Kamis, 20 Maret 2014

Membentuk karma baik masih dibutuhkan untuk menyelesaikan karma buruk kita.

Renungan jiwa 20 maret 2014

Dalam proses perjalanan hidup ini, kita masih harus menyelesaikan buah karma yang belum selesai. Ketika kita tidak mampu menyikapi karma yang datang pada diri kita dengan baik maka karma buruk kita pun akan bertumpuk-tumpuk sehingga kita membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi untuk menyelesaikan semua karma kita. Proses pencapaian pembebasanpun akan tertunda bahkan ketika waktu untuk tubuh kita habis, kitapun harus mengulangnya kembali.
Bagaimana cara kita menyikapi karma buruk yang datang dan menghabiskan karma ini ?
Karma buruk tidak dapat kita hindari karena itu adalah hasil dari perbuatan kita. Tetapi karma buruk dapat menjadi tidak terasa atau tidak terlalu membuat penderitaan dalam hidup kita jika kita mempunyai banyak tabungan karma baik, karena karma baiklah yang melindungi diri kita.
Seandainya karma buruk kita umpamakan dengan sesendok garam dan karma baik dengan segelas air maka rasa asin masih dapat kita rasakan, tetapi apabila kita terus menambahkan dengan seember air maka rasa asin tidak kita rasakan lagi walaupun garam itu tetap ada di seember air. Itulah yang bisa kita perumpamakan sebagai karma baik yang banyak kita tanam agar kita mampu menjalani karma buruk kita tanpa kita menderita.
Misalkan ketika kita mendapat karma buruk, tetapi karena kita telah menanam karma baik yang banyak maka ada saja teman atau orang lain yang akan menolong kita sehingga tidak membuat kita sangat menderita.
Seseorang harus menyelesaikan semua karma yang mereka tanam, maka proses menanam karma baik masih harus dilakukan agar semua menjadi impas, dan apabila ini sudah dapat diselesaikan barulah kita dapat mempersembahkan semua karma kita tanpa pamrih, dengan melakukan pelayanan totalitas kepada Tuhan. Hal ini akan berjalan secara otomatis sesuai dengan hukum alam ini.
Kapan semua karma kita dapat kita selesaikan dan kapan seseorang dapat secara totali menyerahkan semua kerja hanya untuk Tuhan ?
Semua akan terjawab apabila kita dapat memahami energi yang tanpa batas ruang dan waktu, karena dengan energi inilah semua dapat diukur, kebenaran Tuhan dapat dipahami.
Seandainya kita belum memahami energi mengapa kita tidak mengikuti semua ajaran agama yang telah diturunkan oleh guru suci yang semua mengajarkan cinta kasih dan berbuat baik, karena cinta kasihlah yang dapat menyelesaikan hutang karma kita dan membuat kwalitas hidup kita menjadi lebih baik.
Lakukan semua perbuatan baik dengan niat baik, sadarilah kita masih membutuhkan hal-hal yang baik dalam hidup ini agar membuat hidup kita seimbang, selaras dan harmonis dan juga membutuhkan hal - hal yang baik untuk mampu menerima karma buruk yang dahulu kita ciptakan dengan lebih damai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar