Minggu, 06 Juli 2014

Karma adalah hutang cinta

Apabila kita berbuat salah kepada seseorang, sebenarnya kita bukan berhutang pembalasan, namun cinta.

'Pembalasan' seolah2 terjadi adalah cara Tuhan untuk membuat kita ingat dan berfokus pada hutang kita.

Cinta manusia tidak murni dan tidak akan pernah cukup (dan berbalut ego) untuk membayar hutang cinta kita, haruslah dengan Cinta Ilahi.

Cara untuk bisa memberikan Cinta Ilahi adalah dengan berlatih, membersihkan energi, pikiran dan jiwa. Memperbesar kapasitas Cahaya, Cinta, dan Energi Ilahi.

Perjuangan manusia untuk 'bersih-bersih' dan memperbesar kapasitas kemungkinan besar tidak akan pernah cukup dalam satu kehidupan, kecuali dibantu oleh Guru Sejati.

Guru Sejati hanya akan muncul dalam kehidupan kita tergantung dari kepantasan kita. Dan kita baru bisa memiliki kepantasan apabila kita punya ketulusan dan niat untuk pemurnian diri (energi, pikiran, dan jiwa), serta tentu saja, akumulasi karma baik yang cukup.

Apabila belum bertemu dengan Guru Sejati, teruslah berusaha dengan semua yang kita miliki.

Apabila sudah bertemu dengan Guru Sejati, manfaatkanlah momentum ini untuk memperbesar saluran Cahaya, Cinta, dan Energi Ilahi, agar kita bisa mengatasi semua masalah kita, dan tentu saja, membayar hutang cinta kita kepada orang yang pernah kita sakiti, baik di kehidupan sekarang maupun kehidupan yang lalu.

Cara pembayarannya adalah dengan mengalirkan Cinta Ilahi, yang hanya bisa kita dapat dengan keterhubungan kita kepada Tuhan.

Guru Sejati akan mempermudah proses ini dengan mengajarkan cara keterhubungan dengan Tuhan, pemurnian diri, dan memperbesar saluran2 Ilahi.

Dan semua itu dilakukan atas dasar totalitas kepada Tuhan dan jalan Tuhan.

Jalan Tuhan bisa diketahui dengan menggunakan teknik deteksi energi.

Apabila kita di jalan Tuhan, niscaya semua akan lebih dimudahkan. Kita hanya akan menghadapi tantangan yang memang merupakan porsi kita.

Tidak ada tantangan hidup yang tidak mampu kita selesaikan apabila itu memang merupakan jalan Tuhan.

Totalitas pada Tuhan dilakukan dengan cara: Eling (selalu ingat kepada Tuhan), Nrimo (pasrah pada jalan Tuhan), dan Waspodo (selalu aware terhadap petunjuk yang diberikan Tuhan melalui kejadian sehari2 kita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar