Kamis, 02 Oktober 2014

Renungan jiwa 2 oktober 2014

Semua orang menjujung tinggi kebenaran di alam ini, tetapi tak banyak yang mau mendengarkan kebenaran yang sesungguhnya disampaikan seseorang. Kadang kala banyak orang sengaja tak membiarkan kebenaran itu diungkapkan karena kepentingan pihak lain untuk memutarbalikkan kebenaran.
Bagaimana kita dapat mengetahui kebenaran yang terjadi, ketika kita menutup mata, telinga dan hati kita ?

Luangkan waktu untuk membiarkan mata kita melihat kebenaran dengan mengamati kejadian per kejadian sehingga kita melihat kebenaran yang terselip diantara pembenaran orang lain.

Biarkan telinga kita mendengarkan kebenaran karena kita mau dan meluangkan waktu mendengarkan orang lain mengatakan kebenaran yang sesungguhnya, seringkali kita gegabah lebih mendengarkan pembenaran orang lain tanpa mau mendengarkan kebenaran yang sesungguhnya karena itu menyakitkan hati.
Hanya orang yang rendah hati sajalah yang mau mendengarkan orang lain, orang yang ego mereka hanya ingin didengar tanpa mau mendengarkan orang lain.

Biarkan hati kita bersih tanpa memihak sehingga kita dapat menjadi netral melakukan penilaian sehingga kita benar- benar paham mana yang merupakan pembenaran dan mana kebenaran yang sejati.

Sesuai dengan Hukum Alam, sejenis menarik sejenis maka hanya orang-orang yang rendah hati dan bersih hati sajalah yang tahu kebenaran yang sejati dialam ini. Mereka akan cepat mengetahui dan membedakan mana yang merupakan pembenaran dan kebenaran yang sejati.
Orang yang penuh dengan ego, mereka susah membedakannya.

Tidak semua kebenaran adalah sesuatu yang baik, karena sesuatu yang buruk juga merupakan kebenaran.
Hati yang penuh keiklasan akan siap menerima kebenaran itu apa adanya.