Jadi, ini adalah hasil akhir untuk memenuhi nilai UAS dari mata pelajaran ICT oleh Pak Andreas, terdiri dari 2 file yaitu PPT dan Infographics yang dibuat secara terpisah.
PPT (ada beberapa yang berubah meskipun sudah di embed all characters)
INFOGRAPHICS
Thankyou for your attention, God Bless Us.
Minggu, 09 Desember 2018
Rabu, 07 November 2018
Yuk, Test Pengetahuan Anda Tentang Cyber Crime!
Karena kemarin saya sudah share artikel yang membahas tentang salah satu cyber crime yang terjadi di Indonesia, saatnya saya berhak mengetest orang-orang yang ingin di-test kemampuannya atau pengetahuannya tentang Cyber Crime tersebut. Disini tidak ada unsur paksaan ya, guysss.... Have fun!
Klik Link ini yah
Menurut Anda Tentang Cyber Crime
Klik Link ini yah
Menurut Anda Tentang Cyber Crime
Selasa, 30 Oktober 2018
Kejahatan Cyber Makin Mengancam, Kasus Hacker Lulusan SMP Kemarin Buktinya.
Jadi, sebelum ke khasus cybercrime yang sangat terbaru, yukkk kita pelajari dulu apasih cyber crime ituuuuuu??? Cyber Crime adalah bentuk kejahatan baru yang menggunakan internet sebagai media untuk melakukan tindak kejahatan dengan munculnya era internet. Setiap aktifitas kejahatan yang dilakukan di internet atau melalui jaringan internet, umumnya disebut sebagai kejahatan internet.
Jenis dan pelanggaran cyber crime sangat beragam sebagai akibat dari penerapan teknologi. Cyber crime dapat berupa penyadapan dan penyalahgunaan informasi atau data yang berbentuk elektronik maupun yang ditransfer secara elektronik, pencurian data elektronik, pornografi, penyalahgunaan anak sebagai objek melawan hukum, penipuan memalui internet, perjudian di internet, pengrusakan website, disamping pengrusakkan system melalui virus, Trojan horse, signal grounding dan lain lain.
Siapa pelaku cyber crime?
Perlu kita ketahui pelaku cybercrime adalah mereka yang memiliki keahlian tinggi dalam ilmu computer, pelaku cybercrime umumnya menguasai algoritma dan pemrograman computer untuk membuat script/kode malware, mereka dapat menganalisa cara kerja system computer dan jaringan, dan mampu menemukan celah pada system yang kemudian akan menggunakan kelemahan tersebut untuk dapat masuk sehingga tindakan kejahatan seperti pencurian data dapat berhasil dilakukan.
Hacking adalah salah satu kegiatan yang bisa memunculkan cybercrime. Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan.
Hacker memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa hacker-lah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dll. Padahal mereka adalah cracker-lah yang menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para hacker dipahami menjadi dua golongan :
1. White Hat Hacker adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada hacker yang secara etis menunjukkan kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut.
Topi putih atau White Hat Hacker adalah pahlawan atau orang baik, terutama dalam bidang komputer, dimana ia menyebut etika hacker atau penetrasi penguji yang berfokus pada mengamankan dan melindungi IT sistem. Peretas topi putih atau peretas suci, juga dikenal sebagai "good hacker," adalah ahli keamanan komputer, yang berspesialisasi dalam penetrasi pengujian, dan pengujian metodologi lain, untuk memastikan bahwa perusahaan sistem informasi yang aman. Pakar keamanan ini dapat memanfaatkan berbagai metode untuk melaksanakan uji coba mereka, termasuk rekayasa sosial taktik, penggunaan alat-alat hacking, dan upaya untuk menghindari keamanan untuk mendapatkan masuk ke daerah aman.
2. Black Hat Hacker adalah dalam penggunaan umum, hacker adalah seseorang yang menerobos masuk ke dalam komputer, biasanya dengan memperoleh akses ke kontrol administratif. Beberapa berpendapat bahwa hacker,digambarkan sebagai orang yang menerobos masuk ke dalam komputer dengan cara menerobos sistem keamanannya.di dunia ada komunitas hacker.komunitas hacker ini adalah komunitas orang yang memiliki minat besar dalam pemrograman komputer, sering menciptakan perangkat lunak open source. Orang-orang ini sekarang mengacu pada cyber-criminal hacker sebagai "cracker".
Ini dia salah satu pelaku Cyber Crime (hacker/cracker) yang terkenal di Indonesia, hingga menerima gaji sampai triliun-an
Banyak warga Indonesia yang tercengang ketika kasus Haikal terungkap kemarin. Bayangkan, bocah 19 tahun yang cuma tamatan SMP tersebut berhasil membobol 4200-an situs online. Nama-nama situs besar seperti Tiket.com hingga situs Polri, tak luput dari sasaran aksinya. Bahkan situs milik Abu Rizal Bakrie saja pernah diretas dan tampilannya diganti dengan gambar anak kecil. Kalau bicara soal uang, Haikal cs sampai bisa mendapat milyaran rupiah dari kegiatan hacking menjebol situs-situs dan menipu banyak pengguna internet.
Sebelum Haikal, petugas Siber Bareskrim menangkap tiga anak buahnya di sebuah rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 28 Maret 2017. Ketiga anak buah Haikal juga terbilang masih muda dan hanya lulusan SMA. Ketiganya adalah MKU (19), AI (19), dan NTM (27). Ketiga tersangka menyebut Haikal sebagai hacker yang hebat. Sebab, meski lulusan SMP, Haikal sudah meretas atau membobol sekitar 4.600 situs. Mulai situs pihak swasta hingga pemerintah, termasuk dalam dan luar negeri, pernah dibobolnya. Situs Polri pun pernah dibobolnya. Kemampuan atau skill Haikal dalam meretas situs didapatkannya dengan belajar secara autodidak dari artikel di internet. Penyidik sempat mengkonfirmasi pengakuan tiga tersangka tersebut. Dan Haikal mengakuinya. "Iya benar. Iya (termasuk situs Polri). Itu dilakukannya sejak tahun 2013-an," kata Idam.
Nah berkaca dari kasus kemarin, kamu wajib hati-hati biar nggak jadi korban penipuan penjahat masa kini semacam Haikal ini. Masalahnya orang masih banyak yang awam masalah kejahatan cyber yang sebenarnya sudah merajalela. Akibatnya, belum banyak juga yang tahu cara pencegahannya. Nih Hipwee News & Feature punya infonya dari Heimdal Security. Kamu jangan sampai buta sama kejahatan di dunia maya, apalagi Indonesia yang termasuk salah satu negara paling rawan diserang kejahatan cyber.
Daftar Pustaka
Nanda. 2011. "Cyber Crime: Pengertian Hacker". http://myarticels-cybercrime.blogspot.com/p/pengertian-hacker.html di akses pada November 2011.
Jenis dan pelanggaran cyber crime sangat beragam sebagai akibat dari penerapan teknologi. Cyber crime dapat berupa penyadapan dan penyalahgunaan informasi atau data yang berbentuk elektronik maupun yang ditransfer secara elektronik, pencurian data elektronik, pornografi, penyalahgunaan anak sebagai objek melawan hukum, penipuan memalui internet, perjudian di internet, pengrusakan website, disamping pengrusakkan system melalui virus, Trojan horse, signal grounding dan lain lain.
Siapa pelaku cyber crime?
Perlu kita ketahui pelaku cybercrime adalah mereka yang memiliki keahlian tinggi dalam ilmu computer, pelaku cybercrime umumnya menguasai algoritma dan pemrograman computer untuk membuat script/kode malware, mereka dapat menganalisa cara kerja system computer dan jaringan, dan mampu menemukan celah pada system yang kemudian akan menggunakan kelemahan tersebut untuk dapat masuk sehingga tindakan kejahatan seperti pencurian data dapat berhasil dilakukan.
Hacking adalah salah satu kegiatan yang bisa memunculkan cybercrime. Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan.
Hacker memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa hacker-lah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dll. Padahal mereka adalah cracker-lah yang menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para hacker dipahami menjadi dua golongan :
1. White Hat Hacker adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada hacker yang secara etis menunjukkan kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut.
Topi putih atau White Hat Hacker adalah pahlawan atau orang baik, terutama dalam bidang komputer, dimana ia menyebut etika hacker atau penetrasi penguji yang berfokus pada mengamankan dan melindungi IT sistem. Peretas topi putih atau peretas suci, juga dikenal sebagai "good hacker," adalah ahli keamanan komputer, yang berspesialisasi dalam penetrasi pengujian, dan pengujian metodologi lain, untuk memastikan bahwa perusahaan sistem informasi yang aman. Pakar keamanan ini dapat memanfaatkan berbagai metode untuk melaksanakan uji coba mereka, termasuk rekayasa sosial taktik, penggunaan alat-alat hacking, dan upaya untuk menghindari keamanan untuk mendapatkan masuk ke daerah aman.
2. Black Hat Hacker adalah dalam penggunaan umum, hacker adalah seseorang yang menerobos masuk ke dalam komputer, biasanya dengan memperoleh akses ke kontrol administratif. Beberapa berpendapat bahwa hacker,digambarkan sebagai orang yang menerobos masuk ke dalam komputer dengan cara menerobos sistem keamanannya.di dunia ada komunitas hacker.komunitas hacker ini adalah komunitas orang yang memiliki minat besar dalam pemrograman komputer, sering menciptakan perangkat lunak open source. Orang-orang ini sekarang mengacu pada cyber-criminal hacker sebagai "cracker".
Ini dia salah satu pelaku Cyber Crime (hacker/cracker) yang terkenal di Indonesia, hingga menerima gaji sampai triliun-an
Banyak warga Indonesia yang tercengang ketika kasus Haikal terungkap kemarin. Bayangkan, bocah 19 tahun yang cuma tamatan SMP tersebut berhasil membobol 4200-an situs online. Nama-nama situs besar seperti Tiket.com hingga situs Polri, tak luput dari sasaran aksinya. Bahkan situs milik Abu Rizal Bakrie saja pernah diretas dan tampilannya diganti dengan gambar anak kecil. Kalau bicara soal uang, Haikal cs sampai bisa mendapat milyaran rupiah dari kegiatan hacking menjebol situs-situs dan menipu banyak pengguna internet.
Sebelum Haikal, petugas Siber Bareskrim menangkap tiga anak buahnya di sebuah rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 28 Maret 2017. Ketiga anak buah Haikal juga terbilang masih muda dan hanya lulusan SMA. Ketiganya adalah MKU (19), AI (19), dan NTM (27). Ketiga tersangka menyebut Haikal sebagai hacker yang hebat. Sebab, meski lulusan SMP, Haikal sudah meretas atau membobol sekitar 4.600 situs. Mulai situs pihak swasta hingga pemerintah, termasuk dalam dan luar negeri, pernah dibobolnya. Situs Polri pun pernah dibobolnya. Kemampuan atau skill Haikal dalam meretas situs didapatkannya dengan belajar secara autodidak dari artikel di internet. Penyidik sempat mengkonfirmasi pengakuan tiga tersangka tersebut. Dan Haikal mengakuinya. "Iya benar. Iya (termasuk situs Polri). Itu dilakukannya sejak tahun 2013-an," kata Idam.
Nah berkaca dari kasus kemarin, kamu wajib hati-hati biar nggak jadi korban penipuan penjahat masa kini semacam Haikal ini. Masalahnya orang masih banyak yang awam masalah kejahatan cyber yang sebenarnya sudah merajalela. Akibatnya, belum banyak juga yang tahu cara pencegahannya. Nih Hipwee News & Feature punya infonya dari Heimdal Security. Kamu jangan sampai buta sama kejahatan di dunia maya, apalagi Indonesia yang termasuk salah satu negara paling rawan diserang kejahatan cyber.
Daftar Pustaka
Nanda. 2011. "Cyber Crime: Pengertian Hacker". http://myarticels-cybercrime.blogspot.com/p/pengertian-hacker.html di akses pada November 2011.
Langganan:
Postingan (Atom)

