggendong wanita tersebut dan sang murid mengikuti dari belakang. Sesampai di sebarang sang guru menurunkan wanita itu dan dengan menunduk hormat wanita itu mengucapkan terimakasih kepada penolongnya, dan sang gurupun melanjutkan perjalannya. Sang murid sangat sibuk dengan pikiran buruknya terhadap sang guru hingga tanpa disadari mereka sampai di tempat tujuan.
Sang guru mengerti apa yang dipikirkan muridnya maka beliaupun berkata " aku sudah melepaskan gendonganku ketika tiba di sebrang sungai tetapi mengapa engkau menderita dengan menggendong pikiran burukmu sampai di tempat ini ?"
Pertanyaan guru akan membuat kita merenung, sang guru tidak melakukan hal buruk, tetapi pikiran buruk muridnya yang membuat murid ini menderita, menggendong prasangka buruk.
Cobalah merenung untuk kejadian-kejadian yang telah lewat yang kita alami sesuai dengan cerita diatas, bahkan ini masih terekam dalam benak kita.
Cobalah untuk memahaminya dan berusahalah melepaskan prasangka buruk yang masih kita gendong dengan meminta maaf atas kejadian itu, dan juga maafkan semua orang yang terlibat termasuk diri kita sendiri.
Berlatihlah untuk menjadi bijaksana dalam melihat semua kejadian, dan penuhilah diri kita dengan kedamaian.
Seorang teman melihat suami iparnya memboncengkan seorang wanita cantik. Seketika pula pikiran-pikiran negatif bermunculan dalam benaknya dan membuatnya marah. Seharian teman saya ngedumel dan merasa sedih memikirkan iparnya yang dikianati suaminya. Diapun ingin mendamprat suami iparnya sepulang kerja nanti.
Kejadian seperti diatas sering kita temui dalam kehidupan kita, dan sering prasangka buruk muncul begitu saja tanpa mampu kita kendalikan dan membuat kita menderita. Bagaimana dengan kebenaran dari apa yang kita lihat? Benarkah dugaan kita sesuai dengan kejadian yang sebenarnya ? Bagaimana kita menyikapi kejadian tersebut seandainya kita mengalaminya?
Tentunya kita tak ingin diri kita menderita karena melihat suatu kejadian yang menimbulkan perasaan yang tidak nyaman ini. Tentunya kita tak dapat menghakimi begitu saja dari kejadian yang kita lihat, kita harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Jika kita masih dipenuhi dengan pikiran buruk maka kita akan menilai kejadian ini sangatlah buruk, pasti kita akan menilai sesuai dengan kacamata diri kita. Kita akan menjadi menderita menggendong perasaan buruk yang muncul dan menjadi tidak nyaman. Belum lagi kita akan menceritakan kejadian buruk ini kepada orang lain dan akhirnya kita menyebarkan gosip yang belum tentu benar. Bayangkan berapa banyak karma buruk yang sudah kita buat.
Tetapi jika kita menjadi bijaksana, kita akan menjaga pikiran kita tetap positif, kita akan berpikir " yah mungkin suami ipar sy lg membantu mengantar temannya." Dengan mengendalikan pola pikir yang positif maka kita tidak akan terpengaruh oleh fenomena yang terjadi diluar diri kita, maka kitapun tetap damai.
Bayangkan lagi jika kita berprasangka buruk, kita akan terus menerus memikirkan hal tersebut dan membuat kita lelah, padahal belum tentu kejadian yang sesungguhnya seburuk yang kita pikirkan.
Contoh , ada seorang biksu dan gurunya hendak menyebrang sungai, ada seorang wanita cantik minta disebrangkan tetapi biksu itu menolaknya karena tidak pantas seorang biksu menggendong perempuan. Tetapi ternyata sang guru menyanggupi untuk menolong wanita itu, maka mereka bertiga menyebrangi sungai, sang guru menggendong wanita tersebut dan sang murid mengikuti dari belakang. Sesampai di sebarang sang guru menurunkan wanita itu dan dengan menunduk hormat wanita itu mengucapkan terimakasih kepada penolongnya, dan sang gurupun melanjutkan perjalannya. Sang murid sangat sibuk dengan pikiran buruknya terhadap sang guru hingga tanpa disadari mereka sampai di tempat tujuan.
Sang guru mengerti apa yang dipikirkan muridnya maka beliaupun berkata " aku sudah melepaskan gendonganku ketika tiba di sebrang sungai tetapi mengapa engkau menderita dengan menggendong pikiran burukmu sampai di tempat ini ?"
Pertanyaan guru akan membuat kita merenung, sang guru tidak melakukan hal buruk, tetapi pikiran buruk muridnya yang membuat murid ini menderita, menggendong prasangka buruk.
Cobalah merenung untuk kejadian-kejadian yang telah lewat yang kita alami sesuai dengan cerita diatas, bahkan ini masih terekam dalam benak kita.
Cobalah untuk memahaminya dan berusahalah melepaskan prasangka buruk yang masih kita gendong dengan meminta maaf atas kejadian itu, dan juga maafkan semua orang yang terlibat termasuk diri kita sendiri.
Berlatihlah untuk menjadi bijaksana dalam melihat semua kejadian, dan penuhilah diri kita dengan kedamaian.
Kamis, 10 April 2014
Jangan menjadi fanatik dengan suatu ajaran.
Renungan jiwa 10 april 2014
Semua orang mempunyai tingkat kesadaran yang berbeda beda dalam memahami suatu ajaran. Kwalitas seseorang dalam memahami suatu ajaran dapat terlihat dalam tindakan yang dilakukannya. Kadang kala ajarannya bagus tetapi tingkat pemahaman pengikutnya berbeda sehingga terlihat ajaran itu terlihat buruk, dan orang lain langsung memvonis ajaran itu buruk.
Bagaimana cara kita memahami hal tersebut karena sekarang banyak sekali ajaran-ajaran spiritual yang mulai bermunculan yang membuat masyarakat menjadi bingung dan akhirnya saling memburukkan suatu ajaran.
Semua ajaran mengajak kita menuju jalan Tuhan , setiap ajaran diberikan oleh guru yang berbeda dan diajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman guru tersebut sebagai jalan Tuhan untuk membuat manusia memahami keberadaan Tuhan. Kita harus bersyukur karena para guru mau bersusah payah membagikan ajarannya. Proses pencerahan ini akan berjalan alami sesuai dengan hukum alam ini yang sejenis akan menarik sejenis, kitapun akan mengalami seleksi alam dalam proses spiritual ini. Maka akan terkelompokkanlah semua sesuai dengan tingkatan pemahaman yang ada.
Pengetahuan spiritual bersifat mengerucut semakin tinggi suatu pemahaman semakin sedikit yang mengikutinya, karena untuk sampai puncak semakin sulit untuk mencapainya. Seperti lagu lir ilir di jawa semakin tinggi semakin licin jalan yang kita tempuh, demikianlah pencarian spiritual kita. Tetapi suatu pencapaian membutuhkan proses berjalan dari tahapan yang paling bawah dan setahap demi setahap menapaki tingkat pembelajaran yang lebih tinggi untuk mencapai puncak. Dan ketika kita hendak naik kelas kita harus meninggalkan kelas sebelumnya dengan iklas dan semangat untuk menjalani tingkatan yang baru yang lebih tinggi. Demikianlah sebenarnya proses pembelajaran kita yang bergulir alami sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa dan sesuai dengan hukum alam yang mengaturnya.
Jika kita sudah memahami hal tersebut maka kita pun akan memahami mengapa dikatakan kebenaran itu bertingkat, mengapa ada istilah diatas langit masih ada langit. Ketika kita menjadi fanatik akan suatu ajaran maka kita tak akan bertumbuh, sama seperti anak yang harusnya naik kelas ke kelas yang lebih tinggi tetapi tidak mau karena merasa kelasnya yang paling baik.
Ketika kesadaran kita berubah maka kita pun akan menemukan orang yang berada disekeliling kita berubah, karena yang sejenis menarik sejenis, kita harus siap dengan perubahan.
Semakin bijaksana seseorang karena tingkat kesadarannya lebih tinggi, ia akan menjadi lebih bertoleransi karena mereka akan memahami mengapa setiap orang mempunyai kecenderungan berada pada ajaran tertentu karena itulah yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka masing-masing saat itu dan ketika mereka mempunyai pemahaman yang baru mereka akan mencari ajaran yang sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa mereka yang baru pula. Biarkan semua jiwa bertumbuh dengan ketertarikannya masing-masing.
Banyak jalan menuju ke Roma, maka banyak jalan juga menuju Tuhan sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa. Ada yang melalui jalan ritual, dengan jalan bakti, dengan jalan ilmu pengetahuan tentang Tuhan, dengan menghadirkan Tuhan didalam diri.
Pilihan bukan sesuai keinginan tetapi sampai dimana tingkatan kesadaran jiwa kita.
Kegelisahan akan muncul pada jiwa-jiwa yang matang untuk mencari kebenaran Tuhan, mereka tidak cukup puas menerima kondisi yang ada saat ini dan mereka akan mencari yang sesuai utk kebutuhan jiwa mereka. Mereka akan mencari tahu dari semua ajaran yang ada, mulai belajar untuk terus naik kelas pindah dari satu pemahaman hingga pemahaman yang tertinggi menyatu dengan Tuhan.
Bukalah diri untuk terus mencari guru yang bisa memberi pemahaman melalui ajarannya, dan teruslah bertumbuh, jangan menjadi fanatik. Kitapun harus siap mendapatkan guru baru untuk meningkatkan diri kita walaupun kita secara batin tidak meninggalkan guru kita sebelumnya, karena guru kita sebelumnya merupakan jalan untuk mendapatkan guru yang mampu memberikan pemahaman yang lebih tinggi. Kita harus bersyukur dan berterimakasih untuk semua guru kita.
Tidak ada mantan guru, yang ada mantan murid apabila seorang murid meninggalkan gurunya karena proses bertumbuh. Seorang guru yang bijaksana akan bangga apabila muridnya mampu melebihi gurunya, karena berarti sang guru sukses mengajar muridnya.
Terimakasih kepada semua guru yang telah menanam kesadaran di dalam jiwa ini, proses belajar sang jiwa tidak hanya terjadi saat kehidupan saat ini tetapi dari kehidupan sebelumnya.
Semua orang mempunyai tingkat kesadaran yang berbeda beda dalam memahami suatu ajaran. Kwalitas seseorang dalam memahami suatu ajaran dapat terlihat dalam tindakan yang dilakukannya. Kadang kala ajarannya bagus tetapi tingkat pemahaman pengikutnya berbeda sehingga terlihat ajaran itu terlihat buruk, dan orang lain langsung memvonis ajaran itu buruk.
Bagaimana cara kita memahami hal tersebut karena sekarang banyak sekali ajaran-ajaran spiritual yang mulai bermunculan yang membuat masyarakat menjadi bingung dan akhirnya saling memburukkan suatu ajaran.
Semua ajaran mengajak kita menuju jalan Tuhan , setiap ajaran diberikan oleh guru yang berbeda dan diajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman guru tersebut sebagai jalan Tuhan untuk membuat manusia memahami keberadaan Tuhan. Kita harus bersyukur karena para guru mau bersusah payah membagikan ajarannya. Proses pencerahan ini akan berjalan alami sesuai dengan hukum alam ini yang sejenis akan menarik sejenis, kitapun akan mengalami seleksi alam dalam proses spiritual ini. Maka akan terkelompokkanlah semua sesuai dengan tingkatan pemahaman yang ada.
Pengetahuan spiritual bersifat mengerucut semakin tinggi suatu pemahaman semakin sedikit yang mengikutinya, karena untuk sampai puncak semakin sulit untuk mencapainya. Seperti lagu lir ilir di jawa semakin tinggi semakin licin jalan yang kita tempuh, demikianlah pencarian spiritual kita. Tetapi suatu pencapaian membutuhkan proses berjalan dari tahapan yang paling bawah dan setahap demi setahap menapaki tingkat pembelajaran yang lebih tinggi untuk mencapai puncak. Dan ketika kita hendak naik kelas kita harus meninggalkan kelas sebelumnya dengan iklas dan semangat untuk menjalani tingkatan yang baru yang lebih tinggi. Demikianlah sebenarnya proses pembelajaran kita yang bergulir alami sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa dan sesuai dengan hukum alam yang mengaturnya.
Jika kita sudah memahami hal tersebut maka kita pun akan memahami mengapa dikatakan kebenaran itu bertingkat, mengapa ada istilah diatas langit masih ada langit. Ketika kita menjadi fanatik akan suatu ajaran maka kita tak akan bertumbuh, sama seperti anak yang harusnya naik kelas ke kelas yang lebih tinggi tetapi tidak mau karena merasa kelasnya yang paling baik.
Ketika kesadaran kita berubah maka kita pun akan menemukan orang yang berada disekeliling kita berubah, karena yang sejenis menarik sejenis, kita harus siap dengan perubahan.
Semakin bijaksana seseorang karena tingkat kesadarannya lebih tinggi, ia akan menjadi lebih bertoleransi karena mereka akan memahami mengapa setiap orang mempunyai kecenderungan berada pada ajaran tertentu karena itulah yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka masing-masing saat itu dan ketika mereka mempunyai pemahaman yang baru mereka akan mencari ajaran yang sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa mereka yang baru pula. Biarkan semua jiwa bertumbuh dengan ketertarikannya masing-masing.
Banyak jalan menuju ke Roma, maka banyak jalan juga menuju Tuhan sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa. Ada yang melalui jalan ritual, dengan jalan bakti, dengan jalan ilmu pengetahuan tentang Tuhan, dengan menghadirkan Tuhan didalam diri.
Pilihan bukan sesuai keinginan tetapi sampai dimana tingkatan kesadaran jiwa kita.
Kegelisahan akan muncul pada jiwa-jiwa yang matang untuk mencari kebenaran Tuhan, mereka tidak cukup puas menerima kondisi yang ada saat ini dan mereka akan mencari yang sesuai utk kebutuhan jiwa mereka. Mereka akan mencari tahu dari semua ajaran yang ada, mulai belajar untuk terus naik kelas pindah dari satu pemahaman hingga pemahaman yang tertinggi menyatu dengan Tuhan.
Bukalah diri untuk terus mencari guru yang bisa memberi pemahaman melalui ajarannya, dan teruslah bertumbuh, jangan menjadi fanatik. Kitapun harus siap mendapatkan guru baru untuk meningkatkan diri kita walaupun kita secara batin tidak meninggalkan guru kita sebelumnya, karena guru kita sebelumnya merupakan jalan untuk mendapatkan guru yang mampu memberikan pemahaman yang lebih tinggi. Kita harus bersyukur dan berterimakasih untuk semua guru kita.
Tidak ada mantan guru, yang ada mantan murid apabila seorang murid meninggalkan gurunya karena proses bertumbuh. Seorang guru yang bijaksana akan bangga apabila muridnya mampu melebihi gurunya, karena berarti sang guru sukses mengajar muridnya.
Terimakasih kepada semua guru yang telah menanam kesadaran di dalam jiwa ini, proses belajar sang jiwa tidak hanya terjadi saat kehidupan saat ini tetapi dari kehidupan sebelumnya.
Rabu, 09 April 2014
Sabda 9 April 2014
Sabar artinya kita mau menerima keadaan atau masalah yang muncul dengan legawa, iklas atau berlapang dada tanpa batas waktu.
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai
Selasa, 08 April 2014
Rauha Tattoo 'Surabaya'
Heyyy guyssssss... TATTOO LOVERS & BODY ART PEOPLE
Ingin tattoo dengan harga terjangkau tapi kualitasnya bagus , steril & higienis ???
lagi nyari tattoo artist yang berpengalaman , professional , juga bersertifikat ???
1. Price Permanent tattoo : start from : 500k
2. Price per cm : 12k
3. Price Temporary / henna : start from : 100k
“ RAUHA PROFESIONAL TATTOO STUDIO “ Jln . Raya Dukuh Kupang , No . 94 Surabaya.
Cp : RAUHA STUDIO : 088 849 999 88 , Pin : 326 89 ba2
Cp : Gago artmenda : 0852 2107 6460 , pin : 75e04251
Cp : Gesta : ph : 087825929061 , pin : 24 c72 68d
and get special price off 20 % from professional tattoo artist . so grab it fast guys.
Thanks before and have a great day yaaaa... God Bless us!!
Ingin tattoo dengan harga terjangkau tapi kualitasnya bagus , steril & higienis ???
lagi nyari tattoo artist yang berpengalaman , professional , juga bersertifikat ???
1. Price Permanent tattoo : start from : 500k
2. Price per cm : 12k
3. Price Temporary / henna : start from : 100k
“ RAUHA PROFESIONAL TATTOO STUDIO “ Jln . Raya Dukuh Kupang , No . 94 Surabaya.
Cp : RAUHA STUDIO : 088 849 999 88 , Pin : 326 89 ba2
Cp : Gago artmenda : 0852 2107 6460 , pin : 75e04251
Cp : Gesta : ph : 087825929061 , pin : 24 c72 68d
and get special price off 20 % from professional tattoo artist . so grab it fast guys.
Thanks before and have a great day yaaaa... God Bless us!!
Sabar tidak ada batasnya.
Renungan jiwa 8 april 2014
Perjalanan hidup kita merupakan uji latih kita dengan kesabaran. Banyak orang yang merasa tidak sabar ketika menghadapi masalah dalam proses perjalanan hidupnya. Macam-macam ketidak sabaran akan muncul dan membuat kita menderita. Kitapun akan mengatakan " sabar saya ada batasnya, dan sekarang sudah kelewatan sehingga saya sudah tidak sabar lagi "
Benarkah sabar itu ada batasnya?
Sabar artinya kita mau menerima keadaan atau masalah yang muncul dengan legawa, iklas atau berlapang dada tanpa batas waktu.
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai.
Banyak orang sulit menjadi sabar karena mereka cepat sekali menjadi marah ketika suatu kejadian mengusik mereka. Mereka kurang mempunyai tenggang rasa dan selalu melakukan pembelaan diri dengan mengatakan sabar itu ada batasnya.
Bagaimana cara kita menjadi sabar?
Untuk menjadi sabar itu membutuhkan proses pembelajaran, tidak seketika seseorang bisa menjadi seorang yang sabar, jadi karakter sabar yang sudah di miliki seseorang menandakan bahwa dikehidupan mereka yang terdahulu mereka sudah melatih kesabarannya sehingga saat ini mereka sudah menjadi seorang yang sabar. Oleh karena itu ketika kita menemukan seseorang yang sabar kita harus salut dengan proses belajar mereka. Seorang menjadi bijaksana karena mereka juga melalui proses belajar menjadi sabar.
Mari kita coba renungkan proses sabar ini sehingga kita dapat berlatih dengan kesabaran :
- Untuk menjadi sabar kita harus tahu kebenaran suatu kejadian.
Banyak orang sering menjadi marah dan menghakimi orang lain ketika sesuatu terjadi. Kemarahan akan muncul karena rasa tidak puas atau ketika ego mereka disinggung. Mereka melampiaskan kemarahan ini keluar tanpa pengendalian diri, dari hal ini sebenarnya kita akan dapat menilai bagaimanakah kwalitas diri seseorang, seseorang dinilai dari reaksi yang muncul dari tindakannya.
Seseorang yang sabar mereka akan mengerem tindakannya, mereka akan melihat dahulu mengapa kejadian itu terjadi. Dengan memahami proses proses kejadian kita akan dapat memaklumi dan merenungkan mengapa hal itu dapat terjadi, membuat kita dapat berpikir panjang sehingga kita dapat mengendalikan kemarahan.
- Menjadi sabar berarti kita menerima kejadian itu dengan iklas.
Belajar menerima orang lain apa adanya akan melatih kesabaran kita. Kita tidak dapat merubah orang lain apalagi mereka yang masih mempunyai ego yang tinggi. Kitapun akan menjadi lebih menderita kalau kita sama-sama mempunyai ego yang tinggi pula. Maka jalan yang bisa kita lakukan adalah membiarkan mereka seperti apa adanya tetapi kita yang mengubah cara kita berpikir kepadanya sehingga kita tidak menderita. Berlatihlah sabar dengan menerima orang lain apa adanya.
- Pemahaman hukum karma yang benar akan membuat kita menjadi benar- benar sabar. Hal inilah yang terpenting yang harus kita pahami, dan inilah kebenaran Tuhan.
Kita sering selalu ingin orang lain seperti yang kita inginkan, begitu orang lain tidak seperti yang kita inginkan kitapun menjadi marah dan tidak sabaran.
Hukum karma mengatakan apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai, maka lihatlah mengapa orang lain melakukan hal yang buruk pada diri kita atau ketika mereka terlihat buruk dimata kita, itu semua adalah hasil dari apa yang kita tanam dulu. Jika kita tak pernah menanamnya dulu maka saat ini kita tak akan pernah berhadapan dengan hal tersebut. Dengan memahami hal ini maka kitapun akan menerima dengan sabar apapun yang orang lain lakukan kepada diri kita karena kita berkarma dengan ini semua. Sabar memang tidak ada batasnya selama kita masih berkarma dengan mereka maka selamanya kita masih harus bersabar.
Ilmu pengetahuan inilah yang dapat menjawab semua pertanyaan kita mengenai mengapa kita harus sabar dan pengetahuan hukum karma yang benar yang akan membuat kita menjadi rendah hati, menjadi iklas dan dapat menerima apapun yang datang kepada diri kita karena itulah yang kita tanam dahulu. Sabar itu memang tak ada batasnya.
Cobalah renungkan semuanya, maka kitapun akan dapat melihat diri kita sendiri. Berlatihlah untuk terus sabar karena kita tak dapat melarikan diri dari hasil perbuatan kita dulu, tetapi dari pelajaran ini kitapun dapat memetik pemahaman baru untuk mengubah cara kita menanam untuk mendapatkan hasil yang baik di kemudian hari. Tentunya kita tak ingin mengulang kembali kejadian buruk yang sudah kita alami saat ini.
Milikilah kesadaran untuk menanam kebaikan saat ini agar kehidupan kita menjadi baik dimasa depan.
Pilihan ada didalam diri kita masing-masing, maka bagi mereka yang sudah memahami hal ini mereka akan cepat mengubah dirinya.
Jalanilah kehidupan dengan penuh kesabaran, tanamlah lebih banyak kebaikan dan penuhi diri kita saat ini dengan kedamaian.
Perjalanan hidup kita merupakan uji latih kita dengan kesabaran. Banyak orang yang merasa tidak sabar ketika menghadapi masalah dalam proses perjalanan hidupnya. Macam-macam ketidak sabaran akan muncul dan membuat kita menderita. Kitapun akan mengatakan " sabar saya ada batasnya, dan sekarang sudah kelewatan sehingga saya sudah tidak sabar lagi "
Benarkah sabar itu ada batasnya?
Sabar artinya kita mau menerima keadaan atau masalah yang muncul dengan legawa, iklas atau berlapang dada tanpa batas waktu.
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai.
Banyak orang sulit menjadi sabar karena mereka cepat sekali menjadi marah ketika suatu kejadian mengusik mereka. Mereka kurang mempunyai tenggang rasa dan selalu melakukan pembelaan diri dengan mengatakan sabar itu ada batasnya.
Bagaimana cara kita menjadi sabar?
Untuk menjadi sabar itu membutuhkan proses pembelajaran, tidak seketika seseorang bisa menjadi seorang yang sabar, jadi karakter sabar yang sudah di miliki seseorang menandakan bahwa dikehidupan mereka yang terdahulu mereka sudah melatih kesabarannya sehingga saat ini mereka sudah menjadi seorang yang sabar. Oleh karena itu ketika kita menemukan seseorang yang sabar kita harus salut dengan proses belajar mereka. Seorang menjadi bijaksana karena mereka juga melalui proses belajar menjadi sabar.
Mari kita coba renungkan proses sabar ini sehingga kita dapat berlatih dengan kesabaran :
- Untuk menjadi sabar kita harus tahu kebenaran suatu kejadian.
Banyak orang sering menjadi marah dan menghakimi orang lain ketika sesuatu terjadi. Kemarahan akan muncul karena rasa tidak puas atau ketika ego mereka disinggung. Mereka melampiaskan kemarahan ini keluar tanpa pengendalian diri, dari hal ini sebenarnya kita akan dapat menilai bagaimanakah kwalitas diri seseorang, seseorang dinilai dari reaksi yang muncul dari tindakannya.
Seseorang yang sabar mereka akan mengerem tindakannya, mereka akan melihat dahulu mengapa kejadian itu terjadi. Dengan memahami proses proses kejadian kita akan dapat memaklumi dan merenungkan mengapa hal itu dapat terjadi, membuat kita dapat berpikir panjang sehingga kita dapat mengendalikan kemarahan.
- Menjadi sabar berarti kita menerima kejadian itu dengan iklas.
Belajar menerima orang lain apa adanya akan melatih kesabaran kita. Kita tidak dapat merubah orang lain apalagi mereka yang masih mempunyai ego yang tinggi. Kitapun akan menjadi lebih menderita kalau kita sama-sama mempunyai ego yang tinggi pula. Maka jalan yang bisa kita lakukan adalah membiarkan mereka seperti apa adanya tetapi kita yang mengubah cara kita berpikir kepadanya sehingga kita tidak menderita. Berlatihlah sabar dengan menerima orang lain apa adanya.
- Pemahaman hukum karma yang benar akan membuat kita menjadi benar- benar sabar. Hal inilah yang terpenting yang harus kita pahami, dan inilah kebenaran Tuhan.
Kita sering selalu ingin orang lain seperti yang kita inginkan, begitu orang lain tidak seperti yang kita inginkan kitapun menjadi marah dan tidak sabaran.
Hukum karma mengatakan apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai, maka lihatlah mengapa orang lain melakukan hal yang buruk pada diri kita atau ketika mereka terlihat buruk dimata kita, itu semua adalah hasil dari apa yang kita tanam dulu. Jika kita tak pernah menanamnya dulu maka saat ini kita tak akan pernah berhadapan dengan hal tersebut. Dengan memahami hal ini maka kitapun akan menerima dengan sabar apapun yang orang lain lakukan kepada diri kita karena kita berkarma dengan ini semua. Sabar memang tidak ada batasnya selama kita masih berkarma dengan mereka maka selamanya kita masih harus bersabar.
Ilmu pengetahuan inilah yang dapat menjawab semua pertanyaan kita mengenai mengapa kita harus sabar dan pengetahuan hukum karma yang benar yang akan membuat kita menjadi rendah hati, menjadi iklas dan dapat menerima apapun yang datang kepada diri kita karena itulah yang kita tanam dahulu. Sabar itu memang tak ada batasnya.
Cobalah renungkan semuanya, maka kitapun akan dapat melihat diri kita sendiri. Berlatihlah untuk terus sabar karena kita tak dapat melarikan diri dari hasil perbuatan kita dulu, tetapi dari pelajaran ini kitapun dapat memetik pemahaman baru untuk mengubah cara kita menanam untuk mendapatkan hasil yang baik di kemudian hari. Tentunya kita tak ingin mengulang kembali kejadian buruk yang sudah kita alami saat ini.
Milikilah kesadaran untuk menanam kebaikan saat ini agar kehidupan kita menjadi baik dimasa depan.
Pilihan ada didalam diri kita masing-masing, maka bagi mereka yang sudah memahami hal ini mereka akan cepat mengubah dirinya.
Jalanilah kehidupan dengan penuh kesabaran, tanamlah lebih banyak kebaikan dan penuhi diri kita saat ini dengan kedamaian.
Senin, 07 April 2014
Rejeki akan datang kepada kita apa bila kita telah layak menerimanya.
Renungan jiwa 7 april 2014
Banyak orang mengeluh karena rejeki mereka sedikit, mereka mengatakan Tuhan tidak adil karena mereka merasa mereka sudah bekerja keras tetapi mereka mendapat hasil yang sedikit.
Benarkah Tuhan tidak adil ?
Segala sesuatu yang kita dapatkan tergantung dari apa yang kita ciptakan. Hukum tabur tuai juga berlaku dalam kemakmuran kita. Bukan hanya dalam bentuk fisik saja yang kita tanam tetapi yang terpenting adalah pikiran apa yang telah kita tanam.
Banyak orang yang merasa telah berbagi tetapi mereka sebenarnya masih pelit secara batin. Fisiknya memberi tapi pikirannya merasa tidak iklas. Apakah hal seperti ini juga mempengaruhi tingkat kemakmuran kita?
Manusia sebenarnya menciptakan kehidupannya sendiri. Dari keseluruhan hidupnya tergantung pada pikiran bawah sadar yang mereka ciptakan. Tetapi banyak orang salah dalam berpikir sehingga kehidupannyapun menjadi salah. Bagaimana cara kita membuat hidup kita menjadi makmur?
Setelah kita memahami semua hal diatas maka kita akan memahami proses kita untuk mencapai kemakmuran di dalam hidup ini, yaitu :
1. Menerima semua yang datang pada diri kita karena itulah yang layak untuk diri kita, artinya apapun rejeki yang datang karena itulah yang kita tanam dahulu dan itulah yang telah berbuah sekarang. Bersyukurlah atas rejeki yang kita terima, meskipun itu sedikit ini adalah berkat Tuhan juga, lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali.
2. Amati pikiran kita, apakah kita sudah berpikir kaya atau masih berpikir miskin, karena pikiran sumber penciptaan hidup kita. Kalau kita banyak berpikir miskin maka miskin pula yang akan mewujud. Sadarilah apa yang lebih sering kita pikirkan, dan apabila kita lebih banyak berpikir yang terbalik dari yang kita inginkan maka ubahlah mulai saat ini pikirkan yang ingin kita wujudkan. Karena semakin sering kita pikirkan itulah yang akan mewujud. Inilah proses menanam secara batin atau di energi,
3. Menanam secara fisik dengan berdonasi/ menyumbang/ berdana punia. Dan jangan lupa tetap melakukan upaya dengan bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Lakukan semua kerja dengan meniatkan untuk mempersembahkan kerja kita kepada Tuhan.
Tuhan tidak akan pernah salah memberi rejeki kepada kita, karena semua telah diatur sesuai tingkat kelayakan kita, ketika kita belum diberikan rejeki yang berlimpah, lihat lah pada diri kita sendiri, mengapa kita belum layak mendapatkan itu semua, dan cobalah memperbaiki diri dan tentunya teruslah bersemangat untuk terus bekerja jangan hanya berpangku tangan.
Banyak orang mengeluh karena rejeki mereka sedikit, mereka mengatakan Tuhan tidak adil karena mereka merasa mereka sudah bekerja keras tetapi mereka mendapat hasil yang sedikit.
Benarkah Tuhan tidak adil ?
Segala sesuatu yang kita dapatkan tergantung dari apa yang kita ciptakan. Hukum tabur tuai juga berlaku dalam kemakmuran kita. Bukan hanya dalam bentuk fisik saja yang kita tanam tetapi yang terpenting adalah pikiran apa yang telah kita tanam.
Banyak orang yang merasa telah berbagi tetapi mereka sebenarnya masih pelit secara batin. Fisiknya memberi tapi pikirannya merasa tidak iklas. Apakah hal seperti ini juga mempengaruhi tingkat kemakmuran kita?
Manusia sebenarnya menciptakan kehidupannya sendiri. Dari keseluruhan hidupnya tergantung pada pikiran bawah sadar yang mereka ciptakan. Tetapi banyak orang salah dalam berpikir sehingga kehidupannyapun menjadi salah. Bagaimana cara kita membuat hidup kita menjadi makmur?
Setelah kita memahami semua hal diatas maka kita akan memahami proses kita untuk mencapai kemakmuran di dalam hidup ini, yaitu :
1. Menerima semua yang datang pada diri kita karena itulah yang layak untuk diri kita, artinya apapun rejeki yang datang karena itulah yang kita tanam dahulu dan itulah yang telah berbuah sekarang. Bersyukurlah atas rejeki yang kita terima, meskipun itu sedikit ini adalah berkat Tuhan juga, lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali.
2. Amati pikiran kita, apakah kita sudah berpikir kaya atau masih berpikir miskin, karena pikiran sumber penciptaan hidup kita. Kalau kita banyak berpikir miskin maka miskin pula yang akan mewujud. Sadarilah apa yang lebih sering kita pikirkan, dan apabila kita lebih banyak berpikir yang terbalik dari yang kita inginkan maka ubahlah mulai saat ini pikirkan yang ingin kita wujudkan. Karena semakin sering kita pikirkan itulah yang akan mewujud. Inilah proses menanam secara batin atau di energi,
3. Menanam secara fisik dengan berdonasi/ menyumbang/ berdana punia. Dan jangan lupa tetap melakukan upaya dengan bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Lakukan semua kerja dengan meniatkan untuk mempersembahkan kerja kita kepada Tuhan.
Tuhan tidak akan pernah salah memberi rejeki kepada kita, karena semua telah diatur sesuai tingkat kelayakan kita, ketika kita belum diberikan rejeki yang berlimpah, lihat lah pada diri kita sendiri, mengapa kita belum layak mendapatkan itu semua, dan cobalah memperbaiki diri dan tentunya teruslah bersemangat untuk terus bekerja jangan hanya berpangku tangan.
Sabtu, 05 April 2014
Benarkah ketika kita mendapat hal buruk dari orang lain berarti orang tersebut telah mengambil karma buruk kita?
Renungan jiwa 5 april 2014
Kita sering sekali mendengar hal tersebut ketika kita berdiskusi dengan teman, atau ketika seorang teman mendapat musibah maka teman yang lain akan memberi penguatan. Memang terdengar menyejukkan hati kita paling tidak membuat kita bisa menerima kejadian yang kita alami dan berpikir bahwa orang lain yang kita ajak bermasalah pasti mendapat hal buruk karena karma buruk kita sudah mereka ambil.
Apakah hal tersebut diatas suatu kebenaran atau suatu pembenaran yang hanya untuk menenangkan diri kita?
Di alam ini suatu kebenaran manusia belum tentu menjadi kebenaran Tuhan, dan yang menurut Tuhan benar belum tentu dianggap manusia sebagai kebenaran. Dalam jaman yang sangat membingungkan ini banyak kebenaran-kebenaran yang diusung sebenarnya hanya baru sebatas kebenaran yang dibenarkan oleh manusia yang artinya ego manusialah yang menganggap itu sebagai kebenaran. Sangat sedikit yang mampu memahami kebenaran Tuhan, bahkan seperti ajaran- ajaran di kitab yang di terjemahkan pun bisa salah dalam menafsirkan sehingga kebenarannya pun melenceng. Walupun melenceng banyak pula yang mau mengikutinya karena mereka tidak tahu atau ilmu pengetahuannya terbatas.
Kalau kita mau mengamati lebih dalam lagi, tidak ada yang kebetulan di alam ini, semua terjadi karena hukum alam yaitu hukum energi sejenis menarik sejenis. Mereka yang berada dalam kebingungan memang harus berada dalam kondisi berada pada orang-orang yang sejenis yang sama-sama bingung. Tetapi ketika mereka layak mendapat kebenaran maka merekapun akan bergerak mencari kebenaran sehingga mereka akan menemukannya.
Yang menentukan bukan Tuhan tetapi buah karma yang kita tanam. Karena saat ini kita dalam kondisi menerima karma matang kita. Maka alam akan memetakan kita untuk menemukan kesejenisan dengan apa yang kita miliki. Kalau kita masih sejenis dengan kegelapan cepatlah mengubah diri dengan melepaskan kegelapan di dalam diri kita, yang perlu kita lakukan hanyalah meniatkan untuk menjadi lebih baik dengan membuka diri dengan ilmu pengetahuan dan siap menerima perubahan. Banyak orang takut keluar dari zona nyaman, takut berubah, takut punya lingkungan yang berbeda sehingga mereka diam.
Kebenaran bersifat bertingkat. Ketika pemahaman kita baru pada tingkatan rendah kita akan menganggap hal itu benar, tetapi apabila kita memahami yang lebih tinggi lagi maka hal itu tidak lagi sebagai kebenaran bagi diri kita.
Dengan memahami energi ini akan membantu kita mengetahui kebenaran- kebenaran di alam ini. Dengan pemahaman energi atau daya batin ini kita dapat mengukur kebenaran di alam ini tanpa batas ruang dan waktu. Hal ini dapat dipelajari karena kita perlu mengetahui kebenaran dangan pengukuran juga. Karena selama ini kita hanya diarahkan untuk meyakini saja tapi kita tidak diajak mengukurnya. Tentunya dengan pengukuran akan membuat kita dapat lebih meyakini sesuatu yang terjadi. Pengukuran tingkat kebenaran ini sebenarnya sudah dipahami oleh orang-orang suci di jamannnya tetapi belum diungkapkan.
Dengan memahami energi kita akan lebih mempunyai keyakinan yang kuat kepada Tuhan dan Alam ini, tidak hanya berteori tetapi kita menggunakan rasa, kitapun tidak mudah terpengaruh dengan fenomena yang ada diluar karena kita mampu mengukur kebenarannya dan peka dengan rasa yang muncul dari energi yang diradiasikan.
Lakukan proses pencarian kebenaran di dalam diri, terbukalah dengan ilmu pengetahuan jangan menjadi fanatik yang berlebihan sehingga kita akan terbuka dengan kebenaran. Ingat kebenaran akan datang apabila kita tidak banyak menyimpan kebohongan.
Sesuai dengan hukum energi sejenis menarik sejenis yang penuh dengan kejujuran akan tertarik dengan kebenaran , yang penuh kebohongan harus siap dibohongi.
Jika ingin berubah lakukan perenungan batin, sadari kebohongan yang sudah kita lakukan, mintalah maaf kepada semua orang yang sudah kita bohongi dan niatkan untuk melakukan kejujuran. Tidak cukup dengan niat saja tetapi lakukan lebih banyak kejujuran.
Biarlah kita menjadi layak untuk mengetahui kebenaran Tuhan, Terjadilah . . .
Kita sering sekali mendengar hal tersebut ketika kita berdiskusi dengan teman, atau ketika seorang teman mendapat musibah maka teman yang lain akan memberi penguatan. Memang terdengar menyejukkan hati kita paling tidak membuat kita bisa menerima kejadian yang kita alami dan berpikir bahwa orang lain yang kita ajak bermasalah pasti mendapat hal buruk karena karma buruk kita sudah mereka ambil.
Apakah hal tersebut diatas suatu kebenaran atau suatu pembenaran yang hanya untuk menenangkan diri kita?
Di alam ini suatu kebenaran manusia belum tentu menjadi kebenaran Tuhan, dan yang menurut Tuhan benar belum tentu dianggap manusia sebagai kebenaran. Dalam jaman yang sangat membingungkan ini banyak kebenaran-kebenaran yang diusung sebenarnya hanya baru sebatas kebenaran yang dibenarkan oleh manusia yang artinya ego manusialah yang menganggap itu sebagai kebenaran. Sangat sedikit yang mampu memahami kebenaran Tuhan, bahkan seperti ajaran- ajaran di kitab yang di terjemahkan pun bisa salah dalam menafsirkan sehingga kebenarannya pun melenceng. Walupun melenceng banyak pula yang mau mengikutinya karena mereka tidak tahu atau ilmu pengetahuannya terbatas.
Kalau kita mau mengamati lebih dalam lagi, tidak ada yang kebetulan di alam ini, semua terjadi karena hukum alam yaitu hukum energi sejenis menarik sejenis. Mereka yang berada dalam kebingungan memang harus berada dalam kondisi berada pada orang-orang yang sejenis yang sama-sama bingung. Tetapi ketika mereka layak mendapat kebenaran maka merekapun akan bergerak mencari kebenaran sehingga mereka akan menemukannya.
Yang menentukan bukan Tuhan tetapi buah karma yang kita tanam. Karena saat ini kita dalam kondisi menerima karma matang kita. Maka alam akan memetakan kita untuk menemukan kesejenisan dengan apa yang kita miliki. Kalau kita masih sejenis dengan kegelapan cepatlah mengubah diri dengan melepaskan kegelapan di dalam diri kita, yang perlu kita lakukan hanyalah meniatkan untuk menjadi lebih baik dengan membuka diri dengan ilmu pengetahuan dan siap menerima perubahan. Banyak orang takut keluar dari zona nyaman, takut berubah, takut punya lingkungan yang berbeda sehingga mereka diam.
Kebenaran bersifat bertingkat. Ketika pemahaman kita baru pada tingkatan rendah kita akan menganggap hal itu benar, tetapi apabila kita memahami yang lebih tinggi lagi maka hal itu tidak lagi sebagai kebenaran bagi diri kita.
Dengan memahami energi ini akan membantu kita mengetahui kebenaran- kebenaran di alam ini. Dengan pemahaman energi atau daya batin ini kita dapat mengukur kebenaran di alam ini tanpa batas ruang dan waktu. Hal ini dapat dipelajari karena kita perlu mengetahui kebenaran dangan pengukuran juga. Karena selama ini kita hanya diarahkan untuk meyakini saja tapi kita tidak diajak mengukurnya. Tentunya dengan pengukuran akan membuat kita dapat lebih meyakini sesuatu yang terjadi. Pengukuran tingkat kebenaran ini sebenarnya sudah dipahami oleh orang-orang suci di jamannnya tetapi belum diungkapkan.
Dengan memahami energi kita akan lebih mempunyai keyakinan yang kuat kepada Tuhan dan Alam ini, tidak hanya berteori tetapi kita menggunakan rasa, kitapun tidak mudah terpengaruh dengan fenomena yang ada diluar karena kita mampu mengukur kebenarannya dan peka dengan rasa yang muncul dari energi yang diradiasikan.
Lakukan proses pencarian kebenaran di dalam diri, terbukalah dengan ilmu pengetahuan jangan menjadi fanatik yang berlebihan sehingga kita akan terbuka dengan kebenaran. Ingat kebenaran akan datang apabila kita tidak banyak menyimpan kebohongan.
Sesuai dengan hukum energi sejenis menarik sejenis yang penuh dengan kejujuran akan tertarik dengan kebenaran , yang penuh kebohongan harus siap dibohongi.
Jika ingin berubah lakukan perenungan batin, sadari kebohongan yang sudah kita lakukan, mintalah maaf kepada semua orang yang sudah kita bohongi dan niatkan untuk melakukan kejujuran. Tidak cukup dengan niat saja tetapi lakukan lebih banyak kejujuran.
Biarlah kita menjadi layak untuk mengetahui kebenaran Tuhan, Terjadilah . . .
Jumat, 04 April 2014
Sabda 4 April 2014
Langkah awal yang harus kamu lakukan sebelum engkau melakukan semua kerja adalah meniatkan semua kerja untuk kamu persembahkan kepadaKu, maka energiKu akan mengalir bekerja untukmu.
Kamis, 03 April 2014
Sabda 3 April 2014
Penyerahan diri kepadaKu bukan sebatas kata kata yang terus kamu ucapkan, tetapi yang terpenting bagaimana engkau mampu menerima dan menyelesaikan semua hasil karmamu dengan penuh kedamaian.
Selektiflah memilih lagu.
Renungan jiwa 3 april 2014
Lagu merupakan sarana untuk mengungkapkan susana hati apalagi ketika menyanyikan lagu itu dengan penuh penjiwaan maka lagu itu akan menyentuh relung hati kita. Tetapi saat ini banyak sekali lagu lagu yang sekedar diciptakan untuk kepentingan popularitas penyanyinya sehingga banyak kita temui lagu lagu yang sekedar dinyanyikan saja dan berkesan dangkal sehingga lagu tersebut cepat pula dilupakan orang.
Menyanyikan lagu sebenarnya tidak boleh sembarangan. Kalau kita memahami energi maka kita akan selektif untuk memilih lagu yang akan kita nyanyikan. Mengapa seperti itu?
Syair lagu yang dinyanyikan dengan penuh perasaan akan tersimpan dalam rekaman bawah sadar orang yang menyanyikan. Karena syair lagu merupakan suatu afirmasi, apabila syair lagu itu penuh dengan kata-kata yang positif maka ketika kita menyanyikannya energi yang positf akan memenuhi diri kita, tetapi apabila syair lagu penuh dengan kata-kata yang negatif, kitapun akan terbawa oleh energi negatif.
Dalam menyanyikan lagu apabila kita menyanyikan dengan penjiwaan penuh maka syair lagu itu akan tertanam cukup kuat di dalam pikiran bawah sadar kita, dan tanpa kita sadari lagu tersebut mampu mengubah diri kita.
Contohnya ketika kita melantunkan lagu lagu rohani, bhajan, mekidung, atau lagu pujian kepada Tuhan, kita akan merasakan energi ilahi memenuhi diri kita dan kita merasa damai. Ketika kita melantunkan lagu-lagu yang penuh semangat maka kitapun menjadi tegar dan penuh energi. Tetapi ketika kita menyanyikan lagu yang melow maka suasana hati kitapun akan mengikutinya.
Kalau kita mau mengamati para penyanyi yang menyanyikan lagunya dengan penuh penghayatan, akhirnya perjalanan hidup merekapun akan sesuai dengan lagu yang mereka nyanyikan, seperti Desi Ratnasari, Nia Daniati, Ayu ting ting dan banyak lagi.
Ini bukan suatu kebetulan, secara ilmu energi ini bisa dibuktikan bahwa energi dari kata-kata negatif yang sering diucapkan walaupun dalam bentuk lagu akan tertanam didalam pikiran bawah sadar mereka dan semakin sering mereka menyanyikan semakin besar energi yang tersimpan sehingga inilah yang akan mewujud didalam kehidupan mereka.
Karena sudah banyak contoh yang terjadi maka berhati-hatilah memilih lagu untuk kita nyanyikan, seleksilah kata- kata dari lagu tersebut, hindarilah kata-kata yang negatif agar hidup kita menjadi baik.
Banyak orang yang belum mengetahui kebenaran ini, pahamilah dan amatilah lebih dalam pada kenyataan di masyarakat, apabila sudah memahami kebenaran ini, renungkan didalam diri lagu apa yang sudah sering kita nyanyikan. Seandainya dulu kita sering menyanyikan lagu yang negatif amatilah dalam diri apakah itu sudah mulai mewujud dalam kehidupan kita.
Sadari lebih dalam dan berupanya meniatkan untuk melepas semua energi negatif yang timbul ketika dulu kita sering menyanyikan lagu tersebut.
Niatkan dalam diri, ya dulu saya tidak tahu tetapi sekarang saya sudah memahaminya, saya melepaskan semua energi negatif efek dari lagu yang sering saya nyanyikan, niatkan semua energi itu kita lepaskan hingga kita merasa ringan.
Mulailah selektif untuk memilih lagu untuk kita nyanyikan. Karena pemilihan lagu yang tepat akan membantu kita untuk terus mempunyai kwalitas hidup yang baik. Ini sesuai dengan hukum energi yaitu energi mengikuti pikiran.
Lagu merupakan sarana untuk mengungkapkan susana hati apalagi ketika menyanyikan lagu itu dengan penuh penjiwaan maka lagu itu akan menyentuh relung hati kita. Tetapi saat ini banyak sekali lagu lagu yang sekedar diciptakan untuk kepentingan popularitas penyanyinya sehingga banyak kita temui lagu lagu yang sekedar dinyanyikan saja dan berkesan dangkal sehingga lagu tersebut cepat pula dilupakan orang.
Menyanyikan lagu sebenarnya tidak boleh sembarangan. Kalau kita memahami energi maka kita akan selektif untuk memilih lagu yang akan kita nyanyikan. Mengapa seperti itu?
Syair lagu yang dinyanyikan dengan penuh perasaan akan tersimpan dalam rekaman bawah sadar orang yang menyanyikan. Karena syair lagu merupakan suatu afirmasi, apabila syair lagu itu penuh dengan kata-kata yang positif maka ketika kita menyanyikannya energi yang positf akan memenuhi diri kita, tetapi apabila syair lagu penuh dengan kata-kata yang negatif, kitapun akan terbawa oleh energi negatif.
Dalam menyanyikan lagu apabila kita menyanyikan dengan penjiwaan penuh maka syair lagu itu akan tertanam cukup kuat di dalam pikiran bawah sadar kita, dan tanpa kita sadari lagu tersebut mampu mengubah diri kita.
Contohnya ketika kita melantunkan lagu lagu rohani, bhajan, mekidung, atau lagu pujian kepada Tuhan, kita akan merasakan energi ilahi memenuhi diri kita dan kita merasa damai. Ketika kita melantunkan lagu-lagu yang penuh semangat maka kitapun menjadi tegar dan penuh energi. Tetapi ketika kita menyanyikan lagu yang melow maka suasana hati kitapun akan mengikutinya.
Kalau kita mau mengamati para penyanyi yang menyanyikan lagunya dengan penuh penghayatan, akhirnya perjalanan hidup merekapun akan sesuai dengan lagu yang mereka nyanyikan, seperti Desi Ratnasari, Nia Daniati, Ayu ting ting dan banyak lagi.
Ini bukan suatu kebetulan, secara ilmu energi ini bisa dibuktikan bahwa energi dari kata-kata negatif yang sering diucapkan walaupun dalam bentuk lagu akan tertanam didalam pikiran bawah sadar mereka dan semakin sering mereka menyanyikan semakin besar energi yang tersimpan sehingga inilah yang akan mewujud didalam kehidupan mereka.
Karena sudah banyak contoh yang terjadi maka berhati-hatilah memilih lagu untuk kita nyanyikan, seleksilah kata- kata dari lagu tersebut, hindarilah kata-kata yang negatif agar hidup kita menjadi baik.
Banyak orang yang belum mengetahui kebenaran ini, pahamilah dan amatilah lebih dalam pada kenyataan di masyarakat, apabila sudah memahami kebenaran ini, renungkan didalam diri lagu apa yang sudah sering kita nyanyikan. Seandainya dulu kita sering menyanyikan lagu yang negatif amatilah dalam diri apakah itu sudah mulai mewujud dalam kehidupan kita.
Sadari lebih dalam dan berupanya meniatkan untuk melepas semua energi negatif yang timbul ketika dulu kita sering menyanyikan lagu tersebut.
Niatkan dalam diri, ya dulu saya tidak tahu tetapi sekarang saya sudah memahaminya, saya melepaskan semua energi negatif efek dari lagu yang sering saya nyanyikan, niatkan semua energi itu kita lepaskan hingga kita merasa ringan.
Mulailah selektif untuk memilih lagu untuk kita nyanyikan. Karena pemilihan lagu yang tepat akan membantu kita untuk terus mempunyai kwalitas hidup yang baik. Ini sesuai dengan hukum energi yaitu energi mengikuti pikiran.
Rabu, 02 April 2014
Kebenaran
Renungan jiwa 2 april 2014
Banyak orang yang menuntut kebenaran yang terjadi di alam ini. Mereka tidak mau dibohongi. Seorang istri menuntut suaminya untuk memberikan kebenaran, tetapi setelah kebenaran diungkapkan sang istri tidak siap dengan kebenaran yang dia terima dan akhirnya berujung dengan stress. Memang sulit untuk mengungkapkan kebenaran yang sejati pada saat ini. Diantara banyaknya kebohongan yang dilakukan banyak orang, rasanya sedikit sekali orang yang mau mengungkapkan kebenaran, ketakutan untuk mengatakan kebenaran karena takut tidak dipercaya. Ternyata banyak orang yang lebih senang mendengar kebohongan dari pada mendengarkan kebenaran.
Bagaimana sebaiknya kita mensikapi hal ini ?
Karena hal-hal seperti diatas akhirnya muncul apa yang disebut dengan " white lie " yaitu kebohongan untuk tujuan yang baik. Memangnya boleh kita berbohong untuk kebaikan ? Toh yang namanya berbohong tetap berbohong, menanam karma berbohong, menuai karma berbohong pula. Dari pada kita berbohong lebih baik kita tidak berkata apa-apa atau memilih diam.
Masalah- masalah seperti ini sangat sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatakan kebenaran ternyata membutuhkan keberanian untuk menanggung resiko karena banyak orang yang lebih senang dengan kebohongan untuk tujuan yang baik yang maksudnya melakukan kebohongan untuk membuat orang lain senang karena mereka senang dibohongi. Banyak orang tidak siap dengan kebenaran karena mereka hanya ingin mendengar hal yang baik-baik saja, ketika mereka mendengar hal ynag tidak baik walaupun itu adalah kebenarannya mereka tidak siap menerima.
Kadang kala kebenaran yang kita katakan pun bisa diputar balikkan oleh orang lain sehingga kita berada pada sisi yang salah. Dan banyak orang yang memilih menjauhi kebenaran agar tidak terseret masalah.
Marilah kita coba renungkan akibat dari banyaknya kebohongan yang kita lakukan. Seseorang yang sering berbohong dalam kehidupannya tidak layak mendapatkan kebenaran Tuhan didalam dirinya.
Karena terus menanam kebohongan maka kebohongan juga yang akan datang pada dirinya ( hukum tabur tuai ) sehingga kebenaran tidak menghampiri dirinya, penderitaan yang akan memenuhi dirinya.
Apabila kehidupan kita yang akan datang ingin dipenuhi dengan kegembiraan, kebahagiaan, kedamaian, mulailah untuk melepaskan semua rekaman kebohongan didalam diri kita. Mintalah maaf kepada semua orang yang sudah kita bohongi walaupun menurut kita itu kebohongan yang baik atau white lie karena sekali berbohong ya tetap berbohong namanya.
Niatkan untuk memancarkan atau meradiasikam kebenaran yang ada di dalam diri kita dan membiarkan kebenaran Tuhan memasuki jiwa kita. Tanpa kita pernah meniatkan hal tersebut maka tidak akan ada kebenaran yang datang kepada diri kita, karena sesuai dengan hukum alam sejenis menarik sejenis. .
Dan berupayalah untuk senantiasa jujur dalam setiap tindakan, apabila kita terjepit dalam situasi dimana apabila kita mengatakan kebenaran akan muncul hal buruk, lebih baik diam. Biarkan kebenaran alam yang akan mengungkapkannya. Teruslah berlatih di jalan kebenaran karena di jalan inilah kita dapat kembali kepada Tuhan.
Banyak orang yang menuntut kebenaran yang terjadi di alam ini. Mereka tidak mau dibohongi. Seorang istri menuntut suaminya untuk memberikan kebenaran, tetapi setelah kebenaran diungkapkan sang istri tidak siap dengan kebenaran yang dia terima dan akhirnya berujung dengan stress. Memang sulit untuk mengungkapkan kebenaran yang sejati pada saat ini. Diantara banyaknya kebohongan yang dilakukan banyak orang, rasanya sedikit sekali orang yang mau mengungkapkan kebenaran, ketakutan untuk mengatakan kebenaran karena takut tidak dipercaya. Ternyata banyak orang yang lebih senang mendengar kebohongan dari pada mendengarkan kebenaran.
Bagaimana sebaiknya kita mensikapi hal ini ?
Karena hal-hal seperti diatas akhirnya muncul apa yang disebut dengan " white lie " yaitu kebohongan untuk tujuan yang baik. Memangnya boleh kita berbohong untuk kebaikan ? Toh yang namanya berbohong tetap berbohong, menanam karma berbohong, menuai karma berbohong pula. Dari pada kita berbohong lebih baik kita tidak berkata apa-apa atau memilih diam.
Masalah- masalah seperti ini sangat sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatakan kebenaran ternyata membutuhkan keberanian untuk menanggung resiko karena banyak orang yang lebih senang dengan kebohongan untuk tujuan yang baik yang maksudnya melakukan kebohongan untuk membuat orang lain senang karena mereka senang dibohongi. Banyak orang tidak siap dengan kebenaran karena mereka hanya ingin mendengar hal yang baik-baik saja, ketika mereka mendengar hal ynag tidak baik walaupun itu adalah kebenarannya mereka tidak siap menerima.
Kadang kala kebenaran yang kita katakan pun bisa diputar balikkan oleh orang lain sehingga kita berada pada sisi yang salah. Dan banyak orang yang memilih menjauhi kebenaran agar tidak terseret masalah.
Marilah kita coba renungkan akibat dari banyaknya kebohongan yang kita lakukan. Seseorang yang sering berbohong dalam kehidupannya tidak layak mendapatkan kebenaran Tuhan didalam dirinya.
Karena terus menanam kebohongan maka kebohongan juga yang akan datang pada dirinya ( hukum tabur tuai ) sehingga kebenaran tidak menghampiri dirinya, penderitaan yang akan memenuhi dirinya.
Apabila kehidupan kita yang akan datang ingin dipenuhi dengan kegembiraan, kebahagiaan, kedamaian, mulailah untuk melepaskan semua rekaman kebohongan didalam diri kita. Mintalah maaf kepada semua orang yang sudah kita bohongi walaupun menurut kita itu kebohongan yang baik atau white lie karena sekali berbohong ya tetap berbohong namanya.
Niatkan untuk memancarkan atau meradiasikam kebenaran yang ada di dalam diri kita dan membiarkan kebenaran Tuhan memasuki jiwa kita. Tanpa kita pernah meniatkan hal tersebut maka tidak akan ada kebenaran yang datang kepada diri kita, karena sesuai dengan hukum alam sejenis menarik sejenis. .
Dan berupayalah untuk senantiasa jujur dalam setiap tindakan, apabila kita terjepit dalam situasi dimana apabila kita mengatakan kebenaran akan muncul hal buruk, lebih baik diam. Biarkan kebenaran alam yang akan mengungkapkannya. Teruslah berlatih di jalan kebenaran karena di jalan inilah kita dapat kembali kepada Tuhan.
Sabda 2 April 2014
Ku tunjukkan kepada kalian keberadaan alam ini untuk kamu pelihara karena ini bagian dari hidupmu , tapi kerakusanmu membuat alam ini menderita sehingga hukum alam ini pun membuatmu menderita.
Selasa, 01 April 2014
Sabda 1 April 2014
Engkau sudah memahami keberadaanKu dan sekarang kamu belajar untuk menguatkan Aku didalam dirimu sehingga kamu dapat bekerja untukKu. Jangan khawatir akan apa yang akan terjadi, cukup kamu melakukan nya dengan penuh keyakinan karena Aku yang akan bekerja didalam dirimu.
Pencapaian ini tidak banyak yang berhasil mencapainya maka seharusnya kamu mensyukuri keberadaanmu saat ini.
Lakukan saja semua kerja biarkan orang lain yang akan menilainya, jangan pertanyakan lagi apa yang akan terjadi dalam hidupmu karena Aku yang akan mengaturnya, bekerjalah untuk menunjukkaan jalan bagi banyak orang menuju kepadaKu.
Pencapaian ini tidak banyak yang berhasil mencapainya maka seharusnya kamu mensyukuri keberadaanmu saat ini.
Lakukan saja semua kerja biarkan orang lain yang akan menilainya, jangan pertanyakan lagi apa yang akan terjadi dalam hidupmu karena Aku yang akan mengaturnya, bekerjalah untuk menunjukkaan jalan bagi banyak orang menuju kepadaKu.
Langganan:
Postingan (Atom)