Renungan jiwa 10 april 2014
Semua orang mempunyai tingkat kesadaran yang berbeda beda dalam memahami suatu ajaran. Kwalitas seseorang dalam memahami suatu ajaran dapat terlihat dalam tindakan yang dilakukannya. Kadang kala ajarannya bagus tetapi tingkat pemahaman pengikutnya berbeda sehingga terlihat ajaran itu terlihat buruk, dan orang lain langsung memvonis ajaran itu buruk.
Bagaimana cara kita memahami hal tersebut karena sekarang banyak sekali ajaran-ajaran spiritual yang mulai bermunculan yang membuat masyarakat menjadi bingung dan akhirnya saling memburukkan suatu ajaran.
Semua ajaran mengajak kita menuju jalan Tuhan , setiap ajaran diberikan oleh guru yang berbeda dan diajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman guru tersebut sebagai jalan Tuhan untuk membuat manusia memahami keberadaan Tuhan. Kita harus bersyukur karena para guru mau bersusah payah membagikan ajarannya. Proses pencerahan ini akan berjalan alami sesuai dengan hukum alam ini yang sejenis akan menarik sejenis, kitapun akan mengalami seleksi alam dalam proses spiritual ini. Maka akan terkelompokkanlah semua sesuai dengan tingkatan pemahaman yang ada.
Pengetahuan spiritual bersifat mengerucut semakin tinggi suatu pemahaman semakin sedikit yang mengikutinya, karena untuk sampai puncak semakin sulit untuk mencapainya. Seperti lagu lir ilir di jawa semakin tinggi semakin licin jalan yang kita tempuh, demikianlah pencarian spiritual kita. Tetapi suatu pencapaian membutuhkan proses berjalan dari tahapan yang paling bawah dan setahap demi setahap menapaki tingkat pembelajaran yang lebih tinggi untuk mencapai puncak. Dan ketika kita hendak naik kelas kita harus meninggalkan kelas sebelumnya dengan iklas dan semangat untuk menjalani tingkatan yang baru yang lebih tinggi. Demikianlah sebenarnya proses pembelajaran kita yang bergulir alami sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa dan sesuai dengan hukum alam yang mengaturnya.
Jika kita sudah memahami hal tersebut maka kita pun akan memahami mengapa dikatakan kebenaran itu bertingkat, mengapa ada istilah diatas langit masih ada langit. Ketika kita menjadi fanatik akan suatu ajaran maka kita tak akan bertumbuh, sama seperti anak yang harusnya naik kelas ke kelas yang lebih tinggi tetapi tidak mau karena merasa kelasnya yang paling baik.
Ketika kesadaran kita berubah maka kita pun akan menemukan orang yang berada disekeliling kita berubah, karena yang sejenis menarik sejenis, kita harus siap dengan perubahan.
Semakin bijaksana seseorang karena tingkat kesadarannya lebih tinggi, ia akan menjadi lebih bertoleransi karena mereka akan memahami mengapa setiap orang mempunyai kecenderungan berada pada ajaran tertentu karena itulah yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka masing-masing saat itu dan ketika mereka mempunyai pemahaman yang baru mereka akan mencari ajaran yang sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa mereka yang baru pula. Biarkan semua jiwa bertumbuh dengan ketertarikannya masing-masing.
Banyak jalan menuju ke Roma, maka banyak jalan juga menuju Tuhan sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa. Ada yang melalui jalan ritual, dengan jalan bakti, dengan jalan ilmu pengetahuan tentang Tuhan, dengan menghadirkan Tuhan didalam diri.
Pilihan bukan sesuai keinginan tetapi sampai dimana tingkatan kesadaran jiwa kita.
Kegelisahan akan muncul pada jiwa-jiwa yang matang untuk mencari kebenaran Tuhan, mereka tidak cukup puas menerima kondisi yang ada saat ini dan mereka akan mencari yang sesuai utk kebutuhan jiwa mereka. Mereka akan mencari tahu dari semua ajaran yang ada, mulai belajar untuk terus naik kelas pindah dari satu pemahaman hingga pemahaman yang tertinggi menyatu dengan Tuhan.
Bukalah diri untuk terus mencari guru yang bisa memberi pemahaman melalui ajarannya, dan teruslah bertumbuh, jangan menjadi fanatik. Kitapun harus siap mendapatkan guru baru untuk meningkatkan diri kita walaupun kita secara batin tidak meninggalkan guru kita sebelumnya, karena guru kita sebelumnya merupakan jalan untuk mendapatkan guru yang mampu memberikan pemahaman yang lebih tinggi. Kita harus bersyukur dan berterimakasih untuk semua guru kita.
Tidak ada mantan guru, yang ada mantan murid apabila seorang murid meninggalkan gurunya karena proses bertumbuh. Seorang guru yang bijaksana akan bangga apabila muridnya mampu melebihi gurunya, karena berarti sang guru sukses mengajar muridnya.
Terimakasih kepada semua guru yang telah menanam kesadaran di dalam jiwa ini, proses belajar sang jiwa tidak hanya terjadi saat kehidupan saat ini tetapi dari kehidupan sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar