Rabu, 19 Maret 2014

Penyelesaian masalah yang kita hadapi tergantung pada hasil karma yang kita miliki.

Renungan jiwa 19 - 03 - 2014

Ketika masalah muncul pada diri kita maka kitapun berupaya untuk menyelesaikannya. Tetapi sering kali kita tidak mampu menghadapinya sehingga kitapun mencari bantuan orang lain untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. Beberapa masalah dapat diselesaikan dengan baik tetapi banyak masalah yang terus tertunda penyelesaiannya sehingga membuat kita menderita. Mengapa masalah itu datang pada diri kita ?

Kita meyakini bahwa hidup kita berdasarkan hukum karma dan kita tau dalam hidup kita tentunya banyak hal baik maupun hal buruk yang kita lakukan yang menghasilkan buah karma baik dan buah karma buruk. Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik semua agama mengajarkan kita untuk berbuat hal yang baik-baik saja, dan menghindari perbuatan yang buruk. Aturan agama ini mengarahkan kita untuk mendisiplinkan diri kita untuk berbuat baik, karena para nabi atau orang suci paham akan bekerjanya hukum alam ini yaitu hukum tabur tuai atau hukum karma.

Ketika kita mendapatkan kwalitas hidup yang baik, berarti kita telah menanam kebaikan utk diri kita, tetapi ketika kita mendapat hal yang buruk kitapun harus iklas karena hal buruk yang dahulu kita tanam sedang berbuah dan harus kita terima.
Dalam proses hidup kita hanya diri kita sajalah yang dapat menolong kita yaitu dari hasil perbuatan baik kita, karma kitalah yang menentukan kwalitas hidup kita.

Kita tak luput dari banyak karma buruk karena kita terlahir di bumi untuk terus belajar tentang kehidupan, tetapi cobalah belajar dari kejadian yang kita alami atau yang paling mudah adalah belajarlah dari para guru karena mereka sudah lebih dahulu mengalami sehingga mereka dapat mengarahkan hidup kita menjadi lebih baik. Ajaran agama pun berasal dari para guru suci yang sudah memahami keberadaan Tuhan dan memahami proses kehidupan sehingga para guru ini mengarahkan kita untuk disiplin dengan ajaran agama .

Dengan memahami energi kita dapat mengukur kondisi karma yang sudah kita perbuat, jika tabungan karma baik kita banyak maka hidup kita akan sehat, damai, bahagia dan berkelimpahan. Tetapi apabila karma buruk kita banyak maka kita akan terus berada pada kondisi sakit, banyak masalah, penderitaan. Kitapun dapat belajar dari mengamati perjalanan hidup kita, cobalah kita terus menanam kebaikan maka hidup kitapun akan berubah.

Banyak orang yang merasa sudah berbuat kebaikan dalam hidupnya dengan banyak menyumbang, menyekolahkan banyak orang, membantu orang lain yang kesusahan, mereka cukup puas dengan apa yang mereka lakukan tetapi mereka lupa mengatur pikirannya sehingga karma buruk mereka lebih banyak daripada sumbangan berupa materi yang mereka lakukan.

Karma terbentuk dari pikiran bukan perbuatan. Walaupun kita sudah melakukan perbuatan yang baik tetapi kita terus berpikir buruk, hal ini akan menimbulkan karma buruk untuk diri kita.
Maka ketika masalah datang dalam hidup kita amatilah apa yang terjadi, kalau kita mempunyai banyak tabungan karma baik, ada saja yang membantu diri kita sehingga semua bisa diselesaikan, tetapi jika kita mempunyai banyak tabungan karma buruk semua jalan seakan-akan menjadi buntu. Ini dapat kita jadikan indikator keberadaan tabungan karma baik atau karma buruk yang kita miliki.

Belajarlah mengamati hidup kita, luangkan waktu untuk merenung dalam keheningan sehingga kita tahu kwalitas diri kita dan kita mampu memperbaikinya sebelum semuanya menjadi terlambat.
Setiap waktu kontrolah pikiran untuk tetap baik agar kwalitas hidup kita akan menjadi lebih baik lagi.
Sadarilah karma terbentuk dari pikiran , kata-kata berawal dari pikiran, perbuatan berawal dari pikiran jadi pikiranlah sumber dari kwalitas kehidupan kita.

Pikiran yang baik membentuk karma yang baik, pikiran yang buruk membentuk karma buruk. Jagalah pikiranmu tetap baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar