Renungan jiwa 26 maret 2014
Hidup adalah proses belajar, kita bereinkarnasi lagi karena proses belajar kita belum cukup. Kita belum mampu menyelesaikan semua hutang karma dan memurnikan diri untuk menyatu dengan Tuhan.
Kalau kita mau menjalani hidup dengan penuh kesadaran kita akan melihat seluruh proses hidup kita adalah proses belajar, mengasah diri, mempertajam kesadaran jiwa kita sehingga kita mampu menyadari keberadaan Tuhan dalam segala aspek kehidupan ini.
Proses belajar sebenarnya sangat sederhana, tetapi banyak orang yang sudah menganggap susah sebelum mengalaminya. Mereka sudah membuat mental blok negatif didalam dirinya sehingga membuat mereka susah untuk mengikuti proses belajar. Mereka sudah ditakut-takuti dengan peraturan, batasan-batasan yang mengikat apa lagi kalau diajak belajar spiritual mereka sudah ketakutan karena asumsi yang beredar di masyarakat belajar spiritual itu susah dan membatasi ruang gerak mereka untuk hidup normal.
Kesalahpahaman ini harus segera dirubah, karena rancu antara pemahaman spiritual dan paranormal. Kadang kala seorang yang paranormal dikatakan guru spiritual.
Spiritual adalah pemahaman tentang batiniah, mengolah batin kita untuk menyiapkan keterhubungan diri kita secara batin dengan Tuhan. Tatapi banyak orang yang mengaitkan spiritual dengan keberadaan spirit atau roh mahluk lain, inilah kesalahkaprahannya. Sedikit saja mereka memahami keberadaan roh atau spirit diluar manusia mereka sudah dianggap guru spiritual, padahal di dunia internasional pemahaman guru spiritual tidaklah demikian.
Guru spiritual adalah manusia yang telah mengolah daya batiniahnya sehingga mereka mempunyai keterhubungan dengan Tuhan sangat kuat dengan meluasnya energi Tuhan didalam dirinya, semua ini ada pengukurannya secara energi dan dipahami seluruh dunia. Menjadi seorang guru spiritual tidaklah mudah karena membutuhkan waktu beberapa kali reinkarnasi untuk mampu mencapai kondisi dimana keberadaan Tuhan nyata didalam dirinya. Kita membutuhkan guru spiritual untuk dapat mengenal Tuhan didalam diri kita, dan para guru inilah yang dapat membawa kita menyatu dengan Tuhan, karena para guru spiritual ini sudah mengetahui jalan menuju kebersatuan dengan Tuhan. Melalui ajaran beliau lah kita dapat dituntun menuju jalan Tuhan. Oleh karena itulah kita mengenal Rama, Krisna, Budha, Yesus, Nabi Muhammad, Padmasambawa sebagai Guru Spiritual yang menurunkan agama-agama besar di dunia, dan jangan salah beliau juga akan terus terlahir untuk menuntun jiwa-jiwa manusia untuk menyatu dengan Tuhan. Para Guru Spiritual ini tak pernah beristirahat, terus terlahir menjadi pelayan Tuhan untuk umat manusia. Manusia bisa tak pernah tahu dimana para Guru Sejati ini terlahir kembali, kecuali mereka yang telah mengolah diri untuk memahaminya.
Membaca kitab atau mendengar ajaran suci ini dari orang lain merupakan awal proses kita belajar untuk memahami ajaran tersebut. Ajaran mengenai Ketuhanan bersifat universal artinya dapat dipahami oleh siapapun walaupun mereka berbeda agama, karena semua agama mempunyai satu Tuhan di alam ini, cuma cara mereka memuja atau ritualnya yang berbeda. Pengetahuan mengenai Ketuhanan selalu mengarahkan kita dengan cinta kasih dan kedamaian, agar manusia dapat hidup di alam ini selaras dan harmonis dengan semua mahluk ciptaan Tuhan, dan dapat menyiapkan ruang didalam diri manusia untuk Tuhan bersemayam di dalam diri.
Setelah kita membaca atau mendengar, proses selanjutnya adalah melalui para guru atau kitab kita melihat di dalam diri kita, untuk mengetahui kebenaran diri. Kalau kita cuma membaca atau mendengar saja itu akan membuat kita lupa , tapi ketika ada seorang yang menunjukkan kekurangan kita maka kita akan mengingatnya.
Maka ketika kita belajar melalui proses membaca, jangan hanya membaca saja, renungkan setiap kata demi kata dan arahkan kedalam diri kita untuk mengetahui keberadaan diri, inilah cara kita untuk menunjukkan kekurangan diri kita.
Sebuat tulisan yang dapat membuat kita mampu melihat kekurangan diri kita, dan mengajak kita merenungkannya dan akhirnya kita mampu memahaminya merupakan guru kita juga.
Jangan cukup puas untuk memahami saja, berupayalah untuk melakukan semua saran sehingga melalui proses mengalami ini akan menguat didalam batin kita, dan kita akan melakukannya dengan penuh kesadaran.
Gunakan renungan jiwa ini sebagai jalan kita untuk memahami proses menjalani kehidupan menjadi lebih baik.
Luangkan waktu untuk membaca, merenungkannya, memahami dan melakukan sesuai dengan tuntunan.
Dan bersyukurlah kita tetap dapat belajar disela sela kesibukan kita yang sangat padat.
Jika kita mempunyai niat untuk menjadi lebih baik, amatilah setiap saat
adalah proses belajar, dan semua orang dapat menjadi guru bagi diri kita, karena Tuhan akan berada didalam diri mereka untuk mengajar kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar