Minggu, 01 September 2013

Perpisahan yang sebenarnya

“Perpisahan yang sebenarnya adalah ketika seseorang tidak pernah saling ingat lagi.”
“Mereka pergi untuk suatu tujuan yang enggak pernah kita tahu.”
“Mencintai selalu diiringi dengan rasa sakit. Siap mencintai siap disakiti.”
“Itu namanya pengkhianatan! Mencintai lalu disakiti. Terus begitu sampai mati?”
“Bahagia ada karena kita tahu rasa sakit.“
“Elo bukan anak TK yang kalau jatuh pasti nangis dan enggak mau berdiri sendiri.”
“Ia jadi sebab elo berubah, dan akan ada saatnya elo tahu, bahwa perubahan enggak selamanya buruk.”
“Persahabatan adalah yang menyadarkan mereka, bahwa mereka tidak pernah sendiri.”
“Hanya itulah yang ingin ku lakukan di dunia ini, menunjukkan cinta kepada mama, yang telah menyerahkan sisa hidupnya untuk mencintaiku.”
“Tapi, mau tak mau, suka tak suka, roda kehidupan pasti berputar. Ada pertemuan ada perpisahan. Walaupun semua hanya sementara.”
“Cari pacar itu bukan Cuma buat mengisi kesepian, kalo cuma buat mengisi kesepian sih, pacaran sama twitter aja ntar juga ngerasa rame.”
“Kalau kamu punya pacar tapi masih sering merasa kesepian, berarti ada sesuatu yang salah dalam hubunganmu.”
“Tidak semua rasa sakit berarti pengkhianatan.”
“Apa gunanya rasa sakit dalam mencintai?”
“Enggak terbalik? Kamu yang terlalu asik sama duniamu, sama teman-temanmu! Kita jarang punya quality time buat ngobrol atau cerita-cerita. Kamu yang menciptakan kenyataan itu, kita sudah berjarak!”
“Tapi secara tidak langsung dan tanpa kamu sadari, kamu sudah melakukan kesalahan.”
“Dan kamu menyayangi kekasihmu seperti istrimu . terlalu berlebihan!”
“Kamu yang membuat semuanya menjadi bermasalah!”
“Hal tentangku, apakah masih urusanmu?”
“Kalau aku tanggung jawabmu, kamu enggak akan berbohong sama aku lebih dari sekali!”
“Aku udah dewasa dan patut berjuang sendiri, tampa kamu.”
“Kita enggak pernah tahu siapa orang yang benar-benar baik dan orang yang benar-benar jahat.”
“Mengapa selalu saja ada kesedihan, setiap kali kebahagiaan mulai menyentuh hari-harinya?”
“Semua pria sama saja! Sialan!”
“Jangan mau dibikin galau hanya karena satu cowok doang.”
“Terlalu banyak masalah yang mengganggu, terlalu banyak persimpangan yang enggak aku mengerti.”
“Terlalu banyak persimpangan bukan berarti harus membuatmu berhenti!”
“Kamu enggak harus berhenti, apa lagi mundur. Hal yang terpenting adalah kamu harus tetap berjalan.”
“Lebih capek lagi kalau jalan ditempat dan tidak berpindah sama sekali.”
“Usaha itu gaya dikali perpindahan. Kalau usaha nol, dan perpindahan nol, berarti kamu cuma gaya.”
“Entah hidupku jadi seperti apa kalau tanpa kamu.”
“Yang penting enggak mengecewakan mamamu, karena mamamu enggak pernah mengecewakanmu, kan?”
“Kalau seperti ini, aku merasa dilemparkan ke masa lalu.”
“Merindukan sesuatu yang tak akan pernah kembali.”
“Segalanya yang telah hilang memang selalu dirindukan.”
“Kamu mengembalikan semuanya yang telah hilang.”
“Terimakasih sudah mengembalikan semuanya yang awalnya terasa hilang.”
“Awalnya, aku memang kehilangan. Setelah ada kamu, semua berbeda dan berubah.”
“Wanita yang mementingkan dirinya sendiri tak akan pernah memberi perhatian yang cukup untuk seorang pria.”
“Aku diam karena percaya bahwa akan ada waktunya kalian tahu kebenaran yang ada.”
“Wujud mencintai adalah memaafkan.”
“Cinta bisa datang karena terbiasa.”
“Beberapa jam terasa hanya beberapa menit. Puluhan menit hanya terasa beberapa detik.”
“Selalu saja seperti ini, setiap kali kebahagiaan mulai menyentuhnya, maka rasa sedih juga akan menegurnya dengan keras. Apakah bahagia dan sedih selalu satu paket?”
“Terbiasa belum tentu benar. Dan… hal yang baru belum tentu salah.”
“Kamu dilarang berpendapat sebelum mencoba hal yang baru bagimu.”
“Kadang… kita enggak pernah tahu apa yang terjadi diantara orangtua kita.”
“Aku tahu dan pernah dalam posisi seperti kamu. Aku tahu dan mengerti rasa sakitnya. Tapi, ratapan dan rasa sakit itu hanya sementara.”
“Jawaban Tuhan yang seringkali dianggap sepele oleh manusia.”
“Ada tiga jawaban tuhan untuk menjawab permintaan manusia. Ketiga jawabaan itu adalah; Iya, tidak, dan tunggu.”
“Bagi tuhan selalu ada waktu yang tepat sekaligus mengejutkan untuk menciptakan keajaiban.”
“Segala hal yang terjadi di bawah kaki langit ada waktunya. Semua akan indah pada waktunya.”
“Tuhan memang sutradara kehidupan, tapi manusia tak pantas jika harus terus-menerus menyalahkan.”
“Tak ada yang bisa diselamatkan lagi? Tak ada yang bisa mengubahnya seperti dulu lagi?”
“Kesalahan terbesar manusia adalah saat ia tak bisa memilih hal-hal yang patut diperjuangkan dan juga pantas untuk ditinggalkan.”
“Laki-laki yang menyakiti wanita sama saja menyakiti wanita yang telah melahirkannya ke dunia.”
“Tuhan menghitung setiap tetesan air mata kesedihan, dan akan menggantinya dengan jutaan kebahagiaan.”
“Bianca percaya, Tuhan punya rencana.”
“Hapus air matamu, kamu penyelamat kebahagiaanmu sendiri. Kamu pahlawan untuk kebahagiaanmu sendiri.”
“Ingat! Jangan menghabiskan waktu bersama seseorang yang tidak tepat!”
“Elo mau bohongin gue? Basi! Air mata elo buaya banget, tahu enggak!”
“Elo lihat betapa hancurnya gue sekarang? Elo lihat betapa berantakannya gue sekarang? Gue kosong tanpa elo.”
“Memang mereka tak saling berucap tapi senyuman dan hati mereka saling mengungkapkan bahasa yang hanya dimengerti oleh mereka berdua.”
“Mengakhiri sesuatu yang terbiasa dijalankan itu tidak mudah.”
“Kebahagiaan dicari. Bukan jatuh dari langit!”
“Teman hidup yang baik adalah dia yang menyelamatkan mimpi-mimpi, bukan malah menghancurkan dan menghanguskan harapan.”
“Wanita patut dilindungi, binatang berwujud manusia seperti itu tak pantas diperjuangkan.”
“Lebih baik berpisah daripada harus saling menyakiti.”
“Apapun untuk mama pasti akan kulakukan.”
“Dunia makin jahat, kasihan kalau wanita dibiarkan berjalan sendiri tanpa adanya seorang pria yang baik.”
“Hidup terlalu singkat jika dihabiskan dengan seorang pria yang senang menyakiti hati wanita.”
“Dan… kita tidak akan pernah terpisahkan atau tersakiti lagi.”
“Rasanya mau berkata jujur pun sulit, apalagi harus berkata bohong.”
“Kamu sudah yakin, namun masih menyimpan rasa gengsi.”
“Datangnya cinta memang tak perlu perkenalan lama.”
“Lihat matanya! Lihat cara bicaranya! Lihat cara dia memperlakukanmu! Dia… dia… dia mencintaimu.”
“Jatuh cinta itu menyakitkan, namanya saja jatuh, pasti sakit!”
“Sakit yang membahagiakan jika dia membantumu untuk bangun dari kejatuhanmu.”
“Dia malaikat pembawa kabar baik!”
“Tuhan membuka matamu melalui kehadirannya.”
“Mereka seperti ingin membicarakan banyak hal tapi tertutupi oleh rasa gengsi.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar