Kamis, 24 April 2014

Dengan menumbuhkan cinta kasih kita membentuk kesucian didalam diri.

Renungan jiwa 24 april 2014

Banyak sekali ritual yang dilakukan orang untuk menyucikan dirinya, ada yang melakukan tirakat, puasa, ngeruwat, melukat, dan banyak lagi. Semua yang mereka lakukan didasari pada keyakinan bahwa hal tersebut dapat membantu membersihkan energi negatif yang ada didalam diri yang menghambat kesucian seseorang.
Ada yang menggunakan ritual dengan mengucapkan mantra-mantra untuk menyucikan diri karena mereka meyakini dengan kekuatan mantra akan mampu membersihkan energi negatif yang membelenggu diri. Ada yang menggunakan sarana air, api dan banyak lagi sebagai cara untuk pemurnian diri. Bagaimana kebenaran dari proses penyucian diri ini?

Kebenaran bersifat bertingkat sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa masing-masing. Kita tidak dapat mencegah seseorang melakukan suatu ritual karena mereka meyakininya. Kita harus bertoleransi dengan banyak jalan yang dipakai seseorang yang menjadi cara mereka untuk melakukan proses penyucian dirinya. Toh banyak jalan menuju ke Tuhan, semua pada akhirnya akan mencapai kepada Tuhan cuma yang membedakan adalah cepat atau lambat waktu yang diperlukan untuk mencapainya.

Tahapan pencapaian inipun bertingkat sesuai jalan yang digunakan. Mereka yang masih berorientasi dengan tubuh fisik, masih akan melakukan proses penyucian dengan berfisik, tetapi apabila mereka telah meningkat pemahaman secara batin maka merekapun akan berupaya menyucikan diri secara batin. Semuanya akan mencapai tujuan yang sama.

Kita banyak melihat orang-orang yang sibuk dengan penyucian diri secara fisik harus pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, setelah proses tersebut mereka merasa lebih baik dan menganggap proses ritual itulah yang sudah membantu penyucian dirinya. Mereka lupa bahwa sugesti mereka yang membuat mereka merasa lebih baik. Dan ketika permasalahan muncul kembal mereka akan lagi melakukan penyucian dirinya dengan ritual.

Orang yang mempunyai kesadaran yang lebih berkembang tidak lagi mengarah keluar dari dirinya, mereka akan memahami bahwa permasalahan yang terjadi berasal dari dalam diri mereka. Dan mereka akan menyucikan dirinya dengan pemahaman dan melepaskan diri dari kekotoran batin atau melakukan pertobatan akan hal-hal buruk yang telah mereka hasilkan dari proses berpikir mereka. Inilah yang dilakukan oleh mereka yang memahami secara batin.
Untuk penyempurnaannya kita bisa menggabungkan proses penyucian ini secara lahir dan juga secara batin.

Bagaimana cara kita menyucikan diri secara batin ?
Menumbuhkan cinta kasih didalam diri merupakan dasar seseorang untuk mencapai kesucian batin. Cinta kasih akan tumbuh apabila kita mampu melepaskan semua kemarahan, iri hati, ego, keserakahan , nafsu dan kesombongan ( sad ripu ) tetapi tidak cukup hanya memahami kekotoran batin saja, cinta kasih akan tumbuh apabila seseorang mampu melepaskan penolakan-penolakan didalam diri. Sekecil apapun penolakan yang muncul didalam diri merupakan penolakan juga terhadap apa yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Cinta kasih akan muncul ketika kita dapat menghargai dan mensyukuri semua ciptaan Tuhan.

Ketika semua kekotoran batin telah dibersihkan, ketika semua penolakan telah dibebaskan maka cinta kasih akan muncul dalam diri,
Seseorang yang dipenuhi dengan cinta kasih berarti mereka telah mampu secara totalitas melakukan penyerahan diri kepada Tuhan.
Energi sejenis menarik sejenis, maka kesucian Tuhan akan mengalir pada manusia yang telah dipenuhi dengan cinta kasih dan menjadikan mereka suci dimata Tuhan.

Kita terlahir karena ketidak sempurnaan kita, dan terlahir kembali merupakan jalan kita untuk mencapai kesucian agar kita layak menyatu dengan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar