Renungan jiwa 27 maret 2014
Ketika kita mengajari anak-anak kita untuk disiplin menjalani kehidupannya mereka akan mencemooh kita dan kadang kala kita menjadi sakit hati karena mereka tidak menjalankan apa yang kita sarankan. Mereka menganggap remeh semua hal dan merasa bakalan mampu melakukan dan merasa sudah pintar. Bahkan kita dianggap kuno sebagai orang tua.
Sebagai orang tua kita menjadi prihatin oleh tingkah laku mereka. Kita bisa menasehati mereka karena kita sudah banyak makan asam garam kehidupan yang artinya kita sudah mengalaminya sehingga kita bisa mengarahkan mereka untuk terhindar dari masalah yang akan timbul. Sebagai orang tua kita takut hal buruk akan terjadi pada diri anak-anak kita, tetapi semakin kita terlalu mengatur mereka, terlalu cemas akan masa depan mereka, terlalu memberi batasan kepada anak-anak kita, mereka semakin berontak dan susah diatur.
Bagaiamana cara kita menyikapi hal ini ?
Kita harus memahami hukum karma di alam ini, seandainya anak kita mempunyai banyak tabungan karma baik dalam kehidupanya maka kehidupannya pasti akan baik, tetapi kalau anak kita memiliki banyak karma buruk sudah pasti hidupnyapun akan buruk, inilah yang harus kita jadikan pegangan dalam membantu anak kita menjalani kehidupannya. Memberikan pemahaman hukum karma sebagai dasar mereka untuk menjalani kehidupan ini.
Tidak selamanya sebagai orang tua kita turut campur dalam kehidupan pribadi anak-anak kita, mereka mempunyai jalan hidup masing-masing sesuai karma yang mereka tanam. Tipe anak-anak yang mempunyai karakter baik akan mudah diarahkan, atau bahkan ketika kita tidak mengarahkan mereka sekalipun mereka akan tetap terdorong untuk melakukan hal yang baik karena di kehidupan terdahulu jiwa mereka telah bertumbuh sehingga kesadaran jiwa mereka akan mengarahkan mereka untuk hal yang baik. Pembentukan karakter seseorang tidak ditentukan pada kehidupan saat ini saja tetapi sudah dilakukan pada kehidupan-kehidupan terdahulu.
Sedangkan pada anak-anak yang sudah membawa karakter yang kurang baik berikan pemahaman yang lebih kuat, karena mereka butuh lebih diarahkan tetapi jangan menggunakan kekerasan, karena tipe yang demikian harus diselesaikan dengan lebih banyak cinta kasih. Anak-anak yang keras hati harus diberikan cinta lebih banyak, dan ajak mereka untuk memahami, biasanya mereka akan mempunyai keyakinan apabila mereka sudah menghadapi masalah. Biarkan mereka mengalami masalah jangan kita merasa cemas dengan masalah yang harus mereka hadapi karena mereka akan belajar dari masalah tersebut, dan pahami lebih dalam mereka memang harus mendapatkan masalah tersebut karena itulah yang mereka tanam dahulu, atau itulah karma yang harus mereka terima saat ini. Sebagai orang tua kita tidak dapat menghindarkan anak-anak kita dari hukum karma. Belajarlah untuk tidak terikat dengan anak-anak kita karena mereka mempunyai karma mereka masing- masing.
Sebagai orang tua kita hanya berperan untuk membantu mereka bertumbuh, mendampingi mereka ketika mereka berada dalam kesulitan, memberi penguatan untuk membuat mereka lebih bersemangat, dan melimpahi mereka dengan perhatian dan cinta.
Biarkan mereka menjalani seluruh kehidupannya sesuai karma yang mereka tanam, tetapi dari kecil ajarkan mereka menanam karma baik sehingga kelak kehidupan mereka menjadi lebih baik walaupun di kehidupan dahulu mereka banyak menam hal yang buruk sehingga hidup saat ini mempunyai banyak masalah.
Ajarkan sedini mungkin hukum tabur tuai atau hukum karma kepada anak-anak kita karena hanya karma baik mereka saja yang akan melindungi mereka.
Apabila semua orang tua memahami hal ini, maka tidak ada ketakutan dan kecemasan dalam membesarkan anak-anak kita. Dan sedini mungkin kita sudah menanamkan pelajaran hukum karma ini sehingga kehidupan mereka akan jauh lebih baik, dan seandainya kita mendapati anak kita mendapat hal buruk, sebagai orang tua kita tidak akan kecewa atau menderita karena kita tahu itu adalah karma yang dibawa oleh anak kita dan kitapun harus iklas untuk menerimannya.
Cobalah merenungkan pelajaran ini, amatilah yang terjadi pada anak-anak kita, kitapun akan paham karma apa yang mereka bawa, mulailah menerima mereka apa adanya, berikan pemahaman hukum karma kepada mereka dan ajaklah mereka menanam hal yang baik dalam hidup mereka.
Jadilah orang tua yang bijaksana yang tidak terikat dengan anak-anak kita, bekalilah mereka dengan pemahaman hukum karma, dan ajaklah mereka menanam hal yang baik sehingga mereka dapat menentukan sendiri kwalitas kehidupan seperti yang mereka inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar