Minggu, 30 Maret 2014

Nyepi

Renungan jiwa 30 maret 2014

Hari raya nyepi merupakan hari raya bagi umat hindu di bali untuk melakukan tapa brata penyepian. Satu hari tanpa aktifitas bahkan tanpa nyala lampu sehingga membuat pulau Bali benar-benar sepi dan hening. Keheningan yang tercipta di alam inipun harus diimbangi dengan keheningan di dalam diri. Tetapi banyak orang yang menyiapkan diri dengan berbagai jenis makanan sebelum nyepi bahkan cenderung lebih konsumtif, padahal nyepi cuma sehari tetapi persiapannya seperti untuk jatah satu minggu. Lucu juga kalau memikirkan hal ini. Apa yang seharusnya kita lakukan pada waktu kita melakukan Nyepi di rumah?

Selama ini kita melakukan aktifitas ritual hanya sekedar mengikuti saja pada proses yang sudah rutin dilakukan saja, tanpa benar-benar memahaminya mengapa itu harus kita lakukan. Selama ini kita melakukan Nyepi di rumah dengan puasa, tidak boleh menyalakan api, tidak boleh keluar rumah, dan tidak boleh beraktifitas. Secara fisik kita dapat mengendalikan semua itu selama Nyepi karena sudah dikondisikan oleh lingkungan kita. Dengan melakukannya kita sudah berupaya untuk memanfaatkan hari Nyepi sesuai dengan peraturan agama. Dan ini semua sudah biasa kita lakukan setiap Nyepi.

Kita coba memaknai Nyepi dengan lebih dalam lagi. Aktifitas yang selama ini kita lakukan baru sebatas lahir saja, mari kita juga melakukan tapa brata penyepian secara batin dengan mewujudkan keheningan secara batin.

Ketika hari nyepi tiba kita mempunyai banyak waktu untuk diri kita sendiri, karena kita tidak melakukan aktivitas. Ini adalah saat yang paling baik bagi kita untuk melakukan perenungan. Ketika tubuh kita diam maka pikiran kita akan meloncat-loncat. Gunakan waktu ini untuk membiarka semua pikiran kita bermunculan, dan dengan kesadaran satu persatu pikiran bawah sadar yang muncul kepermukaan ini kita pahami. Apabila kejadian yang muncul adalah kejadian yang membuat trauma dalam diri kita, membuat kita sakit hati jangan lari dari trauma itu, pahamilah mengapa itu harus terjadi, berusahalah untuk memaafkan orang lain yang membuat kita trauma, dan mintalah maaf kepada mereka karena tidak mungkin ada akibat yang timbul tanpa sebab yang kita juga terlibat dengan hal itu. Dan jangan lupa tidak ada yang kebetulan dialam ini, pertemuan kita dengan masalah ini merupakan proses karma. Apa yang datang pada diri kita karena kita pula yang menanamnya dahulu.

Cobalah untuk berdamai dengan diri kita sendiri. Mungkin selama ini kita tak pernah menyelesaikan masalah kita lebih mendalam, tanpa pernah merenungkannya, berusaha untuk tidak mengingatnya, lari dari kenyataan hidup. Dan hasil yang kita dapatkan masalah ini terus melekat dalam pikiran bawah sadar kita dan terus membuat kita menderita jika mengingatnya. Selama kita belum berdamai dengan masalah itu maka akan sulit bagi kita untuk melupakannya.

Dengan memaafkan kita akan mampu untuk melepaskan semua pikiran bawah sadar yang membelenggu kita, secara energi hal ini dapat diukur dan dapat dirasakan perubahan rasa ketika seluruh energi trauma yang tersimpan telah mampu dilepaskan sehingga membuat kita menjadi damai.

Dengan menjadi damai didalam diri kita akan mampu melupakan trauma masa lalu, dan ketika kita mengingat kejadian itu kita tidak lagi merasa sakit hati dan menderita.

Gunakan waktu dihari nyepi ini untuk dapat mewujudkan keheningan didalam diri. Ketika kita telah mampu berdamai dengan semua masalah-masalah hidup segala stress yang terekam didalam diri dapat dilepaskan, trauma-trauma hidup dapat disembuhkan sehingga bayang -bayang masa lalu dapat kita tinggalkan.

Mulailah hidup baru pada masa kini dengan semangat baru menanam kebaikan di masa kini agar kita menuai kebaikan dimasa datang.

Selamat hari raya Nyepi, lakukan tapa brata penyepian secara lahir dan batin. Sucikan diri lahir dan batin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar