Minggu, 30 Maret 2014

Nyepi

Renungan jiwa 30 maret 2014

Hari raya nyepi merupakan hari raya bagi umat hindu di bali untuk melakukan tapa brata penyepian. Satu hari tanpa aktifitas bahkan tanpa nyala lampu sehingga membuat pulau Bali benar-benar sepi dan hening. Keheningan yang tercipta di alam inipun harus diimbangi dengan keheningan di dalam diri. Tetapi banyak orang yang menyiapkan diri dengan berbagai jenis makanan sebelum nyepi bahkan cenderung lebih konsumtif, padahal nyepi cuma sehari tetapi persiapannya seperti untuk jatah satu minggu. Lucu juga kalau memikirkan hal ini. Apa yang seharusnya kita lakukan pada waktu kita melakukan Nyepi di rumah?

Selama ini kita melakukan aktifitas ritual hanya sekedar mengikuti saja pada proses yang sudah rutin dilakukan saja, tanpa benar-benar memahaminya mengapa itu harus kita lakukan. Selama ini kita melakukan Nyepi di rumah dengan puasa, tidak boleh menyalakan api, tidak boleh keluar rumah, dan tidak boleh beraktifitas. Secara fisik kita dapat mengendalikan semua itu selama Nyepi karena sudah dikondisikan oleh lingkungan kita. Dengan melakukannya kita sudah berupaya untuk memanfaatkan hari Nyepi sesuai dengan peraturan agama. Dan ini semua sudah biasa kita lakukan setiap Nyepi.

Kita coba memaknai Nyepi dengan lebih dalam lagi. Aktifitas yang selama ini kita lakukan baru sebatas lahir saja, mari kita juga melakukan tapa brata penyepian secara batin dengan mewujudkan keheningan secara batin.

Ketika hari nyepi tiba kita mempunyai banyak waktu untuk diri kita sendiri, karena kita tidak melakukan aktivitas. Ini adalah saat yang paling baik bagi kita untuk melakukan perenungan. Ketika tubuh kita diam maka pikiran kita akan meloncat-loncat. Gunakan waktu ini untuk membiarka semua pikiran kita bermunculan, dan dengan kesadaran satu persatu pikiran bawah sadar yang muncul kepermukaan ini kita pahami. Apabila kejadian yang muncul adalah kejadian yang membuat trauma dalam diri kita, membuat kita sakit hati jangan lari dari trauma itu, pahamilah mengapa itu harus terjadi, berusahalah untuk memaafkan orang lain yang membuat kita trauma, dan mintalah maaf kepada mereka karena tidak mungkin ada akibat yang timbul tanpa sebab yang kita juga terlibat dengan hal itu. Dan jangan lupa tidak ada yang kebetulan dialam ini, pertemuan kita dengan masalah ini merupakan proses karma. Apa yang datang pada diri kita karena kita pula yang menanamnya dahulu.

Cobalah untuk berdamai dengan diri kita sendiri. Mungkin selama ini kita tak pernah menyelesaikan masalah kita lebih mendalam, tanpa pernah merenungkannya, berusaha untuk tidak mengingatnya, lari dari kenyataan hidup. Dan hasil yang kita dapatkan masalah ini terus melekat dalam pikiran bawah sadar kita dan terus membuat kita menderita jika mengingatnya. Selama kita belum berdamai dengan masalah itu maka akan sulit bagi kita untuk melupakannya.

Dengan memaafkan kita akan mampu untuk melepaskan semua pikiran bawah sadar yang membelenggu kita, secara energi hal ini dapat diukur dan dapat dirasakan perubahan rasa ketika seluruh energi trauma yang tersimpan telah mampu dilepaskan sehingga membuat kita menjadi damai.

Dengan menjadi damai didalam diri kita akan mampu melupakan trauma masa lalu, dan ketika kita mengingat kejadian itu kita tidak lagi merasa sakit hati dan menderita.

Gunakan waktu dihari nyepi ini untuk dapat mewujudkan keheningan didalam diri. Ketika kita telah mampu berdamai dengan semua masalah-masalah hidup segala stress yang terekam didalam diri dapat dilepaskan, trauma-trauma hidup dapat disembuhkan sehingga bayang -bayang masa lalu dapat kita tinggalkan.

Mulailah hidup baru pada masa kini dengan semangat baru menanam kebaikan di masa kini agar kita menuai kebaikan dimasa datang.

Selamat hari raya Nyepi, lakukan tapa brata penyepian secara lahir dan batin. Sucikan diri lahir dan batin.

Kamis, 27 Maret 2014

Anak-anak kita membawa karmanya masing-masing.

Renungan jiwa 27 maret 2014

Ketika kita mengajari anak-anak kita untuk disiplin menjalani kehidupannya mereka akan mencemooh kita dan kadang kala kita menjadi sakit hati karena mereka tidak menjalankan apa yang kita sarankan. Mereka menganggap remeh semua hal dan merasa bakalan mampu melakukan dan merasa sudah pintar. Bahkan kita dianggap kuno sebagai orang tua.

Sebagai orang tua kita menjadi prihatin oleh tingkah laku mereka. Kita bisa menasehati mereka karena kita sudah banyak makan asam garam kehidupan yang artinya kita sudah mengalaminya sehingga kita bisa mengarahkan mereka untuk terhindar dari masalah yang akan timbul. Sebagai orang tua kita takut hal buruk akan terjadi pada diri anak-anak kita, tetapi semakin kita terlalu mengatur mereka, terlalu cemas akan masa depan mereka, terlalu memberi batasan kepada anak-anak kita, mereka semakin berontak dan susah diatur.
Bagaiamana cara kita menyikapi hal ini ?

Kita harus memahami hukum karma di alam ini, seandainya anak kita mempunyai banyak tabungan karma baik dalam kehidupanya maka kehidupannya pasti akan baik, tetapi kalau anak kita memiliki banyak karma buruk sudah pasti hidupnyapun akan buruk, inilah yang harus kita jadikan pegangan dalam membantu anak kita menjalani kehidupannya. Memberikan pemahaman hukum karma sebagai dasar mereka untuk menjalani kehidupan ini.

Tidak selamanya sebagai orang tua kita turut campur dalam kehidupan pribadi anak-anak kita, mereka mempunyai jalan hidup masing-masing sesuai karma yang mereka tanam. Tipe anak-anak yang mempunyai karakter baik akan mudah diarahkan, atau bahkan ketika kita tidak mengarahkan mereka sekalipun mereka akan tetap terdorong untuk melakukan hal yang baik karena di kehidupan terdahulu jiwa mereka telah bertumbuh sehingga kesadaran jiwa mereka akan mengarahkan mereka untuk hal yang baik. Pembentukan karakter seseorang tidak ditentukan pada kehidupan saat ini saja tetapi sudah dilakukan pada kehidupan-kehidupan terdahulu.

Sedangkan pada anak-anak yang sudah membawa karakter yang kurang baik berikan pemahaman yang lebih kuat, karena mereka butuh lebih diarahkan tetapi jangan menggunakan kekerasan, karena tipe yang demikian harus diselesaikan dengan lebih banyak cinta kasih. Anak-anak yang keras hati harus diberikan cinta lebih banyak, dan ajak mereka untuk memahami, biasanya mereka akan mempunyai keyakinan apabila mereka sudah menghadapi masalah. Biarkan mereka mengalami masalah jangan kita merasa cemas dengan masalah yang harus mereka hadapi karena mereka akan belajar dari masalah tersebut, dan pahami lebih dalam mereka memang harus mendapatkan masalah tersebut karena itulah yang mereka tanam dahulu, atau itulah karma yang harus mereka terima saat ini. Sebagai orang tua kita tidak dapat menghindarkan anak-anak kita dari hukum karma. Belajarlah untuk tidak terikat dengan anak-anak kita karena mereka mempunyai karma mereka masing- masing.

Sebagai orang tua kita hanya berperan untuk membantu mereka bertumbuh, mendampingi mereka ketika mereka berada dalam kesulitan, memberi penguatan untuk membuat mereka lebih bersemangat, dan melimpahi mereka dengan perhatian dan cinta.
Biarkan mereka menjalani seluruh kehidupannya sesuai karma yang mereka tanam, tetapi dari kecil ajarkan mereka menanam karma baik sehingga kelak kehidupan mereka menjadi lebih baik walaupun di kehidupan dahulu mereka banyak menam hal yang buruk sehingga hidup saat ini mempunyai banyak masalah.

Ajarkan sedini mungkin hukum tabur tuai atau hukum karma kepada anak-anak kita karena hanya karma baik mereka saja yang akan melindungi mereka.
Apabila semua orang tua memahami hal ini, maka tidak ada ketakutan dan kecemasan dalam membesarkan anak-anak kita. Dan sedini mungkin kita sudah menanamkan pelajaran hukum karma ini sehingga kehidupan mereka akan jauh lebih baik, dan seandainya kita mendapati anak kita mendapat hal buruk, sebagai orang tua kita tidak akan kecewa atau menderita karena kita tahu itu adalah karma yang dibawa oleh anak kita dan kitapun harus iklas untuk menerimannya.

Cobalah merenungkan pelajaran ini, amatilah yang terjadi pada anak-anak kita, kitapun akan paham karma apa yang mereka bawa, mulailah menerima mereka apa adanya, berikan pemahaman hukum karma kepada mereka dan ajaklah mereka menanam hal yang baik dalam hidup mereka.

Jadilah orang tua yang bijaksana yang tidak terikat dengan anak-anak kita, bekalilah mereka dengan pemahaman hukum karma, dan ajaklah mereka menanam hal yang baik sehingga mereka dapat menentukan sendiri kwalitas kehidupan seperti yang mereka inginkan.

Rabu, 26 Maret 2014

Proses belajar adalah membaca atau mendengar, ditunjukkan dan dilakukan.

Renungan jiwa 26 maret 2014

Hidup adalah proses belajar, kita bereinkarnasi lagi karena proses belajar kita belum cukup. Kita belum mampu menyelesaikan semua hutang karma dan memurnikan diri untuk menyatu dengan Tuhan.
Kalau kita mau menjalani hidup dengan penuh kesadaran kita akan melihat seluruh proses hidup kita adalah proses belajar, mengasah diri, mempertajam kesadaran jiwa kita sehingga kita mampu menyadari keberadaan Tuhan dalam segala aspek kehidupan ini.

Proses belajar sebenarnya sangat sederhana, tetapi banyak orang yang sudah menganggap susah sebelum mengalaminya. Mereka sudah membuat mental blok negatif didalam dirinya sehingga membuat mereka susah untuk mengikuti proses belajar. Mereka sudah ditakut-takuti dengan peraturan, batasan-batasan yang mengikat apa lagi kalau diajak belajar spiritual mereka sudah ketakutan karena asumsi yang beredar di masyarakat belajar spiritual itu susah dan membatasi ruang gerak mereka untuk hidup normal.

Kesalahpahaman ini harus segera dirubah, karena rancu antara pemahaman spiritual dan paranormal. Kadang kala seorang yang paranormal dikatakan guru spiritual.
Spiritual adalah pemahaman tentang batiniah, mengolah batin kita untuk menyiapkan keterhubungan diri kita secara batin dengan Tuhan. Tatapi banyak orang yang mengaitkan spiritual dengan keberadaan spirit atau roh mahluk lain, inilah kesalahkaprahannya. Sedikit saja mereka memahami keberadaan roh atau spirit diluar manusia mereka sudah dianggap guru spiritual, padahal di dunia internasional pemahaman guru spiritual tidaklah demikian.

Guru spiritual adalah manusia yang telah mengolah daya batiniahnya sehingga mereka mempunyai keterhubungan dengan Tuhan sangat kuat dengan meluasnya energi Tuhan didalam dirinya, semua ini ada pengukurannya secara energi dan dipahami seluruh dunia. Menjadi seorang guru spiritual tidaklah mudah karena membutuhkan waktu beberapa kali reinkarnasi untuk mampu mencapai kondisi dimana keberadaan Tuhan nyata didalam dirinya. Kita membutuhkan guru spiritual untuk dapat mengenal Tuhan didalam diri kita, dan para guru inilah yang dapat membawa kita menyatu dengan Tuhan, karena para guru spiritual ini sudah mengetahui jalan menuju kebersatuan dengan Tuhan. Melalui ajaran beliau lah kita dapat dituntun menuju jalan Tuhan. Oleh karena itulah kita mengenal Rama, Krisna, Budha, Yesus, Nabi Muhammad, Padmasambawa sebagai Guru Spiritual yang menurunkan agama-agama besar di dunia, dan jangan salah beliau juga akan terus terlahir untuk menuntun jiwa-jiwa manusia untuk menyatu dengan Tuhan. Para Guru Spiritual ini tak pernah beristirahat, terus terlahir menjadi pelayan Tuhan untuk umat manusia. Manusia bisa tak pernah tahu dimana para Guru Sejati ini terlahir kembali, kecuali mereka yang telah mengolah diri untuk memahaminya.

Membaca kitab atau mendengar ajaran suci ini dari orang lain merupakan awal proses kita belajar untuk memahami ajaran tersebut. Ajaran mengenai Ketuhanan bersifat universal artinya dapat dipahami oleh siapapun walaupun mereka berbeda agama, karena semua agama mempunyai satu Tuhan di alam ini, cuma cara mereka memuja atau ritualnya yang berbeda. Pengetahuan mengenai Ketuhanan selalu mengarahkan kita dengan cinta kasih dan kedamaian, agar manusia dapat hidup di alam ini selaras dan harmonis dengan semua mahluk ciptaan Tuhan, dan dapat menyiapkan ruang didalam diri manusia untuk Tuhan bersemayam di dalam diri.

Setelah kita membaca atau mendengar, proses selanjutnya adalah melalui para guru atau kitab kita melihat di dalam diri kita, untuk mengetahui kebenaran diri. Kalau kita cuma membaca atau mendengar saja itu akan membuat kita lupa , tapi ketika ada seorang yang menunjukkan kekurangan kita maka kita akan mengingatnya.
Maka ketika kita belajar melalui proses membaca, jangan hanya membaca saja, renungkan setiap kata demi kata dan arahkan kedalam diri kita untuk mengetahui keberadaan diri, inilah cara kita untuk menunjukkan kekurangan diri kita.
Sebuat tulisan yang dapat membuat kita mampu melihat kekurangan diri kita, dan mengajak kita merenungkannya dan akhirnya kita mampu memahaminya merupakan guru kita juga.
Jangan cukup puas untuk memahami saja, berupayalah untuk melakukan semua saran sehingga melalui proses mengalami ini akan menguat didalam batin kita, dan kita akan melakukannya dengan penuh kesadaran.

Gunakan renungan jiwa ini sebagai jalan kita untuk memahami proses menjalani kehidupan menjadi lebih baik.
Luangkan waktu untuk membaca, merenungkannya, memahami dan melakukan sesuai dengan tuntunan.
Dan bersyukurlah kita tetap dapat belajar disela sela kesibukan kita yang sangat padat.

Jika kita mempunyai niat untuk menjadi lebih baik, amatilah setiap saat
adalah proses belajar, dan semua orang dapat menjadi guru bagi diri kita, karena Tuhan akan berada didalam diri mereka untuk mengajar kita.

Selasa, 25 Maret 2014

Lakukan kerja dengan pengharapan terlebih dahulu, baru berlatihlah untuk iklas kemudian

Renungan jiwa 25 maret 2014

Kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sandang pangan dan papan memaksa mereka melakukan kerja untuk mendapatkan penghasilan. Karena terpacu untuk mendapatkan kehidupan yang layak, mereka bekerja dengan mengejar target dan mengharapkan penghasilan yang lebih baik sehingga seluruh waktu mereka hanya tercurah untuk mencapai peningkatan materi semata. Beberapa orang menjalani proses kerja dengan optimis dan mereka menjadi suskses, tetapi banyak juga dalam mengejar pemenuhan akan materi ini mereka menjadi stress, menderita, putus asa bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri karena merasa sangat terpuruk.

Agar supaya kita dapat menjalani pekerjaan kita dengan penuh keiklasan, kita perlu memahami bagaimana proses kita bekerja. Tanpa bekerja kita tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup kita yang paling mendasar. Semua orang harus bekerja dalam hidupnya. Pasti kita memikirkan apa manfaat kita bekerja, bagaimana hasilnya, sesuai tidak dengan kemampuan yang sudah kita miliki, yang semuanya seakan -akan kita pamrih dalam pekerjaan ini. Hal ini adalah hal yang wajar, masa kita terus disuruh kerja bakti saja tanpa ada penghasilan yang sesuai dengan tenaga yang kita keluarkan. Dan faktanya kita sangat bergantung pada penghasilan yang kita dapatkan dalam proses kerja kita untuk kelangsungan hidup kita. Kita tidak munafik inilah yang memang kita harapkan. Dengan mengetahui hasil yang akan kita dapatkan kita menjadi lebih bersemangat dalam bekerja, tetapi ketika penghasilan tidak sesuai dengan kwalitas kerja maka ini akan menimbulkan banyak masalah.

Bekerjalah karena kita memang membutuhkan penghasilan, jangan hanya berpangku tangan saja dan malas. Penuhi kebutuhan hidup kita dan keluarga kita dan jadilah bertanggung jawab dengan bekerja. Kita sadar kita masih berpamrih akan kerja kita, walaupun semua agama mengajarkan kita untuk tidak berpamrih dalam melakukan kerja. Lakukan saja dulu kerja dengan mengharapkan hasil, karena kita baru berlatih untuk bekerja, tentunya lebih baik bekerja dengan mengharapkan hasil daripada tidak bekerja sama sekali dan selalu menggantungkan diri pada orang lain dan membebani mereka.

Setelah kita cukup terampil dalam bekerja dan mampu memenuhi kebutuhan hidup barulah kita belajar untuk berkesadaran dalam bekerja. Lakukan segala kerja dengan keiklasan bukan sebagai paksaan. Proses kita bekerja sebenarnya proses kita belajar untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain bukan hanya untuk mengejar mengumpulkan uang semata. Disinilah kita berproses dalam pendewasaan diri kita.

Kalau kita mampu memahami hal ini maka kita akan mampu menjalani semua kerja kita dengan iklas, dan tidak pamrih. Dan kita akan melihat lebih dalam bahwa kerja adalah proses pembelajaran spiritual untuk membuat kita lebih dalam memahami makna hidup dan dapat mencapai tujuan hidup yaitu menyatu dengan Tuhan. Banyak sekali pelajaran yang akan kita terima ketika kita melakukan proses kerja, belajar untuk sabar, belajar menerima, belajar bijaksana menghadapi masalah yang muncul, belajar bersyukur atas rejeki yang kita peroleh, belajar berbagi dengan teman sekerja, belajar bertoleransi dengan orang lain, dan masih banyak lagi pelajaran kehidupan yang bisa kita nikmati dan pelajari selama proses kerja ini. Jadi manfaatkan proses kerja kita untuk mengasah diri kita untuk menjadi layak menyatu dengan Tuhan, karena proses belajar yang sesungguhnya bukan hanya didalam pendidikan formal tetapi ketika kita berada dilingkungan kerja, inilah penerapan pelajaran hidup yang sesungguhnya.

Nikmatilah proses kerja sebagai berkat Tuhan dan pelajaran dari Tuhan melalui orang lain yang menjadi jalan Tuhan mengajar diri kita.
Bersyukurlah atas semua kejadian yang menjadi guru yang paling baik untuk diri kita membuat diri kita menjadi lebih bijaksana.
Lakukan segala kerja dengan keiklasan untuk menjalani dan menerima semua resiko dari kerja kita, dan berupaya menjadi lebih baik lagi.
Persembahkan semua kerja kepada Tuhan, karena hasil pekerjaan kita berasal dari cara Tuhan mengajar kita dan berkat Tuhan dengan rejeki yang kita terima.

Renungkanlah Tuhan selalu mengajar diri kita melalui orang lain sebagai jalan beliau, hanya kita saja yang tak mampu menangkap kehadiran beliau disekitar kita.

Orang yang penuh kesadaran akan tahu dimana Tuhan berada , kapan Tuhan mengajar kita, dan kapan energi Tuhan memeluk diri kita dengan penuh cinta.

Tuhan I Love U . . .

Kamis, 20 Maret 2014

Membentuk karma baik masih dibutuhkan untuk menyelesaikan karma buruk kita.

Renungan jiwa 20 maret 2014

Dalam proses perjalanan hidup ini, kita masih harus menyelesaikan buah karma yang belum selesai. Ketika kita tidak mampu menyikapi karma yang datang pada diri kita dengan baik maka karma buruk kita pun akan bertumpuk-tumpuk sehingga kita membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi untuk menyelesaikan semua karma kita. Proses pencapaian pembebasanpun akan tertunda bahkan ketika waktu untuk tubuh kita habis, kitapun harus mengulangnya kembali.
Bagaimana cara kita menyikapi karma buruk yang datang dan menghabiskan karma ini ?
Karma buruk tidak dapat kita hindari karena itu adalah hasil dari perbuatan kita. Tetapi karma buruk dapat menjadi tidak terasa atau tidak terlalu membuat penderitaan dalam hidup kita jika kita mempunyai banyak tabungan karma baik, karena karma baiklah yang melindungi diri kita.
Seandainya karma buruk kita umpamakan dengan sesendok garam dan karma baik dengan segelas air maka rasa asin masih dapat kita rasakan, tetapi apabila kita terus menambahkan dengan seember air maka rasa asin tidak kita rasakan lagi walaupun garam itu tetap ada di seember air. Itulah yang bisa kita perumpamakan sebagai karma baik yang banyak kita tanam agar kita mampu menjalani karma buruk kita tanpa kita menderita.
Misalkan ketika kita mendapat karma buruk, tetapi karena kita telah menanam karma baik yang banyak maka ada saja teman atau orang lain yang akan menolong kita sehingga tidak membuat kita sangat menderita.
Seseorang harus menyelesaikan semua karma yang mereka tanam, maka proses menanam karma baik masih harus dilakukan agar semua menjadi impas, dan apabila ini sudah dapat diselesaikan barulah kita dapat mempersembahkan semua karma kita tanpa pamrih, dengan melakukan pelayanan totalitas kepada Tuhan. Hal ini akan berjalan secara otomatis sesuai dengan hukum alam ini.
Kapan semua karma kita dapat kita selesaikan dan kapan seseorang dapat secara totali menyerahkan semua kerja hanya untuk Tuhan ?
Semua akan terjawab apabila kita dapat memahami energi yang tanpa batas ruang dan waktu, karena dengan energi inilah semua dapat diukur, kebenaran Tuhan dapat dipahami.
Seandainya kita belum memahami energi mengapa kita tidak mengikuti semua ajaran agama yang telah diturunkan oleh guru suci yang semua mengajarkan cinta kasih dan berbuat baik, karena cinta kasihlah yang dapat menyelesaikan hutang karma kita dan membuat kwalitas hidup kita menjadi lebih baik.
Lakukan semua perbuatan baik dengan niat baik, sadarilah kita masih membutuhkan hal-hal yang baik dalam hidup ini agar membuat hidup kita seimbang, selaras dan harmonis dan juga membutuhkan hal - hal yang baik untuk mampu menerima karma buruk yang dahulu kita ciptakan dengan lebih damai.

Rabu, 19 Maret 2014

Penyelesaian masalah yang kita hadapi tergantung pada hasil karma yang kita miliki.

Renungan jiwa 19 - 03 - 2014

Ketika masalah muncul pada diri kita maka kitapun berupaya untuk menyelesaikannya. Tetapi sering kali kita tidak mampu menghadapinya sehingga kitapun mencari bantuan orang lain untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. Beberapa masalah dapat diselesaikan dengan baik tetapi banyak masalah yang terus tertunda penyelesaiannya sehingga membuat kita menderita. Mengapa masalah itu datang pada diri kita ?

Kita meyakini bahwa hidup kita berdasarkan hukum karma dan kita tau dalam hidup kita tentunya banyak hal baik maupun hal buruk yang kita lakukan yang menghasilkan buah karma baik dan buah karma buruk. Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik semua agama mengajarkan kita untuk berbuat hal yang baik-baik saja, dan menghindari perbuatan yang buruk. Aturan agama ini mengarahkan kita untuk mendisiplinkan diri kita untuk berbuat baik, karena para nabi atau orang suci paham akan bekerjanya hukum alam ini yaitu hukum tabur tuai atau hukum karma.

Ketika kita mendapatkan kwalitas hidup yang baik, berarti kita telah menanam kebaikan utk diri kita, tetapi ketika kita mendapat hal yang buruk kitapun harus iklas karena hal buruk yang dahulu kita tanam sedang berbuah dan harus kita terima.
Dalam proses hidup kita hanya diri kita sajalah yang dapat menolong kita yaitu dari hasil perbuatan baik kita, karma kitalah yang menentukan kwalitas hidup kita.

Kita tak luput dari banyak karma buruk karena kita terlahir di bumi untuk terus belajar tentang kehidupan, tetapi cobalah belajar dari kejadian yang kita alami atau yang paling mudah adalah belajarlah dari para guru karena mereka sudah lebih dahulu mengalami sehingga mereka dapat mengarahkan hidup kita menjadi lebih baik. Ajaran agama pun berasal dari para guru suci yang sudah memahami keberadaan Tuhan dan memahami proses kehidupan sehingga para guru ini mengarahkan kita untuk disiplin dengan ajaran agama .

Dengan memahami energi kita dapat mengukur kondisi karma yang sudah kita perbuat, jika tabungan karma baik kita banyak maka hidup kita akan sehat, damai, bahagia dan berkelimpahan. Tetapi apabila karma buruk kita banyak maka kita akan terus berada pada kondisi sakit, banyak masalah, penderitaan. Kitapun dapat belajar dari mengamati perjalanan hidup kita, cobalah kita terus menanam kebaikan maka hidup kitapun akan berubah.

Banyak orang yang merasa sudah berbuat kebaikan dalam hidupnya dengan banyak menyumbang, menyekolahkan banyak orang, membantu orang lain yang kesusahan, mereka cukup puas dengan apa yang mereka lakukan tetapi mereka lupa mengatur pikirannya sehingga karma buruk mereka lebih banyak daripada sumbangan berupa materi yang mereka lakukan.

Karma terbentuk dari pikiran bukan perbuatan. Walaupun kita sudah melakukan perbuatan yang baik tetapi kita terus berpikir buruk, hal ini akan menimbulkan karma buruk untuk diri kita.
Maka ketika masalah datang dalam hidup kita amatilah apa yang terjadi, kalau kita mempunyai banyak tabungan karma baik, ada saja yang membantu diri kita sehingga semua bisa diselesaikan, tetapi jika kita mempunyai banyak tabungan karma buruk semua jalan seakan-akan menjadi buntu. Ini dapat kita jadikan indikator keberadaan tabungan karma baik atau karma buruk yang kita miliki.

Belajarlah mengamati hidup kita, luangkan waktu untuk merenung dalam keheningan sehingga kita tahu kwalitas diri kita dan kita mampu memperbaikinya sebelum semuanya menjadi terlambat.
Setiap waktu kontrolah pikiran untuk tetap baik agar kwalitas hidup kita akan menjadi lebih baik lagi.
Sadarilah karma terbentuk dari pikiran , kata-kata berawal dari pikiran, perbuatan berawal dari pikiran jadi pikiranlah sumber dari kwalitas kehidupan kita.

Pikiran yang baik membentuk karma yang baik, pikiran yang buruk membentuk karma buruk. Jagalah pikiranmu tetap baik.

Senin, 17 Maret 2014

Berada pada saat yang sama tetapi dengan karma yang berbeda.

Renungan jiwa 17 - 03 - 2014

Seorang teman menceritakan rumah yang dia tempati bersama dengan kelima orang temannya di bobol maling. Begitu mereka sampai di rumah yang mereka kontrak bersama, ternyata mereka mendapati semua barang sudah di obrak abrik, dua laptop raib dari tas koper temannya yang digunakan untuk menyimpan, maklum anak kos. Teman saya bersyukur karena hanya koper dia saja yang tidak dibuka paksa oleh pencuri, kopernya masih utuh. Dan dia menjadi lebih bersyukur lagi setelah dia merenung, sudah beberapa kejadian sebelumnya dia selalu terhindar dari hal yang buruk walaupun dia berada pada saat yang sama dengan kejadian yang buruk yang menimpa orang lain.

Dari pelajaran yang dia alami diapun memahami " hanya karma baik kita sajalah yang melindungi diri kita, walaupaun berada pada kejadian yang buruk tapi apabila kita mempunyai banyak karma baik kitapun akan terhindar dari hal yang buruk".

Kejadian teman saya ini bisa kita ambil sebagai contoh pelajaran hidup yang akan membuat kita belajar untuk memahami suatu kejadian. Sering kali kita tidak mau melakukan perenungan atas kejadian yang barusan terjadi, kita biarkan lewat begitu saja, dan acuh tak acuh. Marilah kita coba untuk memahami suatu kejadian dengan bijak.
Dari proses mengalami biasanya akan menguatkan suatu pemahaman dalam diri seseorang karena pengalaman merupakan guru yang paling baik, tetapi jika yang terjadi hanya mengalami saja dan tidak dipahami prosesnya maka itupun tidak menguat dalam diri seseorang, semuanya akan lewat begitu saja.
Tuhan memberi kebebasan kepada kita untuk menjalani semua proses kehidupan kita, maka kitapun akan dapat melihat bagaimana cara Tuhan mengajar kita memahami hidup ini tanpa mengikat, semua di berikan kebebasan penuh kepada diri kita untuk memilih bagaimana cara kita untuk memahami proses kehidupan ini.

Orang yang bijaksana tidak akan melewatkan waktu nya barang sedetikpun untuk terus belajar dari proses kehidupan. Mereka akan mengamati, merenungkan dan menikmati setiap kejadian ke kejadian dalam hidupnya sebagai proses belajar. Mereka benar-benar berada dalam kesadaran penuh dalam setiap langkah kakinya dan helaan nafasnya dengan rasa syukur.

Mengapa kita tidak belajar untuk mempunyai kesadaran dalam setiap kejadian yang kita alami?
Mengamati setiap pikiran yang muncul dalam diri, menata kata-kata yang hendak kita keluarkan dan menata perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh kesadaran.
Jika kita mampu melakukannya kitapun akan dapat melihat keindahan dalam proses menjalani hidup kita. Pelajaran demi pelajaran dari Tuhan akan dapat kita tangkap dan kita pahami.

Minggu, 16 Maret 2014

Kecemasan dan ketakutan muncul karena kita belum memahami bekerjanya hukum karma.

Renungan jiwa 16 - 03 - 2014

Setiap hari kita menjalani kehidupan ini dengan beragam kejadian. Ada yang menjalaninya dengan banyak penderitaan, kesedihan, ketegangan, kekecewaan, ada pula yang menjalani dengan penuh canda tawa, kedamaian dan kebahagiaan. Proses menjalani hidup ini ditentukan oleh bagaimana reaksi kita dalam menghadapi masalah yang datang, semua tergantung kepada pola pikir dan kesadaran masing-masing orang. Inilah proses pembelajaran dalam kehidupan yang sesungguhnya.

Banyak orang yang belum memahami bagaimana menghadapi kehidupan ini, mereka menjadi stress, depresi, putus asa bahkan sampai mempunyai keinginan menghabisi hidupnya karena beban hidup yang mereka rasakan sangat berat. Bagaiamana cara kita agar kita mampu menjalani semua proses hidup ini dengan baik?

Hidup kita saat ini adalah hasil dari pikiran yang kita ciptakan, jadi diri kita sendirilah yang menentukan kwalitas hidup yang akan kita pilih.
Kekuatan hukum alam inilah yang mengatur segala sisi kehidupan manusia yaitu hukum karma , hukum tabur tuai atau hukum sebab akibat. Pilihan hidup tergantung kepada bagaimana kita menciptakan hidup ini dengan pikiran kita. Dan sering kali kita salah berpikir sehingga hidup kita terlihat menjadi salah.

Hidup kita saat ini tidak bisa lepas dari hasil perbuatan masa lalu, kalau kita menemukan hal buruk dalam hidup kita saat ini sudah pasti dulu kita melakukan hal yang buruk, maka jika kita mampu memahami bekerjanya hukum karma ini tidak ada lagi penolakan akan hidup kita, kita akan belajar untuk menerima semua yang datang pada diri kita karena itulah yang kita tanam dulu. Dengan melepas penolakan kita akan belajar untuk menerima kehidupan ini apa adanya. Inilah yang seharusnya kita lakukan untuk menghadapi hidup yang sudah kita ciptakan dulu.

Untuk menciptakan hidup yang akan datang kita perlu belajar dari masa lalu, jangan hal yang buruk kita ulangi lagi sehingga hidup kita terus terpuruk. Hidup kita yang akan datang ditentukan oleh apa yang kita ciptakan hari ini dengan pikiran kita, jadi jangan sampai salah berpikir lagi. Oleh karena itu mulailah untuk mengendalikan pikiran, perkataan dan perbuatan kita dari sekarang karena hal inilah yang akan menentukan kwalitas hidup kita yang akan datang. Jika kita menanam hal yang baik saat ini maka kelak kita akan mendapat hal yang baik pula, kalau saat ini kita menanam yang buruk maka kelak pun kita akan mendapatkan hal yang buruk pula.

Hidup kita kelak ditentukan oleh apa yang kita tanam saat ini. Seseorang yang belum memahami hukum karma ini mereka akan selalu cemas akan masa depan, mereka takut menghadapi masa depan, mereka sudah stress terlebih dahulu memikirkan segala sesuatu di masa depan padahal hal itu belum tentu terjadi.
Orang yang bijaksana mereka tidak pernah cemas dan takut menghadapi masa depan karena mereka tahu dengan pasti bekerjanya hukum karma ini.

Untuk dapat memahami bekerjanya hukum karma ini, belajarlah ilmu energi karena energi tidak ada batas ruang dan waktu sehingga kita dapat melakukan pengukuran atas karma yang dahulu kita lakukan, kita pun dapat legowo menerima hasil karma yang harus kita terima saat ini karena kita tahu kapan kita menanamnya di masa lalu. Dan tentunya kita tidak perlu cemas menghadapi masa depan karena kita akan tahu bagaimana menanam yang baik saat ini.

Mulailah mengendalikan pikiran untuk terus positip karena energi mengikuti pikiran , tanpa disadari kekuatan pikiran kita lah yang menentukan kwalitas hidup kita.
Jika kita menanam pikiran positip saat ini maka hal yang positip pula yang akan kita tuai di masa depan.

Sabtu, 15 Maret 2014

Sakit merupakan bagian dari hukum karma.

Renungan jiwa 15 - 03 - 2014

Semua orang pernah mengalami sakit, dan pasti kita merasa tidak nyaman dengan sakit yang kita derita. Apalagi sakit yang kita derita tak kunjung sembuh, semakin stress diri kita memikirkannya. Menjadi sakit merupakan sesuatu yang wajar bagi kita yang masih bertubuh fisik. Tetapi marilah kita coba amati mengapa tubuh kita menjadi sakit.

Hukum alam ini adalah hukum tabur tuai, jadi segala kejadian dalam hidup kita selalu dipengaruhi oleh hukum ini termasuk kesehatan kita. Yang menciptakan hidup ini adalah diri kita sendiri, ada yang kita tanam pada kehidupan saat lalu dan kita tuai pada hidup saat ini atau kita menanamnya pada kehidupan saat ini dan menuai pada kehidupan ini juga. Untuk mengetahui hal ini dengan pasti kita dapat mengamati dari proses seseorang menjadi sakit sebagai salah satu contoh.

Amati saja orang yang malas mereka cenderung sedikit bergerak, mereka mempunyai otot-otot yang lemah, tubuh mereka cenderung menjadi gemuk,loyo mudah sakit. Mereka tidak memahami bahwa tubuh memerlukan olah raga untuk membuat tubuh ini menjadi sehat. Mereka menanam kemalasan bergerak yang akhirnya dimasa tua mereka menuai sakit .
Orang-orang yang dimasa muda mengkonsumsi makanan yang berlemak, suka makan enak untuk memuaskan nafsu mereka cenderung di masa tuanya menuai sakit.
Mereka yang masa mudanya suka merokok dan minum-minuman keras pada masa tuanya mengalami banyak komplikasi penyakit.
Dan masih banyak lagi kasus penyakit yang muncul beberapa waktu kemudian karena kita menanam hal yang buruk saat ini. Menjadi sakit tidak terjadi seketika karena masa masuknya penyakit kedalam tubuh pun membutuhkan waktu. Kalau daya tahan tubuh kita rendah penyakit akan mudah masuk kedalam tubuh, daya tahan tubuh rendah karena kita tidak memperhatikan pola makan kita. Pola makan yang salah menimbulkan penyakit. Kita menanam pola makan yang tidak baik, kitapun menuai sakit. Inilah hukum karma, sangat sederhana ternyata.

Kalau kita memahami hal ini, ternyata sangat mudah untuk menjadi sehat, tanam saja pola makan yang baik, makan secara teratur jangan berlebihan, rajin berolah raga, istirahat yang cukup, tidak stress maka kita pun akan menuai kesehatan yang baik dimasa tua kita.
Mengapa kita tidak mencipta kehidupan yang lebih baik dimasa tua dengan menanam disiplin yang baik untuk tubuh kita saat ini ?

Renungkan hal ini , sesuatu yang sederhana tetapi apabila kita mampu menjalankan yang sederhana ini maka kita akan mendapatka hasil yang luar biasa pada masa yang akan datang. Persiapkan kwalitas hidup yang kita inginkan dari sekarang, tidak ada kata terlambat.
Kita bertanggung jawab atas kesehatan kita sendiri dan kita sendiri yang merasakan hasilnya.

Marilah kita menciptakan keselarasan dalam hidup kita dengan kesadaran akan kesehatan tubuh fisik, kesehatan tubuh mental,kesehatan tubuh emosional, dan kesehatan tubuh spiritual.
Maka kita akan menjalani hidup ini penuh dengan kedamaian.