Sabtu, 09 Agustus 2014

Peraturan tidak menjamin membuat semua orang menjadi disiplin.

Banyak peraturan yang dibuat untuk mendisiplinkan tatanan bermasyarakat , tetapi lebih banyak yang melakukan pelanggaran , karena sebagian besar masyarakat selalu berpikir bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar .
Ketika suatu perguruan memberlakukan disiplin yang ketat untuk murid-murinya maka kita akan mendapatkan mereka semakin berontak dan tidak disiplin.
Kedisiplinan ternyata bukan sesuatu yang harus dipaksakan , tetapi kedisiplinan sebaiknya diterapkan berdasarkan pemahaman.
Kita harus memahami dahulu mengapa kita perlu mendisiplinkan diri kita , kita harus paham manfaat apa yang akan kita dapatkan kalau kita melakukan disiplin tersebut, dan kita juga harus renungkan apa yang kita dapatkan apabila kita tidak mendisiplinkan diri.
Segala perubahan harus diawali dari dalam diri kita , katika kita mempunyai kesadaran untuk mendisiplinkan diri barulah peraturan tata tertib di masyarakan dapat berjalan dengan penuh kedisiplinan.
Menjadi disiplin berarti kita mengikatkan diri dengan peraturan yang nantinya membuat kita menjadi bebas . Bebas tanpa peraturan akhirnya membuat kita terikat.
Contoh :
Kalau kita disiplin menjaga pola makan yang sehat selagi muda maka kita akan menikmati masa tua yang sehat ,kita menjadi bebas .
Kalau masa muda kita makan seenaknya , merokok dan minum-minuman keras , maka masa tua akan dibelenggu dengan sakit yang berkepanjangan , kita akan terikat dengan sakit tersebut.
Berupayalah untuk mendisiplinkan diri pada aturan-aturan yang ada dimasyarakat agar kehidupan kita selaras dan harmonis.
Berupayalah MENDISIPLINKAN PIKIRAN untuk selalu POSITIF agar kwalitas hidup kita menjadi lebih baik dan penuh kedamaian.

Jumat, 01 Agustus 2014

Renungan jiwa 01 agustus 2014

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh HearthMath Institute mengenai besarnya energi yang dipancarkan oleh otak sebagai 'pusat pikiran' dan hati sebagai 'pusat perasaan' :

- Daya sinar elektrik dari hati (EKG) mencapai 60x lebih kuat dari pada sinyal elektrik yang dihasilkan oleh otak (EEG).

- Medan magnet dari hati 5.000x lebih kuat daripada yang ditimbulkan oleh otak.

"Jadi kita memancarkan jauh lebih banyak energi melalui hati daripada melalui otak..!!!"

Nah, sekarang tau kan kenapa 'penarikan' yang mengandalkan kekuatan pikiran saja hasilnya kadang ga seperti yang diharapkan. Jika perasaan terhadap hasil tidak selaras dengan apa yang digambarkan oleh pikiran maka keinginan-keinginan tersebut belum dapat menjadi kenyataan.

Milikilah Keyakinan diatas Keinginan..
Jika belum bisa yakin-yakin juga... mungkin ada hambatan seperti 'mental block', perasaan tidak layak dan lain sebagainya... Bereskan dulu yaaaaaa..