"Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh."
Manusia diciptakan Tuhan dengan kesempurnaanya sebagai mahluk spiritual yang mempunyai akal budi dan kehendak bebas. Kita sangat bersyukur terlahir sebagai manusia, menjadi mahluk sosial yang mempunyai kemampuan untuk mampu hidup selaras dan harmonis dengan manusia lainnya. Tidak seperti hewan yang bersaing dengan hewan lainnya untuk mempertahankan hidup. Tetapi ternyata tidak semua orang dapat mensyukuri kodratnya terlahir menjadi manusia.
Manusia diciptakan oleh Tuhan dan kita semua meyakini kebenaran ini. Mempunyai kesamaan yang mendasar sebagai manusia yaitu dengan tubuh yang mempunyai fungsi tubuh yang sama walaupun bentuknya tidak sama persis karena faktor genetik yang berbeda, misalnya warna kulit, bentuk hidung, mata, dan lain sebagainya.
Perbedaan yang kecil dan beraneka ragam ini tidak membedakan identitas kita sebagai manusia karena kita mempunyai lebih banyak persamaan didalam tubuh fisik ini. Persamaan fisik kita membuat kita nyaman bersosialisasi dengan sesama manusia lainnya.
Dalam kesatuan utuh tubuh kita ini kita akan lebih kuat dalam menjalani kehidupan ini, tetapi apabila tubuh kita tercerai berai maka kita tak lagi mampu menjalankan kehidupan ini dengan baik.
Contoh diatas sebenarnya suatu contoh yang baik dalam proses kehidupan kita, sesuatu yang utuh atau bersatu akan jauh lebih kuat dari pada yang tercerai-berai.
Ketika kita menyadari sebagai manusia yang diciptakan Tuhan, jadikanlah persamaan untuk menyatukan, jangan melihat perbedaannya karena itu akan mencerai-beraikan kita.
Hukum alampun menyatakan, yang sejenis akan saling tarik menarik, yang tidak sejenis akan saling bertolakan.
Untuk mendapatkan kehidupan yang harmonis dialam ini, terapkanlah hukum alam dengan senantiasa mencari kesejenisan atau persamaan dengan orang lain, jangan selalu mencari-cari perbedaan dengan yang lainnya.
Luangkan waktu untuk merenungkan kejadian dalam kehidupan kita. Amati kembali hidup kita, dan lihatlah ketika ada masalah dengan orang lain pasti karena kita melihat hal yang berbeda dengan mereka. Perbedaan adalah sumber permasalahan seluruh kehidupan manusia.
Dalam setiap kondisi cobalah untuk mencari persamaan atau kesejenisan kita dengan hal yang kita temui. Jika kita dapat melihat persamaan kita dengan mereka, maka kita akan dapat bertoleransi dengan mereka.
Dengan fokus pada perbedaan kita akan mempunyai prasangka buruk dan berpikiran negatif, tetapi fokus dengan persamaan akan menimbulkan kedamaian dan pikiran positif.
Lihatlah kesejenisan atau persamaan dengan orang lain maka kita akan mampu saling menghargai satu sama lain.
Ingatlah " Bersatu kita teguh , bercerai kita runtuh. "
Persamaan akan menciptakan kesatuan , perbedaan akan menciptakan kehancuran.
Kamis, 25 Desember 2014
Sabtu, 08 November 2014
Magic - Rude
Saturday morning jumped out of bed
And put on my best suit
Got in my car and raced like a jet
All the way to you
Knocked on your door with heart in my hand
To ask you a question
'Cause I know that you're an old-fashioned man, yeah
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, but the answer is 'No'
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
Yeah, no matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
I hate to do this, you leave no choice
Can't live without her
Love me or hate me we will be boys
Standing at that altar
Or we will run away
To another galaxy, you know
You know she's in love with me
She will go anywhere I go
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, 'cause the answer's still 'No"
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
No matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
Rude
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say, I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, but 'No' still means 'No'!
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
No matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
Why you gotta be so
Rude
Why you gotta be so rude?
And put on my best suit
Got in my car and raced like a jet
All the way to you
Knocked on your door with heart in my hand
To ask you a question
'Cause I know that you're an old-fashioned man, yeah
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, but the answer is 'No'
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
Yeah, no matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
I hate to do this, you leave no choice
Can't live without her
Love me or hate me we will be boys
Standing at that altar
Or we will run away
To another galaxy, you know
You know she's in love with me
She will go anywhere I go
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, 'cause the answer's still 'No"
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
No matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
Rude
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say, I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, but 'No' still means 'No'!
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
No matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
Why you gotta be so
Rude
Why you gotta be so rude?
Kamis, 02 Oktober 2014
Renungan jiwa 2 oktober 2014
Semua orang menjujung tinggi kebenaran di alam ini, tetapi tak banyak yang mau mendengarkan kebenaran yang sesungguhnya disampaikan seseorang. Kadang kala banyak orang sengaja tak membiarkan kebenaran itu diungkapkan karena kepentingan pihak lain untuk memutarbalikkan kebenaran.
Bagaimana kita dapat mengetahui kebenaran yang terjadi, ketika kita menutup mata, telinga dan hati kita ?
Luangkan waktu untuk membiarkan mata kita melihat kebenaran dengan mengamati kejadian per kejadian sehingga kita melihat kebenaran yang terselip diantara pembenaran orang lain.
Biarkan telinga kita mendengarkan kebenaran karena kita mau dan meluangkan waktu mendengarkan orang lain mengatakan kebenaran yang sesungguhnya, seringkali kita gegabah lebih mendengarkan pembenaran orang lain tanpa mau mendengarkan kebenaran yang sesungguhnya karena itu menyakitkan hati.
Hanya orang yang rendah hati sajalah yang mau mendengarkan orang lain, orang yang ego mereka hanya ingin didengar tanpa mau mendengarkan orang lain.
Biarkan hati kita bersih tanpa memihak sehingga kita dapat menjadi netral melakukan penilaian sehingga kita benar- benar paham mana yang merupakan pembenaran dan mana kebenaran yang sejati.
Sesuai dengan Hukum Alam, sejenis menarik sejenis maka hanya orang-orang yang rendah hati dan bersih hati sajalah yang tahu kebenaran yang sejati dialam ini. Mereka akan cepat mengetahui dan membedakan mana yang merupakan pembenaran dan kebenaran yang sejati.
Orang yang penuh dengan ego, mereka susah membedakannya.
Tidak semua kebenaran adalah sesuatu yang baik, karena sesuatu yang buruk juga merupakan kebenaran.
Hati yang penuh keiklasan akan siap menerima kebenaran itu apa adanya.
Bagaimana kita dapat mengetahui kebenaran yang terjadi, ketika kita menutup mata, telinga dan hati kita ?
Luangkan waktu untuk membiarkan mata kita melihat kebenaran dengan mengamati kejadian per kejadian sehingga kita melihat kebenaran yang terselip diantara pembenaran orang lain.
Biarkan telinga kita mendengarkan kebenaran karena kita mau dan meluangkan waktu mendengarkan orang lain mengatakan kebenaran yang sesungguhnya, seringkali kita gegabah lebih mendengarkan pembenaran orang lain tanpa mau mendengarkan kebenaran yang sesungguhnya karena itu menyakitkan hati.
Hanya orang yang rendah hati sajalah yang mau mendengarkan orang lain, orang yang ego mereka hanya ingin didengar tanpa mau mendengarkan orang lain.
Biarkan hati kita bersih tanpa memihak sehingga kita dapat menjadi netral melakukan penilaian sehingga kita benar- benar paham mana yang merupakan pembenaran dan mana kebenaran yang sejati.
Sesuai dengan Hukum Alam, sejenis menarik sejenis maka hanya orang-orang yang rendah hati dan bersih hati sajalah yang tahu kebenaran yang sejati dialam ini. Mereka akan cepat mengetahui dan membedakan mana yang merupakan pembenaran dan kebenaran yang sejati.
Orang yang penuh dengan ego, mereka susah membedakannya.
Tidak semua kebenaran adalah sesuatu yang baik, karena sesuatu yang buruk juga merupakan kebenaran.
Hati yang penuh keiklasan akan siap menerima kebenaran itu apa adanya.
Kamis, 25 September 2014
Renungan jiwa 25 september 2014
Banyak orang yang menyepelekan pekerjaaan yang mereka anggap sederhana, padahal belum tentu mereka mampu menyelesaikan hal yang sederhana itu dengan sempurna.
Orang-orang yang sombong dan ceroboh hanya akan tertarik dengan pekerjaaan yang besar karena menghasilkan pendapatan yang besar tanpa memikirkan kwalitas pekerjaan yang bisa mereka kerjakan.
Untuk dapat menyelesaiakan sesuatu yang besar dengan kwalitas kerja yang baik, mereka harus memulai dan menyelesaikan hal yang paling sederhana dengan kwalitas pekerjaan yang sempurna.
Ketika kita bertemu dengan orang yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang sederhana, sudah pasti dia tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang lebih besar lagi.
Belajarlah untuk menghargai, fokus dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan hal-hal yang sederhana untuk menjadi terlatih menyelesaikan hal-hal yang besar.
Orang-orang yang sombong dan ceroboh hanya akan tertarik dengan pekerjaaan yang besar karena menghasilkan pendapatan yang besar tanpa memikirkan kwalitas pekerjaan yang bisa mereka kerjakan.
Untuk dapat menyelesaiakan sesuatu yang besar dengan kwalitas kerja yang baik, mereka harus memulai dan menyelesaikan hal yang paling sederhana dengan kwalitas pekerjaan yang sempurna.
Ketika kita bertemu dengan orang yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang sederhana, sudah pasti dia tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang lebih besar lagi.
Belajarlah untuk menghargai, fokus dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan hal-hal yang sederhana untuk menjadi terlatih menyelesaikan hal-hal yang besar.
Jumat, 19 September 2014
Renungan jiwa 19 september 2014
Orang-orang yang mempunyai tingkah laku yang aneh sebenarnya hanya untuk menarik perhatian orang lain agar mengerti tentang diri mereka.
Sifat ingin selalu diperhatikan menunjukkan bahwa mereka tidak cukup percaya diri, tetapi berusaha menutupi kekurangan dirinya dan kesannya jadi terlalu percaya diri atau over acting.
Ketika kita bertemu mereka, cobalah mengerti akan apa yang mereka inginkan, karena sebenarnya didalam lubuk hatinya mereka adalah orang-orang yang kesepian dan membutuhkan cinta yang lebih banyak.
Penuhilah diri mereka dengan cinta dan pengertian, karena sifat dasar manusia adalah ingin selalu diperhatikan.
Hanya orang yang rendah hati saja yang mampu memberikan perhatian kepada orang lain.
Berlatihlah sabar dengan memberikan perhatian kepada orang lain, dan jadilah rendah hati.
Sifat ingin selalu diperhatikan menunjukkan bahwa mereka tidak cukup percaya diri, tetapi berusaha menutupi kekurangan dirinya dan kesannya jadi terlalu percaya diri atau over acting.
Ketika kita bertemu mereka, cobalah mengerti akan apa yang mereka inginkan, karena sebenarnya didalam lubuk hatinya mereka adalah orang-orang yang kesepian dan membutuhkan cinta yang lebih banyak.
Penuhilah diri mereka dengan cinta dan pengertian, karena sifat dasar manusia adalah ingin selalu diperhatikan.
Hanya orang yang rendah hati saja yang mampu memberikan perhatian kepada orang lain.
Berlatihlah sabar dengan memberikan perhatian kepada orang lain, dan jadilah rendah hati.
Rabu, 17 September 2014
renungan jiwa 17 september 2014
Jika kita menunjukkan ketulusan hati dengan jujur, peduli dengan masalah dan kegelisahan orang lain, berarti kita sedang meningkatkan diri kita pada derajat yang lebih tinggi yang akan menumbuhkan kepercayaan orang lain kepada diri kita.
Kepercayaan bukan bersifat pribadi, kepercayaan muncul karena suatu hubungan. Ketika kita orang lain percaya kepada diri kita, berarti kita telah mampu memberikan pemahaman dan pandangan yang benar yang membuat orang lain menghargai, menghormati dan mempercayai opini kita.
Hargailah kepercayaan yang diberikan oleh orang lain dengan tanggung jawab penuh.
Sekali kita mengecewakan kepercayaan orang lain, selamanya orang lain tak akan pernah percaya lagi kepada kita.
Jagalah kepercayaan dengan ketulusan hati dan kejujuran.
Kepercayaan bukan bersifat pribadi, kepercayaan muncul karena suatu hubungan. Ketika kita orang lain percaya kepada diri kita, berarti kita telah mampu memberikan pemahaman dan pandangan yang benar yang membuat orang lain menghargai, menghormati dan mempercayai opini kita.
Hargailah kepercayaan yang diberikan oleh orang lain dengan tanggung jawab penuh.
Sekali kita mengecewakan kepercayaan orang lain, selamanya orang lain tak akan pernah percaya lagi kepada kita.
Jagalah kepercayaan dengan ketulusan hati dan kejujuran.
Selasa, 16 September 2014
Renungan jiwa 16 september 2014
Kita akan mampu melakukan banyak hal, apabila kita menyadari bahwa kita hanya sebagai saluran berkat Tuhan dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan.
Bekerja tanpa beban, melakukan semua pekerjaan dengan penuh keiklasan, karena dalam setiap kerja, kita menyadari kekuatan Tuhanlah yang menggerakkan semua indra dan tubuh kita.
Jadikanlah diri kita sebagai saluran Tuhan untuk proyek-proyek kemanusiaan.
Persembahkan seluruh hasil kerja kita kepada Tuhan, karena Tuhanlah yang bekerja melalui diri kita.
Jadilah pelayan Tuhan dengan penuh keiklasan.
Bekerja tanpa beban, melakukan semua pekerjaan dengan penuh keiklasan, karena dalam setiap kerja, kita menyadari kekuatan Tuhanlah yang menggerakkan semua indra dan tubuh kita.
Jadikanlah diri kita sebagai saluran Tuhan untuk proyek-proyek kemanusiaan.
Persembahkan seluruh hasil kerja kita kepada Tuhan, karena Tuhanlah yang bekerja melalui diri kita.
Jadilah pelayan Tuhan dengan penuh keiklasan.
Senin, 15 September 2014
Renungan jiwa 15 september 2014
Banyak orang yang menghakimi seseorang karena masa lalunya, mereka lupa bahwa kita semua telah bertumbuh.
Jangan menilai seseorang dari masa lalu mereka tetapi nilailah dari pencapain mereka saat ini. Perubahan besar mungkin telah terjadi saat ini, sehingga kita tak dapat lagi menyamakan mereka dengan kondisi masa lalu mereka.
Hargailah orang lain yang telah berubah, dan menjadi pemenang atas masa lalu mereka.
Jangan menilai seseorang dari masa lalu mereka tetapi nilailah dari pencapain mereka saat ini. Perubahan besar mungkin telah terjadi saat ini, sehingga kita tak dapat lagi menyamakan mereka dengan kondisi masa lalu mereka.
Hargailah orang lain yang telah berubah, dan menjadi pemenang atas masa lalu mereka.
Minggu, 14 September 2014
Renungan jiwa 14 september 2014
Jangan menginginkan penghargaan dari orang lain apabila kita tidak mempunyai sesuatu yang berharga didalam diri, yang membuat orang lain dengan tulus menghargai kita.
Seseorang harus mampu membuat dirinya berharga dari prestasi yang telah dicapainya.
Untuk bisa dihargai, seseorang harus terlebih dahulu mampu menghargai dirinya sendiri dan menghargai usaha atau kerja keras yang telah dilakukannya.
Penghargaan akan diberikan karena ada usaha dan prestasi.
Seseorang harus mampu membuat dirinya berharga dari prestasi yang telah dicapainya.
Untuk bisa dihargai, seseorang harus terlebih dahulu mampu menghargai dirinya sendiri dan menghargai usaha atau kerja keras yang telah dilakukannya.
Penghargaan akan diberikan karena ada usaha dan prestasi.
Sabtu, 09 Agustus 2014
Peraturan tidak menjamin membuat semua orang menjadi disiplin.
Banyak peraturan yang dibuat untuk mendisiplinkan tatanan bermasyarakat , tetapi lebih banyak yang melakukan pelanggaran , karena sebagian besar masyarakat selalu berpikir bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar .
Ketika suatu perguruan memberlakukan disiplin yang ketat untuk murid-murinya maka kita akan mendapatkan mereka semakin berontak dan tidak disiplin.
Kedisiplinan ternyata bukan sesuatu yang harus dipaksakan , tetapi kedisiplinan sebaiknya diterapkan berdasarkan pemahaman.
Kita harus memahami dahulu mengapa kita perlu mendisiplinkan diri kita , kita harus paham manfaat apa yang akan kita dapatkan kalau kita melakukan disiplin tersebut, dan kita juga harus renungkan apa yang kita dapatkan apabila kita tidak mendisiplinkan diri.
Segala perubahan harus diawali dari dalam diri kita , katika kita mempunyai kesadaran untuk mendisiplinkan diri barulah peraturan tata tertib di masyarakan dapat berjalan dengan penuh kedisiplinan.
Menjadi disiplin berarti kita mengikatkan diri dengan peraturan yang nantinya membuat kita menjadi bebas . Bebas tanpa peraturan akhirnya membuat kita terikat.
Contoh :
Kalau kita disiplin menjaga pola makan yang sehat selagi muda maka kita akan menikmati masa tua yang sehat ,kita menjadi bebas .
Kalau masa muda kita makan seenaknya , merokok dan minum-minuman keras , maka masa tua akan dibelenggu dengan sakit yang berkepanjangan , kita akan terikat dengan sakit tersebut.
Berupayalah untuk mendisiplinkan diri pada aturan-aturan yang ada dimasyarakat agar kehidupan kita selaras dan harmonis.
Berupayalah MENDISIPLINKAN PIKIRAN untuk selalu POSITIF agar kwalitas hidup kita menjadi lebih baik dan penuh kedamaian.
Ketika suatu perguruan memberlakukan disiplin yang ketat untuk murid-murinya maka kita akan mendapatkan mereka semakin berontak dan tidak disiplin.
Kedisiplinan ternyata bukan sesuatu yang harus dipaksakan , tetapi kedisiplinan sebaiknya diterapkan berdasarkan pemahaman.
Kita harus memahami dahulu mengapa kita perlu mendisiplinkan diri kita , kita harus paham manfaat apa yang akan kita dapatkan kalau kita melakukan disiplin tersebut, dan kita juga harus renungkan apa yang kita dapatkan apabila kita tidak mendisiplinkan diri.
Segala perubahan harus diawali dari dalam diri kita , katika kita mempunyai kesadaran untuk mendisiplinkan diri barulah peraturan tata tertib di masyarakan dapat berjalan dengan penuh kedisiplinan.
Menjadi disiplin berarti kita mengikatkan diri dengan peraturan yang nantinya membuat kita menjadi bebas . Bebas tanpa peraturan akhirnya membuat kita terikat.
Contoh :
Kalau kita disiplin menjaga pola makan yang sehat selagi muda maka kita akan menikmati masa tua yang sehat ,kita menjadi bebas .
Kalau masa muda kita makan seenaknya , merokok dan minum-minuman keras , maka masa tua akan dibelenggu dengan sakit yang berkepanjangan , kita akan terikat dengan sakit tersebut.
Berupayalah untuk mendisiplinkan diri pada aturan-aturan yang ada dimasyarakat agar kehidupan kita selaras dan harmonis.
Berupayalah MENDISIPLINKAN PIKIRAN untuk selalu POSITIF agar kwalitas hidup kita menjadi lebih baik dan penuh kedamaian.
Jumat, 01 Agustus 2014
Renungan jiwa 01 agustus 2014
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh HearthMath Institute mengenai besarnya energi yang dipancarkan oleh otak sebagai 'pusat pikiran' dan hati sebagai 'pusat perasaan' :
- Daya sinar elektrik dari hati (EKG) mencapai 60x lebih kuat dari pada sinyal elektrik yang dihasilkan oleh otak (EEG).
- Medan magnet dari hati 5.000x lebih kuat daripada yang ditimbulkan oleh otak.
"Jadi kita memancarkan jauh lebih banyak energi melalui hati daripada melalui otak..!!!"
Nah, sekarang tau kan kenapa 'penarikan' yang mengandalkan kekuatan pikiran saja hasilnya kadang ga seperti yang diharapkan. Jika perasaan terhadap hasil tidak selaras dengan apa yang digambarkan oleh pikiran maka keinginan-keinginan tersebut belum dapat menjadi kenyataan.
Milikilah Keyakinan diatas Keinginan..
Jika belum bisa yakin-yakin juga... mungkin ada hambatan seperti 'mental block', perasaan tidak layak dan lain sebagainya... Bereskan dulu yaaaaaa..
- Daya sinar elektrik dari hati (EKG) mencapai 60x lebih kuat dari pada sinyal elektrik yang dihasilkan oleh otak (EEG).
- Medan magnet dari hati 5.000x lebih kuat daripada yang ditimbulkan oleh otak.
"Jadi kita memancarkan jauh lebih banyak energi melalui hati daripada melalui otak..!!!"
Nah, sekarang tau kan kenapa 'penarikan' yang mengandalkan kekuatan pikiran saja hasilnya kadang ga seperti yang diharapkan. Jika perasaan terhadap hasil tidak selaras dengan apa yang digambarkan oleh pikiran maka keinginan-keinginan tersebut belum dapat menjadi kenyataan.
Milikilah Keyakinan diatas Keinginan..
Jika belum bisa yakin-yakin juga... mungkin ada hambatan seperti 'mental block', perasaan tidak layak dan lain sebagainya... Bereskan dulu yaaaaaa..
Minggu, 27 Juli 2014
Ketika kita masih merasa luka ketika mengingat kejadian yang buruk berarti kita belum cukup dalam memaafkan seseorang
Seorang teman mengeluh mengapa dia masih marah setiap mengingat kejadian perselingkuhan suaminya dahulu padahal saat ini suaminya sudah menyadari kesalahannya dan menjadi baik.
Kejadian seperti ini dialami oleh banyak orang dan membuat mereka menderita. Bagaimana cara kita mampu melepaskan diri dari hal ini?
Segala sesuatu bersumber pada diri kita sendiri. Sudut pandang kitalah yang menentukan kedamaian dan kebahagiaan kita. Kalau kita mampu menjalani hidup dengan sudut pandang yang positip maka kita akan damai, tetapi kalau kita menggunakan sudut pandang yang negatip maka kita akan menderita.
Seseorang yang menggunakan sudut pandang yang negatip cenderung berorientasi dengan kepentingan dirinya semata atau ego yang menguasainya, mereka cenderung menyalahkan orang lain dan senang melakukan pembenaran diri sehingga mereka tidak mau bertoleransi dengan orang lain dan sulit untuk memaafkan orang lain. Mereka sulit untuk bertumbuh dalam kehidupan ini karena selalu terbelenggu dengan masa lalu mereka.
Seseorang yang menggunakan sudut pandang yang positif akan melihat orang lain secara obyektif dan menerima orang lain apa adanya, mereka selalu berpikiran positf dalam melihat suatu masalah walaupun yang terjadi sangatlah buruk mereka mampu melihat sisi yang positip dari kejadian tersebut, mereka penuh cinta kasih dan bertoleransi dengan semua orang. Mereka mudah memaafkan orang lain dan terus bertumbuh dalam menjalani kehidupan mereka.
Ketika kita memahami dua kondisi tersebut maka kita akan mengetahui bagaimana kondisi sesorang dalam memilih sudut pandang mereka untuk menyelesaikan masalah, dan itu merupakan pilihan mereka.
Seperti teman saya tadi, walaupun suaminya sudah baik dia tetap tidak dapat melihat kebaikan suaminya. Sayapun menasehatinya untuk memaafkan lebih dalam lagi karena ketika saya ukur dengan pengukuran dengan energi, masih banyak kemarahan yang dia pendam atas kejadian tersebut. Sayapun mengajak dia untuk memaafkan suaminya sampai semua radiasi kemarahannya habis. Setelah dia benar-benar lebih dalam memaafkan suaminya dan mulai melihat dengan sudut pandang yang positip, seminggu kemudian ketika kita bertemu lagi dia menceritakan bahwa dia tidak lagi merasa marah ketika mengingat kejadian buruk tentang suaminya dan dia sudah tidak menderita lagi.
Hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijaksana untuk mengalahkan ego kita dan belajarlah untuk melihat orang lain dengan sudut pandang yang positip sehingga kita mampu menjalani hidup ini dengan penuh kedamaian.
Luangkan diri berada dalam keheningan dan kejernihan pikiran agar kita mampu mengoreksi diri kita. Dengan memahami diri kita sendiri kita akan tahu kekurangan kita dan memperbaikinya.
Apabila kita sudah memahami pengukuran dengan energi maka ini akan sangat membentu sekali menyadari kekurangan yang kita miliki.
Ukurlah radiasi pikiran negatip yang ada didalam diri, dan terhubunglah dengan Tuhan agar energi illahi membantu kita untuk dapat melepaskan semua energi negatip hingga semuanya lepas diri kita.
Dengan kita rajin melakukan pemurnian diri maka kita akan terbebas dari kontaminasi energi negatip yang ada di alam ini sehingga kita tak mudah terpengaruh dengan kejadian negatip di luar, karena sesuai dengan Hukum Energi yaitu energi sejenis menarik sejenis.
Jadikan diri kita positip, maka sudut pandang kita akan menjadi positip dalam menjalani kehidupan dan hal-hal yang positip akan datang dalam hidup kita sehingga kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh cinta dan kedamaian.
Untuk menjadi positip tentunya kita harus terlebih dahulu melepaskan hal-hal negatip didalam diri kita.
Ubahlah diri kita sebelum kita mengubah orang lain.
Kejadian seperti ini dialami oleh banyak orang dan membuat mereka menderita. Bagaimana cara kita mampu melepaskan diri dari hal ini?
Segala sesuatu bersumber pada diri kita sendiri. Sudut pandang kitalah yang menentukan kedamaian dan kebahagiaan kita. Kalau kita mampu menjalani hidup dengan sudut pandang yang positip maka kita akan damai, tetapi kalau kita menggunakan sudut pandang yang negatip maka kita akan menderita.
Seseorang yang menggunakan sudut pandang yang negatip cenderung berorientasi dengan kepentingan dirinya semata atau ego yang menguasainya, mereka cenderung menyalahkan orang lain dan senang melakukan pembenaran diri sehingga mereka tidak mau bertoleransi dengan orang lain dan sulit untuk memaafkan orang lain. Mereka sulit untuk bertumbuh dalam kehidupan ini karena selalu terbelenggu dengan masa lalu mereka.
Seseorang yang menggunakan sudut pandang yang positif akan melihat orang lain secara obyektif dan menerima orang lain apa adanya, mereka selalu berpikiran positf dalam melihat suatu masalah walaupun yang terjadi sangatlah buruk mereka mampu melihat sisi yang positip dari kejadian tersebut, mereka penuh cinta kasih dan bertoleransi dengan semua orang. Mereka mudah memaafkan orang lain dan terus bertumbuh dalam menjalani kehidupan mereka.
Ketika kita memahami dua kondisi tersebut maka kita akan mengetahui bagaimana kondisi sesorang dalam memilih sudut pandang mereka untuk menyelesaikan masalah, dan itu merupakan pilihan mereka.
Seperti teman saya tadi, walaupun suaminya sudah baik dia tetap tidak dapat melihat kebaikan suaminya. Sayapun menasehatinya untuk memaafkan lebih dalam lagi karena ketika saya ukur dengan pengukuran dengan energi, masih banyak kemarahan yang dia pendam atas kejadian tersebut. Sayapun mengajak dia untuk memaafkan suaminya sampai semua radiasi kemarahannya habis. Setelah dia benar-benar lebih dalam memaafkan suaminya dan mulai melihat dengan sudut pandang yang positip, seminggu kemudian ketika kita bertemu lagi dia menceritakan bahwa dia tidak lagi merasa marah ketika mengingat kejadian buruk tentang suaminya dan dia sudah tidak menderita lagi.
Hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijaksana untuk mengalahkan ego kita dan belajarlah untuk melihat orang lain dengan sudut pandang yang positip sehingga kita mampu menjalani hidup ini dengan penuh kedamaian.
Luangkan diri berada dalam keheningan dan kejernihan pikiran agar kita mampu mengoreksi diri kita. Dengan memahami diri kita sendiri kita akan tahu kekurangan kita dan memperbaikinya.
Apabila kita sudah memahami pengukuran dengan energi maka ini akan sangat membentu sekali menyadari kekurangan yang kita miliki.
Ukurlah radiasi pikiran negatip yang ada didalam diri, dan terhubunglah dengan Tuhan agar energi illahi membantu kita untuk dapat melepaskan semua energi negatip hingga semuanya lepas diri kita.
Dengan kita rajin melakukan pemurnian diri maka kita akan terbebas dari kontaminasi energi negatip yang ada di alam ini sehingga kita tak mudah terpengaruh dengan kejadian negatip di luar, karena sesuai dengan Hukum Energi yaitu energi sejenis menarik sejenis.
Jadikan diri kita positip, maka sudut pandang kita akan menjadi positip dalam menjalani kehidupan dan hal-hal yang positip akan datang dalam hidup kita sehingga kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh cinta dan kedamaian.
Untuk menjadi positip tentunya kita harus terlebih dahulu melepaskan hal-hal negatip didalam diri kita.
Ubahlah diri kita sebelum kita mengubah orang lain.
Renungan jiwa 27 juli 2014
Kita tidak dapat memuaskan banyak orang.
Berinteraksi dengan banyak orang sering kali membuat kita lelah dan terkuras dan putus asa. Banyak orang, banyak keinginan dan kepentingan yang semuanya juga ingin mendapat perhatian dari diri kita. Ketika kita tak mampu memenuhinya maka protes akan muncul, kemarahan dan kekecewaan selalu diarahkan kepada kita, padahal kita sudah berupaya memenuhinya tetapi banyak orang tak pernah puas akan apa yang sudah kita lakukan. Bagaimana kita menyikapinya ?
Ketika seseorang menanggapi hal ini dengan ego maka mereka pasti akan berhenti melakukan pekerjaan yang dia jalani, mereka merasa lelah karena tak pernah dianggap benar.
Tetapi kalau kita memahami pekerjaan ini, sebenarnya ini adalah proses pembelajaran bagi kita untuk menurunkan ego, agar kita bisa melayani orang lain dengan lebih baik.
Lihatlah orang yang banyak menuntut pada orang lain dengan perhatian lebih untuk diri mereka, sebenarnya kita harus merasa kasihan kepada mereka karena mereka tidak pernah merasa puas dengan diri mereka sendiri, mereka adalah orang yang selalu merasa kekurangan, dan menuntut orang lain untuk memenuhinya.
Mereka menjadi guru bagi kita untuk menjadi lebih welas asih dan menjadi lebih sabar. Bergaul dengan mereka membuat kita mengasah diri kita untuk berlatih lebih sabar dengan pengendalian diri.
Kita tahu, kita tak dapat memuaskan orang lain seperti yang mereka inginkan, tetapi paling tidak kita telah melakukan semua kerja kita dengan pelayanan yang terbaik yang kita miliki, disinilah kitapun belajar untuk lebih iklas menerima apa pun penilaian orang lain atas diri kita.
Ternyata setiap pertemuan kita dengan orang lain membawa hikmah dan nikmat bagi kita, jika kita mampu melihat keindahan dibalik semua ini dengan sudut pandang yang positip. Kita tak perlu mengubah orang lain tetapi kita lah yang mengubah sudut pandang kita menjadi positip sehingga mampu menjalani seluruh kehidupan dengan keiklasan.
Berlatihlah dengan orang yang paling menyulitkan diri kita, dan bersyukurlah mereka dihadirkan Tuhan sebagai guru bagi kita untuk berlatih kesabaran dan keiklasan, tanpa kehadiran mereka maka sabar dan iklas hanya sebagai teori saja bagi diri kita.
Dengan mengamati seluruh hidup kita dengan berkesadaran, maka kita akan dapat melihat betapa sayangnya Tuhan kepada kita dengan menghadirkan banyak orang yang mempunyai karakter yang berbeda-beda sebagai saudara, teman bahkan orang yang bermusuhan dengan kita hanya untuk membuat kita selalu berlatih kesabaran, penerimaan, keiklasan dan mencintai semua orang apa adanya.
Maka jangan sia-sia kan waktu kita dengan keputus asaan, berlatihlah mumpung ada orang yang bisa kita jadikan guru untuk melatih kesabaran kita, jika kita mampu melewatinya maka kita juga yang menjadi lebih sabar dan iklas.
Berinteraksi dengan banyak orang sering kali membuat kita lelah dan terkuras dan putus asa. Banyak orang, banyak keinginan dan kepentingan yang semuanya juga ingin mendapat perhatian dari diri kita. Ketika kita tak mampu memenuhinya maka protes akan muncul, kemarahan dan kekecewaan selalu diarahkan kepada kita, padahal kita sudah berupaya memenuhinya tetapi banyak orang tak pernah puas akan apa yang sudah kita lakukan. Bagaimana kita menyikapinya ?
Ketika seseorang menanggapi hal ini dengan ego maka mereka pasti akan berhenti melakukan pekerjaan yang dia jalani, mereka merasa lelah karena tak pernah dianggap benar.
Tetapi kalau kita memahami pekerjaan ini, sebenarnya ini adalah proses pembelajaran bagi kita untuk menurunkan ego, agar kita bisa melayani orang lain dengan lebih baik.
Lihatlah orang yang banyak menuntut pada orang lain dengan perhatian lebih untuk diri mereka, sebenarnya kita harus merasa kasihan kepada mereka karena mereka tidak pernah merasa puas dengan diri mereka sendiri, mereka adalah orang yang selalu merasa kekurangan, dan menuntut orang lain untuk memenuhinya.
Mereka menjadi guru bagi kita untuk menjadi lebih welas asih dan menjadi lebih sabar. Bergaul dengan mereka membuat kita mengasah diri kita untuk berlatih lebih sabar dengan pengendalian diri.
Kita tahu, kita tak dapat memuaskan orang lain seperti yang mereka inginkan, tetapi paling tidak kita telah melakukan semua kerja kita dengan pelayanan yang terbaik yang kita miliki, disinilah kitapun belajar untuk lebih iklas menerima apa pun penilaian orang lain atas diri kita.
Ternyata setiap pertemuan kita dengan orang lain membawa hikmah dan nikmat bagi kita, jika kita mampu melihat keindahan dibalik semua ini dengan sudut pandang yang positip. Kita tak perlu mengubah orang lain tetapi kita lah yang mengubah sudut pandang kita menjadi positip sehingga mampu menjalani seluruh kehidupan dengan keiklasan.
Berlatihlah dengan orang yang paling menyulitkan diri kita, dan bersyukurlah mereka dihadirkan Tuhan sebagai guru bagi kita untuk berlatih kesabaran dan keiklasan, tanpa kehadiran mereka maka sabar dan iklas hanya sebagai teori saja bagi diri kita.
Dengan mengamati seluruh hidup kita dengan berkesadaran, maka kita akan dapat melihat betapa sayangnya Tuhan kepada kita dengan menghadirkan banyak orang yang mempunyai karakter yang berbeda-beda sebagai saudara, teman bahkan orang yang bermusuhan dengan kita hanya untuk membuat kita selalu berlatih kesabaran, penerimaan, keiklasan dan mencintai semua orang apa adanya.
Maka jangan sia-sia kan waktu kita dengan keputus asaan, berlatihlah mumpung ada orang yang bisa kita jadikan guru untuk melatih kesabaran kita, jika kita mampu melewatinya maka kita juga yang menjadi lebih sabar dan iklas.
Sabtu, 26 Juli 2014
Renungan jiwa 26 juli 2014
Kita adalah wayang bagi Tuhan untuk memerankan alur cerita alam ini.
Perjalanan hidup memaksa kita melewati banyak kejadian-kejadian yang membuat kita mempunyai banyak cerita.
Kegembiraan , persahabatan , pertentangan , persaingan , keterpurukan , sukses , dan banyak hal yang mewarnai hidup kita .
Tetapi sering kali kita merasa hampa dan lelah setelah menjalani semuanya seakan-akan hidup ini hanya sesuatu yang sekedar lewat dan menghabiskan waktu saja , sebagai rutinitas saja .
Apakah makna hidup yang sesungguhnya ? Mengapa kita harus menjalani semua ini ?
Hidup kita adalah proses belajarnya sang jiwa untuk memahami dirinya yang sejati , mengetahui peran kita dalam hidup , dan menjalani peran yang kita mainkan dengan baik , memahami dibalik semua peran yang kita mainkan ada skenario yang sudah tertata , dan ketika kita melenceng dari skenario ada sutradara yang mengingatkan kita pada peran kita semula. Segalanya sudah diatur oleh Tuhan.
Untuk menjalani peran kita dengan baik dibutuhkan keyakinan dan kepercayaan yang total kepada Tuhan karena Tuhanlah sumber kekuatan yang terbesar di alam ini . Dengan bersandar pada kekuatan Tuhanlah kita yakin dapat menjalaninya dengan tegar .
Rencana Tuhan lebih indah daripada rencana manusia. Biarlah kita bekerja sesuai rencana Tuhan.
Lakukanlah perenungan batin , jangan memaksakan diri membuat rencana sesuai ego kita , lepaskan semua kesombongan , dan jadilah rendah hati ikutilah rencana Tuhan yang telah dipersiapkan untuk kita .
Kita adalah WAYANG bagi Tuhan untuk memainkan peran kita masing-masing dengan baik sehingga keseluruhan cerita di alam ini akan mengalir dan hidup.
Perjalanan hidup memaksa kita melewati banyak kejadian-kejadian yang membuat kita mempunyai banyak cerita.
Kegembiraan , persahabatan , pertentangan , persaingan , keterpurukan , sukses , dan banyak hal yang mewarnai hidup kita .
Tetapi sering kali kita merasa hampa dan lelah setelah menjalani semuanya seakan-akan hidup ini hanya sesuatu yang sekedar lewat dan menghabiskan waktu saja , sebagai rutinitas saja .
Apakah makna hidup yang sesungguhnya ? Mengapa kita harus menjalani semua ini ?
Hidup kita adalah proses belajarnya sang jiwa untuk memahami dirinya yang sejati , mengetahui peran kita dalam hidup , dan menjalani peran yang kita mainkan dengan baik , memahami dibalik semua peran yang kita mainkan ada skenario yang sudah tertata , dan ketika kita melenceng dari skenario ada sutradara yang mengingatkan kita pada peran kita semula. Segalanya sudah diatur oleh Tuhan.
Untuk menjalani peran kita dengan baik dibutuhkan keyakinan dan kepercayaan yang total kepada Tuhan karena Tuhanlah sumber kekuatan yang terbesar di alam ini . Dengan bersandar pada kekuatan Tuhanlah kita yakin dapat menjalaninya dengan tegar .
Rencana Tuhan lebih indah daripada rencana manusia. Biarlah kita bekerja sesuai rencana Tuhan.
Lakukanlah perenungan batin , jangan memaksakan diri membuat rencana sesuai ego kita , lepaskan semua kesombongan , dan jadilah rendah hati ikutilah rencana Tuhan yang telah dipersiapkan untuk kita .
Kita adalah WAYANG bagi Tuhan untuk memainkan peran kita masing-masing dengan baik sehingga keseluruhan cerita di alam ini akan mengalir dan hidup.
Sabtu, 12 Juli 2014
Renungan jiwa 12 juli 2014
Cara penyelesaian suatu masalah biasanya datang sebelum masalah itu terjadi, orang yang memahaminya adalah orang-orang yang selalu hidup dengan penuh kesadaran sehingga mampu menjalani tahap demi tahap penyelesaian masalah sebelum masalah itu muncul.
Jalani semua instruksi yang sederhana yang muncul dalam hidup kita karena itulah cara yang diberikan Tuhan agar kita dapat menyelesaikan masalah yang akan datang kepada diri kita.
Jalani semua instruksi yang sederhana yang muncul dalam hidup kita karena itulah cara yang diberikan Tuhan agar kita dapat menyelesaikan masalah yang akan datang kepada diri kita.
Minggu, 06 Juli 2014
Karma adalah hutang cinta
Apabila kita berbuat salah kepada seseorang, sebenarnya kita bukan berhutang pembalasan, namun cinta.
'Pembalasan' seolah2 terjadi adalah cara Tuhan untuk membuat kita ingat dan berfokus pada hutang kita.
Cinta manusia tidak murni dan tidak akan pernah cukup (dan berbalut ego) untuk membayar hutang cinta kita, haruslah dengan Cinta Ilahi.
Cara untuk bisa memberikan Cinta Ilahi adalah dengan berlatih, membersihkan energi, pikiran dan jiwa. Memperbesar kapasitas Cahaya, Cinta, dan Energi Ilahi.
Perjuangan manusia untuk 'bersih-bersih' dan memperbesar kapasitas kemungkinan besar tidak akan pernah cukup dalam satu kehidupan, kecuali dibantu oleh Guru Sejati.
Guru Sejati hanya akan muncul dalam kehidupan kita tergantung dari kepantasan kita. Dan kita baru bisa memiliki kepantasan apabila kita punya ketulusan dan niat untuk pemurnian diri (energi, pikiran, dan jiwa), serta tentu saja, akumulasi karma baik yang cukup.
Apabila belum bertemu dengan Guru Sejati, teruslah berusaha dengan semua yang kita miliki.
Apabila sudah bertemu dengan Guru Sejati, manfaatkanlah momentum ini untuk memperbesar saluran Cahaya, Cinta, dan Energi Ilahi, agar kita bisa mengatasi semua masalah kita, dan tentu saja, membayar hutang cinta kita kepada orang yang pernah kita sakiti, baik di kehidupan sekarang maupun kehidupan yang lalu.
Cara pembayarannya adalah dengan mengalirkan Cinta Ilahi, yang hanya bisa kita dapat dengan keterhubungan kita kepada Tuhan.
Guru Sejati akan mempermudah proses ini dengan mengajarkan cara keterhubungan dengan Tuhan, pemurnian diri, dan memperbesar saluran2 Ilahi.
Dan semua itu dilakukan atas dasar totalitas kepada Tuhan dan jalan Tuhan.
Jalan Tuhan bisa diketahui dengan menggunakan teknik deteksi energi.
Apabila kita di jalan Tuhan, niscaya semua akan lebih dimudahkan. Kita hanya akan menghadapi tantangan yang memang merupakan porsi kita.
Tidak ada tantangan hidup yang tidak mampu kita selesaikan apabila itu memang merupakan jalan Tuhan.
Totalitas pada Tuhan dilakukan dengan cara: Eling (selalu ingat kepada Tuhan), Nrimo (pasrah pada jalan Tuhan), dan Waspodo (selalu aware terhadap petunjuk yang diberikan Tuhan melalui kejadian sehari2 kita)
'Pembalasan' seolah2 terjadi adalah cara Tuhan untuk membuat kita ingat dan berfokus pada hutang kita.
Cinta manusia tidak murni dan tidak akan pernah cukup (dan berbalut ego) untuk membayar hutang cinta kita, haruslah dengan Cinta Ilahi.
Cara untuk bisa memberikan Cinta Ilahi adalah dengan berlatih, membersihkan energi, pikiran dan jiwa. Memperbesar kapasitas Cahaya, Cinta, dan Energi Ilahi.
Perjuangan manusia untuk 'bersih-bersih' dan memperbesar kapasitas kemungkinan besar tidak akan pernah cukup dalam satu kehidupan, kecuali dibantu oleh Guru Sejati.
Guru Sejati hanya akan muncul dalam kehidupan kita tergantung dari kepantasan kita. Dan kita baru bisa memiliki kepantasan apabila kita punya ketulusan dan niat untuk pemurnian diri (energi, pikiran, dan jiwa), serta tentu saja, akumulasi karma baik yang cukup.
Apabila belum bertemu dengan Guru Sejati, teruslah berusaha dengan semua yang kita miliki.
Apabila sudah bertemu dengan Guru Sejati, manfaatkanlah momentum ini untuk memperbesar saluran Cahaya, Cinta, dan Energi Ilahi, agar kita bisa mengatasi semua masalah kita, dan tentu saja, membayar hutang cinta kita kepada orang yang pernah kita sakiti, baik di kehidupan sekarang maupun kehidupan yang lalu.
Cara pembayarannya adalah dengan mengalirkan Cinta Ilahi, yang hanya bisa kita dapat dengan keterhubungan kita kepada Tuhan.
Guru Sejati akan mempermudah proses ini dengan mengajarkan cara keterhubungan dengan Tuhan, pemurnian diri, dan memperbesar saluran2 Ilahi.
Dan semua itu dilakukan atas dasar totalitas kepada Tuhan dan jalan Tuhan.
Jalan Tuhan bisa diketahui dengan menggunakan teknik deteksi energi.
Apabila kita di jalan Tuhan, niscaya semua akan lebih dimudahkan. Kita hanya akan menghadapi tantangan yang memang merupakan porsi kita.
Tidak ada tantangan hidup yang tidak mampu kita selesaikan apabila itu memang merupakan jalan Tuhan.
Totalitas pada Tuhan dilakukan dengan cara: Eling (selalu ingat kepada Tuhan), Nrimo (pasrah pada jalan Tuhan), dan Waspodo (selalu aware terhadap petunjuk yang diberikan Tuhan melalui kejadian sehari2 kita)
Sabtu, 05 Juli 2014
Renungan jiwa 5 juli 2014
Ketika kita mampu melewati satu hari dengan kedamaian maka kita akan mampu melewati satu minggu dengan kedamaian, kalau kita mampu melewati satu minggu dengan kedamaian maka kita akan dapat melewati satu bulan dengan kedamaian dan apabila kita sudah mampu melewati satu bulan dengan kedamaian maka kita akan mampu menjalani seluruh kehidupan kita dengan penuh kedamaian karena segala sesuatu harus dilakukan dan didisiplinkan sebelum semuanya menjadi suatu kebiasaan yang spontan dan menjadi permanen di dalam diri kita.
Kamis, 29 Mei 2014
Aku Rindu Kamu yang Dulu
Setelah pertengkaran kita semalam, rasanya aku masih belum paham; pria macam apa yang dulu bisa begitu kucintai. Aku tidak pernah melihat kamu yang seperti ini. Kamu yang tang tak peduli, kamu yang mengucapkan janji setengah hati, kamu yang selalu marah setiap kali kutanya siapa wanita-wanita itu, kamu yang tak pernah mau jelaskan dan menjawab pertanyaanku, dan kamu yang kali ini tidak lagi kukenali. Aku tidak tahu siapa pria yang kali ini membalas pesan singkatku, pria yang begitu mudah berkata putus, kemudian mengeluarkan makian dalam bahasa Jawa, lalu menonaktifkan ponsel tanpa memberikan penjelasan apapun.
Kamu tahu, Sayang, aku sudah sesabar apa. Aku rela tidak menuntutmu ini itu, karena pekerjaanmu yang segunung dan tak bisa sering-sering memberi kabar untukku. Aku tidak memintamu selalu menghubungiku sepanjang waktu, berusaha tak memarahimu ketika kamu lelah dengan pekerjaanku dan melarikan semua amarahmu dengan cara menyakitiku. Aku setia jadi tempat curahan hatimu, tempat kamu membentak seluruh isi dunia, tempat kamu membenci hari-hari. Aku berusaha sekuat mungkin jadi dinding kokoh yang kauludahi, kaucoret-coret, kaukotori tanpa aku memakimu balik. Apakah kautak melihat kesabaran hati seorang perempuan dari semua sikapku yang selalu menahan diri untuk tak menangis di depanmu?
Kamu tak lihat air mataku, tak lihat juga seberapa parah lukaku selama ini. Aku tak pernah berusaha berteriak seperti kamu selalu meneriakiku, tak ingin memaki dengan bahasa Jawa kasar, tak mau melukaimu seperti kamu selalu melukaiku. Sebutkan padaku, Sayang, perempuan mana yang rela berdarah-darah untukmu selain ibumu dan aku? Perempuan mana yang ada bersamamu bahkan dalam sakit dan lemahmu jika bukan ibumu dan aku? Apakah perempuan lain yang selalu kaudatangi dan kaucumbu itu bisa bertahan denganmu bahkan dalam keadaan terburukmu? Apakah perempuan lain yang selalu membuatku harus bersabar lebih banyak lagi ada perempuan yang pantas kaudatangi?
Sayang, sadarlah, suatu saat nanti perempuan jalang yang kaucumbu meskipun hanya lewat kata itu akan pergi, mengisap habis seluruh kekuatan dan dayamu, pada akhirnya kamu akan terseok-seok berjalan ke arahku. Namun, masa itu belum datang, Sayang. Saat ini, kamu hanya melihatku sebagai perempuan ingusan yang bahkan belum lulus kuliah. Perempuan egois, labil, cabe, emosi, tak tahu diri yang hanya ingin dikabari sepanjang hari. Sayang, kamu melihatku hanya dari sisi yang paling kaubenci. Kaubelum paham bahwa perempuan yang takut kehilangan kamu adalah perempuan yang sangat mencintai kamu. Masa itu akan datang, Sayang, saat aku tak lagi memedulikanku dan kamu bersungut-sungut memintaku pulang.
Kali ini, biarkan hatiku teriris sendiri. Biarkan aku yang terluka parah, biarkan aku yang menangis diam-diam sekarang. Tapi, lihatlah nanti, Sayang. Suatu saat nanti, air mataku berubah jadi senyum tak berkesudahan. Aku sebenarnya tahu apa yang harus kulakukan, pergi meninggalkanmu, melupakanmu, dan menganggap semua tak pernah terjadi. Namun, sekarang aku masih sabar untuk menghadapimu, aku masih ingin memberimu kesempatan untuk yang ke beribu kali. Jika kesabaranku ini masih ingin kamu sia-siakan, mungkin jalan terbaik memang harus pergi. Karena kamu bukan lagi pria yang kukenal seperti dulu lagi, bukan pria manis yang kucintai karena ketulusan dan keramahannya.
Kini, kamu adalah pria kasar yang tak segan-segan mengeluarkan kata makian, hujatan, dan kata-kata lain yang menusukkan jarum-jarum kecil di hatiku. Kamu berubah jadi pria lain, pria egois yang selalu ingin dimengerti kesibukkannya, dan membiarkan aku menunggu sabar tanpa melawan ataupun membuka suara. Aku tak tahu mengapa perjuanganku hanya kauanggap angin lalu. Apa matamu tak terbuka untuk menyadari siapa perempuan yang selama ini jatuh bangun hanya untuk mencintaimu?
Biarlah waktu yang membuatmu sadar, Sayang. Biarkan aku yang hanya kauanggap angin lalu ini pergi pelan-pelan dari hidupmu. Beri aku kesempatan untuk menghirup udara bebas dan tak lagi menangisi sikap cuekmu selama ini.
Permintaanku tak banyak, aku hanya ingin kamu yang dulu kembali lagi ke masa kini. Entahlah.... rasanya aku sangat ingin kamu yang dulu. Kamu yang lugu, polos, dan selalu takut kehilangan kamu. Aku rindu kamu yang dulu.
untuk yang selalu menganggapku adik
yang selalu percaya, cinta yang kurasa
hanya bualan belaka :")
Kamu tahu, Sayang, aku sudah sesabar apa. Aku rela tidak menuntutmu ini itu, karena pekerjaanmu yang segunung dan tak bisa sering-sering memberi kabar untukku. Aku tidak memintamu selalu menghubungiku sepanjang waktu, berusaha tak memarahimu ketika kamu lelah dengan pekerjaanku dan melarikan semua amarahmu dengan cara menyakitiku. Aku setia jadi tempat curahan hatimu, tempat kamu membentak seluruh isi dunia, tempat kamu membenci hari-hari. Aku berusaha sekuat mungkin jadi dinding kokoh yang kauludahi, kaucoret-coret, kaukotori tanpa aku memakimu balik. Apakah kautak melihat kesabaran hati seorang perempuan dari semua sikapku yang selalu menahan diri untuk tak menangis di depanmu?
Kamu tak lihat air mataku, tak lihat juga seberapa parah lukaku selama ini. Aku tak pernah berusaha berteriak seperti kamu selalu meneriakiku, tak ingin memaki dengan bahasa Jawa kasar, tak mau melukaimu seperti kamu selalu melukaiku. Sebutkan padaku, Sayang, perempuan mana yang rela berdarah-darah untukmu selain ibumu dan aku? Perempuan mana yang ada bersamamu bahkan dalam sakit dan lemahmu jika bukan ibumu dan aku? Apakah perempuan lain yang selalu kaudatangi dan kaucumbu itu bisa bertahan denganmu bahkan dalam keadaan terburukmu? Apakah perempuan lain yang selalu membuatku harus bersabar lebih banyak lagi ada perempuan yang pantas kaudatangi?
Sayang, sadarlah, suatu saat nanti perempuan jalang yang kaucumbu meskipun hanya lewat kata itu akan pergi, mengisap habis seluruh kekuatan dan dayamu, pada akhirnya kamu akan terseok-seok berjalan ke arahku. Namun, masa itu belum datang, Sayang. Saat ini, kamu hanya melihatku sebagai perempuan ingusan yang bahkan belum lulus kuliah. Perempuan egois, labil, cabe, emosi, tak tahu diri yang hanya ingin dikabari sepanjang hari. Sayang, kamu melihatku hanya dari sisi yang paling kaubenci. Kaubelum paham bahwa perempuan yang takut kehilangan kamu adalah perempuan yang sangat mencintai kamu. Masa itu akan datang, Sayang, saat aku tak lagi memedulikanku dan kamu bersungut-sungut memintaku pulang.
Kali ini, biarkan hatiku teriris sendiri. Biarkan aku yang terluka parah, biarkan aku yang menangis diam-diam sekarang. Tapi, lihatlah nanti, Sayang. Suatu saat nanti, air mataku berubah jadi senyum tak berkesudahan. Aku sebenarnya tahu apa yang harus kulakukan, pergi meninggalkanmu, melupakanmu, dan menganggap semua tak pernah terjadi. Namun, sekarang aku masih sabar untuk menghadapimu, aku masih ingin memberimu kesempatan untuk yang ke beribu kali. Jika kesabaranku ini masih ingin kamu sia-siakan, mungkin jalan terbaik memang harus pergi. Karena kamu bukan lagi pria yang kukenal seperti dulu lagi, bukan pria manis yang kucintai karena ketulusan dan keramahannya.
Kini, kamu adalah pria kasar yang tak segan-segan mengeluarkan kata makian, hujatan, dan kata-kata lain yang menusukkan jarum-jarum kecil di hatiku. Kamu berubah jadi pria lain, pria egois yang selalu ingin dimengerti kesibukkannya, dan membiarkan aku menunggu sabar tanpa melawan ataupun membuka suara. Aku tak tahu mengapa perjuanganku hanya kauanggap angin lalu. Apa matamu tak terbuka untuk menyadari siapa perempuan yang selama ini jatuh bangun hanya untuk mencintaimu?
Biarlah waktu yang membuatmu sadar, Sayang. Biarkan aku yang hanya kauanggap angin lalu ini pergi pelan-pelan dari hidupmu. Beri aku kesempatan untuk menghirup udara bebas dan tak lagi menangisi sikap cuekmu selama ini.
Permintaanku tak banyak, aku hanya ingin kamu yang dulu kembali lagi ke masa kini. Entahlah.... rasanya aku sangat ingin kamu yang dulu. Kamu yang lugu, polos, dan selalu takut kehilangan kamu. Aku rindu kamu yang dulu.
untuk yang selalu menganggapku adik
yang selalu percaya, cinta yang kurasa
hanya bualan belaka :")
Sabtu, 17 Mei 2014
Berjiwa besar dan berlapang dada
Renungan jiwa 17 mei 2014
Seorang teman datang dengan kemarahan karena habis bertengkar hebat dengan sahabat yang sangat disayanginya. Dia merasa tidak dapat memaafkan kesalahan sahabatnya dan memilih memutuskan tali persahabatan mereka. Sangat disayangkan persahabatan yang sudah terjalin lama harus berakhir dengan dendam. Sayapun memberikan saran untuk berjiwa besar dan berlapang dada menerima kembali sahabatnya, tetapi teman saya menolaknya. Saya hanya tersenyum karena saya tak mungkin memaksakan kehendak pada teman saya itu.
Sahabat adalah teman terbaik kita yang kita ajak berbagi dalam suka dan duka, bersama dia kita dapat menjalani kehidupan ini dengan tegar karena dia selalu memberi penguatan kepada kita. Tentunya saat-saat yang indah bersama akan menimbulkan kerinduan apabila kita berjauhan dengan mereka. Betapa menderita teman saya ini karena keputusannya sendiri. Penderitaan akan muncul seiring dengan waktu yang terus berjalan, bisakah teman saya mampu menjalani kehidupannya dengan damai ketika dendam masih ada didalam dirinya?
Kita semua pasti pernah mengalami kejadian seperti ini, entah dengan sahabat, teman, saudara kita. Bagaimana cara kita untuk tetap damai ?
Menjadi damai dan bahagia merupakan pilihan, orang lain tak mampu memaksakan kepada diri kita.
Untuk menjadi damai dan bahagia kita harus terlebih dahulu harus mampu mengalahkan ego kita, sehingga kita mampu berbesar hati dan berlapang dada menerima semua kejadian .
Ego yang tinggi membuat kita menjadi sombong dan tidak membutuhkan kehadiran orang lain untuk berbagi dengan diri kita. Memandang rendah orang lain dan merasa diri sudah benar.
Sangat kasihan orang yang mempunyai ego yang tinggi karena mereka sudah pasti tidak damai dan bahagia. Ego mereka membuat mereka menjadi keras hati. Tidak selamanya mereka akan terus bertahan dengan kondisi ini, karena ini akan membuat mereka kesepian dan lelah menjalani kehidupan.
Cobalah untuk merenungkan memahami diri sendiri,seberapakah ego saya ?
Cara kita untuk menurunkan ego adalah:
- mengetahui terlebih dahulu seberapa besar ego kita. Kita bisa melihat di kejadian-kejadian yang telah lewat. Tanpa kita pernah mengetahui seberapa besar ego kita, kita akan mempunyai kecenderungan selalu benar.
- sadari dan mengakui bahwa diri kita mempunyai hal itu, tanpa ada pengakuan dari diri sendiri maka kita tak akan mampu melepaskan ego kita, karena semua butuh pengakuan sebelum dilepaskan. Seperti suatu kesalahan tidak akan terselesaikan apabila belum ada pengakuan akan kesalahan tersebut.
Pengakuan diri sendiri menandakan kita telah mampu mengalahkan ego kita. Disinilah perang batin, perang kita dengan kegelapan yang ada didalam diri kita, kita harus mampu memenangkannya.
- setelah orang mampu menjadi pemenang mengalahkan egonya, barulah dia akan menjadi orang yang rendah hati. Mereka akan mampu berlapang dada, berbesar hati dan berjiwa besar untuk menerima kehidupan ini apa adanya.
Ketika hati seseorang menciut atau kecil maka penderitaan itu akan menyesakkan dada, tetapi orang yang berbesar hati dan berlapang dada mereka akan memperluas hati mereka mungkin sampai seluas lapangan sepak bola sehingga penderitaan yang ada tidak terasa.
Berlatihlah untuk mengalahkan ego kita sehingga kita mampu berlapang dada menerima orang lain apa adanya.
Alangkah indahnya dunia yang beraneka ragam ini apabila kita mampu berbesar hati dan berjiwa besar menerima kondisi orang lain karena semua orang sedang berproses.
Jangan mudah menghakimi kesalahan orang lain dengan keras karena kita juga tidak sempurna, hadapilah semuanya dengan kedamain bahwa semua memang harus terjadi seperti adanya untuk membuat kita semua bertumbuh.
Apalagi untuk orang yang kita sayangi, sahabat dan saudara kita, berlapangdadalah dan berjiwa besarlah untuk memulai kembali menjalin kedekatan hubungan, berupaya agar kita dapat bersama lagi untuk suatu kebersamaan yang indah yang membuat kita akan terus tersenyum dan tegar menjalani kehidupan ini karena ada sahabat, saudara yang menguatkan diri kita.
Pancarkan cinta kepada orang yang kita sayangi yang kita ajak bermasalah, karena orang yang penuh kemarahan mereka kekurangan cinta. Lakukan dalam beberapa hari sampai energi cinta itu penuh didalam diri mereka, dan kita harus berjiwa besar memulai percakapan untuk perbaikan hubungan.
Biarlah hubungan semua orang yang bermasalah menjadi baik kembali, dipenuhi dengan cinta dan kedamaian. Terjadilah . . .
Seorang teman datang dengan kemarahan karena habis bertengkar hebat dengan sahabat yang sangat disayanginya. Dia merasa tidak dapat memaafkan kesalahan sahabatnya dan memilih memutuskan tali persahabatan mereka. Sangat disayangkan persahabatan yang sudah terjalin lama harus berakhir dengan dendam. Sayapun memberikan saran untuk berjiwa besar dan berlapang dada menerima kembali sahabatnya, tetapi teman saya menolaknya. Saya hanya tersenyum karena saya tak mungkin memaksakan kehendak pada teman saya itu.
Sahabat adalah teman terbaik kita yang kita ajak berbagi dalam suka dan duka, bersama dia kita dapat menjalani kehidupan ini dengan tegar karena dia selalu memberi penguatan kepada kita. Tentunya saat-saat yang indah bersama akan menimbulkan kerinduan apabila kita berjauhan dengan mereka. Betapa menderita teman saya ini karena keputusannya sendiri. Penderitaan akan muncul seiring dengan waktu yang terus berjalan, bisakah teman saya mampu menjalani kehidupannya dengan damai ketika dendam masih ada didalam dirinya?
Kita semua pasti pernah mengalami kejadian seperti ini, entah dengan sahabat, teman, saudara kita. Bagaimana cara kita untuk tetap damai ?
Menjadi damai dan bahagia merupakan pilihan, orang lain tak mampu memaksakan kepada diri kita.
Untuk menjadi damai dan bahagia kita harus terlebih dahulu harus mampu mengalahkan ego kita, sehingga kita mampu berbesar hati dan berlapang dada menerima semua kejadian .
Ego yang tinggi membuat kita menjadi sombong dan tidak membutuhkan kehadiran orang lain untuk berbagi dengan diri kita. Memandang rendah orang lain dan merasa diri sudah benar.
Sangat kasihan orang yang mempunyai ego yang tinggi karena mereka sudah pasti tidak damai dan bahagia. Ego mereka membuat mereka menjadi keras hati. Tidak selamanya mereka akan terus bertahan dengan kondisi ini, karena ini akan membuat mereka kesepian dan lelah menjalani kehidupan.
Cobalah untuk merenungkan memahami diri sendiri,seberapakah ego saya ?
Cara kita untuk menurunkan ego adalah:
- mengetahui terlebih dahulu seberapa besar ego kita. Kita bisa melihat di kejadian-kejadian yang telah lewat. Tanpa kita pernah mengetahui seberapa besar ego kita, kita akan mempunyai kecenderungan selalu benar.
- sadari dan mengakui bahwa diri kita mempunyai hal itu, tanpa ada pengakuan dari diri sendiri maka kita tak akan mampu melepaskan ego kita, karena semua butuh pengakuan sebelum dilepaskan. Seperti suatu kesalahan tidak akan terselesaikan apabila belum ada pengakuan akan kesalahan tersebut.
Pengakuan diri sendiri menandakan kita telah mampu mengalahkan ego kita. Disinilah perang batin, perang kita dengan kegelapan yang ada didalam diri kita, kita harus mampu memenangkannya.
- setelah orang mampu menjadi pemenang mengalahkan egonya, barulah dia akan menjadi orang yang rendah hati. Mereka akan mampu berlapang dada, berbesar hati dan berjiwa besar untuk menerima kehidupan ini apa adanya.
Ketika hati seseorang menciut atau kecil maka penderitaan itu akan menyesakkan dada, tetapi orang yang berbesar hati dan berlapang dada mereka akan memperluas hati mereka mungkin sampai seluas lapangan sepak bola sehingga penderitaan yang ada tidak terasa.
Berlatihlah untuk mengalahkan ego kita sehingga kita mampu berlapang dada menerima orang lain apa adanya.
Alangkah indahnya dunia yang beraneka ragam ini apabila kita mampu berbesar hati dan berjiwa besar menerima kondisi orang lain karena semua orang sedang berproses.
Jangan mudah menghakimi kesalahan orang lain dengan keras karena kita juga tidak sempurna, hadapilah semuanya dengan kedamain bahwa semua memang harus terjadi seperti adanya untuk membuat kita semua bertumbuh.
Apalagi untuk orang yang kita sayangi, sahabat dan saudara kita, berlapangdadalah dan berjiwa besarlah untuk memulai kembali menjalin kedekatan hubungan, berupaya agar kita dapat bersama lagi untuk suatu kebersamaan yang indah yang membuat kita akan terus tersenyum dan tegar menjalani kehidupan ini karena ada sahabat, saudara yang menguatkan diri kita.
Pancarkan cinta kepada orang yang kita sayangi yang kita ajak bermasalah, karena orang yang penuh kemarahan mereka kekurangan cinta. Lakukan dalam beberapa hari sampai energi cinta itu penuh didalam diri mereka, dan kita harus berjiwa besar memulai percakapan untuk perbaikan hubungan.
Biarlah hubungan semua orang yang bermasalah menjadi baik kembali, dipenuhi dengan cinta dan kedamaian. Terjadilah . . .
Selasa, 13 Mei 2014
Hidup merupakan proses pembelajaran karakter
Renungan jiwa 13 mei 2014
Makna hidup bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan fisik belaka yaitu kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan. Proses hidup merupakan proses pendewasaan jiwa kita dari pemebelajaran karakter. Pembentukan karakter manusia tidak hanya dimulai dari kehidupan saat ini saja, tetapi sudah mulai terbentuk dari proses kehidupan sebelumnya.
Setiap hari dalam hidup kita selalu diisi oleh kejadian-kejadian yang memaksa kita untuk mampu menghadapinya dengan tegar, walaupun kadang kala membuat kita putus asa karena merasa terbebani dengan hidup ini. Dari masa anak-anak hingga masa tua rasanya pikiran kita selalu terus berputar yang membuat kita lelah. Bagaimana cara kita memahami hidup ini?
Kita dilahirkan untuk memahami jati diri kita dan mencari jalan untuk pulang. Proses diluar diri kita merupakan warna warni kehidupan yang mengiringi jalan kita, dan proses yang sesungguhnya terdapat didalam diri kita yaitu proses pembelajaran karakter.
Di dalam kehidupan bermasyarakat kita akan melihat orang-orang yang yang sabar, bertoleransi, bijaksana, penuh kedamaian akan sukses dalam menjalani kehidupannya dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Mereka nampak sangat bersahaja dan sangat bijaksana dalam menyikapi hidupnya bahkan selalu penuh dengan cinta. Bersama mereka kita akan merasakan radiasi energi kedamaian memancar dari diri mereka, sehingga kita terbuai dengan rasa yang membuat kita selalu rindu bersama mereka.
Mereka adalah orang- orang yang telah mampu mengolah rasa didalam diri mereka sehingga karakter baik didalam diri mereka menjadi kuat.
Orang-orang yang sudah mampu memahami karakter diri dengan baik, mereka selalu menjadi panutan atau tauladan bagi yang lainnya.
Banyak orang yang masih belum memahami mengapa mereka dilahirkan di dunia, mereka menjalani hidup hanya untuk memuaskan diri mereka saja, menyianyiakan hidup dengan kegiatan-kegiatan yang merugikan dirinya sendiri. Mereka membiarkan ego mereka mengatur hidup mereka sehingga mereka selalu berbenturan dengan orang lain dan ingin menang sendiri. Mereka tidak mau belajar untuk pembentukan karakter yang lebih baik sehingga kehidupan mereka sangat ruwet dan selalu bermasalah.
Kehidupan yang bagaimana yang hendak kita pilih?
Cobalah merenungi proses hidup kita sendiri, amati apa yang sudah kita lewati karena dari kejadian-kejadian yang kita alami kita akan tahu kwalitas diri kita sendiri. Banyak orang yang tidak mau menilai diri sendiri karena mereka terlalu sibuk menilai orang lain.
Pahamilah hidup kita merupakan pilihan diri kita sendiri tanpa tekanan dari luar. Jadi pilihlah untuk membuka diri dengan perubahan, belajarlah untuk membentuk karakter yang lebih baik, karena ini merupakan dasar untuk mendapat kwalitas hidup yang lebih baik.
Jangan malu untuk mengakui diri buruk, karena dengan mengetahui keburukan ini kita akan berupaya memperbaiki karakter kita menjadi lebih baik.
Orang yang sukses adalah orang yang memahami karakter diri mereka sendiri dan mampu menguatkan karakter yang baik didalam dirinya
Makna hidup bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan fisik belaka yaitu kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan. Proses hidup merupakan proses pendewasaan jiwa kita dari pemebelajaran karakter. Pembentukan karakter manusia tidak hanya dimulai dari kehidupan saat ini saja, tetapi sudah mulai terbentuk dari proses kehidupan sebelumnya.
Setiap hari dalam hidup kita selalu diisi oleh kejadian-kejadian yang memaksa kita untuk mampu menghadapinya dengan tegar, walaupun kadang kala membuat kita putus asa karena merasa terbebani dengan hidup ini. Dari masa anak-anak hingga masa tua rasanya pikiran kita selalu terus berputar yang membuat kita lelah. Bagaimana cara kita memahami hidup ini?
Kita dilahirkan untuk memahami jati diri kita dan mencari jalan untuk pulang. Proses diluar diri kita merupakan warna warni kehidupan yang mengiringi jalan kita, dan proses yang sesungguhnya terdapat didalam diri kita yaitu proses pembelajaran karakter.
Di dalam kehidupan bermasyarakat kita akan melihat orang-orang yang yang sabar, bertoleransi, bijaksana, penuh kedamaian akan sukses dalam menjalani kehidupannya dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Mereka nampak sangat bersahaja dan sangat bijaksana dalam menyikapi hidupnya bahkan selalu penuh dengan cinta. Bersama mereka kita akan merasakan radiasi energi kedamaian memancar dari diri mereka, sehingga kita terbuai dengan rasa yang membuat kita selalu rindu bersama mereka.
Mereka adalah orang- orang yang telah mampu mengolah rasa didalam diri mereka sehingga karakter baik didalam diri mereka menjadi kuat.
Orang-orang yang sudah mampu memahami karakter diri dengan baik, mereka selalu menjadi panutan atau tauladan bagi yang lainnya.
Banyak orang yang masih belum memahami mengapa mereka dilahirkan di dunia, mereka menjalani hidup hanya untuk memuaskan diri mereka saja, menyianyiakan hidup dengan kegiatan-kegiatan yang merugikan dirinya sendiri. Mereka membiarkan ego mereka mengatur hidup mereka sehingga mereka selalu berbenturan dengan orang lain dan ingin menang sendiri. Mereka tidak mau belajar untuk pembentukan karakter yang lebih baik sehingga kehidupan mereka sangat ruwet dan selalu bermasalah.
Kehidupan yang bagaimana yang hendak kita pilih?
Cobalah merenungi proses hidup kita sendiri, amati apa yang sudah kita lewati karena dari kejadian-kejadian yang kita alami kita akan tahu kwalitas diri kita sendiri. Banyak orang yang tidak mau menilai diri sendiri karena mereka terlalu sibuk menilai orang lain.
Pahamilah hidup kita merupakan pilihan diri kita sendiri tanpa tekanan dari luar. Jadi pilihlah untuk membuka diri dengan perubahan, belajarlah untuk membentuk karakter yang lebih baik, karena ini merupakan dasar untuk mendapat kwalitas hidup yang lebih baik.
Jangan malu untuk mengakui diri buruk, karena dengan mengetahui keburukan ini kita akan berupaya memperbaiki karakter kita menjadi lebih baik.
Orang yang sukses adalah orang yang memahami karakter diri mereka sendiri dan mampu menguatkan karakter yang baik didalam dirinya
Jumat, 09 Mei 2014
Bagaimana mungkin cinta menyakiti
Setiap saya buka social media, seperti twitter, path, maupun facebook, pasti ada saja orang yang menggerutu, mengeluh dan menderita karena cinta yang mengingatkan saya pada perkataan salah satu murid biksu terkenal yang berbunyi "Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir"
Saya memang tidak memiliki urusan dengan para ABG-ABG galau yang membagikan kegalauanya melalui media yang dapat dibaca oleh masyarakat luas karena itu adalah hak mereka, namun saya agak sedikit tergelitik tentang cinta yang menyebabkan derita. Diajaran agama manapun cinta selalu sesuatu yang indah. Dan saya masih berpikir bagaimana sesuatu yang indah yang diciptakan oleh Sang Maha Pencinta yang seharusnya membawa kedamaian dapat menyebabkan penderitaan bagi saudara saudara labil kita.
Saya bertanya pada beberapa teman saya mengenai pengertian cinta bagi mereka dan ternyata saat mereka menyebut kata cinta, beberapa dari mereka tidak membahas hal yang sama
Untuk mengetahui cinta yang sejati, kita harus belajar dari Tuhan, Sang Sumber Cinta. Cinta Tuhan adalah rasa sayang akan semua ciptaaNya, membebaskan ciptaaNya untuk memilih jalan yang diambilnya dan tetap adil dalam memberikan konsekuensi dari jalan yang mereka ambil. Bukan menganak emaskan orang orang-orang tertentu, namun memberikan semuanya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Namun saat sang ciptaan menyadari jalan yang ditempuhnya kurang tepat dan dengan penuh kesadaran memilih untuk kembali padaNya, Tuhan akan selalu membuka pintuNya dan menyambut sang ciptaan. Tidak ada keinginan untuk memiliki.
Coba bayangkan bila Tuhan memiliki keterikatan pada ciptaaNya tentu kita tidak memiliki hak untuk memilih jalan kita sendiri. Namun dengan cintaNya lah Tuhan mengingatkan kita dengan caraNya untuk mendapatkan kesadaran agar tetap di jalan yang benar. Ya walaupun itu juga bila sang ciptaan cukup humble untuk menangkap tanda tanda itu. Walaupun kebanyakan ciptaanNya malah marah dan tidak jarang memakiNya, Tuhan akan tetap dengan sabar menuntun kita tanpa terikat dan mengikat.
Beberapa ciptaan yang merasakan Cinta itu akan secara sukarela mengikatkan diri padaNya. Bukan karena paksaan, namun sepenuhnya karena rasa di dalam diri yang bahkan mereka tidak pahami. Rasa yang disebut Cinta
Seperti yang didendangkan oleh grup musik tahun 90an
Inikah namanya cinta, inikah cinta
Cinta pada jumpa pertama
Inikah rasanya cinta, inikah cinta
Terasa bahagia saat jumpa, dengan dirinya
Cinta lebih pada rasa bahagia dan bagaimana menerima orang atau objek cinta kita tanpa merubahnya secara paksa menjadi orang atau objek yang kita mau dan membiarkan nya berkembang sesuai jalur perkembangan nya.
Dengan mengambil definisi ini dipastikan kita akan tetap damai dan tidak akan terluka karena cinta. Mungkin saudara saudara kita yang labil itu hanya memilih pengertian yabg salah tentang cinta. Karena saat kita menolak salah satu aspek dari objek cinta kita (orang atau apapun) maka penderitaan lah yang akan datang. Karena seperti di post saya sebelumnya, penolakan adalah sumber penderitaan.
Setelah saya melihat beberapa keluhan rasa sakit akibat cinta, saya melihat salah satu post yang membuat saya tersenyum
"Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak mengubahnya menjadi seperti yang kita inginkan, jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita lihat pada dirinya" - Pencinta Wanita
Semoga orang yang menulis itu tidak hanya menulis saja tapi juga memahami dan mencintai orang yang dicintainya, seperti aku mencintai dirinya yang (semoga) tersenyum saat membaca tulisan ini.
Yak sepertinya sudah cukup saya biarkan akal budi ini berkelana mencari makna dari Cinta. Semoga pemahaman ini dapat saya praktikan dalam keseharian saya. Terima kasih Tuhan, I love you. Kini saatnya saya mengistirahatkan tubuh dan akalbudi saya dan berlayar ke alam mimpi.
Nb. Kemurnian cinta akan lebih mudah anda pahami dengan pemahaman energi. Karena itulah satu satunya cara mengukur cinta secara objektif.
Saya memang tidak memiliki urusan dengan para ABG-ABG galau yang membagikan kegalauanya melalui media yang dapat dibaca oleh masyarakat luas karena itu adalah hak mereka, namun saya agak sedikit tergelitik tentang cinta yang menyebabkan derita. Diajaran agama manapun cinta selalu sesuatu yang indah. Dan saya masih berpikir bagaimana sesuatu yang indah yang diciptakan oleh Sang Maha Pencinta yang seharusnya membawa kedamaian dapat menyebabkan penderitaan bagi saudara saudara labil kita.
Saya bertanya pada beberapa teman saya mengenai pengertian cinta bagi mereka dan ternyata saat mereka menyebut kata cinta, beberapa dari mereka tidak membahas hal yang sama
Untuk mengetahui cinta yang sejati, kita harus belajar dari Tuhan, Sang Sumber Cinta. Cinta Tuhan adalah rasa sayang akan semua ciptaaNya, membebaskan ciptaaNya untuk memilih jalan yang diambilnya dan tetap adil dalam memberikan konsekuensi dari jalan yang mereka ambil. Bukan menganak emaskan orang orang-orang tertentu, namun memberikan semuanya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Namun saat sang ciptaan menyadari jalan yang ditempuhnya kurang tepat dan dengan penuh kesadaran memilih untuk kembali padaNya, Tuhan akan selalu membuka pintuNya dan menyambut sang ciptaan. Tidak ada keinginan untuk memiliki.
Coba bayangkan bila Tuhan memiliki keterikatan pada ciptaaNya tentu kita tidak memiliki hak untuk memilih jalan kita sendiri. Namun dengan cintaNya lah Tuhan mengingatkan kita dengan caraNya untuk mendapatkan kesadaran agar tetap di jalan yang benar. Ya walaupun itu juga bila sang ciptaan cukup humble untuk menangkap tanda tanda itu. Walaupun kebanyakan ciptaanNya malah marah dan tidak jarang memakiNya, Tuhan akan tetap dengan sabar menuntun kita tanpa terikat dan mengikat.
Beberapa ciptaan yang merasakan Cinta itu akan secara sukarela mengikatkan diri padaNya. Bukan karena paksaan, namun sepenuhnya karena rasa di dalam diri yang bahkan mereka tidak pahami. Rasa yang disebut Cinta
Seperti yang didendangkan oleh grup musik tahun 90an
Inikah namanya cinta, inikah cinta
Cinta pada jumpa pertama
Inikah rasanya cinta, inikah cinta
Terasa bahagia saat jumpa, dengan dirinya
Cinta lebih pada rasa bahagia dan bagaimana menerima orang atau objek cinta kita tanpa merubahnya secara paksa menjadi orang atau objek yang kita mau dan membiarkan nya berkembang sesuai jalur perkembangan nya.
Dengan mengambil definisi ini dipastikan kita akan tetap damai dan tidak akan terluka karena cinta. Mungkin saudara saudara kita yang labil itu hanya memilih pengertian yabg salah tentang cinta. Karena saat kita menolak salah satu aspek dari objek cinta kita (orang atau apapun) maka penderitaan lah yang akan datang. Karena seperti di post saya sebelumnya, penolakan adalah sumber penderitaan.
Setelah saya melihat beberapa keluhan rasa sakit akibat cinta, saya melihat salah satu post yang membuat saya tersenyum
"Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak mengubahnya menjadi seperti yang kita inginkan, jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita lihat pada dirinya" - Pencinta Wanita
Semoga orang yang menulis itu tidak hanya menulis saja tapi juga memahami dan mencintai orang yang dicintainya, seperti aku mencintai dirinya yang (semoga) tersenyum saat membaca tulisan ini.
Yak sepertinya sudah cukup saya biarkan akal budi ini berkelana mencari makna dari Cinta. Semoga pemahaman ini dapat saya praktikan dalam keseharian saya. Terima kasih Tuhan, I love you. Kini saatnya saya mengistirahatkan tubuh dan akalbudi saya dan berlayar ke alam mimpi.
Nb. Kemurnian cinta akan lebih mudah anda pahami dengan pemahaman energi. Karena itulah satu satunya cara mengukur cinta secara objektif.
Kamis, 08 Mei 2014
Renungan jiwa 8 mei 2014
Bukan karena indahnya doa yang dilantunkan atau banyaknya japa yang diucapkan membawa kita terhubung dengan Tuhan, tetapi kebersihan hati kita yang penuh dengan cinta, penerimaan yang dalam atas apapun yang Tuhan berikan dalam kehidupan ini entah itu penderitaan maupun kegembiraan yang bisa kita rasakan dengan rasa syukur dan totalitas untuk tidak memilih dan mengeluh dalam menjalani seluruh waktu yang telah disiapkan Tuhan sebagai proses perjalanan jiwa dan dengan kesadaran penuh untuk selalu melayani Tuhan yang ada dalam semua ciptaanNya.
Rabu, 07 Mei 2014
Renungan jiwa 7 mei 2014
Janganlah menjadi sombong dengan merasa diri sudah tahu dan berkomentar buruk atas pendapat orang lain, mungkin kita yang belum cukup pengetahuan sehingga kita belum pernah mendengar kebenaran yang mereka katakan.
Orang bijaksana akan mendengarkan pendapat orang dengan rendah hati tetapi tidak menelan mentah mentah semua pendapat orang lain tetapi mereka akan menelaah, bereksperimen membuktikan kebenaran yg mereka dengar dan kemudin barulah menarik kesimpulan sehingga mereka dapat meyakini kebenaran tersebut. Orang bijaksana tidak sekedar ikut-ikutan dan tidak juga menolak segala sesuatu tanpa memahaminya terlebih dahulu.
Bukalah diri dengan pendapat orang lain, siapa tahu mereka menjadi utusan Tuhan untuk memberi kita ilmu pengetahuan yang layak untuk kita dapatkan.
Orang bijaksana akan mendengarkan pendapat orang dengan rendah hati tetapi tidak menelan mentah mentah semua pendapat orang lain tetapi mereka akan menelaah, bereksperimen membuktikan kebenaran yg mereka dengar dan kemudin barulah menarik kesimpulan sehingga mereka dapat meyakini kebenaran tersebut. Orang bijaksana tidak sekedar ikut-ikutan dan tidak juga menolak segala sesuatu tanpa memahaminya terlebih dahulu.
Bukalah diri dengan pendapat orang lain, siapa tahu mereka menjadi utusan Tuhan untuk memberi kita ilmu pengetahuan yang layak untuk kita dapatkan.
Senin, 05 Mei 2014
Menyiapkan waktu untuk diri sendiri
Renungan jiwa 5 mei 2014
Banyak orang mengeluh kehabisan waktu untuk dirinya, karena mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya. Mereka mengeluh dengan waktu yang terasa sangat cepat berlalu padahal banyak pekerjaan yang belum terselesakan. Ketika kita mendengarkan cerita mereka kadang kala kitapun ikut-ikutan menyalahkan sang waktu tanpa melihat kebenaran cerita yang kita dengar. Benarkah waktu selalu sebagai penghalang kita untuk beraktivitas?
Dalam satu hari kita mempunyai 24 jam, dan selama kurang lebih 8 jam kita gunakan untuk tidur dan selebihnya 16 jam untuk aktivitas lainnya. Keluhan orang yang mengatakan tak banyak punya waktu untuk dirinya membuat kita bertanya bagaimana cara mereka mengatur waktunya?
Ternyata kebutuhan untuk mengatur waktu merupakan penentu dari kesuksesan hidup kita. Banyak orang yang terlihat sangat sibuk tetapi pekerjaan merèka tidak menghasilkan sesuatu yang sangat berarti, tetapi ada yang terlihat santai dan banyak waktu dan mereka sangat sukses. Bagaimana sebaiknya cara kita mengatur waktu dalam kehidupan ini?
Ketika saya masih kecil orang-orang tua selalu menasehati saya untuk bangun pagi hari sebelum kedahuluan matahari terbit, supaya banyak rejekinya, dan dengan polosnya sayapun mengikuti nasehat tersebut dan menjadikannya sebagai kebiasaan tanpa tahu benar dari makna bangun pagi dan banyak rejeki. Tetapi saat ini setelah menjalani proses bertumbuh sayapun mulai memahami nasehat tersebut apalagi setelah saya mempelajari energi, lebih banyak pemahaman yang membuat saya sangat beryukur dengan nasehat orang-orang tua dahulu.
Berdasarkan pemahaman energi, waktu pagi hari sekitar jam 03.00 sampai dengan 06.00 mempunyai power energi illahi yang paling kuat karena pada jam-jam tersebut sangat sedikit kontaminasi energi negatif yang mengkontaminasi karena sebagian besar manusia tertidur sehingga belum banyak pikiran negatif dan stress yang dihasilkan sehingga energi di pagi hari cenderung lebih murni dan inilah yang membuat banyak orang yang menggunakan waktu ini untuk berdoa. Kekuatan energi Tuhan akan mengalir lebih kuat sehingga memudahkan kita masuk dalam keheningan.
Bagi para penekun spiritual mereka akan memanfaatkan waktu ini untuk mengisi dirinya dengan kekuatan Tuhan. Mereka akan melakukan disiplin spiritual merekà seperti sholat subuh, meditasi, yoga asanas, dan banyak lagi ritual lainnya dengan tujuan yang sama memanfaatkan waktu bagi pemenuhan kebutuhan makanan jiwa mereka.
Apabila kita mengawali hari kita dengan penyerahan diri kepada Tuhan terlèbih dahulu, mempersembahkan kerja kita kepada Tuhan maka dalam satu hari ini kita akan melihat semua proses kerja kita sangatlah ringan dan indah. Energi Tuhan akan mengalir didalam proses kerja kita, semua dilancarkan dan dimudahkan karena kita sudah terlebih dahulu mempersembahkannya sebelum kita memepeŕoleh hasilnya. Kitapun akan lebih iklas menjalani hidup kita, dan dapat menjalani hidup tanpa mengeluh.
Agar dalam satu hari kita dapat menjalani hidup kita dengan penuh keiklasan ternyata kuncinya adalah :
Bangun pagi hari dan siapkan waktu untuk diri sendiri terhubung dengan Tuhan. Bersyukur atas semua berkat kehidupan yang Tuhan berikan.
Melakukan perenungan batin, mengamati semua proses kehidupan kita, memaafkan dan meminta maaf dan melakukan pemurnian diri sehingga cinta kasih dapat memenuhi diri kita.
Mempersebahkan kepada Tuhan semua rencana kerja atau aktivitas kita satu hari nanti yang akan kita lakukan, secara otomatis pagi hari merupakan saat kita menyusun rencana kerja harian kita dengan lebih terarah dan setelah kita menyusunnya kitapun mempersembahkan rencana kerja kita kepada Tuhan untuk mendapat berkat dan rahmat Tuhan sehingga semua dapat berjalan dengan lancar.
Oang yang bijaksana mengatakan :
" Kwalitas hidup satu hari ditentukan dengan suasana hati di pagi hari "
Artinya kalau di pagi hari sudah dipenuhi dengan ketegangan dan stress maka kita kita akan melihat satu hari yang sangat melelahkan karena banyak ketegangan dan stress. Tetapi jika di pagi hari kita sudah dipenuhi denhan cinta dan kedamaian maka dalam satu hari kita akan melihat banyak keindahan didalam hidup kita.
Luangkan waktu dipagi hari sebagai waktu special bagi diri kita, bangunlah lebih awal jangan bermalas-malasan, siapkan diri untuk berdialog dengan Tuhan dan diri sendiri, dan setelah itu barulah sisa waktu kita gunakan untuk mencari ide-ide kreativ sebelum orang lain terbangun dan kontaminasi pikiran negatif dan energi stress memenuhi alam ini, dan akhirnya kitapun akan dapat membuktikan nasehat orang-orang tua jaman dahulu, bangun pagi banyak rejeki.
Banyak orang mengeluh kehabisan waktu untuk dirinya, karena mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya. Mereka mengeluh dengan waktu yang terasa sangat cepat berlalu padahal banyak pekerjaan yang belum terselesakan. Ketika kita mendengarkan cerita mereka kadang kala kitapun ikut-ikutan menyalahkan sang waktu tanpa melihat kebenaran cerita yang kita dengar. Benarkah waktu selalu sebagai penghalang kita untuk beraktivitas?
Dalam satu hari kita mempunyai 24 jam, dan selama kurang lebih 8 jam kita gunakan untuk tidur dan selebihnya 16 jam untuk aktivitas lainnya. Keluhan orang yang mengatakan tak banyak punya waktu untuk dirinya membuat kita bertanya bagaimana cara mereka mengatur waktunya?
Ternyata kebutuhan untuk mengatur waktu merupakan penentu dari kesuksesan hidup kita. Banyak orang yang terlihat sangat sibuk tetapi pekerjaan merèka tidak menghasilkan sesuatu yang sangat berarti, tetapi ada yang terlihat santai dan banyak waktu dan mereka sangat sukses. Bagaimana sebaiknya cara kita mengatur waktu dalam kehidupan ini?
Ketika saya masih kecil orang-orang tua selalu menasehati saya untuk bangun pagi hari sebelum kedahuluan matahari terbit, supaya banyak rejekinya, dan dengan polosnya sayapun mengikuti nasehat tersebut dan menjadikannya sebagai kebiasaan tanpa tahu benar dari makna bangun pagi dan banyak rejeki. Tetapi saat ini setelah menjalani proses bertumbuh sayapun mulai memahami nasehat tersebut apalagi setelah saya mempelajari energi, lebih banyak pemahaman yang membuat saya sangat beryukur dengan nasehat orang-orang tua dahulu.
Berdasarkan pemahaman energi, waktu pagi hari sekitar jam 03.00 sampai dengan 06.00 mempunyai power energi illahi yang paling kuat karena pada jam-jam tersebut sangat sedikit kontaminasi energi negatif yang mengkontaminasi karena sebagian besar manusia tertidur sehingga belum banyak pikiran negatif dan stress yang dihasilkan sehingga energi di pagi hari cenderung lebih murni dan inilah yang membuat banyak orang yang menggunakan waktu ini untuk berdoa. Kekuatan energi Tuhan akan mengalir lebih kuat sehingga memudahkan kita masuk dalam keheningan.
Bagi para penekun spiritual mereka akan memanfaatkan waktu ini untuk mengisi dirinya dengan kekuatan Tuhan. Mereka akan melakukan disiplin spiritual merekà seperti sholat subuh, meditasi, yoga asanas, dan banyak lagi ritual lainnya dengan tujuan yang sama memanfaatkan waktu bagi pemenuhan kebutuhan makanan jiwa mereka.
Apabila kita mengawali hari kita dengan penyerahan diri kepada Tuhan terlèbih dahulu, mempersembahkan kerja kita kepada Tuhan maka dalam satu hari ini kita akan melihat semua proses kerja kita sangatlah ringan dan indah. Energi Tuhan akan mengalir didalam proses kerja kita, semua dilancarkan dan dimudahkan karena kita sudah terlebih dahulu mempersembahkannya sebelum kita memepeŕoleh hasilnya. Kitapun akan lebih iklas menjalani hidup kita, dan dapat menjalani hidup tanpa mengeluh.
Agar dalam satu hari kita dapat menjalani hidup kita dengan penuh keiklasan ternyata kuncinya adalah :
Bangun pagi hari dan siapkan waktu untuk diri sendiri terhubung dengan Tuhan. Bersyukur atas semua berkat kehidupan yang Tuhan berikan.
Melakukan perenungan batin, mengamati semua proses kehidupan kita, memaafkan dan meminta maaf dan melakukan pemurnian diri sehingga cinta kasih dapat memenuhi diri kita.
Mempersebahkan kepada Tuhan semua rencana kerja atau aktivitas kita satu hari nanti yang akan kita lakukan, secara otomatis pagi hari merupakan saat kita menyusun rencana kerja harian kita dengan lebih terarah dan setelah kita menyusunnya kitapun mempersembahkan rencana kerja kita kepada Tuhan untuk mendapat berkat dan rahmat Tuhan sehingga semua dapat berjalan dengan lancar.
Oang yang bijaksana mengatakan :
" Kwalitas hidup satu hari ditentukan dengan suasana hati di pagi hari "
Artinya kalau di pagi hari sudah dipenuhi dengan ketegangan dan stress maka kita kita akan melihat satu hari yang sangat melelahkan karena banyak ketegangan dan stress. Tetapi jika di pagi hari kita sudah dipenuhi denhan cinta dan kedamaian maka dalam satu hari kita akan melihat banyak keindahan didalam hidup kita.
Luangkan waktu dipagi hari sebagai waktu special bagi diri kita, bangunlah lebih awal jangan bermalas-malasan, siapkan diri untuk berdialog dengan Tuhan dan diri sendiri, dan setelah itu barulah sisa waktu kita gunakan untuk mencari ide-ide kreativ sebelum orang lain terbangun dan kontaminasi pikiran negatif dan energi stress memenuhi alam ini, dan akhirnya kitapun akan dapat membuktikan nasehat orang-orang tua jaman dahulu, bangun pagi banyak rejeki.
Rabu, 30 April 2014
Hukum sebab akibat.
Renungan jiwa 30 april 2014
Seseorang bercerita kepada saya, dia meyakini hukum sebab akibat, tetapi dia menjadi bingung karena dia tidak merasa melakukan sesuatu tetapi mengapa hal yang buruk terus terjadi didalam hidupnya. Mengapa tidak ada sebab yang jelas, akibat saja yang datang pada dirinya.
Rasanya hal ini menjadi pertanyaan banyak orang yang berusaha memahami hukum alam ini. Bagaimana mereka dapat meyakini hal ini kalau mereka tidak tau kapan mereka melakukan suatu sebab sehingga saat ini merasakan akibatnya. Sebenarnya hukum sebab akibat itu sama dengan hukum tabur tuai, apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai atau juga disebut juga dengan hukum karma, ketiganya adalah hukum alam yang mengatur tatanan kehidupan di bumi ini.
Untuk dapat memahami hal ini tentunya akan timbul pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara logic sesuai dengan nalar kita, apalagi di jaman yang serba modern ini segala sesuatu perlu dengan pembuktian untuk dapat diyakini oleh banyak orang. Bagaimana kita dapat memahami kebenaran hukum sebab akibat, hukum tabur tuai atau hukum karma ini ?
Kalau dahulu orang tua kita cukup meyakini saja dengan kepolosannya , tetapi anak muda jaman sekarang menuntut segala sesuatu dengan bukti, kalau tidak ada bukti maka mereka tidak akan meyakini sesuatu.
Maka untuk membuktikan hukum alam ini seseorang harus mempunyai pemahaman pengukuran dengan energi untuk membuktikan kebenaran ini. Karena dengan memahami energi kita akan mudah dibawa menuju kebenaran kapan kita menanam karma ini, dengan siapa kita berhubungan, dan mengapa saat ini kita mendapatkan sesuatu.
Dalam ilmu energi yang tanpa batas ruang dan waktu inilah kita dapat memahami hukum karma dengan baik, kita akan tahu bahwa akibat yang kita terima saat ini adalah hasil dari sebab yang kita lakukan dahulu.
Energi tidak terbatas ruang dan waktu, artinya : tak terbatas ruang berarti kita tak terbatasi oleh tempat, kita akan mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada orang lain di tempat lain misalnya di luar negri atau benua lain tanpa kita bertemu dengan mereka, tak terbatas waktu artinya kita dapat mengetahui kejadian kejadian dimasa lampau, dikehidupan saat ini misal kejadian 20 tahun yang lalu atau kalau kita benar benar terlatih kita dapat mengetahui kejadian yang kita lakukan di kehidupan terdahulu. Oleh karena itulah orang-orang yang mempelajari konsep energi akan memahami kapan mereka menanam biji perbuatan dan kapan mereka memanennya kemudian. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal didalam diri, merasa tidak pernah melakukannya, dan menganggap Tuhan tidak adil dengan apa yang mereka terima saat ini. Kalau kita pernah menanam maka kita akan menuainya, kalau kita tak pernah menanam maka suatu kejadian tak akan pernah kita alami.
Dengan pemahaman energi ini kita dapat melakukan pengukuran yang dahulu dianggap mustahil kini dapat dipahami dengan logika, yang dahulu menjadi rahasia dan hanya untuk orang-orang yang terbatas sekarang bukan rahasia lagi. Kita akan mengetahui jawaban dari semua pertanyaan kita.
Dengan memahami energi kita pun dapat mengetahui apa saja yang kita miliki disisi perasaan dan emosi yang terpendam yang belum terselesaikan.
Dengan memahami energi kita dapat melakukan pemurnian diri lebih dalam tidak hanya sebatas kata-kata.
Dengan memahami energi kita tahu cara bekerjanya hukum tabur tuai, sebab akibat atau hukum karma.
Dengan memahami energi kitapun akan mampu mengalami kebersatuan diri dengan Tuhan, kita akan merasakan energi Tuhan didalam diri semua mahluk di alam ini.
Bukalah diri untuk mengetahui kebenaran dialam ini, maka ilmu pengetahuan tentang kebenaran akan pada diri kita.
Murid siap maka guru akan datang.
Seseorang bercerita kepada saya, dia meyakini hukum sebab akibat, tetapi dia menjadi bingung karena dia tidak merasa melakukan sesuatu tetapi mengapa hal yang buruk terus terjadi didalam hidupnya. Mengapa tidak ada sebab yang jelas, akibat saja yang datang pada dirinya.
Rasanya hal ini menjadi pertanyaan banyak orang yang berusaha memahami hukum alam ini. Bagaimana mereka dapat meyakini hal ini kalau mereka tidak tau kapan mereka melakukan suatu sebab sehingga saat ini merasakan akibatnya. Sebenarnya hukum sebab akibat itu sama dengan hukum tabur tuai, apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai atau juga disebut juga dengan hukum karma, ketiganya adalah hukum alam yang mengatur tatanan kehidupan di bumi ini.
Untuk dapat memahami hal ini tentunya akan timbul pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara logic sesuai dengan nalar kita, apalagi di jaman yang serba modern ini segala sesuatu perlu dengan pembuktian untuk dapat diyakini oleh banyak orang. Bagaimana kita dapat memahami kebenaran hukum sebab akibat, hukum tabur tuai atau hukum karma ini ?
Kalau dahulu orang tua kita cukup meyakini saja dengan kepolosannya , tetapi anak muda jaman sekarang menuntut segala sesuatu dengan bukti, kalau tidak ada bukti maka mereka tidak akan meyakini sesuatu.
Maka untuk membuktikan hukum alam ini seseorang harus mempunyai pemahaman pengukuran dengan energi untuk membuktikan kebenaran ini. Karena dengan memahami energi kita akan mudah dibawa menuju kebenaran kapan kita menanam karma ini, dengan siapa kita berhubungan, dan mengapa saat ini kita mendapatkan sesuatu.
Dalam ilmu energi yang tanpa batas ruang dan waktu inilah kita dapat memahami hukum karma dengan baik, kita akan tahu bahwa akibat yang kita terima saat ini adalah hasil dari sebab yang kita lakukan dahulu.
Energi tidak terbatas ruang dan waktu, artinya : tak terbatas ruang berarti kita tak terbatasi oleh tempat, kita akan mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada orang lain di tempat lain misalnya di luar negri atau benua lain tanpa kita bertemu dengan mereka, tak terbatas waktu artinya kita dapat mengetahui kejadian kejadian dimasa lampau, dikehidupan saat ini misal kejadian 20 tahun yang lalu atau kalau kita benar benar terlatih kita dapat mengetahui kejadian yang kita lakukan di kehidupan terdahulu. Oleh karena itulah orang-orang yang mempelajari konsep energi akan memahami kapan mereka menanam biji perbuatan dan kapan mereka memanennya kemudian. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal didalam diri, merasa tidak pernah melakukannya, dan menganggap Tuhan tidak adil dengan apa yang mereka terima saat ini. Kalau kita pernah menanam maka kita akan menuainya, kalau kita tak pernah menanam maka suatu kejadian tak akan pernah kita alami.
Dengan pemahaman energi ini kita dapat melakukan pengukuran yang dahulu dianggap mustahil kini dapat dipahami dengan logika, yang dahulu menjadi rahasia dan hanya untuk orang-orang yang terbatas sekarang bukan rahasia lagi. Kita akan mengetahui jawaban dari semua pertanyaan kita.
Dengan memahami energi kita pun dapat mengetahui apa saja yang kita miliki disisi perasaan dan emosi yang terpendam yang belum terselesaikan.
Dengan memahami energi kita dapat melakukan pemurnian diri lebih dalam tidak hanya sebatas kata-kata.
Dengan memahami energi kita tahu cara bekerjanya hukum tabur tuai, sebab akibat atau hukum karma.
Dengan memahami energi kitapun akan mampu mengalami kebersatuan diri dengan Tuhan, kita akan merasakan energi Tuhan didalam diri semua mahluk di alam ini.
Bukalah diri untuk mengetahui kebenaran dialam ini, maka ilmu pengetahuan tentang kebenaran akan pada diri kita.
Murid siap maka guru akan datang.
Sabtu, 26 April 2014
Renungan jiwa 26 april 2014
Seorang teman bercerita tentang diskusinya dengan seseorang yang sudah dianggap sbg guru spiritual, tetapi dalam diskusi ini pemahaman ketuhanan yang didiskusikan malah menjadi perdebatan yang hasilnya menimbulkan ketidaknyamanan. Kebingunganpun tumbuh pada teman sy sehingga dia perlu untuk mendapat penguatan kembali.
Pengetahuan mengenai ketuhanan merupakan suatu konsep yang universal dan dapat diterima oleh semua orang. Ketika Tuhan memberikan pelajaran cinta kasih, maka banyak orang yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi mampu menangkap pesan ini. Merekapun mulai mengajarkan cinta kasih disesuaikan dengan kondisi tempat dimana ajaran ini diturunkan. Merekapun mulai mengajarkan sesuai dengan sabda yang mereka terima, tetapi seiring dengan berjalannya waktu ketika semua guru tersebut sudah meninggalkan tubuh fisiknya, ajaran inipun mulai diulas dan ditafsirkan sehingga banyak terjadi kesalahan dalam penafsiran pesan sehingga pemahaman yang sekaran kita dapatkan tidak murni lagi.
Tingkat pemahaman kesadaran jiwa yang berbeda akan memepengaruhi proses penafsiran sabda Tuhan, apabila seseorang sangat bijaksana maka mereka akan menafsirkan sabda itu dengan sangat dalam dan membuat banyak orang yang membacanya menjadi damai. Tetapi apabila orang yang menafsirkan sabda masih penuh dengan kemarahan maka penafsirannya akan membuat banyak orang yang memahaminya mudah tersulut dengan kemarahan bahkan memecah belah.
Kita tak dapat menyalahkan kesalahan yang terjadi dalam proses ini, tetapi kitalah yang harus membekali diri dengan kebijaksanaan sehingga kita tidak menelan mentah-mentah semua ajaran dan terlalu fanatik yang membutakan tetapi kita tetap membuka diri dengan ilmu pengetahuan yang akan membawa kita pada kebenaran Tuhan.
Ini adalah salah satu proses seleksi alam karena ada sistem kelayakan untuk proses mengetahui kebenaran Tuhan. Mereka yang mempunyai banyak kejujuran didalam dirinya, akan layak mengetahui kebenaran Tuhan. Hukum alam ini sejenis menarik sejenis.
Tidak ada yang kebetulan di alam ini karena segala sesuatu yang terjadi adalah sesuatu yang dahulu kita tanam dan saat ini kita memanennya. Tuhan memberikan segala sesuatunya sesuai dengan kelayakan kita.
Ketika kita layak dengan kebenaran Tuhan , maka ada saja jalan yang dibuatkan Tuhan agar kita bertemu dengan orang-orang yang mampu memberikan jalan untuk keterhubungan dengan Tuhan.
Tatapi ketika kehidupan kita dipenuhi dengan kebohongan maka kitapun akan dipertemukan dengan orang-orang yang sejenis dengan kebohongan yang kita miliki sehingga pemahaman yang tidak benarpun akan kita dapatkan.
Kita tak perlu mempertentangkan kebenaran Tuhan, karena semua orang akan bertumbuh tingkat kesadarannya, dan harus belajar untuk mencari kebenaran Tuhan. Tingkatan proses pembelajaran sudah dipetakan Tuhan sesuai denga pemahaman yang mereka capai. Seandainya mereka telah bertumbuh dengan kesadaran yang lebih tinggi maka mereka akan dipertemukan dengan orang-orang yang memahami kesadaran yang lebih tinggi lagi, inilah cara Tuhan membuat kita naik kelas untuk proses spiritual, bukan dengan mengubah agama yang kita anut tetapi memeperdalam pemahaman ketuhanan yang ada dalam semua agama.
Orang yang bijaksana akan mengahargai perbedaan dalam semua proses pembelajaran ketuhanan di setiap ajaran agama, karena pada intinya sama yaitu cinta kasih, keiklasan, penerimaan, kedamaian dan totalitas kepada Tuhan.
Bagaimana dengan diri kita? Ditingkatan mana kesadaran jiwa kita ? Amati kehidupan kita, kesejenisan kita terhadap lingkungan dan orang-orang yang bersama kita maka itulah diri kita.
Jika kita pahami diri kita belum pada lingkungan dan orang-orang yang berkarakter baik, ubahlah pola pikir kita menjadi positif dan berbuatlah baik maka seiring dengan waktu semua akan berubah maka kitapun akan berada sesuai dengan kesejenisan kita, maka kelayakan kita akan pemahaman Tuhan pun akan berubah.
Teruslah menanam kebaikan didalam diri kita agar kita mendapatkan kelayakan untuk menyatu dengan Tuhan.
Pengetahuan mengenai ketuhanan merupakan suatu konsep yang universal dan dapat diterima oleh semua orang. Ketika Tuhan memberikan pelajaran cinta kasih, maka banyak orang yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi mampu menangkap pesan ini. Merekapun mulai mengajarkan cinta kasih disesuaikan dengan kondisi tempat dimana ajaran ini diturunkan. Merekapun mulai mengajarkan sesuai dengan sabda yang mereka terima, tetapi seiring dengan berjalannya waktu ketika semua guru tersebut sudah meninggalkan tubuh fisiknya, ajaran inipun mulai diulas dan ditafsirkan sehingga banyak terjadi kesalahan dalam penafsiran pesan sehingga pemahaman yang sekaran kita dapatkan tidak murni lagi.
Tingkat pemahaman kesadaran jiwa yang berbeda akan memepengaruhi proses penafsiran sabda Tuhan, apabila seseorang sangat bijaksana maka mereka akan menafsirkan sabda itu dengan sangat dalam dan membuat banyak orang yang membacanya menjadi damai. Tetapi apabila orang yang menafsirkan sabda masih penuh dengan kemarahan maka penafsirannya akan membuat banyak orang yang memahaminya mudah tersulut dengan kemarahan bahkan memecah belah.
Kita tak dapat menyalahkan kesalahan yang terjadi dalam proses ini, tetapi kitalah yang harus membekali diri dengan kebijaksanaan sehingga kita tidak menelan mentah-mentah semua ajaran dan terlalu fanatik yang membutakan tetapi kita tetap membuka diri dengan ilmu pengetahuan yang akan membawa kita pada kebenaran Tuhan.
Ini adalah salah satu proses seleksi alam karena ada sistem kelayakan untuk proses mengetahui kebenaran Tuhan. Mereka yang mempunyai banyak kejujuran didalam dirinya, akan layak mengetahui kebenaran Tuhan. Hukum alam ini sejenis menarik sejenis.
Tidak ada yang kebetulan di alam ini karena segala sesuatu yang terjadi adalah sesuatu yang dahulu kita tanam dan saat ini kita memanennya. Tuhan memberikan segala sesuatunya sesuai dengan kelayakan kita.
Ketika kita layak dengan kebenaran Tuhan , maka ada saja jalan yang dibuatkan Tuhan agar kita bertemu dengan orang-orang yang mampu memberikan jalan untuk keterhubungan dengan Tuhan.
Tatapi ketika kehidupan kita dipenuhi dengan kebohongan maka kitapun akan dipertemukan dengan orang-orang yang sejenis dengan kebohongan yang kita miliki sehingga pemahaman yang tidak benarpun akan kita dapatkan.
Kita tak perlu mempertentangkan kebenaran Tuhan, karena semua orang akan bertumbuh tingkat kesadarannya, dan harus belajar untuk mencari kebenaran Tuhan. Tingkatan proses pembelajaran sudah dipetakan Tuhan sesuai denga pemahaman yang mereka capai. Seandainya mereka telah bertumbuh dengan kesadaran yang lebih tinggi maka mereka akan dipertemukan dengan orang-orang yang memahami kesadaran yang lebih tinggi lagi, inilah cara Tuhan membuat kita naik kelas untuk proses spiritual, bukan dengan mengubah agama yang kita anut tetapi memeperdalam pemahaman ketuhanan yang ada dalam semua agama.
Orang yang bijaksana akan mengahargai perbedaan dalam semua proses pembelajaran ketuhanan di setiap ajaran agama, karena pada intinya sama yaitu cinta kasih, keiklasan, penerimaan, kedamaian dan totalitas kepada Tuhan.
Bagaimana dengan diri kita? Ditingkatan mana kesadaran jiwa kita ? Amati kehidupan kita, kesejenisan kita terhadap lingkungan dan orang-orang yang bersama kita maka itulah diri kita.
Jika kita pahami diri kita belum pada lingkungan dan orang-orang yang berkarakter baik, ubahlah pola pikir kita menjadi positif dan berbuatlah baik maka seiring dengan waktu semua akan berubah maka kitapun akan berada sesuai dengan kesejenisan kita, maka kelayakan kita akan pemahaman Tuhan pun akan berubah.
Teruslah menanam kebaikan didalam diri kita agar kita mendapatkan kelayakan untuk menyatu dengan Tuhan.
Kamis, 24 April 2014
Dengan menumbuhkan cinta kasih kita membentuk kesucian didalam diri.
Renungan jiwa 24 april 2014
Banyak sekali ritual yang dilakukan orang untuk menyucikan dirinya, ada yang melakukan tirakat, puasa, ngeruwat, melukat, dan banyak lagi. Semua yang mereka lakukan didasari pada keyakinan bahwa hal tersebut dapat membantu membersihkan energi negatif yang ada didalam diri yang menghambat kesucian seseorang.
Ada yang menggunakan ritual dengan mengucapkan mantra-mantra untuk menyucikan diri karena mereka meyakini dengan kekuatan mantra akan mampu membersihkan energi negatif yang membelenggu diri. Ada yang menggunakan sarana air, api dan banyak lagi sebagai cara untuk pemurnian diri. Bagaimana kebenaran dari proses penyucian diri ini?
Kebenaran bersifat bertingkat sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa masing-masing. Kita tidak dapat mencegah seseorang melakukan suatu ritual karena mereka meyakininya. Kita harus bertoleransi dengan banyak jalan yang dipakai seseorang yang menjadi cara mereka untuk melakukan proses penyucian dirinya. Toh banyak jalan menuju ke Tuhan, semua pada akhirnya akan mencapai kepada Tuhan cuma yang membedakan adalah cepat atau lambat waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
Tahapan pencapaian inipun bertingkat sesuai jalan yang digunakan. Mereka yang masih berorientasi dengan tubuh fisik, masih akan melakukan proses penyucian dengan berfisik, tetapi apabila mereka telah meningkat pemahaman secara batin maka merekapun akan berupaya menyucikan diri secara batin. Semuanya akan mencapai tujuan yang sama.
Kita banyak melihat orang-orang yang sibuk dengan penyucian diri secara fisik harus pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, setelah proses tersebut mereka merasa lebih baik dan menganggap proses ritual itulah yang sudah membantu penyucian dirinya. Mereka lupa bahwa sugesti mereka yang membuat mereka merasa lebih baik. Dan ketika permasalahan muncul kembal mereka akan lagi melakukan penyucian dirinya dengan ritual.
Orang yang mempunyai kesadaran yang lebih berkembang tidak lagi mengarah keluar dari dirinya, mereka akan memahami bahwa permasalahan yang terjadi berasal dari dalam diri mereka. Dan mereka akan menyucikan dirinya dengan pemahaman dan melepaskan diri dari kekotoran batin atau melakukan pertobatan akan hal-hal buruk yang telah mereka hasilkan dari proses berpikir mereka. Inilah yang dilakukan oleh mereka yang memahami secara batin.
Untuk penyempurnaannya kita bisa menggabungkan proses penyucian ini secara lahir dan juga secara batin.
Bagaimana cara kita menyucikan diri secara batin ?
Menumbuhkan cinta kasih didalam diri merupakan dasar seseorang untuk mencapai kesucian batin. Cinta kasih akan tumbuh apabila kita mampu melepaskan semua kemarahan, iri hati, ego, keserakahan , nafsu dan kesombongan ( sad ripu ) tetapi tidak cukup hanya memahami kekotoran batin saja, cinta kasih akan tumbuh apabila seseorang mampu melepaskan penolakan-penolakan didalam diri. Sekecil apapun penolakan yang muncul didalam diri merupakan penolakan juga terhadap apa yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Cinta kasih akan muncul ketika kita dapat menghargai dan mensyukuri semua ciptaan Tuhan.
Ketika semua kekotoran batin telah dibersihkan, ketika semua penolakan telah dibebaskan maka cinta kasih akan muncul dalam diri,
Seseorang yang dipenuhi dengan cinta kasih berarti mereka telah mampu secara totalitas melakukan penyerahan diri kepada Tuhan.
Energi sejenis menarik sejenis, maka kesucian Tuhan akan mengalir pada manusia yang telah dipenuhi dengan cinta kasih dan menjadikan mereka suci dimata Tuhan.
Kita terlahir karena ketidak sempurnaan kita, dan terlahir kembali merupakan jalan kita untuk mencapai kesucian agar kita layak menyatu dengan Tuhan.
Banyak sekali ritual yang dilakukan orang untuk menyucikan dirinya, ada yang melakukan tirakat, puasa, ngeruwat, melukat, dan banyak lagi. Semua yang mereka lakukan didasari pada keyakinan bahwa hal tersebut dapat membantu membersihkan energi negatif yang ada didalam diri yang menghambat kesucian seseorang.
Ada yang menggunakan ritual dengan mengucapkan mantra-mantra untuk menyucikan diri karena mereka meyakini dengan kekuatan mantra akan mampu membersihkan energi negatif yang membelenggu diri. Ada yang menggunakan sarana air, api dan banyak lagi sebagai cara untuk pemurnian diri. Bagaimana kebenaran dari proses penyucian diri ini?
Kebenaran bersifat bertingkat sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa masing-masing. Kita tidak dapat mencegah seseorang melakukan suatu ritual karena mereka meyakininya. Kita harus bertoleransi dengan banyak jalan yang dipakai seseorang yang menjadi cara mereka untuk melakukan proses penyucian dirinya. Toh banyak jalan menuju ke Tuhan, semua pada akhirnya akan mencapai kepada Tuhan cuma yang membedakan adalah cepat atau lambat waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
Tahapan pencapaian inipun bertingkat sesuai jalan yang digunakan. Mereka yang masih berorientasi dengan tubuh fisik, masih akan melakukan proses penyucian dengan berfisik, tetapi apabila mereka telah meningkat pemahaman secara batin maka merekapun akan berupaya menyucikan diri secara batin. Semuanya akan mencapai tujuan yang sama.
Kita banyak melihat orang-orang yang sibuk dengan penyucian diri secara fisik harus pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, setelah proses tersebut mereka merasa lebih baik dan menganggap proses ritual itulah yang sudah membantu penyucian dirinya. Mereka lupa bahwa sugesti mereka yang membuat mereka merasa lebih baik. Dan ketika permasalahan muncul kembal mereka akan lagi melakukan penyucian dirinya dengan ritual.
Orang yang mempunyai kesadaran yang lebih berkembang tidak lagi mengarah keluar dari dirinya, mereka akan memahami bahwa permasalahan yang terjadi berasal dari dalam diri mereka. Dan mereka akan menyucikan dirinya dengan pemahaman dan melepaskan diri dari kekotoran batin atau melakukan pertobatan akan hal-hal buruk yang telah mereka hasilkan dari proses berpikir mereka. Inilah yang dilakukan oleh mereka yang memahami secara batin.
Untuk penyempurnaannya kita bisa menggabungkan proses penyucian ini secara lahir dan juga secara batin.
Bagaimana cara kita menyucikan diri secara batin ?
Menumbuhkan cinta kasih didalam diri merupakan dasar seseorang untuk mencapai kesucian batin. Cinta kasih akan tumbuh apabila kita mampu melepaskan semua kemarahan, iri hati, ego, keserakahan , nafsu dan kesombongan ( sad ripu ) tetapi tidak cukup hanya memahami kekotoran batin saja, cinta kasih akan tumbuh apabila seseorang mampu melepaskan penolakan-penolakan didalam diri. Sekecil apapun penolakan yang muncul didalam diri merupakan penolakan juga terhadap apa yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Cinta kasih akan muncul ketika kita dapat menghargai dan mensyukuri semua ciptaan Tuhan.
Ketika semua kekotoran batin telah dibersihkan, ketika semua penolakan telah dibebaskan maka cinta kasih akan muncul dalam diri,
Seseorang yang dipenuhi dengan cinta kasih berarti mereka telah mampu secara totalitas melakukan penyerahan diri kepada Tuhan.
Energi sejenis menarik sejenis, maka kesucian Tuhan akan mengalir pada manusia yang telah dipenuhi dengan cinta kasih dan menjadikan mereka suci dimata Tuhan.
Kita terlahir karena ketidak sempurnaan kita, dan terlahir kembali merupakan jalan kita untuk mencapai kesucian agar kita layak menyatu dengan Tuhan.
Rabu, 23 April 2014
Menjadi orang suci.
Renungan jiwa 23 april 2014
Kita semua menginginkan menjadi orang suci, ternyata sangat sulit untuk mencapai kesucian. Tetapi saat ini banyak sekali orang yang disucikan oleh kelompok dan lingkungannya, apakah itu menjamin mereka menjadi orang suci ? Bagaimana kita memahami hal ini ?
Sudah menjadi tradisi bahwa orang yang suci adalah orang yang di pilih oleh sekelompok orang yang kemudian disucikan dengan ritual untuk mendapat pengakuan dari masyarakat. Hal inilah yang berlaku hingga saat ini. Suatu perguruan mensucikan gurunya untuk layak dianggap orang suci untuk proses spiritual. Semua pemimpin upacara keagamaan juga melalui proses penyucian terlebih dahulu sehingga merekal layak mewakili umatnya untuk memimpin mereka dalam ritual keagamaan. Kadang kala orang biasa yang telah belajar mendalami ritual tersebut, mereka bisa dan mampu tetapi tidak layak dan boleh menjalankan ritual karena belum disucikan dan mendapat pengakuaan dari banyak orang.
Di masyarakat kita melihat banyak orang yang sudah disucikan masih mempunyai karakter yang tidak mencerminkan diri sebagai orang yang suci. Mereka penuh dengan kesombongan, keserakahan, kemarahan, iri hati, ego, dan nafsu. Layakah mereka menjadi orang suci ?
Belum tentu yang disucikan manusia, suci dimata Tuhan, lebih baik kita tak perlu disucikan oleh lingkungan kita tetapi layak dan suci dimata Tuhan.
Orang yang suci adalah orang yang dipenuhi oleh cinta kasih dan kedamaian didalam dirinya dan mampu meradiasaikan kesucian ini kepada banyak orang yang dekat dengan dirinya.
Ketika kita bertemu dengan orang suci maka orang-orang yang berada didekatnya akan tersucikan karena radiasi energi cinta mereka membuat orang-orang yang dekat dengan beliau bertranformasi kearah kesucian. Energi Tuhan akan mengalir melalui orang suci dan merubah siapapun yang memahami keberadaan Tuhan didalam diri orang suci ini.
Semua agama mempunyai orang suci yang mereka sebut nabi atau awatar yang mampu memeberikan pemahaman tentang Tuhan dan mengarahkan banyak jiwa untuk mensucikan diri, memenuhi diri dengan cinta kasih. Ternyata tidak banyak orang yang menjadi orang suci. Bagaimanakah kita dapat mengetahui tingkat kesucian seseorang?
Selama ini kita hanya sekedar ikut- ikutan orang lain untuk menganggap seseorang adalah orang suci, padahal ukuran kesucian ini bukan hanya sekedar dari pakaian atau atribut yang mereka pakai atau sekedar ketika banyak orang menganggap mereka orang suci.
Menjadi orang suci tidak hanya karena kehidupan saat ini saja, tetapi merupakan proses pertumbuhan jiwa dari kehidupan ke kehidupan sebelumnya. Jiwa mereka telah mencapai kebersatuan dengan Tuhan sehingga mereka mampu membantu banyak orang sebagai jalan Tuhan untuk membawa banyak jiwa menuju kepada Tuhan.
Seringkali orang suci ini tidak terlihat oleh banyak orang, sehingga tidak banyak orang yang tahu keberadaan beliau, olehkarena itu kita perlu belajar cara mengetahui kebenaran ini.
Pengukuran secara energi akan membuat kita memahami kebenaran dari keberadaan orang suci ini. Secara universal orang suci mempunyai syarat sebagai berikut :
1. Mempunyai ukuran cakra yang melebihi ukuran cakra manusia biasa. Manusia super mempunyai ukurn cakra berdiameter 2 meter, berartiorang suci mempunyai ukuran yang lebih dari itu.
2. Mempunyai cakra spiritual ( cakra ke 12 ) berdiameter lebih dari 1 meter.
3. Mempunyai radiasi energi illahi lebih dari 10.000 kilo meter.
4. Mampu menjadi saluran Tuhan untuk cahaya, cinta dan energi illahi.
5. Mampu mentransformasi kesadaran jiwa banyak orang menjadi lebih baik.
Ternyata menjadi orang suci membutuhkan usaha dan proses pembelajaran yang panjang.
Jadilah suci dimata Tuhan, jangan ingin dikatakan suci karena sudah disucikan oleh banyak orang.
Carilah orang yang benar-benar suci untuk menunjukkan kepada kita jalan menuju kesucian.
Kita semua menginginkan menjadi orang suci, ternyata sangat sulit untuk mencapai kesucian. Tetapi saat ini banyak sekali orang yang disucikan oleh kelompok dan lingkungannya, apakah itu menjamin mereka menjadi orang suci ? Bagaimana kita memahami hal ini ?
Sudah menjadi tradisi bahwa orang yang suci adalah orang yang di pilih oleh sekelompok orang yang kemudian disucikan dengan ritual untuk mendapat pengakuan dari masyarakat. Hal inilah yang berlaku hingga saat ini. Suatu perguruan mensucikan gurunya untuk layak dianggap orang suci untuk proses spiritual. Semua pemimpin upacara keagamaan juga melalui proses penyucian terlebih dahulu sehingga merekal layak mewakili umatnya untuk memimpin mereka dalam ritual keagamaan. Kadang kala orang biasa yang telah belajar mendalami ritual tersebut, mereka bisa dan mampu tetapi tidak layak dan boleh menjalankan ritual karena belum disucikan dan mendapat pengakuaan dari banyak orang.
Di masyarakat kita melihat banyak orang yang sudah disucikan masih mempunyai karakter yang tidak mencerminkan diri sebagai orang yang suci. Mereka penuh dengan kesombongan, keserakahan, kemarahan, iri hati, ego, dan nafsu. Layakah mereka menjadi orang suci ?
Belum tentu yang disucikan manusia, suci dimata Tuhan, lebih baik kita tak perlu disucikan oleh lingkungan kita tetapi layak dan suci dimata Tuhan.
Orang yang suci adalah orang yang dipenuhi oleh cinta kasih dan kedamaian didalam dirinya dan mampu meradiasaikan kesucian ini kepada banyak orang yang dekat dengan dirinya.
Ketika kita bertemu dengan orang suci maka orang-orang yang berada didekatnya akan tersucikan karena radiasi energi cinta mereka membuat orang-orang yang dekat dengan beliau bertranformasi kearah kesucian. Energi Tuhan akan mengalir melalui orang suci dan merubah siapapun yang memahami keberadaan Tuhan didalam diri orang suci ini.
Semua agama mempunyai orang suci yang mereka sebut nabi atau awatar yang mampu memeberikan pemahaman tentang Tuhan dan mengarahkan banyak jiwa untuk mensucikan diri, memenuhi diri dengan cinta kasih. Ternyata tidak banyak orang yang menjadi orang suci. Bagaimanakah kita dapat mengetahui tingkat kesucian seseorang?
Selama ini kita hanya sekedar ikut- ikutan orang lain untuk menganggap seseorang adalah orang suci, padahal ukuran kesucian ini bukan hanya sekedar dari pakaian atau atribut yang mereka pakai atau sekedar ketika banyak orang menganggap mereka orang suci.
Menjadi orang suci tidak hanya karena kehidupan saat ini saja, tetapi merupakan proses pertumbuhan jiwa dari kehidupan ke kehidupan sebelumnya. Jiwa mereka telah mencapai kebersatuan dengan Tuhan sehingga mereka mampu membantu banyak orang sebagai jalan Tuhan untuk membawa banyak jiwa menuju kepada Tuhan.
Seringkali orang suci ini tidak terlihat oleh banyak orang, sehingga tidak banyak orang yang tahu keberadaan beliau, olehkarena itu kita perlu belajar cara mengetahui kebenaran ini.
Pengukuran secara energi akan membuat kita memahami kebenaran dari keberadaan orang suci ini. Secara universal orang suci mempunyai syarat sebagai berikut :
1. Mempunyai ukuran cakra yang melebihi ukuran cakra manusia biasa. Manusia super mempunyai ukurn cakra berdiameter 2 meter, berartiorang suci mempunyai ukuran yang lebih dari itu.
2. Mempunyai cakra spiritual ( cakra ke 12 ) berdiameter lebih dari 1 meter.
3. Mempunyai radiasi energi illahi lebih dari 10.000 kilo meter.
4. Mampu menjadi saluran Tuhan untuk cahaya, cinta dan energi illahi.
5. Mampu mentransformasi kesadaran jiwa banyak orang menjadi lebih baik.
Ternyata menjadi orang suci membutuhkan usaha dan proses pembelajaran yang panjang.
Jadilah suci dimata Tuhan, jangan ingin dikatakan suci karena sudah disucikan oleh banyak orang.
Carilah orang yang benar-benar suci untuk menunjukkan kepada kita jalan menuju kesucian.
Selasa, 22 April 2014
Mensyukuri tubuh fisik.
Renungan jiwa 22 april 2014
Berperan menjadi perempun maupun menjadi laki- laki dalam hidup ini merupakan jalan Tuhan yang tidak dapat kita tolak. Ada yang bertubuh perempuan tetapi mempunyai prilaku seperti laki- laki, atau sebaliknya. Banyak penolakan yang dilakukan manusia atas jalan yang sudah dipetakan oleh Tuhan ini. Tubuh fisik ini tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak hanya menolak jenis kelaminnya tetapi kadang kala sudah diberikan yang sesuai dengan keinginan untuk jenis kelamin tapi masih menolak yang belum mereka anggap sempurna didalam dirinya, misal hidungnya kurang mancung, badannya kurang tinggi kurang langsing dan sebagainya.
Penolakan-penolakan ini menimbulkan penderitaan bagi yang melakukannya karena selamanya mereka tidak pernah puas akan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Bagaimana sebenarnya kita dapat memahami hal ini sehingga kita bisa menjadi damai?
Kita harus mensyukuri telah terlahir menjadi manusia. Untuk terlahir menjadi manusia harus melalui evolusi berkali-kali, hal ini telah dibuktikan oleh para ilmuwan bahwa didalam gen manusia terkandung juga kesamaan gen tumbuhan dan gen hewan, tetapi sudah tidak dalam keadaan aktif.
Maka berterimakasihlah kepada Tuhan karena kita telah dilahirkan sebagai manusia dengan kondisi apapun. Kekurangan yang kita miliki tidak seharusnya menjadi penderitaan bagi diri kita.
Tanpa tubuh ini maka jiwa tidak dapat bertumbuh, maka keberadaan tubuh fisik ini sangat diperlukan. Tubuh fisik ini tidak begitu saja kita dapatkan karena semuanya berhubungan dengan proses pertumbuhan jiwa kita sebelum ini, seandainya ada yang tidak sempurna harusnya kita memahami inilah hasil dari karma masa lalu kita. Kalau dalam kehidupan yang terdahulu kita banyak menanam kebaikan maka kehidupan saat ini kita akan memiliki tubuh yang baik begitu pula dengan sebaliknya. Tuhan sudah dengan sangat adil memetakan semua kondisi baik fisik, mental maupun emosional sesuai dengan apa yang kita tanam terdahulu.
Hidup kita saat ini hanyalah proses penerimaan dari masa lalu dan menanam untuk masa yang akan datang. Dengan memahami hukum tabur tuai inilah seharusnya kita tidak lagi mempertanyakan mengapa segala sesuatu terjadi didalam diri kita.
Bersyukurlah dengan kondisi tubuh fisik yang kita miliki, jangan menyalahkan orang lain atau iri dengan kondisi orang lain yang lebih baik dari diri kita karena semua berasal dari karma masing-masing. Seharusnya kita mempunyai pemahaman untuk memanfaatkan tubuh fisik ini sebaik-baiknya sebagai kendaraan jiwa untuk membebaskan diri kita dari penderitaan dan membentuk karma baru yang lebih baik. Apapun yang kita miliki merupakan karya Tuhan yang sangat adil. Pasti ada rencana Tuhan dibalik semua ini yang membuat kita masih perlu banyak belajar untuk mensyukuri tubuh fisik kita.
Dengan semua keterbatasan yang kita miliki, yang membuat kita tak berdaya merupakan cara Tuhan untuk menyadarkan diri kita atas apa yang kita perbuat dahulu. Dan saat inilah jalan kita untuk memperbaiki kesalahan kita terdahulu.
Ketika kita meyakini Tuhan maka kita akan dapat menerima semua ini dengan iklas, tetapi kalau kita meragukan Tuhan maka kita akan menolak semua yang diberikan Tuhan kepada kita.
Tubuh fisik ini bukan hanya seonggok daging saja, tubuh ini mempunyai kesadaran dan layak di hargai.
Luangkan waktu menyadari keberadaan tubuh kita, dan ucapkan terimakasih kepada semua organ tubuh kita, pancarkan cinta kepada semua organ tubuh kita, maka tubuh kita akan meresponnya dengan memberikan kesehatan yang baik untuk diri kita.
Peliharalah tubuh ini agar lebih banyak waktu lagi bagi jiwa kita untuk bertumbuh mengarah pada spiritual yang lebih tinggi dan mencapai kebersatuan dengan Tuhan.
Ketika penolakan akan tubuh fisik di lepaskan maka kedamain akan dapat kita rasakan, maka berdamailah dengan tubuh fisik kita.
Berperan menjadi perempun maupun menjadi laki- laki dalam hidup ini merupakan jalan Tuhan yang tidak dapat kita tolak. Ada yang bertubuh perempuan tetapi mempunyai prilaku seperti laki- laki, atau sebaliknya. Banyak penolakan yang dilakukan manusia atas jalan yang sudah dipetakan oleh Tuhan ini. Tubuh fisik ini tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak hanya menolak jenis kelaminnya tetapi kadang kala sudah diberikan yang sesuai dengan keinginan untuk jenis kelamin tapi masih menolak yang belum mereka anggap sempurna didalam dirinya, misal hidungnya kurang mancung, badannya kurang tinggi kurang langsing dan sebagainya.
Penolakan-penolakan ini menimbulkan penderitaan bagi yang melakukannya karena selamanya mereka tidak pernah puas akan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Bagaimana sebenarnya kita dapat memahami hal ini sehingga kita bisa menjadi damai?
Kita harus mensyukuri telah terlahir menjadi manusia. Untuk terlahir menjadi manusia harus melalui evolusi berkali-kali, hal ini telah dibuktikan oleh para ilmuwan bahwa didalam gen manusia terkandung juga kesamaan gen tumbuhan dan gen hewan, tetapi sudah tidak dalam keadaan aktif.
Maka berterimakasihlah kepada Tuhan karena kita telah dilahirkan sebagai manusia dengan kondisi apapun. Kekurangan yang kita miliki tidak seharusnya menjadi penderitaan bagi diri kita.
Tanpa tubuh ini maka jiwa tidak dapat bertumbuh, maka keberadaan tubuh fisik ini sangat diperlukan. Tubuh fisik ini tidak begitu saja kita dapatkan karena semuanya berhubungan dengan proses pertumbuhan jiwa kita sebelum ini, seandainya ada yang tidak sempurna harusnya kita memahami inilah hasil dari karma masa lalu kita. Kalau dalam kehidupan yang terdahulu kita banyak menanam kebaikan maka kehidupan saat ini kita akan memiliki tubuh yang baik begitu pula dengan sebaliknya. Tuhan sudah dengan sangat adil memetakan semua kondisi baik fisik, mental maupun emosional sesuai dengan apa yang kita tanam terdahulu.
Hidup kita saat ini hanyalah proses penerimaan dari masa lalu dan menanam untuk masa yang akan datang. Dengan memahami hukum tabur tuai inilah seharusnya kita tidak lagi mempertanyakan mengapa segala sesuatu terjadi didalam diri kita.
Bersyukurlah dengan kondisi tubuh fisik yang kita miliki, jangan menyalahkan orang lain atau iri dengan kondisi orang lain yang lebih baik dari diri kita karena semua berasal dari karma masing-masing. Seharusnya kita mempunyai pemahaman untuk memanfaatkan tubuh fisik ini sebaik-baiknya sebagai kendaraan jiwa untuk membebaskan diri kita dari penderitaan dan membentuk karma baru yang lebih baik. Apapun yang kita miliki merupakan karya Tuhan yang sangat adil. Pasti ada rencana Tuhan dibalik semua ini yang membuat kita masih perlu banyak belajar untuk mensyukuri tubuh fisik kita.
Dengan semua keterbatasan yang kita miliki, yang membuat kita tak berdaya merupakan cara Tuhan untuk menyadarkan diri kita atas apa yang kita perbuat dahulu. Dan saat inilah jalan kita untuk memperbaiki kesalahan kita terdahulu.
Ketika kita meyakini Tuhan maka kita akan dapat menerima semua ini dengan iklas, tetapi kalau kita meragukan Tuhan maka kita akan menolak semua yang diberikan Tuhan kepada kita.
Tubuh fisik ini bukan hanya seonggok daging saja, tubuh ini mempunyai kesadaran dan layak di hargai.
Luangkan waktu menyadari keberadaan tubuh kita, dan ucapkan terimakasih kepada semua organ tubuh kita, pancarkan cinta kepada semua organ tubuh kita, maka tubuh kita akan meresponnya dengan memberikan kesehatan yang baik untuk diri kita.
Peliharalah tubuh ini agar lebih banyak waktu lagi bagi jiwa kita untuk bertumbuh mengarah pada spiritual yang lebih tinggi dan mencapai kebersatuan dengan Tuhan.
Ketika penolakan akan tubuh fisik di lepaskan maka kedamain akan dapat kita rasakan, maka berdamailah dengan tubuh fisik kita.
Minggu, 20 April 2014
Mengapa Harus Marah?
Renungan jiwa 20 april 2014
Apakah amarah adalah suatu yang wajar? Pertanyaan itu muncul di benak saya setelah mendengar keluhan dari beberapa teman yang terpancing amarah nya karena sesuatu hal. Sebagian marah karena hal yang masih masuk dalam logika saya, seperti saat seseorang memakai barang nya tanpa izin, dan sebagian dari mereka terpancing akan hal yang menurut saya sedikit diluar logika, seperti saat temannya mendapat nilai yang lebih baik. Kebanyakan dari mereka akan berkata “wajar dong gua marah” atau “emang lo kalo digituin gak kesel” saat dengan polosnya saya bertanya pada mereka alasan mereka marah, seakan-akan marah adalah hal yang wajar, dan tidak marah adalah hal yang aneh. Ya mungkin saya yang aneh karena kebanyakan cerita mereka tidak dapat membuat saya memilih untuk marah.
Tidak jarang juga saya melihat di film film, terutama film film fantasi, dimana karakter utama akan mendapatkan kekuatan yang baru atau lebih kuat saat mereka marah. Sebut saja Hulk, Wolverine, Kamen Rider Black Rx, Naruto, dan masih banyak lagi. Hal tersebut membuat saya kembali bertanya apakah marah adalah hal yang baik?
Kata dasar dari kemarahan adalah marah, yang menurut kamus besar bahasa indonesia dijabarkan menjadi “sangat tidak senang”. Tapi menurut saya sangat tidak senang belum tentu marah. Bisa saja seseorang sangat tidak senang dengan durian (seperti saya) namun sampai sekarang saya tidak pernah marah dengan durian. Karena saya yakin, saya akan terlihat sangat bodoh bila saya melakukan hal itu. Sumber kedua yang saya temukan adalah dari Cambridge Dictionary Online yang menyatakan anger (bahasa inggris dari marah) adalah” a strong feeling that makes you want to hurt someone or be unpleasant because of something unfair or unkind that has happened” atau dapat diterjemahkan menjadi suatu perasaan yang kuat yang membuat anda memiliki keinginan untuk melukai seseorang, atau rasa tidak senang karena sesuatu yang tidak baik atau tidak adil terjadi.
Hal yang perlu digaris bawahi adalah kata keinginan untuk melukai seseorang. Sebaiknya kita tidak memiliki keinginan untuk melukai orang lain, karena dengan kita melukai orang lain sebenarnya kita juga melukai diri sendiri. Dalam injil dikatakan perlakukan lah orang lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan. Nasihat itu haruslah selalu diingat karena memang itulah kunci dalam hidup ini. Bukankah saat ada orang yang melakukan kebaikan pada kita, kita akan lebih cenderung memperlakukan dia dengan baik juga. Jadi bila kita memiliki keinginan untuk melukai orang, maka akan menyebabkan orang lain memiliki keinginanun untuk melukai kita juga. Harus diingat bahwa dengan pemahaman tentang hukum energi, kita akan memahami bahwa karma atau dosa tidak terjadi hanya pada saat kita sudah melakukan suatu tindakan, namun sudah mulai tercatat saat kita memikirkan hal tersebut. Jika memang hanya tercatat saat kita melakukan tindakan terntu nasihat yang tertulis di kitab kitab suci hanyalah berbuat yang baik, tapi bukankah di semua kitab kita di sarankan untuk tidak hanya berbuat yang baik tapi juga berpikir yang baik.
Kemarahan juga sering diibaratkan dengan api. Mungkin simbol api ini yang menyebabkan banyak film film yang membuat marah menjadi pemicu dalam munculnya kekuatan terpendam seseorang. Memang benar bahwa tidak jarang kekuatan terpendam seseorang muncul pada saat api itu berkobar. Namun jika tidak hati hati, api itu akan membakar habis semua yang ada disekitarnya. Dengan analogi tersebut kita dapat membayangkan orang yang kekuatanya bersumber dari api amarah sebenarnya sedikit demi sedikit terbakar oleh amarahnya sendiri. Mereka layaknya orang yang membuat api unggun didalam rumah. Walaupun api itu awalnya kecil, makin lama dia akan makin besar dan membakar rumah itu. Jadi lebih baik kita tidak menyimpan api di dalam diri kita. Tuhan sudah memberikan panas yang tepat dalam tubuh kita pada hasil metabolisme dan pembakaran zat zat yang sudah diatur sedemikian rupa, tidak perlu kita tambah dengan api kemarahan.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana agar amarah tidak timbul. Kembali pada pengertian dari kamus inggris-inggris Cambridge, kemarahan akan timbul apabila ada hal yang tidak mengenakan atau hal yang tidak adil (menurut diri kita). Sebenarnya kunci untuk tidak marah adalah memilih untuk tidak marah. Namun bila itu masih susah anda lakukan, anda dapat berusaha jangan sampai ada hal yang tidak adil dan tidak mengenakan terjadi pada hidup kita. Bisakah hal itu dijaga?
Bagaimana agar tidak ada hal yang tidak adil yang terjadi pada hidup kita. Yang paling penting adalah mengubah sudut pandang kita agar hal hal yang terlihat tidak adil menjadi adil. Kita harus sadar bahwa ke-adil-an yang digunakan disini adalah keadilan Tuhan, bukan keadilan bagi saya, anda atau orang lain. Dan percayalah Tuhan yang maha adil tidak akan bertindak tidak adil. Orang yang mendapat sesuatu pastilah pantas mendapatkannya dan orang yang kehilangan sesuatu pasti pantas kehilangan hal tersebut. Bila anda masih penasaran, pelajarilah energi, karena dengan memahami energi kita akan dapat memahami yang selama ini susah dipahami. Karena dengan energy pengukuran akan lebih mudah dan objektif, kita dapat mengukur hutang maupun tabungan yang dibawa oleh seseorang, yang akan menentukan apakah orang tersebut nantinya akan kehilangan sesuatu (dalam hal ini sebenarnya membayar hutang nya) atau mendapat kan sesuatu dengan mudah (menarik tabungan).
Point berikutnya adalah bagaimana kita membuat hal yang datang pada kita adalah hal yang menyenangkan, agar hal hal yang kurang menyenangkan tidak datang pada kita. Yang perlu kita lakukan adalah mengatur diri sendiri menjadi menyenangkan dan tidak menyebalkan. Karena hukum energy adalah yang sejenis menarik sejenis. Bila anda memikirkan terus hal hal yang menjengkelkan, menyebalkan dan sial maka itulah yang akan terjadi dan anda jadi punya alasan untuk marah. Tapi kalau anda menarik dan memikirkan hal yang baik dan menyenangkan maka hal yang menyenangkan juga yang akan datang pada anda.
Bila anda sudah melakukan hal itu dan masih mengalami hal hal kurang mengenakan, kita lihat lagi tabungan karma/dosa yang masih ada pada rekening anda. mungkin itu hanyalah jatuh tempo nya karma/dosa/hutang anda. dan itu adalah hal yang adil. Jadi berpikir dua kali lah untuk marah, dan jangan biarkan api marah itu membakar diri anda. karena bagaimana pun menang jadi abu kalah jadi arang. Sama sama hangus.
Apakah amarah adalah suatu yang wajar? Pertanyaan itu muncul di benak saya setelah mendengar keluhan dari beberapa teman yang terpancing amarah nya karena sesuatu hal. Sebagian marah karena hal yang masih masuk dalam logika saya, seperti saat seseorang memakai barang nya tanpa izin, dan sebagian dari mereka terpancing akan hal yang menurut saya sedikit diluar logika, seperti saat temannya mendapat nilai yang lebih baik. Kebanyakan dari mereka akan berkata “wajar dong gua marah” atau “emang lo kalo digituin gak kesel” saat dengan polosnya saya bertanya pada mereka alasan mereka marah, seakan-akan marah adalah hal yang wajar, dan tidak marah adalah hal yang aneh. Ya mungkin saya yang aneh karena kebanyakan cerita mereka tidak dapat membuat saya memilih untuk marah.
Tidak jarang juga saya melihat di film film, terutama film film fantasi, dimana karakter utama akan mendapatkan kekuatan yang baru atau lebih kuat saat mereka marah. Sebut saja Hulk, Wolverine, Kamen Rider Black Rx, Naruto, dan masih banyak lagi. Hal tersebut membuat saya kembali bertanya apakah marah adalah hal yang baik?
Kata dasar dari kemarahan adalah marah, yang menurut kamus besar bahasa indonesia dijabarkan menjadi “sangat tidak senang”. Tapi menurut saya sangat tidak senang belum tentu marah. Bisa saja seseorang sangat tidak senang dengan durian (seperti saya) namun sampai sekarang saya tidak pernah marah dengan durian. Karena saya yakin, saya akan terlihat sangat bodoh bila saya melakukan hal itu. Sumber kedua yang saya temukan adalah dari Cambridge Dictionary Online yang menyatakan anger (bahasa inggris dari marah) adalah” a strong feeling that makes you want to hurt someone or be unpleasant because of something unfair or unkind that has happened” atau dapat diterjemahkan menjadi suatu perasaan yang kuat yang membuat anda memiliki keinginan untuk melukai seseorang, atau rasa tidak senang karena sesuatu yang tidak baik atau tidak adil terjadi.
Hal yang perlu digaris bawahi adalah kata keinginan untuk melukai seseorang. Sebaiknya kita tidak memiliki keinginan untuk melukai orang lain, karena dengan kita melukai orang lain sebenarnya kita juga melukai diri sendiri. Dalam injil dikatakan perlakukan lah orang lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan. Nasihat itu haruslah selalu diingat karena memang itulah kunci dalam hidup ini. Bukankah saat ada orang yang melakukan kebaikan pada kita, kita akan lebih cenderung memperlakukan dia dengan baik juga. Jadi bila kita memiliki keinginan untuk melukai orang, maka akan menyebabkan orang lain memiliki keinginanun untuk melukai kita juga. Harus diingat bahwa dengan pemahaman tentang hukum energi, kita akan memahami bahwa karma atau dosa tidak terjadi hanya pada saat kita sudah melakukan suatu tindakan, namun sudah mulai tercatat saat kita memikirkan hal tersebut. Jika memang hanya tercatat saat kita melakukan tindakan terntu nasihat yang tertulis di kitab kitab suci hanyalah berbuat yang baik, tapi bukankah di semua kitab kita di sarankan untuk tidak hanya berbuat yang baik tapi juga berpikir yang baik.
Kemarahan juga sering diibaratkan dengan api. Mungkin simbol api ini yang menyebabkan banyak film film yang membuat marah menjadi pemicu dalam munculnya kekuatan terpendam seseorang. Memang benar bahwa tidak jarang kekuatan terpendam seseorang muncul pada saat api itu berkobar. Namun jika tidak hati hati, api itu akan membakar habis semua yang ada disekitarnya. Dengan analogi tersebut kita dapat membayangkan orang yang kekuatanya bersumber dari api amarah sebenarnya sedikit demi sedikit terbakar oleh amarahnya sendiri. Mereka layaknya orang yang membuat api unggun didalam rumah. Walaupun api itu awalnya kecil, makin lama dia akan makin besar dan membakar rumah itu. Jadi lebih baik kita tidak menyimpan api di dalam diri kita. Tuhan sudah memberikan panas yang tepat dalam tubuh kita pada hasil metabolisme dan pembakaran zat zat yang sudah diatur sedemikian rupa, tidak perlu kita tambah dengan api kemarahan.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana agar amarah tidak timbul. Kembali pada pengertian dari kamus inggris-inggris Cambridge, kemarahan akan timbul apabila ada hal yang tidak mengenakan atau hal yang tidak adil (menurut diri kita). Sebenarnya kunci untuk tidak marah adalah memilih untuk tidak marah. Namun bila itu masih susah anda lakukan, anda dapat berusaha jangan sampai ada hal yang tidak adil dan tidak mengenakan terjadi pada hidup kita. Bisakah hal itu dijaga?
Bagaimana agar tidak ada hal yang tidak adil yang terjadi pada hidup kita. Yang paling penting adalah mengubah sudut pandang kita agar hal hal yang terlihat tidak adil menjadi adil. Kita harus sadar bahwa ke-adil-an yang digunakan disini adalah keadilan Tuhan, bukan keadilan bagi saya, anda atau orang lain. Dan percayalah Tuhan yang maha adil tidak akan bertindak tidak adil. Orang yang mendapat sesuatu pastilah pantas mendapatkannya dan orang yang kehilangan sesuatu pasti pantas kehilangan hal tersebut. Bila anda masih penasaran, pelajarilah energi, karena dengan memahami energi kita akan dapat memahami yang selama ini susah dipahami. Karena dengan energy pengukuran akan lebih mudah dan objektif, kita dapat mengukur hutang maupun tabungan yang dibawa oleh seseorang, yang akan menentukan apakah orang tersebut nantinya akan kehilangan sesuatu (dalam hal ini sebenarnya membayar hutang nya) atau mendapat kan sesuatu dengan mudah (menarik tabungan).
Point berikutnya adalah bagaimana kita membuat hal yang datang pada kita adalah hal yang menyenangkan, agar hal hal yang kurang menyenangkan tidak datang pada kita. Yang perlu kita lakukan adalah mengatur diri sendiri menjadi menyenangkan dan tidak menyebalkan. Karena hukum energy adalah yang sejenis menarik sejenis. Bila anda memikirkan terus hal hal yang menjengkelkan, menyebalkan dan sial maka itulah yang akan terjadi dan anda jadi punya alasan untuk marah. Tapi kalau anda menarik dan memikirkan hal yang baik dan menyenangkan maka hal yang menyenangkan juga yang akan datang pada anda.
Bila anda sudah melakukan hal itu dan masih mengalami hal hal kurang mengenakan, kita lihat lagi tabungan karma/dosa yang masih ada pada rekening anda. mungkin itu hanyalah jatuh tempo nya karma/dosa/hutang anda. dan itu adalah hal yang adil. Jadi berpikir dua kali lah untuk marah, dan jangan biarkan api marah itu membakar diri anda. karena bagaimana pun menang jadi abu kalah jadi arang. Sama sama hangus.
Kamis, 17 April 2014
Cinta kasih
Renungan jiwa 17 april 2014
Sering kita membaca wacana cinta kasih, banyak orang mengatakan cinta kasih dengan sesama tetapi dalam praktek kita melihat penerapan cinta kasih baru sekedar dikata-kata saja. Semua orang ingin dikatakan memiliki cinta kasih walaupun senyatanya mereka belum memiliki cinta kasih itu. Bagaimana cara kita mampu menumbuhkan cinta kasih ?
Cinta kasih merupakan dasar dari mahluk spiritual. Jika cinta kasih belum dimiliki oleh manusia maka belum bisa dikatakan manusia itu mempunyai spiritual yang baik apalagi dikatakan sebagai guru spiritual. Di masyarakat kita masih rancu pemahaman guru spiritual, kadangkala mereka yang paranormal dikatakan sebagai guru spiritual. Menjadi spiritual berarti menumbuhkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan untuk dapat menyatu dengan Tuhan.
Cinta kasih akan muncul didalam diri apabila kita dapat mengendalikan kemarahan karena kemarahan adalah hasil dari kebencian, iri hati, kesombongan, ego, nafsu, dan keserakahan. Pengendalian diri ini merupakan latihan kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Selama kemarahan masih ada didalam diri maka cinta kasih belum dapat dikatakan muncul dalam diri seseorang. Beberapa orang mengatakan dirinya sudah penuh dengan cinta kasih tetapi sikap dan prilakunya belum menunjukkan cinta kasih. Apa ukuran seseorang yang sudah memiliki cinta kasih?
Dengan memahami ilmu energi kita dapat melakukan pengukuran terhadap munculnya energi cinta kasih pada seseorang. Energi bersifat meradiasi atau memancar dari diri seseorang. Radiasi energi inilah yang dapat dirasakan orang lain, contoh kadang kala kita melihat seseorang yang cantik dan kita ingin berkenalan tetapi ketika sudah mengenalnya kita merasa tidak nyaman karena energi yang meradiasi dipenuhi dengan kemarahan, begitu pula kadang kala kita tidak tertarik kepada seseorang dengan wajahnya tetapi kita merasa nyaman dan damai bersamanya karena orang tersebut memiliki cinta kasih dan radiasi energi ini yang bisa kita rasakan. Ternyata kita tidak hanya dapat merasakan energi yang meradiasi tetapi apabila kita mau mempelajarinya kita dapat mengukur berapa meter energi tersebut meradiasi yang menandakan seberapa besar seseorang penuh dengan cinta kasih.
Kalau dahulu kita hanya berwacana dengan cinta kasih, sekarang kita benar-benar dapat mengukur dengan akurat seberapa cinta kasih sudah kita miliki. Demikian juga proses keterhubungan kita dengan Tuhan dapat diukur dengan pemahaman energi, dan akhirnya kita akan memahami seseorang dikatakan spiritual bukan karena atributnya saja. Bisa saja seseorang yang disucikan oleh masyarakat tetapi belum tentu suci dimata Tuhan karena mereka belum mempunyai cinta kasih.
Seseorang yang penuh dengan cinta kasih akan meradiasikan energi cinta dengan sangat kuat, sehingga mereka menjadi magnet bagi semua mahluk, orang-orang akan merasa nyaman berdekatan dengan mereka, begitu pula para nabi dan awatar yang memiliki energi cinta kasih yang luar biasa membuat banyak orang hingga saat ini masih mencintai beliau.
Gelap dan terang tak dapat menyatu demikianlah kemarahan dan cinta kasih, maka agar kita dipenuhi oleh cinta kasih lepaskan diri dari kemarahan, kendalikan diri dari kebencian, iri hati, ego,kesombongan dan keserakahan. Semakin bersih hati kita dari kemarahan semakin luas energi cinta kasih yang mampu kita radiasikan.
Tak bisa kita memaksakan diri dengan cinta kasih karena kita harus mengeluarkan kegelapan didalam diri terlebih dahulu sebelum cinta kasih dapat memasuki diri kita.
Sucikan diri kita, buatlah diri kita sebagai masjid, gereja, vihara dan pura untuk Tuhan bersemayam didalam diri kita.
Manunggaling kawulo gusti atau kebersatuan dengan Tuhan.
Terjadilah . . .
Sering kita membaca wacana cinta kasih, banyak orang mengatakan cinta kasih dengan sesama tetapi dalam praktek kita melihat penerapan cinta kasih baru sekedar dikata-kata saja. Semua orang ingin dikatakan memiliki cinta kasih walaupun senyatanya mereka belum memiliki cinta kasih itu. Bagaimana cara kita mampu menumbuhkan cinta kasih ?
Cinta kasih merupakan dasar dari mahluk spiritual. Jika cinta kasih belum dimiliki oleh manusia maka belum bisa dikatakan manusia itu mempunyai spiritual yang baik apalagi dikatakan sebagai guru spiritual. Di masyarakat kita masih rancu pemahaman guru spiritual, kadangkala mereka yang paranormal dikatakan sebagai guru spiritual. Menjadi spiritual berarti menumbuhkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan untuk dapat menyatu dengan Tuhan.
Cinta kasih akan muncul didalam diri apabila kita dapat mengendalikan kemarahan karena kemarahan adalah hasil dari kebencian, iri hati, kesombongan, ego, nafsu, dan keserakahan. Pengendalian diri ini merupakan latihan kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Selama kemarahan masih ada didalam diri maka cinta kasih belum dapat dikatakan muncul dalam diri seseorang. Beberapa orang mengatakan dirinya sudah penuh dengan cinta kasih tetapi sikap dan prilakunya belum menunjukkan cinta kasih. Apa ukuran seseorang yang sudah memiliki cinta kasih?
Dengan memahami ilmu energi kita dapat melakukan pengukuran terhadap munculnya energi cinta kasih pada seseorang. Energi bersifat meradiasi atau memancar dari diri seseorang. Radiasi energi inilah yang dapat dirasakan orang lain, contoh kadang kala kita melihat seseorang yang cantik dan kita ingin berkenalan tetapi ketika sudah mengenalnya kita merasa tidak nyaman karena energi yang meradiasi dipenuhi dengan kemarahan, begitu pula kadang kala kita tidak tertarik kepada seseorang dengan wajahnya tetapi kita merasa nyaman dan damai bersamanya karena orang tersebut memiliki cinta kasih dan radiasi energi ini yang bisa kita rasakan. Ternyata kita tidak hanya dapat merasakan energi yang meradiasi tetapi apabila kita mau mempelajarinya kita dapat mengukur berapa meter energi tersebut meradiasi yang menandakan seberapa besar seseorang penuh dengan cinta kasih.
Kalau dahulu kita hanya berwacana dengan cinta kasih, sekarang kita benar-benar dapat mengukur dengan akurat seberapa cinta kasih sudah kita miliki. Demikian juga proses keterhubungan kita dengan Tuhan dapat diukur dengan pemahaman energi, dan akhirnya kita akan memahami seseorang dikatakan spiritual bukan karena atributnya saja. Bisa saja seseorang yang disucikan oleh masyarakat tetapi belum tentu suci dimata Tuhan karena mereka belum mempunyai cinta kasih.
Seseorang yang penuh dengan cinta kasih akan meradiasikan energi cinta dengan sangat kuat, sehingga mereka menjadi magnet bagi semua mahluk, orang-orang akan merasa nyaman berdekatan dengan mereka, begitu pula para nabi dan awatar yang memiliki energi cinta kasih yang luar biasa membuat banyak orang hingga saat ini masih mencintai beliau.
Gelap dan terang tak dapat menyatu demikianlah kemarahan dan cinta kasih, maka agar kita dipenuhi oleh cinta kasih lepaskan diri dari kemarahan, kendalikan diri dari kebencian, iri hati, ego,kesombongan dan keserakahan. Semakin bersih hati kita dari kemarahan semakin luas energi cinta kasih yang mampu kita radiasikan.
Tak bisa kita memaksakan diri dengan cinta kasih karena kita harus mengeluarkan kegelapan didalam diri terlebih dahulu sebelum cinta kasih dapat memasuki diri kita.
Sucikan diri kita, buatlah diri kita sebagai masjid, gereja, vihara dan pura untuk Tuhan bersemayam didalam diri kita.
Manunggaling kawulo gusti atau kebersatuan dengan Tuhan.
Terjadilah . . .
Selasa, 15 April 2014
Renungan jiwa 15 - 04 - 2014
Banyak kegelisahan yang timbul didalam diri ketika seseorang mempertanyakan akan hidupnya. Dan banyak pertanyaan yang muncul mengapa itu harus dilakukan. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab membuat orang menjadi kurang mempunyai keyakinan sehingga mereka gampang tergoyahkan. Bagaiamanakah kita menyikapi hidup ini?
Tidak munafik kalau kita kadang kala bingung untuk apa kita dilahirkan dan bagaimana seharusnya menjalani semua ini apalagi ketika kita menghadapi masalah yang berat seringkali membuat kita berputus asa. Agama diyakini sebagai jalan bagi kita untuk memahami kehidupan, tetapi sering kali kita dibingungkan pula oleh ajaran agama yang berbeda, dan kita tak bebas untuk menentukan pilihan agama yang kita pilih karena kita mendapatkan ajaran agama sesuai dengan apa yang orang tua kita anut, bahkan ketika kita hendak berpindah agama karena keinginan kita sendiri atau karena perkawinan, kita akan mendapat kecaman keras bahkan dikucilkan dari keluarga dan masyarakat. Apa yang menjadi kebenaran yang sesungguhnya dalam hidup ini ? Bagaimana cara kita memahami kejadian tersebut ?
Agama diturunkan oleh para nabi dan awatar yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi dibandingkan manusia biasa. Mereka memiliki keluhuran budi sehingga mampu menyadari keberadaan Tuhan dan mereka mampu menyuarakan Sabda Tuhan jalan menuju kebenaran Tuhan. Semua agama mengajarkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan, tatanan untuk hidup saling berdampingan dengan seluruh ciptaanNya. Tidak hanya itu agama mengajarkan jalan menuju kebersatuan kepada Tuhan. Membuat kita dapat kembali pulang.
Kalau kita mau jujur tidak ada ajaran para nabi itu buruk karena semua mengarahkan pada cinta kasih, sayangnya setelah semua mulai ditafsirkan ajaran itu menjadi tidak murni lagi dan mulai dipengaruhi oleh ego-ego orang yang mengajarkannya kembali untuk kepentingan pribadi. Mulailah muncul pengotak-kotakan, saling membatasi dan saling merasa paling baik sehingga ajaran semakin menjauhkan dari rasa kebersatuan kita dengan Tuhan.
Kita tak dapat mengubah kondisi ini, tetapi jiwa jiwa yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi akan cepat memahami keadaan ini dan mulai melepaskan keterikatan diri dengan berbagai aturan yang mengikat. Kita tidak merubah keyakinan kita tetapi kita mulai menguatkan diri kedalam, kembali kepada kemurnian ajaran para nabi dan awatar kita yaitu cinta kasih. Karena hanya ketika cinta kasih ini berada didalam diri kita barulah cinta Tuhan dapat menyatu dengan kita. Jika kebencian dan kemarahan masih di miliki oleh pemeluk agama bagaimana Tuhan bisa berada didalam diri mereka? Hukum alam sejenis menarik sejenis akan membuat kita dapat memahami mengapa untuk menyatu dengan Tuhan, para nabi dan awatar mengajak kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Tuhan adalah lautan kasih maka agar kita dapat menyatu dengan Tuhan kita harus menjeniskan diri dengan Tuhan dengan memenuhi diri kita dengan cinta kasih.
Jika semua orang dipenuhi dengan cinta kasih maka perbedaan tidak menimbulkan perpecahan, semua orang akan saling menghormati dan dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh kedamaian.
Tanpa cinta kasih kita akan terus berseteru, saling membatasi diri saling menjelekkan satu sama lain, penuh dengan kemarahan.
Bagaiamana kita bisa mencintai Tuhan kalau kepada ciptaan Tuhan yang lainnya kita menolaknya.
Pahami hal yang paling mendasar ini, pahami ajaran agama kita secara murni maka kita tidak akan melihat perbedaan dalam ajaran semua agama yang diturunkan Tuhan melalui para nabi dan awatar, karena kebenaran bersifat universal, maka para nabi dan awatarpun akan mendapat pesan Tuhan yang sama, hanya yang membedakan adalah tempat dimana sabda Tuhan diturunkan yang membentuk ritual yang berbeda tetapi tujuannya sama, membawa manusia kembali keTuhan.
Ritual atau sadana yang berbeda merupakan cara kita untuk mendisiplinkan diri secara fisik, pemahaman yang benar membuat kita memahami secara batin. Sebaiknya lakukan ritual atau sadana dengan pemahaman secara batin jangan lakukan ritual atau sadana hanya sebagai rutinitas yang hampa secara batin.
Ternyata pemahaman agama lebih mendalam sangat diperlukan agar kita mempunyai keyakinan yang kuat kepada Tuhan. Memahami agama tidak cukup hanya menghapal kitab atau mantra dan menjalankan ritual
tanpa kita memahami lebih dalam untuk apa kita melakukan semua ini.
Jadilah cerdas dalam hidup ini dengan kecerdasan spiritual yang lebih tinggi sehingga kita dapat memaknai setiap langkah hidup kita dengan penuh kesadaran.
Tidak munafik kalau kita kadang kala bingung untuk apa kita dilahirkan dan bagaimana seharusnya menjalani semua ini apalagi ketika kita menghadapi masalah yang berat seringkali membuat kita berputus asa. Agama diyakini sebagai jalan bagi kita untuk memahami kehidupan, tetapi sering kali kita dibingungkan pula oleh ajaran agama yang berbeda, dan kita tak bebas untuk menentukan pilihan agama yang kita pilih karena kita mendapatkan ajaran agama sesuai dengan apa yang orang tua kita anut, bahkan ketika kita hendak berpindah agama karena keinginan kita sendiri atau karena perkawinan, kita akan mendapat kecaman keras bahkan dikucilkan dari keluarga dan masyarakat. Apa yang menjadi kebenaran yang sesungguhnya dalam hidup ini ? Bagaimana cara kita memahami kejadian tersebut ?
Agama diturunkan oleh para nabi dan awatar yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi dibandingkan manusia biasa. Mereka memiliki keluhuran budi sehingga mampu menyadari keberadaan Tuhan dan mereka mampu menyuarakan Sabda Tuhan jalan menuju kebenaran Tuhan. Semua agama mengajarkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan, tatanan untuk hidup saling berdampingan dengan seluruh ciptaanNya. Tidak hanya itu agama mengajarkan jalan menuju kebersatuan kepada Tuhan. Membuat kita dapat kembali pulang.
Kalau kita mau jujur tidak ada ajaran para nabi itu buruk karena semua mengarahkan pada cinta kasih, sayangnya setelah semua mulai ditafsirkan ajaran itu menjadi tidak murni lagi dan mulai dipengaruhi oleh ego-ego orang yang mengajarkannya kembali untuk kepentingan pribadi. Mulailah muncul pengotak-kotakan, saling membatasi dan saling merasa paling baik sehingga ajaran semakin menjauhkan dari rasa kebersatuan kita dengan Tuhan.
Kita tak dapat mengubah kondisi ini, tetapi jiwa jiwa yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi akan cepat memahami keadaan ini dan mulai melepaskan keterikatan diri dengan berbagai aturan yang mengikat. Kita tidak merubah keyakinan kita tetapi kita mulai menguatkan diri kedalam, kembali kepada kemurnian ajaran para nabi dan awatar kita yaitu cinta kasih. Karena hanya ketika cinta kasih ini berada didalam diri kita barulah cinta Tuhan dapat menyatu dengan kita. Jika kebencian dan kemarahan masih di miliki oleh pemeluk agama bagaimana Tuhan bisa berada didalam diri mereka? Hukum alam sejenis menarik sejenis akan membuat kita dapat memahami mengapa untuk menyatu dengan Tuhan, para nabi dan awatar mengajak kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Tuhan adalah lautan kasih maka agar kita dapat menyatu dengan Tuhan kita harus menjeniskan diri dengan Tuhan dengan memenuhi diri kita dengan cinta kasih.
Jika semua orang dipenuhi dengan cinta kasih maka perbedaan tidak menimbulkan perpecahan, semua orang akan saling menghormati dan dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh kedamaian.
Tanpa cinta kasih kita akan terus berseteru, saling membatasi diri saling menjelekkan satu sama lain, penuh dengan kemarahan.
Bagaiamana kita bisa mencintai Tuhan kalau kepada ciptaan Tuhan yang lainnya kita menolaknya.
Pahami hal yang paling mendasar ini, pahami ajaran agama kita secara murni maka kita tidak akan melihat perbedaan dalam ajaran semua agama yang diturunkan Tuhan melalui para nabi dan awatar, karena kebenaran bersifat universal, maka para nabi dan awatarpun akan mendapat pesan Tuhan yang sama, hanya yang membedakan adalah tempat dimana sabda Tuhan diturunkan yang membentuk ritual yang berbeda tetapi tujuannya sama, membawa manusia kembali keTuhan.
Ritual atau sadana yang berbeda merupakan cara kita untuk mendisiplinkan diri secara fisik, pemahaman yang benar membuat kita memahami secara batin. Sebaiknya lakukan ritual atau sadana dengan pemahaman secara batin jangan lakukan ritual atau sadana hanya sebagai rutinitas yang hampa secara batin.
Ternyata pemahaman agama lebih mendalam sangat diperlukan agar kita mempunyai keyakinan yang kuat kepada Tuhan. Memahami agama tidak cukup hanya menghapal kitab atau mantra dan menjalankan ritual
tanpa kita memahami lebih dalam untuk apa kita melakukan semua ini.
Jadilah cerdas dalam hidup ini dengan kecerdasan spiritual yang lebih tinggi sehingga kita dapat memaknai setiap langkah hidup kita dengan penuh kesadaran.
Jumat, 11 April 2014
Menggendong prasangka buruk.
Renungan jiwa 11 april 2014
Seorang teman melihat suami iparnya memboncengkan seorang wanita cantik. Seketika pula pikiran-pikiran negatif bermunculan dalam benaknya dan membuatnya marah. Seharian teman saya ngedumel dan merasa sedih memikirkan iparnya yang dikianati suaminya. Diapun ingin mendamprat suami iparnya sepulang kerja nanti.
Kejadian seperti diatas sering kita temui dalam kehidupan kita, dan sering prasangka buruk muncul begitu saja tanpa mampu kita kendalikan dan membuat kita menderita. Bagaimana dengan kebenaran dari apa yang kita lihat? Benarkah dugaan kita sesuai dengan kejadian yang sebenarnya ? Bagaimana kita menyikapi kejadian tersebut seandainya kita mengalaminya?
Tentunya kita tak ingin diri kita menderita karena melihat suatu kejadian yang menimbulkan perasaan yang tidak nyaman ini. Tentunya kita tak dapat menghakimi begitu saja dari kejadian yang kita lihat, kita harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Jika kita masih dipenuhi dengan pikiran buruk maka kita akan menilai kejadian ini sangatlah buruk, pasti kita akan menilai sesuai dengan kacamata diri kita. Kita akan menjadi menderita menggendong perasaan buruk yang muncul dan menjadi tidak nyaman. Belum lagi kita akan menceritakan kejadian buruk ini kepada orang lain dan akhirnya kita menyebarkan gosip yang belum tentu benar. Bayangkan berapa banyak karma buruk yang sudah kita buat.
Tetapi jika kita menjadi bijaksana, kita akan menjaga pikiran kita tetap positif, kita akan berpikir " yah mungkin suami ipar sy lg membantu mengantar temannya." Dengan mengendalikan pola pikir yang positif maka kita tidak akan terpengaruh oleh fenomena yang terjadi diluar diri kita, maka kitapun tetap damai.
Bayangkan lagi jika kita berprasangka buruk, kita akan terus menerus memikirkan hal tersebut dan membuat kita lelah, padahal belum tentu kejadian yang sesungguhnya seburuk yang kita pikirkan.
Contoh , ada seorang biksu dan gurunya hendak menyebrang sungai, ada seorang wanita cantik minta disebrangkan tetapi biksu itu menolaknya karena tidak pantas seorang biksu menggendong perempuan. Tetapi ternyata sang guru menyanggupi untuk menolong wanita itu, maka mereka bertiga menyebrangi sungai, sang guru menggendong wanita tersebut dan sang murid mengikuti dari belakang. Sesampai di sebarang sang guru menurunkan wanita itu dan dengan menunduk hormat wanita itu mengucapkan terimakasih kepada penolongnya, dan sang gurupun melanjutkan perjalannya. Sang murid sangat sibuk dengan pikiran buruknya terhadap sang guru hingga tanpa disadari mereka sampai di tempat tujuan.
Sang guru mengerti apa yang dipikirkan muridnya maka beliaupun berkata " aku sudah melepaskan gendonganku ketika tiba di sebrang sungai tetapi mengapa engkau menderita dengan menggendong pikiran burukmu sampai di tempat ini ?"
Pertanyaan guru akan membuat kita merenung, sang guru tidak melakukan hal buruk, tetapi pikiran buruk muridnya yang membuat murid ini menderita, menggendong prasangka buruk.
Cobalah merenung untuk kejadian-kejadian yang telah lewat yang kita alami sesuai dengan cerita diatas, bahkan ini masih terekam dalam benak kita.
Cobalah untuk memahaminya dan berusahalah melepaskan prasangka buruk yang masih kita gendong dengan meminta maaf atas kejadian itu, dan juga maafkan semua orang yang terlibat termasuk diri kita sendiri.
Berlatihlah untuk menjadi bijaksana dalam melihat semua kejadian, dan penuhilah diri kita dengan kedamaian.
Seorang teman melihat suami iparnya memboncengkan seorang wanita cantik. Seketika pula pikiran-pikiran negatif bermunculan dalam benaknya dan membuatnya marah. Seharian teman saya ngedumel dan merasa sedih memikirkan iparnya yang dikianati suaminya. Diapun ingin mendamprat suami iparnya sepulang kerja nanti.
Kejadian seperti diatas sering kita temui dalam kehidupan kita, dan sering prasangka buruk muncul begitu saja tanpa mampu kita kendalikan dan membuat kita menderita. Bagaimana dengan kebenaran dari apa yang kita lihat? Benarkah dugaan kita sesuai dengan kejadian yang sebenarnya ? Bagaimana kita menyikapi kejadian tersebut seandainya kita mengalaminya?
Tentunya kita tak ingin diri kita menderita karena melihat suatu kejadian yang menimbulkan perasaan yang tidak nyaman ini. Tentunya kita tak dapat menghakimi begitu saja dari kejadian yang kita lihat, kita harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Jika kita masih dipenuhi dengan pikiran buruk maka kita akan menilai kejadian ini sangatlah buruk, pasti kita akan menilai sesuai dengan kacamata diri kita. Kita akan menjadi menderita menggendong perasaan buruk yang muncul dan menjadi tidak nyaman. Belum lagi kita akan menceritakan kejadian buruk ini kepada orang lain dan akhirnya kita menyebarkan gosip yang belum tentu benar. Bayangkan berapa banyak karma buruk yang sudah kita buat.
Tetapi jika kita menjadi bijaksana, kita akan menjaga pikiran kita tetap positif, kita akan berpikir " yah mungkin suami ipar sy lg membantu mengantar temannya." Dengan mengendalikan pola pikir yang positif maka kita tidak akan terpengaruh oleh fenomena yang terjadi diluar diri kita, maka kitapun tetap damai.
Bayangkan lagi jika kita berprasangka buruk, kita akan terus menerus memikirkan hal tersebut dan membuat kita lelah, padahal belum tentu kejadian yang sesungguhnya seburuk yang kita pikirkan.
Contoh , ada seorang biksu dan gurunya hendak menyebrang sungai, ada seorang wanita cantik minta disebrangkan tetapi biksu itu menolaknya karena tidak pantas seorang biksu menggendong perempuan. Tetapi ternyata sang guru menyanggupi untuk menolong wanita itu, maka mereka bertiga menyebrangi sungai, sang guru menggendong wanita tersebut dan sang murid mengikuti dari belakang. Sesampai di sebarang sang guru menurunkan wanita itu dan dengan menunduk hormat wanita itu mengucapkan terimakasih kepada penolongnya, dan sang gurupun melanjutkan perjalannya. Sang murid sangat sibuk dengan pikiran buruknya terhadap sang guru hingga tanpa disadari mereka sampai di tempat tujuan.
Sang guru mengerti apa yang dipikirkan muridnya maka beliaupun berkata " aku sudah melepaskan gendonganku ketika tiba di sebrang sungai tetapi mengapa engkau menderita dengan menggendong pikiran burukmu sampai di tempat ini ?"
Pertanyaan guru akan membuat kita merenung, sang guru tidak melakukan hal buruk, tetapi pikiran buruk muridnya yang membuat murid ini menderita, menggendong prasangka buruk.
Cobalah merenung untuk kejadian-kejadian yang telah lewat yang kita alami sesuai dengan cerita diatas, bahkan ini masih terekam dalam benak kita.
Cobalah untuk memahaminya dan berusahalah melepaskan prasangka buruk yang masih kita gendong dengan meminta maaf atas kejadian itu, dan juga maafkan semua orang yang terlibat termasuk diri kita sendiri.
Berlatihlah untuk menjadi bijaksana dalam melihat semua kejadian, dan penuhilah diri kita dengan kedamaian.
Kamis, 10 April 2014
Jangan menjadi fanatik dengan suatu ajaran.
Renungan jiwa 10 april 2014
Semua orang mempunyai tingkat kesadaran yang berbeda beda dalam memahami suatu ajaran. Kwalitas seseorang dalam memahami suatu ajaran dapat terlihat dalam tindakan yang dilakukannya. Kadang kala ajarannya bagus tetapi tingkat pemahaman pengikutnya berbeda sehingga terlihat ajaran itu terlihat buruk, dan orang lain langsung memvonis ajaran itu buruk.
Bagaimana cara kita memahami hal tersebut karena sekarang banyak sekali ajaran-ajaran spiritual yang mulai bermunculan yang membuat masyarakat menjadi bingung dan akhirnya saling memburukkan suatu ajaran.
Semua ajaran mengajak kita menuju jalan Tuhan , setiap ajaran diberikan oleh guru yang berbeda dan diajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman guru tersebut sebagai jalan Tuhan untuk membuat manusia memahami keberadaan Tuhan. Kita harus bersyukur karena para guru mau bersusah payah membagikan ajarannya. Proses pencerahan ini akan berjalan alami sesuai dengan hukum alam ini yang sejenis akan menarik sejenis, kitapun akan mengalami seleksi alam dalam proses spiritual ini. Maka akan terkelompokkanlah semua sesuai dengan tingkatan pemahaman yang ada.
Pengetahuan spiritual bersifat mengerucut semakin tinggi suatu pemahaman semakin sedikit yang mengikutinya, karena untuk sampai puncak semakin sulit untuk mencapainya. Seperti lagu lir ilir di jawa semakin tinggi semakin licin jalan yang kita tempuh, demikianlah pencarian spiritual kita. Tetapi suatu pencapaian membutuhkan proses berjalan dari tahapan yang paling bawah dan setahap demi setahap menapaki tingkat pembelajaran yang lebih tinggi untuk mencapai puncak. Dan ketika kita hendak naik kelas kita harus meninggalkan kelas sebelumnya dengan iklas dan semangat untuk menjalani tingkatan yang baru yang lebih tinggi. Demikianlah sebenarnya proses pembelajaran kita yang bergulir alami sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa dan sesuai dengan hukum alam yang mengaturnya.
Jika kita sudah memahami hal tersebut maka kita pun akan memahami mengapa dikatakan kebenaran itu bertingkat, mengapa ada istilah diatas langit masih ada langit. Ketika kita menjadi fanatik akan suatu ajaran maka kita tak akan bertumbuh, sama seperti anak yang harusnya naik kelas ke kelas yang lebih tinggi tetapi tidak mau karena merasa kelasnya yang paling baik.
Ketika kesadaran kita berubah maka kita pun akan menemukan orang yang berada disekeliling kita berubah, karena yang sejenis menarik sejenis, kita harus siap dengan perubahan.
Semakin bijaksana seseorang karena tingkat kesadarannya lebih tinggi, ia akan menjadi lebih bertoleransi karena mereka akan memahami mengapa setiap orang mempunyai kecenderungan berada pada ajaran tertentu karena itulah yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka masing-masing saat itu dan ketika mereka mempunyai pemahaman yang baru mereka akan mencari ajaran yang sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa mereka yang baru pula. Biarkan semua jiwa bertumbuh dengan ketertarikannya masing-masing.
Banyak jalan menuju ke Roma, maka banyak jalan juga menuju Tuhan sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa. Ada yang melalui jalan ritual, dengan jalan bakti, dengan jalan ilmu pengetahuan tentang Tuhan, dengan menghadirkan Tuhan didalam diri.
Pilihan bukan sesuai keinginan tetapi sampai dimana tingkatan kesadaran jiwa kita.
Kegelisahan akan muncul pada jiwa-jiwa yang matang untuk mencari kebenaran Tuhan, mereka tidak cukup puas menerima kondisi yang ada saat ini dan mereka akan mencari yang sesuai utk kebutuhan jiwa mereka. Mereka akan mencari tahu dari semua ajaran yang ada, mulai belajar untuk terus naik kelas pindah dari satu pemahaman hingga pemahaman yang tertinggi menyatu dengan Tuhan.
Bukalah diri untuk terus mencari guru yang bisa memberi pemahaman melalui ajarannya, dan teruslah bertumbuh, jangan menjadi fanatik. Kitapun harus siap mendapatkan guru baru untuk meningkatkan diri kita walaupun kita secara batin tidak meninggalkan guru kita sebelumnya, karena guru kita sebelumnya merupakan jalan untuk mendapatkan guru yang mampu memberikan pemahaman yang lebih tinggi. Kita harus bersyukur dan berterimakasih untuk semua guru kita.
Tidak ada mantan guru, yang ada mantan murid apabila seorang murid meninggalkan gurunya karena proses bertumbuh. Seorang guru yang bijaksana akan bangga apabila muridnya mampu melebihi gurunya, karena berarti sang guru sukses mengajar muridnya.
Terimakasih kepada semua guru yang telah menanam kesadaran di dalam jiwa ini, proses belajar sang jiwa tidak hanya terjadi saat kehidupan saat ini tetapi dari kehidupan sebelumnya.
Semua orang mempunyai tingkat kesadaran yang berbeda beda dalam memahami suatu ajaran. Kwalitas seseorang dalam memahami suatu ajaran dapat terlihat dalam tindakan yang dilakukannya. Kadang kala ajarannya bagus tetapi tingkat pemahaman pengikutnya berbeda sehingga terlihat ajaran itu terlihat buruk, dan orang lain langsung memvonis ajaran itu buruk.
Bagaimana cara kita memahami hal tersebut karena sekarang banyak sekali ajaran-ajaran spiritual yang mulai bermunculan yang membuat masyarakat menjadi bingung dan akhirnya saling memburukkan suatu ajaran.
Semua ajaran mengajak kita menuju jalan Tuhan , setiap ajaran diberikan oleh guru yang berbeda dan diajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman guru tersebut sebagai jalan Tuhan untuk membuat manusia memahami keberadaan Tuhan. Kita harus bersyukur karena para guru mau bersusah payah membagikan ajarannya. Proses pencerahan ini akan berjalan alami sesuai dengan hukum alam ini yang sejenis akan menarik sejenis, kitapun akan mengalami seleksi alam dalam proses spiritual ini. Maka akan terkelompokkanlah semua sesuai dengan tingkatan pemahaman yang ada.
Pengetahuan spiritual bersifat mengerucut semakin tinggi suatu pemahaman semakin sedikit yang mengikutinya, karena untuk sampai puncak semakin sulit untuk mencapainya. Seperti lagu lir ilir di jawa semakin tinggi semakin licin jalan yang kita tempuh, demikianlah pencarian spiritual kita. Tetapi suatu pencapaian membutuhkan proses berjalan dari tahapan yang paling bawah dan setahap demi setahap menapaki tingkat pembelajaran yang lebih tinggi untuk mencapai puncak. Dan ketika kita hendak naik kelas kita harus meninggalkan kelas sebelumnya dengan iklas dan semangat untuk menjalani tingkatan yang baru yang lebih tinggi. Demikianlah sebenarnya proses pembelajaran kita yang bergulir alami sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa dan sesuai dengan hukum alam yang mengaturnya.
Jika kita sudah memahami hal tersebut maka kita pun akan memahami mengapa dikatakan kebenaran itu bertingkat, mengapa ada istilah diatas langit masih ada langit. Ketika kita menjadi fanatik akan suatu ajaran maka kita tak akan bertumbuh, sama seperti anak yang harusnya naik kelas ke kelas yang lebih tinggi tetapi tidak mau karena merasa kelasnya yang paling baik.
Ketika kesadaran kita berubah maka kita pun akan menemukan orang yang berada disekeliling kita berubah, karena yang sejenis menarik sejenis, kita harus siap dengan perubahan.
Semakin bijaksana seseorang karena tingkat kesadarannya lebih tinggi, ia akan menjadi lebih bertoleransi karena mereka akan memahami mengapa setiap orang mempunyai kecenderungan berada pada ajaran tertentu karena itulah yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka masing-masing saat itu dan ketika mereka mempunyai pemahaman yang baru mereka akan mencari ajaran yang sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa mereka yang baru pula. Biarkan semua jiwa bertumbuh dengan ketertarikannya masing-masing.
Banyak jalan menuju ke Roma, maka banyak jalan juga menuju Tuhan sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa. Ada yang melalui jalan ritual, dengan jalan bakti, dengan jalan ilmu pengetahuan tentang Tuhan, dengan menghadirkan Tuhan didalam diri.
Pilihan bukan sesuai keinginan tetapi sampai dimana tingkatan kesadaran jiwa kita.
Kegelisahan akan muncul pada jiwa-jiwa yang matang untuk mencari kebenaran Tuhan, mereka tidak cukup puas menerima kondisi yang ada saat ini dan mereka akan mencari yang sesuai utk kebutuhan jiwa mereka. Mereka akan mencari tahu dari semua ajaran yang ada, mulai belajar untuk terus naik kelas pindah dari satu pemahaman hingga pemahaman yang tertinggi menyatu dengan Tuhan.
Bukalah diri untuk terus mencari guru yang bisa memberi pemahaman melalui ajarannya, dan teruslah bertumbuh, jangan menjadi fanatik. Kitapun harus siap mendapatkan guru baru untuk meningkatkan diri kita walaupun kita secara batin tidak meninggalkan guru kita sebelumnya, karena guru kita sebelumnya merupakan jalan untuk mendapatkan guru yang mampu memberikan pemahaman yang lebih tinggi. Kita harus bersyukur dan berterimakasih untuk semua guru kita.
Tidak ada mantan guru, yang ada mantan murid apabila seorang murid meninggalkan gurunya karena proses bertumbuh. Seorang guru yang bijaksana akan bangga apabila muridnya mampu melebihi gurunya, karena berarti sang guru sukses mengajar muridnya.
Terimakasih kepada semua guru yang telah menanam kesadaran di dalam jiwa ini, proses belajar sang jiwa tidak hanya terjadi saat kehidupan saat ini tetapi dari kehidupan sebelumnya.
Rabu, 09 April 2014
Sabda 9 April 2014
Sabar artinya kita mau menerima keadaan atau masalah yang muncul dengan legawa, iklas atau berlapang dada tanpa batas waktu.
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai
Selasa, 08 April 2014
Rauha Tattoo 'Surabaya'
Heyyy guyssssss... TATTOO LOVERS & BODY ART PEOPLE
Ingin tattoo dengan harga terjangkau tapi kualitasnya bagus , steril & higienis ???
lagi nyari tattoo artist yang berpengalaman , professional , juga bersertifikat ???
1. Price Permanent tattoo : start from : 500k
2. Price per cm : 12k
3. Price Temporary / henna : start from : 100k
“ RAUHA PROFESIONAL TATTOO STUDIO “ Jln . Raya Dukuh Kupang , No . 94 Surabaya.
Cp : RAUHA STUDIO : 088 849 999 88 , Pin : 326 89 ba2
Cp : Gago artmenda : 0852 2107 6460 , pin : 75e04251
Cp : Gesta : ph : 087825929061 , pin : 24 c72 68d
and get special price off 20 % from professional tattoo artist . so grab it fast guys.
Thanks before and have a great day yaaaa... God Bless us!!
Ingin tattoo dengan harga terjangkau tapi kualitasnya bagus , steril & higienis ???
lagi nyari tattoo artist yang berpengalaman , professional , juga bersertifikat ???
1. Price Permanent tattoo : start from : 500k
2. Price per cm : 12k
3. Price Temporary / henna : start from : 100k
“ RAUHA PROFESIONAL TATTOO STUDIO “ Jln . Raya Dukuh Kupang , No . 94 Surabaya.
Cp : RAUHA STUDIO : 088 849 999 88 , Pin : 326 89 ba2
Cp : Gago artmenda : 0852 2107 6460 , pin : 75e04251
Cp : Gesta : ph : 087825929061 , pin : 24 c72 68d
and get special price off 20 % from professional tattoo artist . so grab it fast guys.
Thanks before and have a great day yaaaa... God Bless us!!
Sabar tidak ada batasnya.
Renungan jiwa 8 april 2014
Perjalanan hidup kita merupakan uji latih kita dengan kesabaran. Banyak orang yang merasa tidak sabar ketika menghadapi masalah dalam proses perjalanan hidupnya. Macam-macam ketidak sabaran akan muncul dan membuat kita menderita. Kitapun akan mengatakan " sabar saya ada batasnya, dan sekarang sudah kelewatan sehingga saya sudah tidak sabar lagi "
Benarkah sabar itu ada batasnya?
Sabar artinya kita mau menerima keadaan atau masalah yang muncul dengan legawa, iklas atau berlapang dada tanpa batas waktu.
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai.
Banyak orang sulit menjadi sabar karena mereka cepat sekali menjadi marah ketika suatu kejadian mengusik mereka. Mereka kurang mempunyai tenggang rasa dan selalu melakukan pembelaan diri dengan mengatakan sabar itu ada batasnya.
Bagaimana cara kita menjadi sabar?
Untuk menjadi sabar itu membutuhkan proses pembelajaran, tidak seketika seseorang bisa menjadi seorang yang sabar, jadi karakter sabar yang sudah di miliki seseorang menandakan bahwa dikehidupan mereka yang terdahulu mereka sudah melatih kesabarannya sehingga saat ini mereka sudah menjadi seorang yang sabar. Oleh karena itu ketika kita menemukan seseorang yang sabar kita harus salut dengan proses belajar mereka. Seorang menjadi bijaksana karena mereka juga melalui proses belajar menjadi sabar.
Mari kita coba renungkan proses sabar ini sehingga kita dapat berlatih dengan kesabaran :
- Untuk menjadi sabar kita harus tahu kebenaran suatu kejadian.
Banyak orang sering menjadi marah dan menghakimi orang lain ketika sesuatu terjadi. Kemarahan akan muncul karena rasa tidak puas atau ketika ego mereka disinggung. Mereka melampiaskan kemarahan ini keluar tanpa pengendalian diri, dari hal ini sebenarnya kita akan dapat menilai bagaimanakah kwalitas diri seseorang, seseorang dinilai dari reaksi yang muncul dari tindakannya.
Seseorang yang sabar mereka akan mengerem tindakannya, mereka akan melihat dahulu mengapa kejadian itu terjadi. Dengan memahami proses proses kejadian kita akan dapat memaklumi dan merenungkan mengapa hal itu dapat terjadi, membuat kita dapat berpikir panjang sehingga kita dapat mengendalikan kemarahan.
- Menjadi sabar berarti kita menerima kejadian itu dengan iklas.
Belajar menerima orang lain apa adanya akan melatih kesabaran kita. Kita tidak dapat merubah orang lain apalagi mereka yang masih mempunyai ego yang tinggi. Kitapun akan menjadi lebih menderita kalau kita sama-sama mempunyai ego yang tinggi pula. Maka jalan yang bisa kita lakukan adalah membiarkan mereka seperti apa adanya tetapi kita yang mengubah cara kita berpikir kepadanya sehingga kita tidak menderita. Berlatihlah sabar dengan menerima orang lain apa adanya.
- Pemahaman hukum karma yang benar akan membuat kita menjadi benar- benar sabar. Hal inilah yang terpenting yang harus kita pahami, dan inilah kebenaran Tuhan.
Kita sering selalu ingin orang lain seperti yang kita inginkan, begitu orang lain tidak seperti yang kita inginkan kitapun menjadi marah dan tidak sabaran.
Hukum karma mengatakan apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai, maka lihatlah mengapa orang lain melakukan hal yang buruk pada diri kita atau ketika mereka terlihat buruk dimata kita, itu semua adalah hasil dari apa yang kita tanam dulu. Jika kita tak pernah menanamnya dulu maka saat ini kita tak akan pernah berhadapan dengan hal tersebut. Dengan memahami hal ini maka kitapun akan menerima dengan sabar apapun yang orang lain lakukan kepada diri kita karena kita berkarma dengan ini semua. Sabar memang tidak ada batasnya selama kita masih berkarma dengan mereka maka selamanya kita masih harus bersabar.
Ilmu pengetahuan inilah yang dapat menjawab semua pertanyaan kita mengenai mengapa kita harus sabar dan pengetahuan hukum karma yang benar yang akan membuat kita menjadi rendah hati, menjadi iklas dan dapat menerima apapun yang datang kepada diri kita karena itulah yang kita tanam dahulu. Sabar itu memang tak ada batasnya.
Cobalah renungkan semuanya, maka kitapun akan dapat melihat diri kita sendiri. Berlatihlah untuk terus sabar karena kita tak dapat melarikan diri dari hasil perbuatan kita dulu, tetapi dari pelajaran ini kitapun dapat memetik pemahaman baru untuk mengubah cara kita menanam untuk mendapatkan hasil yang baik di kemudian hari. Tentunya kita tak ingin mengulang kembali kejadian buruk yang sudah kita alami saat ini.
Milikilah kesadaran untuk menanam kebaikan saat ini agar kehidupan kita menjadi baik dimasa depan.
Pilihan ada didalam diri kita masing-masing, maka bagi mereka yang sudah memahami hal ini mereka akan cepat mengubah dirinya.
Jalanilah kehidupan dengan penuh kesabaran, tanamlah lebih banyak kebaikan dan penuhi diri kita saat ini dengan kedamaian.
Perjalanan hidup kita merupakan uji latih kita dengan kesabaran. Banyak orang yang merasa tidak sabar ketika menghadapi masalah dalam proses perjalanan hidupnya. Macam-macam ketidak sabaran akan muncul dan membuat kita menderita. Kitapun akan mengatakan " sabar saya ada batasnya, dan sekarang sudah kelewatan sehingga saya sudah tidak sabar lagi "
Benarkah sabar itu ada batasnya?
Sabar artinya kita mau menerima keadaan atau masalah yang muncul dengan legawa, iklas atau berlapang dada tanpa batas waktu.
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai.
Banyak orang sulit menjadi sabar karena mereka cepat sekali menjadi marah ketika suatu kejadian mengusik mereka. Mereka kurang mempunyai tenggang rasa dan selalu melakukan pembelaan diri dengan mengatakan sabar itu ada batasnya.
Bagaimana cara kita menjadi sabar?
Untuk menjadi sabar itu membutuhkan proses pembelajaran, tidak seketika seseorang bisa menjadi seorang yang sabar, jadi karakter sabar yang sudah di miliki seseorang menandakan bahwa dikehidupan mereka yang terdahulu mereka sudah melatih kesabarannya sehingga saat ini mereka sudah menjadi seorang yang sabar. Oleh karena itu ketika kita menemukan seseorang yang sabar kita harus salut dengan proses belajar mereka. Seorang menjadi bijaksana karena mereka juga melalui proses belajar menjadi sabar.
Mari kita coba renungkan proses sabar ini sehingga kita dapat berlatih dengan kesabaran :
- Untuk menjadi sabar kita harus tahu kebenaran suatu kejadian.
Banyak orang sering menjadi marah dan menghakimi orang lain ketika sesuatu terjadi. Kemarahan akan muncul karena rasa tidak puas atau ketika ego mereka disinggung. Mereka melampiaskan kemarahan ini keluar tanpa pengendalian diri, dari hal ini sebenarnya kita akan dapat menilai bagaimanakah kwalitas diri seseorang, seseorang dinilai dari reaksi yang muncul dari tindakannya.
Seseorang yang sabar mereka akan mengerem tindakannya, mereka akan melihat dahulu mengapa kejadian itu terjadi. Dengan memahami proses proses kejadian kita akan dapat memaklumi dan merenungkan mengapa hal itu dapat terjadi, membuat kita dapat berpikir panjang sehingga kita dapat mengendalikan kemarahan.
- Menjadi sabar berarti kita menerima kejadian itu dengan iklas.
Belajar menerima orang lain apa adanya akan melatih kesabaran kita. Kita tidak dapat merubah orang lain apalagi mereka yang masih mempunyai ego yang tinggi. Kitapun akan menjadi lebih menderita kalau kita sama-sama mempunyai ego yang tinggi pula. Maka jalan yang bisa kita lakukan adalah membiarkan mereka seperti apa adanya tetapi kita yang mengubah cara kita berpikir kepadanya sehingga kita tidak menderita. Berlatihlah sabar dengan menerima orang lain apa adanya.
- Pemahaman hukum karma yang benar akan membuat kita menjadi benar- benar sabar. Hal inilah yang terpenting yang harus kita pahami, dan inilah kebenaran Tuhan.
Kita sering selalu ingin orang lain seperti yang kita inginkan, begitu orang lain tidak seperti yang kita inginkan kitapun menjadi marah dan tidak sabaran.
Hukum karma mengatakan apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai, maka lihatlah mengapa orang lain melakukan hal yang buruk pada diri kita atau ketika mereka terlihat buruk dimata kita, itu semua adalah hasil dari apa yang kita tanam dulu. Jika kita tak pernah menanamnya dulu maka saat ini kita tak akan pernah berhadapan dengan hal tersebut. Dengan memahami hal ini maka kitapun akan menerima dengan sabar apapun yang orang lain lakukan kepada diri kita karena kita berkarma dengan ini semua. Sabar memang tidak ada batasnya selama kita masih berkarma dengan mereka maka selamanya kita masih harus bersabar.
Ilmu pengetahuan inilah yang dapat menjawab semua pertanyaan kita mengenai mengapa kita harus sabar dan pengetahuan hukum karma yang benar yang akan membuat kita menjadi rendah hati, menjadi iklas dan dapat menerima apapun yang datang kepada diri kita karena itulah yang kita tanam dahulu. Sabar itu memang tak ada batasnya.
Cobalah renungkan semuanya, maka kitapun akan dapat melihat diri kita sendiri. Berlatihlah untuk terus sabar karena kita tak dapat melarikan diri dari hasil perbuatan kita dulu, tetapi dari pelajaran ini kitapun dapat memetik pemahaman baru untuk mengubah cara kita menanam untuk mendapatkan hasil yang baik di kemudian hari. Tentunya kita tak ingin mengulang kembali kejadian buruk yang sudah kita alami saat ini.
Milikilah kesadaran untuk menanam kebaikan saat ini agar kehidupan kita menjadi baik dimasa depan.
Pilihan ada didalam diri kita masing-masing, maka bagi mereka yang sudah memahami hal ini mereka akan cepat mengubah dirinya.
Jalanilah kehidupan dengan penuh kesabaran, tanamlah lebih banyak kebaikan dan penuhi diri kita saat ini dengan kedamaian.
Senin, 07 April 2014
Rejeki akan datang kepada kita apa bila kita telah layak menerimanya.
Renungan jiwa 7 april 2014
Banyak orang mengeluh karena rejeki mereka sedikit, mereka mengatakan Tuhan tidak adil karena mereka merasa mereka sudah bekerja keras tetapi mereka mendapat hasil yang sedikit.
Benarkah Tuhan tidak adil ?
Segala sesuatu yang kita dapatkan tergantung dari apa yang kita ciptakan. Hukum tabur tuai juga berlaku dalam kemakmuran kita. Bukan hanya dalam bentuk fisik saja yang kita tanam tetapi yang terpenting adalah pikiran apa yang telah kita tanam.
Banyak orang yang merasa telah berbagi tetapi mereka sebenarnya masih pelit secara batin. Fisiknya memberi tapi pikirannya merasa tidak iklas. Apakah hal seperti ini juga mempengaruhi tingkat kemakmuran kita?
Manusia sebenarnya menciptakan kehidupannya sendiri. Dari keseluruhan hidupnya tergantung pada pikiran bawah sadar yang mereka ciptakan. Tetapi banyak orang salah dalam berpikir sehingga kehidupannyapun menjadi salah. Bagaimana cara kita membuat hidup kita menjadi makmur?
Setelah kita memahami semua hal diatas maka kita akan memahami proses kita untuk mencapai kemakmuran di dalam hidup ini, yaitu :
1. Menerima semua yang datang pada diri kita karena itulah yang layak untuk diri kita, artinya apapun rejeki yang datang karena itulah yang kita tanam dahulu dan itulah yang telah berbuah sekarang. Bersyukurlah atas rejeki yang kita terima, meskipun itu sedikit ini adalah berkat Tuhan juga, lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali.
2. Amati pikiran kita, apakah kita sudah berpikir kaya atau masih berpikir miskin, karena pikiran sumber penciptaan hidup kita. Kalau kita banyak berpikir miskin maka miskin pula yang akan mewujud. Sadarilah apa yang lebih sering kita pikirkan, dan apabila kita lebih banyak berpikir yang terbalik dari yang kita inginkan maka ubahlah mulai saat ini pikirkan yang ingin kita wujudkan. Karena semakin sering kita pikirkan itulah yang akan mewujud. Inilah proses menanam secara batin atau di energi,
3. Menanam secara fisik dengan berdonasi/ menyumbang/ berdana punia. Dan jangan lupa tetap melakukan upaya dengan bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Lakukan semua kerja dengan meniatkan untuk mempersembahkan kerja kita kepada Tuhan.
Tuhan tidak akan pernah salah memberi rejeki kepada kita, karena semua telah diatur sesuai tingkat kelayakan kita, ketika kita belum diberikan rejeki yang berlimpah, lihat lah pada diri kita sendiri, mengapa kita belum layak mendapatkan itu semua, dan cobalah memperbaiki diri dan tentunya teruslah bersemangat untuk terus bekerja jangan hanya berpangku tangan.
Banyak orang mengeluh karena rejeki mereka sedikit, mereka mengatakan Tuhan tidak adil karena mereka merasa mereka sudah bekerja keras tetapi mereka mendapat hasil yang sedikit.
Benarkah Tuhan tidak adil ?
Segala sesuatu yang kita dapatkan tergantung dari apa yang kita ciptakan. Hukum tabur tuai juga berlaku dalam kemakmuran kita. Bukan hanya dalam bentuk fisik saja yang kita tanam tetapi yang terpenting adalah pikiran apa yang telah kita tanam.
Banyak orang yang merasa telah berbagi tetapi mereka sebenarnya masih pelit secara batin. Fisiknya memberi tapi pikirannya merasa tidak iklas. Apakah hal seperti ini juga mempengaruhi tingkat kemakmuran kita?
Manusia sebenarnya menciptakan kehidupannya sendiri. Dari keseluruhan hidupnya tergantung pada pikiran bawah sadar yang mereka ciptakan. Tetapi banyak orang salah dalam berpikir sehingga kehidupannyapun menjadi salah. Bagaimana cara kita membuat hidup kita menjadi makmur?
Setelah kita memahami semua hal diatas maka kita akan memahami proses kita untuk mencapai kemakmuran di dalam hidup ini, yaitu :
1. Menerima semua yang datang pada diri kita karena itulah yang layak untuk diri kita, artinya apapun rejeki yang datang karena itulah yang kita tanam dahulu dan itulah yang telah berbuah sekarang. Bersyukurlah atas rejeki yang kita terima, meskipun itu sedikit ini adalah berkat Tuhan juga, lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali.
2. Amati pikiran kita, apakah kita sudah berpikir kaya atau masih berpikir miskin, karena pikiran sumber penciptaan hidup kita. Kalau kita banyak berpikir miskin maka miskin pula yang akan mewujud. Sadarilah apa yang lebih sering kita pikirkan, dan apabila kita lebih banyak berpikir yang terbalik dari yang kita inginkan maka ubahlah mulai saat ini pikirkan yang ingin kita wujudkan. Karena semakin sering kita pikirkan itulah yang akan mewujud. Inilah proses menanam secara batin atau di energi,
3. Menanam secara fisik dengan berdonasi/ menyumbang/ berdana punia. Dan jangan lupa tetap melakukan upaya dengan bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Lakukan semua kerja dengan meniatkan untuk mempersembahkan kerja kita kepada Tuhan.
Tuhan tidak akan pernah salah memberi rejeki kepada kita, karena semua telah diatur sesuai tingkat kelayakan kita, ketika kita belum diberikan rejeki yang berlimpah, lihat lah pada diri kita sendiri, mengapa kita belum layak mendapatkan itu semua, dan cobalah memperbaiki diri dan tentunya teruslah bersemangat untuk terus bekerja jangan hanya berpangku tangan.
Langganan:
Postingan (Atom)