Kita tidak dapat memuaskan banyak orang.
Berinteraksi dengan banyak orang sering kali membuat kita lelah dan terkuras dan putus asa. Banyak orang, banyak keinginan dan kepentingan yang semuanya juga ingin mendapat perhatian dari diri kita. Ketika kita tak mampu memenuhinya maka protes akan muncul, kemarahan dan kekecewaan selalu diarahkan kepada kita, padahal kita sudah berupaya memenuhinya tetapi banyak orang tak pernah puas akan apa yang sudah kita lakukan. Bagaimana kita menyikapinya ?
Ketika seseorang menanggapi hal ini dengan ego maka mereka pasti akan berhenti melakukan pekerjaan yang dia jalani, mereka merasa lelah karena tak pernah dianggap benar.
Tetapi kalau kita memahami pekerjaan ini, sebenarnya ini adalah proses pembelajaran bagi kita untuk menurunkan ego, agar kita bisa melayani orang lain dengan lebih baik.
Lihatlah orang yang banyak menuntut pada orang lain dengan perhatian lebih untuk diri mereka, sebenarnya kita harus merasa kasihan kepada mereka karena mereka tidak pernah merasa puas dengan diri mereka sendiri, mereka adalah orang yang selalu merasa kekurangan, dan menuntut orang lain untuk memenuhinya.
Mereka menjadi guru bagi kita untuk menjadi lebih welas asih dan menjadi lebih sabar. Bergaul dengan mereka membuat kita mengasah diri kita untuk berlatih lebih sabar dengan pengendalian diri.
Kita tahu, kita tak dapat memuaskan orang lain seperti yang mereka inginkan, tetapi paling tidak kita telah melakukan semua kerja kita dengan pelayanan yang terbaik yang kita miliki, disinilah kitapun belajar untuk lebih iklas menerima apa pun penilaian orang lain atas diri kita.
Ternyata setiap pertemuan kita dengan orang lain membawa hikmah dan nikmat bagi kita, jika kita mampu melihat keindahan dibalik semua ini dengan sudut pandang yang positip. Kita tak perlu mengubah orang lain tetapi kita lah yang mengubah sudut pandang kita menjadi positip sehingga mampu menjalani seluruh kehidupan dengan keiklasan.
Berlatihlah dengan orang yang paling menyulitkan diri kita, dan bersyukurlah mereka dihadirkan Tuhan sebagai guru bagi kita untuk berlatih kesabaran dan keiklasan, tanpa kehadiran mereka maka sabar dan iklas hanya sebagai teori saja bagi diri kita.
Dengan mengamati seluruh hidup kita dengan berkesadaran, maka kita akan dapat melihat betapa sayangnya Tuhan kepada kita dengan menghadirkan banyak orang yang mempunyai karakter yang berbeda-beda sebagai saudara, teman bahkan orang yang bermusuhan dengan kita hanya untuk membuat kita selalu berlatih kesabaran, penerimaan, keiklasan dan mencintai semua orang apa adanya.
Maka jangan sia-sia kan waktu kita dengan keputus asaan, berlatihlah mumpung ada orang yang bisa kita jadikan guru untuk melatih kesabaran kita, jika kita mampu melewatinya maka kita juga yang menjadi lebih sabar dan iklas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar