Senin, 17 Maret 2014

Berada pada saat yang sama tetapi dengan karma yang berbeda.

Renungan jiwa 17 - 03 - 2014

Seorang teman menceritakan rumah yang dia tempati bersama dengan kelima orang temannya di bobol maling. Begitu mereka sampai di rumah yang mereka kontrak bersama, ternyata mereka mendapati semua barang sudah di obrak abrik, dua laptop raib dari tas koper temannya yang digunakan untuk menyimpan, maklum anak kos. Teman saya bersyukur karena hanya koper dia saja yang tidak dibuka paksa oleh pencuri, kopernya masih utuh. Dan dia menjadi lebih bersyukur lagi setelah dia merenung, sudah beberapa kejadian sebelumnya dia selalu terhindar dari hal yang buruk walaupun dia berada pada saat yang sama dengan kejadian yang buruk yang menimpa orang lain.

Dari pelajaran yang dia alami diapun memahami " hanya karma baik kita sajalah yang melindungi diri kita, walaupaun berada pada kejadian yang buruk tapi apabila kita mempunyai banyak karma baik kitapun akan terhindar dari hal yang buruk".

Kejadian teman saya ini bisa kita ambil sebagai contoh pelajaran hidup yang akan membuat kita belajar untuk memahami suatu kejadian. Sering kali kita tidak mau melakukan perenungan atas kejadian yang barusan terjadi, kita biarkan lewat begitu saja, dan acuh tak acuh. Marilah kita coba untuk memahami suatu kejadian dengan bijak.
Dari proses mengalami biasanya akan menguatkan suatu pemahaman dalam diri seseorang karena pengalaman merupakan guru yang paling baik, tetapi jika yang terjadi hanya mengalami saja dan tidak dipahami prosesnya maka itupun tidak menguat dalam diri seseorang, semuanya akan lewat begitu saja.
Tuhan memberi kebebasan kepada kita untuk menjalani semua proses kehidupan kita, maka kitapun akan dapat melihat bagaimana cara Tuhan mengajar kita memahami hidup ini tanpa mengikat, semua di berikan kebebasan penuh kepada diri kita untuk memilih bagaimana cara kita untuk memahami proses kehidupan ini.

Orang yang bijaksana tidak akan melewatkan waktu nya barang sedetikpun untuk terus belajar dari proses kehidupan. Mereka akan mengamati, merenungkan dan menikmati setiap kejadian ke kejadian dalam hidupnya sebagai proses belajar. Mereka benar-benar berada dalam kesadaran penuh dalam setiap langkah kakinya dan helaan nafasnya dengan rasa syukur.

Mengapa kita tidak belajar untuk mempunyai kesadaran dalam setiap kejadian yang kita alami?
Mengamati setiap pikiran yang muncul dalam diri, menata kata-kata yang hendak kita keluarkan dan menata perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh kesadaran.
Jika kita mampu melakukannya kitapun akan dapat melihat keindahan dalam proses menjalani hidup kita. Pelajaran demi pelajaran dari Tuhan akan dapat kita tangkap dan kita pahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar