Kamis, 29 Mei 2014

Aku Rindu Kamu yang Dulu

Setelah pertengkaran kita semalam, rasanya aku masih belum paham; pria macam apa yang dulu bisa begitu kucintai. Aku tidak pernah melihat kamu yang seperti ini. Kamu yang tang tak peduli, kamu yang mengucapkan janji setengah hati, kamu yang selalu marah setiap kali kutanya siapa wanita-wanita itu, kamu yang tak pernah mau jelaskan dan menjawab pertanyaanku, dan kamu yang kali ini tidak lagi kukenali. Aku tidak tahu siapa pria yang kali ini membalas pesan singkatku, pria yang begitu mudah berkata putus, kemudian mengeluarkan makian dalam bahasa Jawa, lalu menonaktifkan ponsel tanpa memberikan penjelasan apapun.

Kamu tahu, Sayang, aku sudah sesabar apa. Aku rela tidak menuntutmu ini itu, karena pekerjaanmu yang segunung dan tak bisa sering-sering memberi kabar untukku. Aku tidak memintamu selalu menghubungiku sepanjang waktu, berusaha tak memarahimu ketika kamu lelah dengan pekerjaanku dan melarikan semua amarahmu dengan cara menyakitiku. Aku setia jadi tempat curahan hatimu, tempat kamu membentak seluruh isi dunia, tempat kamu membenci hari-hari. Aku berusaha sekuat mungkin jadi dinding kokoh yang kauludahi, kaucoret-coret, kaukotori tanpa aku memakimu balik. Apakah kautak melihat kesabaran hati seorang perempuan dari semua sikapku yang selalu menahan diri untuk tak menangis di depanmu?

Kamu tak lihat air mataku, tak lihat juga seberapa parah lukaku selama ini. Aku tak pernah berusaha berteriak seperti kamu selalu meneriakiku, tak ingin memaki dengan bahasa Jawa kasar, tak mau melukaimu seperti kamu selalu melukaiku. Sebutkan padaku, Sayang, perempuan mana yang rela berdarah-darah untukmu selain ibumu dan aku? Perempuan mana yang ada bersamamu bahkan dalam sakit dan lemahmu jika bukan ibumu dan aku? Apakah perempuan lain yang selalu kaudatangi dan kaucumbu itu bisa bertahan denganmu bahkan dalam keadaan terburukmu? Apakah perempuan lain yang selalu membuatku harus bersabar lebih banyak lagi ada perempuan yang pantas kaudatangi?

Sayang, sadarlah, suatu saat nanti perempuan jalang yang kaucumbu meskipun hanya lewat kata itu akan pergi, mengisap habis seluruh kekuatan dan dayamu, pada akhirnya kamu akan terseok-seok berjalan ke arahku. Namun, masa itu belum datang, Sayang. Saat ini, kamu hanya melihatku sebagai perempuan ingusan yang bahkan belum lulus kuliah. Perempuan egois, labil, cabe, emosi, tak tahu diri yang hanya ingin dikabari sepanjang hari. Sayang, kamu melihatku hanya dari sisi yang paling kaubenci. Kaubelum paham bahwa perempuan yang takut kehilangan kamu adalah perempuan yang sangat mencintai kamu. Masa itu akan datang, Sayang, saat aku tak lagi memedulikanku dan kamu bersungut-sungut memintaku pulang.

Kali ini, biarkan hatiku teriris sendiri. Biarkan aku yang terluka parah, biarkan aku yang menangis diam-diam sekarang. Tapi, lihatlah nanti, Sayang. Suatu saat nanti, air mataku berubah jadi senyum tak berkesudahan. Aku sebenarnya tahu apa yang harus kulakukan, pergi meninggalkanmu, melupakanmu, dan menganggap semua tak pernah terjadi. Namun, sekarang aku masih sabar untuk menghadapimu, aku masih ingin memberimu kesempatan untuk yang ke beribu kali. Jika kesabaranku ini masih ingin kamu sia-siakan, mungkin jalan terbaik memang harus pergi. Karena kamu bukan lagi pria yang kukenal seperti dulu lagi, bukan pria manis yang kucintai karena ketulusan dan keramahannya.

Kini, kamu adalah pria kasar yang tak segan-segan mengeluarkan kata makian, hujatan, dan kata-kata lain yang menusukkan jarum-jarum kecil di hatiku. Kamu berubah jadi pria lain, pria egois yang selalu ingin dimengerti kesibukkannya, dan membiarkan aku menunggu sabar tanpa melawan ataupun membuka suara. Aku tak tahu mengapa perjuanganku hanya kauanggap angin lalu. Apa matamu tak terbuka untuk menyadari siapa perempuan yang selama ini jatuh bangun hanya untuk mencintaimu?

Biarlah waktu yang membuatmu sadar, Sayang. Biarkan aku yang hanya kauanggap angin lalu ini pergi pelan-pelan dari hidupmu. Beri aku kesempatan untuk menghirup udara bebas dan tak lagi menangisi sikap cuekmu selama ini.

Permintaanku tak banyak, aku hanya ingin kamu yang dulu kembali lagi ke masa kini. Entahlah.... rasanya aku sangat ingin kamu yang dulu. Kamu yang lugu, polos, dan selalu takut kehilangan kamu. Aku rindu kamu yang dulu.

untuk yang selalu menganggapku adik
yang selalu percaya, cinta yang kurasa
hanya bualan belaka :")

Sabtu, 17 Mei 2014

Berjiwa besar dan berlapang dada

Renungan jiwa 17 mei 2014

Seorang teman datang dengan kemarahan karena habis bertengkar hebat dengan sahabat yang sangat disayanginya. Dia merasa tidak dapat memaafkan kesalahan sahabatnya dan memilih memutuskan tali persahabatan mereka. Sangat disayangkan persahabatan yang sudah terjalin lama harus berakhir dengan dendam. Sayapun memberikan saran untuk berjiwa besar dan berlapang dada menerima kembali sahabatnya, tetapi teman saya menolaknya. Saya hanya tersenyum karena saya tak mungkin memaksakan kehendak pada teman saya itu.

Sahabat adalah teman terbaik kita yang kita ajak berbagi dalam suka dan duka, bersama dia kita dapat menjalani kehidupan ini dengan tegar karena dia selalu memberi penguatan kepada kita. Tentunya saat-saat yang indah bersama akan menimbulkan kerinduan apabila kita berjauhan dengan mereka. Betapa menderita teman saya ini karena keputusannya sendiri. Penderitaan akan muncul seiring dengan waktu yang terus berjalan, bisakah teman saya mampu menjalani kehidupannya dengan damai ketika dendam masih ada didalam dirinya?

Kita semua pasti pernah mengalami kejadian seperti ini, entah dengan sahabat, teman, saudara kita. Bagaimana cara kita untuk tetap damai ?
Menjadi damai dan bahagia merupakan pilihan, orang lain tak mampu memaksakan kepada diri kita.

Untuk menjadi damai dan bahagia kita harus terlebih dahulu harus mampu mengalahkan ego kita, sehingga kita mampu berbesar hati dan berlapang dada menerima semua kejadian .

Ego yang tinggi membuat kita menjadi sombong dan tidak membutuhkan kehadiran orang lain untuk berbagi dengan diri kita. Memandang rendah orang lain dan merasa diri sudah benar.

Sangat kasihan orang yang mempunyai ego yang tinggi karena mereka sudah pasti tidak damai dan bahagia. Ego mereka membuat mereka menjadi keras hati. Tidak selamanya mereka akan terus bertahan dengan kondisi ini, karena ini akan membuat mereka kesepian dan lelah menjalani kehidupan.
Cobalah untuk merenungkan memahami diri sendiri,seberapakah ego saya ?

Cara kita untuk menurunkan ego adalah:
- mengetahui terlebih dahulu seberapa besar ego kita. Kita bisa melihat di kejadian-kejadian yang telah lewat. Tanpa kita pernah mengetahui seberapa besar ego kita, kita akan mempunyai kecenderungan selalu benar.
- sadari dan mengakui bahwa diri kita mempunyai hal itu, tanpa ada pengakuan dari diri sendiri maka kita tak akan mampu melepaskan ego kita, karena semua butuh pengakuan sebelum dilepaskan. Seperti suatu kesalahan tidak akan terselesaikan apabila belum ada pengakuan akan kesalahan tersebut.
Pengakuan diri sendiri menandakan kita telah mampu mengalahkan ego kita. Disinilah perang batin, perang kita dengan kegelapan yang ada didalam diri kita, kita harus mampu memenangkannya.
- setelah orang mampu menjadi pemenang mengalahkan egonya, barulah dia akan menjadi orang yang rendah hati. Mereka akan mampu berlapang dada, berbesar hati dan berjiwa besar untuk menerima kehidupan ini apa adanya.
Ketika hati seseorang menciut atau kecil maka penderitaan itu akan menyesakkan dada, tetapi orang yang berbesar hati dan berlapang dada mereka akan memperluas hati mereka mungkin sampai seluas lapangan sepak bola sehingga penderitaan yang ada tidak terasa.

Berlatihlah untuk mengalahkan ego kita sehingga kita mampu berlapang dada menerima orang lain apa adanya.
Alangkah indahnya dunia yang beraneka ragam ini apabila kita mampu berbesar hati dan berjiwa besar menerima kondisi orang lain karena semua orang sedang berproses.

Jangan mudah menghakimi kesalahan orang lain dengan keras karena kita juga tidak sempurna, hadapilah semuanya dengan kedamain bahwa semua memang harus terjadi seperti adanya untuk membuat kita semua bertumbuh.

Apalagi untuk orang yang kita sayangi, sahabat dan saudara kita, berlapangdadalah dan berjiwa besarlah untuk memulai kembali menjalin kedekatan hubungan, berupaya agar kita dapat bersama lagi untuk suatu kebersamaan yang indah yang membuat kita akan terus tersenyum dan tegar menjalani kehidupan ini karena ada sahabat, saudara yang menguatkan diri kita.

Pancarkan cinta kepada orang yang kita sayangi yang kita ajak bermasalah, karena orang yang penuh kemarahan mereka kekurangan cinta. Lakukan dalam beberapa hari sampai energi cinta itu penuh didalam diri mereka, dan kita harus berjiwa besar memulai percakapan untuk perbaikan hubungan.
Biarlah hubungan semua orang yang bermasalah menjadi baik kembali, dipenuhi dengan cinta dan kedamaian. Terjadilah . . .

Selasa, 13 Mei 2014

Hidup merupakan proses pembelajaran karakter

Renungan jiwa 13 mei 2014

Makna hidup bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan fisik belaka yaitu kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan. Proses hidup merupakan proses pendewasaan jiwa kita dari pemebelajaran karakter. Pembentukan karakter manusia tidak hanya dimulai dari kehidupan saat ini saja, tetapi sudah mulai terbentuk dari proses kehidupan sebelumnya.

Setiap hari dalam hidup kita selalu diisi oleh kejadian-kejadian yang memaksa kita untuk mampu menghadapinya dengan tegar, walaupun kadang kala membuat kita putus asa karena merasa terbebani dengan hidup ini. Dari masa anak-anak hingga masa tua rasanya pikiran kita selalu terus berputar yang membuat kita lelah. Bagaimana cara kita memahami hidup ini?

Kita dilahirkan untuk memahami jati diri kita dan mencari jalan untuk pulang. Proses diluar diri kita merupakan warna warni kehidupan yang mengiringi jalan kita, dan proses yang sesungguhnya terdapat didalam diri kita yaitu proses pembelajaran karakter.
Di dalam kehidupan bermasyarakat kita akan melihat orang-orang yang yang sabar, bertoleransi, bijaksana, penuh kedamaian akan sukses dalam menjalani kehidupannya dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Mereka nampak sangat bersahaja dan sangat bijaksana dalam menyikapi hidupnya bahkan selalu penuh dengan cinta. Bersama mereka kita akan merasakan radiasi energi kedamaian memancar dari diri mereka, sehingga kita terbuai dengan rasa yang membuat kita selalu rindu bersama mereka.
Mereka adalah orang- orang yang telah mampu mengolah rasa didalam diri mereka sehingga karakter baik didalam diri mereka menjadi kuat.
Orang-orang yang sudah mampu memahami karakter diri dengan baik, mereka selalu menjadi panutan atau tauladan bagi yang lainnya.

Banyak orang yang masih belum memahami mengapa mereka dilahirkan di dunia, mereka menjalani hidup hanya untuk memuaskan diri mereka saja, menyianyiakan hidup dengan kegiatan-kegiatan yang merugikan dirinya sendiri. Mereka membiarkan ego mereka mengatur hidup mereka sehingga mereka selalu berbenturan dengan orang lain dan ingin menang sendiri. Mereka tidak mau belajar untuk pembentukan karakter yang lebih baik sehingga kehidupan mereka sangat ruwet dan selalu bermasalah.
Kehidupan yang bagaimana yang hendak kita pilih?

Cobalah merenungi proses hidup kita sendiri, amati apa yang sudah kita lewati karena dari kejadian-kejadian yang kita alami kita akan tahu kwalitas diri kita sendiri. Banyak orang yang tidak mau menilai diri sendiri karena mereka terlalu sibuk menilai orang lain.

Pahamilah hidup kita merupakan pilihan diri kita sendiri tanpa tekanan dari luar. Jadi pilihlah untuk membuka diri dengan perubahan, belajarlah untuk membentuk karakter yang lebih baik, karena ini merupakan dasar untuk mendapat kwalitas hidup yang lebih baik.
Jangan malu untuk mengakui diri buruk, karena dengan mengetahui keburukan ini kita akan berupaya memperbaiki karakter kita menjadi lebih baik.

Orang yang sukses adalah orang yang memahami karakter diri mereka sendiri dan mampu menguatkan karakter yang baik didalam dirinya

Jumat, 09 Mei 2014

Bagaimana mungkin cinta menyakiti

Setiap saya buka social media, seperti twitter, path, maupun facebook, pasti ada saja orang yang menggerutu, mengeluh dan menderita karena cinta yang mengingatkan saya pada perkataan salah satu murid biksu terkenal yang berbunyi "Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir"

Saya memang tidak memiliki urusan dengan para ABG-ABG galau yang membagikan kegalauanya melalui media yang dapat dibaca oleh masyarakat luas karena itu adalah hak mereka, namun saya agak sedikit tergelitik tentang cinta yang menyebabkan derita. Diajaran agama manapun cinta selalu sesuatu yang indah. Dan saya masih berpikir bagaimana sesuatu yang indah yang diciptakan oleh Sang Maha Pencinta yang seharusnya membawa kedamaian dapat menyebabkan penderitaan bagi saudara saudara labil kita.

Saya bertanya pada beberapa teman saya mengenai pengertian cinta bagi mereka dan ternyata saat mereka menyebut kata cinta, beberapa dari mereka tidak membahas hal yang sama

Untuk mengetahui cinta yang sejati, kita harus belajar dari Tuhan, Sang Sumber Cinta. Cinta Tuhan adalah rasa sayang akan semua ciptaaNya, membebaskan ciptaaNya untuk memilih jalan yang diambilnya dan tetap adil dalam memberikan konsekuensi dari jalan yang mereka ambil. Bukan menganak emaskan orang orang-orang tertentu, namun memberikan semuanya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Namun saat sang ciptaan menyadari jalan yang ditempuhnya kurang tepat dan dengan penuh kesadaran memilih untuk kembali padaNya, Tuhan akan selalu membuka pintuNya dan menyambut sang ciptaan. Tidak ada keinginan untuk memiliki.

Coba bayangkan bila Tuhan memiliki keterikatan pada ciptaaNya tentu kita tidak memiliki hak untuk memilih jalan kita sendiri. Namun dengan cintaNya lah Tuhan mengingatkan kita dengan caraNya untuk mendapatkan kesadaran agar tetap di jalan yang benar. Ya walaupun itu juga bila sang ciptaan cukup humble untuk menangkap tanda tanda itu. Walaupun kebanyakan ciptaanNya malah marah dan tidak jarang memakiNya, Tuhan akan tetap dengan sabar menuntun kita tanpa terikat dan mengikat.

Beberapa ciptaan yang merasakan Cinta itu akan secara sukarela mengikatkan diri padaNya. Bukan karena paksaan, namun sepenuhnya karena rasa di dalam diri yang bahkan mereka tidak pahami. Rasa yang disebut Cinta

Seperti yang didendangkan oleh grup musik tahun 90an

Inikah namanya cinta, inikah cinta
Cinta pada jumpa pertama
Inikah rasanya cinta, inikah cinta
Terasa bahagia saat jumpa, dengan dirinya

Cinta lebih pada rasa bahagia dan bagaimana menerima orang atau objek cinta kita tanpa merubahnya secara paksa menjadi orang atau objek yang kita mau dan membiarkan nya berkembang sesuai jalur perkembangan nya.

Dengan mengambil definisi ini dipastikan kita akan tetap damai dan tidak akan terluka karena cinta. Mungkin saudara saudara kita yang labil itu hanya memilih pengertian yabg salah tentang cinta. Karena saat kita menolak salah satu aspek dari objek cinta kita (orang atau apapun) maka penderitaan lah yang akan datang. Karena seperti di post saya sebelumnya, penolakan adalah sumber penderitaan.

Setelah saya melihat beberapa keluhan rasa sakit akibat cinta, saya melihat salah satu post yang membuat saya tersenyum

"Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak mengubahnya menjadi seperti yang kita inginkan, jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita lihat pada dirinya" - Pencinta Wanita

Semoga orang yang menulis itu tidak hanya menulis saja tapi juga memahami dan mencintai orang yang dicintainya, seperti aku mencintai dirinya yang (semoga) tersenyum saat membaca tulisan ini.

Yak sepertinya sudah cukup saya biarkan akal budi ini berkelana mencari makna dari Cinta. Semoga pemahaman ini dapat saya praktikan dalam keseharian saya. Terima kasih Tuhan, I love you. Kini saatnya saya mengistirahatkan tubuh dan akalbudi saya dan berlayar ke alam mimpi.

Nb. Kemurnian cinta akan lebih mudah anda pahami dengan pemahaman energi. Karena itulah satu satunya cara mengukur cinta secara objektif.

Kamis, 08 Mei 2014

Renungan jiwa 8 mei 2014

Bukan karena indahnya doa yang dilantunkan atau banyaknya japa yang diucapkan membawa kita terhubung dengan Tuhan, tetapi kebersihan hati kita yang penuh dengan cinta, penerimaan yang dalam atas apapun yang Tuhan berikan dalam kehidupan ini entah itu penderitaan maupun kegembiraan yang bisa kita rasakan dengan rasa syukur dan totalitas untuk tidak memilih dan mengeluh dalam menjalani seluruh waktu yang telah disiapkan Tuhan sebagai proses perjalanan jiwa dan dengan kesadaran penuh untuk selalu melayani Tuhan yang ada dalam semua ciptaanNya.

Rabu, 07 Mei 2014

Renungan jiwa 7 mei 2014

Janganlah menjadi sombong dengan merasa diri sudah tahu dan berkomentar buruk atas pendapat orang lain, mungkin kita yang belum cukup pengetahuan sehingga kita belum pernah mendengar kebenaran yang mereka katakan.
Orang bijaksana akan mendengarkan pendapat orang dengan rendah hati tetapi tidak menelan mentah mentah semua pendapat orang lain tetapi mereka akan menelaah, bereksperimen membuktikan kebenaran yg mereka dengar dan kemudin barulah menarik kesimpulan sehingga mereka dapat meyakini kebenaran tersebut. Orang bijaksana tidak sekedar ikut-ikutan dan tidak juga menolak segala sesuatu tanpa memahaminya terlebih dahulu.
Bukalah diri dengan pendapat orang lain, siapa tahu mereka menjadi utusan Tuhan untuk memberi kita ilmu pengetahuan yang layak untuk kita dapatkan.

Senin, 05 Mei 2014

Menyiapkan waktu untuk diri sendiri

Renungan jiwa 5 mei 2014

Banyak orang mengeluh kehabisan waktu untuk dirinya, karena mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya. Mereka mengeluh dengan waktu yang terasa sangat cepat berlalu padahal banyak pekerjaan yang belum terselesakan. Ketika kita mendengarkan cerita mereka kadang kala kitapun ikut-ikutan menyalahkan sang waktu tanpa melihat kebenaran cerita yang kita dengar. Benarkah waktu selalu sebagai penghalang kita untuk beraktivitas?

Dalam satu hari kita mempunyai 24 jam, dan selama kurang lebih 8 jam kita gunakan untuk tidur dan selebihnya 16 jam untuk aktivitas lainnya. Keluhan orang yang mengatakan tak banyak punya waktu untuk dirinya membuat kita bertanya bagaimana cara mereka mengatur waktunya?

Ternyata kebutuhan untuk mengatur waktu merupakan penentu dari kesuksesan hidup kita. Banyak orang yang terlihat sangat sibuk tetapi pekerjaan merèka tidak menghasilkan sesuatu yang sangat berarti, tetapi ada yang terlihat santai dan banyak waktu dan mereka sangat sukses. Bagaimana sebaiknya cara kita mengatur waktu dalam kehidupan ini?

Ketika saya masih kecil orang-orang tua selalu menasehati saya untuk bangun pagi hari sebelum kedahuluan matahari terbit, supaya banyak rejekinya, dan dengan polosnya sayapun mengikuti nasehat tersebut dan menjadikannya sebagai kebiasaan tanpa tahu benar dari makna bangun pagi dan banyak rejeki. Tetapi saat ini setelah menjalani proses bertumbuh sayapun mulai memahami nasehat tersebut apalagi setelah saya mempelajari energi, lebih banyak pemahaman yang membuat saya sangat beryukur dengan nasehat orang-orang tua dahulu.

Berdasarkan pemahaman energi, waktu pagi hari sekitar jam 03.00 sampai dengan 06.00 mempunyai power energi illahi yang paling kuat karena pada jam-jam tersebut sangat sedikit kontaminasi energi negatif yang mengkontaminasi karena sebagian besar manusia tertidur sehingga belum banyak pikiran negatif dan stress yang dihasilkan sehingga energi di pagi hari cenderung lebih murni dan inilah yang membuat banyak orang yang menggunakan waktu ini untuk berdoa. Kekuatan energi Tuhan akan mengalir lebih kuat sehingga memudahkan kita masuk dalam keheningan.
Bagi para penekun spiritual mereka akan memanfaatkan waktu ini untuk mengisi dirinya dengan kekuatan Tuhan. Mereka akan melakukan disiplin spiritual merekà seperti sholat subuh, meditasi, yoga asanas, dan banyak lagi ritual lainnya dengan tujuan yang sama memanfaatkan waktu bagi pemenuhan kebutuhan makanan jiwa mereka.
Apabila kita mengawali hari kita dengan penyerahan diri kepada Tuhan terlèbih dahulu, mempersembahkan kerja kita kepada Tuhan maka dalam satu hari ini kita akan melihat semua proses kerja kita sangatlah ringan dan indah. Energi Tuhan akan mengalir didalam proses kerja kita, semua dilancarkan dan dimudahkan karena kita sudah terlebih dahulu mempersembahkannya sebelum kita memepeŕoleh hasilnya. Kitapun akan lebih iklas menjalani hidup kita, dan dapat menjalani hidup tanpa mengeluh.

Agar dalam satu hari kita dapat menjalani hidup kita dengan penuh keiklasan ternyata kuncinya adalah :

Bangun pagi hari dan siapkan waktu untuk diri sendiri terhubung dengan Tuhan. Bersyukur atas semua berkat kehidupan yang Tuhan berikan.

Melakukan perenungan batin, mengamati semua proses kehidupan kita, memaafkan dan meminta maaf dan melakukan pemurnian diri sehingga cinta kasih dapat memenuhi diri kita.

Mempersebahkan kepada Tuhan semua rencana kerja atau aktivitas kita satu hari nanti yang akan kita lakukan, secara otomatis pagi hari merupakan saat kita menyusun rencana kerja harian kita dengan lebih terarah dan setelah kita menyusunnya kitapun mempersembahkan rencana kerja kita kepada Tuhan untuk mendapat berkat dan rahmat Tuhan sehingga semua dapat berjalan dengan lancar.

Oang yang bijaksana mengatakan :
" Kwalitas hidup satu hari ditentukan dengan suasana hati di pagi hari "
Artinya kalau di pagi hari sudah dipenuhi dengan ketegangan dan stress maka kita kita akan melihat satu hari yang sangat melelahkan karena banyak ketegangan dan stress. Tetapi jika di pagi hari kita sudah dipenuhi denhan cinta dan kedamaian maka dalam satu hari kita akan melihat banyak keindahan didalam hidup kita.

Luangkan waktu dipagi hari sebagai waktu special bagi diri kita, bangunlah lebih awal jangan bermalas-malasan, siapkan diri untuk berdialog dengan Tuhan dan diri sendiri, dan setelah itu barulah sisa waktu kita gunakan untuk mencari ide-ide kreativ sebelum orang lain terbangun dan kontaminasi pikiran negatif dan energi stress memenuhi alam ini, dan akhirnya kitapun akan dapat membuktikan nasehat orang-orang tua jaman dahulu, bangun pagi banyak rejeki.