Selasa, 15 April 2014

Renungan jiwa 15 - 04 - 2014

Banyak kegelisahan yang timbul didalam diri ketika seseorang mempertanyakan akan hidupnya. Dan banyak pertanyaan yang muncul mengapa itu harus dilakukan. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab membuat orang menjadi kurang mempunyai keyakinan sehingga mereka gampang tergoyahkan. Bagaiamanakah kita menyikapi hidup ini?
Tidak munafik kalau kita kadang kala bingung untuk apa kita dilahirkan dan bagaimana seharusnya menjalani semua ini apalagi ketika kita menghadapi masalah yang berat seringkali membuat kita berputus asa. Agama diyakini sebagai jalan bagi kita untuk memahami kehidupan, tetapi sering kali kita dibingungkan pula oleh ajaran agama yang berbeda, dan kita tak bebas untuk menentukan pilihan agama yang kita pilih karena kita mendapatkan ajaran agama sesuai dengan apa yang orang tua kita anut, bahkan ketika kita hendak berpindah agama karena keinginan kita sendiri atau karena perkawinan, kita akan mendapat kecaman keras bahkan dikucilkan dari keluarga dan masyarakat. Apa yang menjadi kebenaran yang sesungguhnya dalam hidup ini ? Bagaimana cara kita memahami kejadian tersebut ?
Agama diturunkan oleh para nabi dan awatar yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi dibandingkan manusia biasa. Mereka memiliki keluhuran budi sehingga mampu menyadari keberadaan Tuhan dan mereka mampu menyuarakan Sabda Tuhan jalan menuju kebenaran Tuhan. Semua agama mengajarkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan, tatanan untuk hidup saling berdampingan dengan seluruh ciptaanNya. Tidak hanya itu agama mengajarkan jalan menuju kebersatuan kepada Tuhan. Membuat kita dapat kembali pulang.
Kalau kita mau jujur tidak ada ajaran para nabi itu buruk karena semua mengarahkan pada cinta kasih, sayangnya setelah semua mulai ditafsirkan ajaran itu menjadi tidak murni lagi dan mulai dipengaruhi oleh ego-ego orang yang mengajarkannya kembali untuk kepentingan pribadi. Mulailah muncul pengotak-kotakan, saling membatasi dan saling merasa paling baik sehingga ajaran semakin menjauhkan dari rasa kebersatuan kita dengan Tuhan.
Kita tak dapat mengubah kondisi ini, tetapi jiwa jiwa yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi akan cepat memahami keadaan ini dan mulai melepaskan keterikatan diri dengan berbagai aturan yang mengikat. Kita tidak merubah keyakinan kita tetapi kita mulai menguatkan diri kedalam, kembali kepada kemurnian ajaran para nabi dan awatar kita yaitu cinta kasih. Karena hanya ketika cinta kasih ini berada didalam diri kita barulah cinta Tuhan dapat menyatu dengan kita. Jika kebencian dan kemarahan masih di miliki oleh pemeluk agama bagaimana Tuhan bisa berada didalam diri mereka? Hukum alam sejenis menarik sejenis akan membuat kita dapat memahami mengapa untuk menyatu dengan Tuhan, para nabi dan awatar mengajak kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Tuhan adalah lautan kasih maka agar kita dapat menyatu dengan Tuhan kita harus menjeniskan diri dengan Tuhan dengan memenuhi diri kita dengan cinta kasih.
Jika semua orang dipenuhi dengan cinta kasih maka perbedaan tidak menimbulkan perpecahan, semua orang akan saling menghormati dan dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh kedamaian.
Tanpa cinta kasih kita akan terus berseteru, saling membatasi diri saling menjelekkan satu sama lain, penuh dengan kemarahan.
Bagaiamana kita bisa mencintai Tuhan kalau kepada ciptaan Tuhan yang lainnya kita menolaknya.
Pahami hal yang paling mendasar ini, pahami ajaran agama kita secara murni maka kita tidak akan melihat perbedaan dalam ajaran semua agama yang diturunkan Tuhan melalui para nabi dan awatar, karena kebenaran bersifat universal, maka para nabi dan awatarpun akan mendapat pesan Tuhan yang sama, hanya yang membedakan adalah tempat dimana sabda Tuhan diturunkan yang membentuk ritual yang berbeda tetapi tujuannya sama, membawa manusia kembali keTuhan.
Ritual atau sadana yang berbeda merupakan cara kita untuk mendisiplinkan diri secara fisik, pemahaman yang benar membuat kita memahami secara batin. Sebaiknya lakukan ritual atau sadana dengan pemahaman secara batin jangan lakukan ritual atau sadana hanya sebagai rutinitas yang hampa secara batin.
Ternyata pemahaman agama lebih mendalam sangat diperlukan agar kita mempunyai keyakinan yang kuat kepada Tuhan. Memahami agama tidak cukup hanya menghapal kitab atau mantra dan menjalankan ritual
tanpa kita memahami lebih dalam untuk apa kita melakukan semua ini.
Jadilah cerdas dalam hidup ini dengan kecerdasan spiritual yang lebih tinggi sehingga kita dapat memaknai setiap langkah hidup kita dengan penuh kesadaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar