Selasa, 25 Maret 2014

Lakukan kerja dengan pengharapan terlebih dahulu, baru berlatihlah untuk iklas kemudian

Renungan jiwa 25 maret 2014

Kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sandang pangan dan papan memaksa mereka melakukan kerja untuk mendapatkan penghasilan. Karena terpacu untuk mendapatkan kehidupan yang layak, mereka bekerja dengan mengejar target dan mengharapkan penghasilan yang lebih baik sehingga seluruh waktu mereka hanya tercurah untuk mencapai peningkatan materi semata. Beberapa orang menjalani proses kerja dengan optimis dan mereka menjadi suskses, tetapi banyak juga dalam mengejar pemenuhan akan materi ini mereka menjadi stress, menderita, putus asa bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri karena merasa sangat terpuruk.

Agar supaya kita dapat menjalani pekerjaan kita dengan penuh keiklasan, kita perlu memahami bagaimana proses kita bekerja. Tanpa bekerja kita tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup kita yang paling mendasar. Semua orang harus bekerja dalam hidupnya. Pasti kita memikirkan apa manfaat kita bekerja, bagaimana hasilnya, sesuai tidak dengan kemampuan yang sudah kita miliki, yang semuanya seakan -akan kita pamrih dalam pekerjaan ini. Hal ini adalah hal yang wajar, masa kita terus disuruh kerja bakti saja tanpa ada penghasilan yang sesuai dengan tenaga yang kita keluarkan. Dan faktanya kita sangat bergantung pada penghasilan yang kita dapatkan dalam proses kerja kita untuk kelangsungan hidup kita. Kita tidak munafik inilah yang memang kita harapkan. Dengan mengetahui hasil yang akan kita dapatkan kita menjadi lebih bersemangat dalam bekerja, tetapi ketika penghasilan tidak sesuai dengan kwalitas kerja maka ini akan menimbulkan banyak masalah.

Bekerjalah karena kita memang membutuhkan penghasilan, jangan hanya berpangku tangan saja dan malas. Penuhi kebutuhan hidup kita dan keluarga kita dan jadilah bertanggung jawab dengan bekerja. Kita sadar kita masih berpamrih akan kerja kita, walaupun semua agama mengajarkan kita untuk tidak berpamrih dalam melakukan kerja. Lakukan saja dulu kerja dengan mengharapkan hasil, karena kita baru berlatih untuk bekerja, tentunya lebih baik bekerja dengan mengharapkan hasil daripada tidak bekerja sama sekali dan selalu menggantungkan diri pada orang lain dan membebani mereka.

Setelah kita cukup terampil dalam bekerja dan mampu memenuhi kebutuhan hidup barulah kita belajar untuk berkesadaran dalam bekerja. Lakukan segala kerja dengan keiklasan bukan sebagai paksaan. Proses kita bekerja sebenarnya proses kita belajar untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain bukan hanya untuk mengejar mengumpulkan uang semata. Disinilah kita berproses dalam pendewasaan diri kita.

Kalau kita mampu memahami hal ini maka kita akan mampu menjalani semua kerja kita dengan iklas, dan tidak pamrih. Dan kita akan melihat lebih dalam bahwa kerja adalah proses pembelajaran spiritual untuk membuat kita lebih dalam memahami makna hidup dan dapat mencapai tujuan hidup yaitu menyatu dengan Tuhan. Banyak sekali pelajaran yang akan kita terima ketika kita melakukan proses kerja, belajar untuk sabar, belajar menerima, belajar bijaksana menghadapi masalah yang muncul, belajar bersyukur atas rejeki yang kita peroleh, belajar berbagi dengan teman sekerja, belajar bertoleransi dengan orang lain, dan masih banyak lagi pelajaran kehidupan yang bisa kita nikmati dan pelajari selama proses kerja ini. Jadi manfaatkan proses kerja kita untuk mengasah diri kita untuk menjadi layak menyatu dengan Tuhan, karena proses belajar yang sesungguhnya bukan hanya didalam pendidikan formal tetapi ketika kita berada dilingkungan kerja, inilah penerapan pelajaran hidup yang sesungguhnya.

Nikmatilah proses kerja sebagai berkat Tuhan dan pelajaran dari Tuhan melalui orang lain yang menjadi jalan Tuhan mengajar diri kita.
Bersyukurlah atas semua kejadian yang menjadi guru yang paling baik untuk diri kita membuat diri kita menjadi lebih bijaksana.
Lakukan segala kerja dengan keiklasan untuk menjalani dan menerima semua resiko dari kerja kita, dan berupaya menjadi lebih baik lagi.
Persembahkan semua kerja kepada Tuhan, karena hasil pekerjaan kita berasal dari cara Tuhan mengajar kita dan berkat Tuhan dengan rejeki yang kita terima.

Renungkanlah Tuhan selalu mengajar diri kita melalui orang lain sebagai jalan beliau, hanya kita saja yang tak mampu menangkap kehadiran beliau disekitar kita.

Orang yang penuh kesadaran akan tahu dimana Tuhan berada , kapan Tuhan mengajar kita, dan kapan energi Tuhan memeluk diri kita dengan penuh cinta.

Tuhan I Love U . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar