Renungan jiwa 17 april 2014
Sering kita membaca wacana cinta kasih, banyak orang mengatakan cinta kasih dengan sesama tetapi dalam praktek kita melihat penerapan cinta kasih baru sekedar dikata-kata saja. Semua orang ingin dikatakan memiliki cinta kasih walaupun senyatanya mereka belum memiliki cinta kasih itu. Bagaimana cara kita mampu menumbuhkan cinta kasih ?
Cinta kasih merupakan dasar dari mahluk spiritual. Jika cinta kasih belum dimiliki oleh manusia maka belum bisa dikatakan manusia itu mempunyai spiritual yang baik apalagi dikatakan sebagai guru spiritual. Di masyarakat kita masih rancu pemahaman guru spiritual, kadangkala mereka yang paranormal dikatakan sebagai guru spiritual. Menjadi spiritual berarti menumbuhkan cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan untuk dapat menyatu dengan Tuhan.
Cinta kasih akan muncul didalam diri apabila kita dapat mengendalikan kemarahan karena kemarahan adalah hasil dari kebencian, iri hati, kesombongan, ego, nafsu, dan keserakahan. Pengendalian diri ini merupakan latihan kita untuk menumbuhkan cinta kasih. Selama kemarahan masih ada didalam diri maka cinta kasih belum dapat dikatakan muncul dalam diri seseorang. Beberapa orang mengatakan dirinya sudah penuh dengan cinta kasih tetapi sikap dan prilakunya belum menunjukkan cinta kasih. Apa ukuran seseorang yang sudah memiliki cinta kasih?
Dengan memahami ilmu energi kita dapat melakukan pengukuran terhadap munculnya energi cinta kasih pada seseorang. Energi bersifat meradiasi atau memancar dari diri seseorang. Radiasi energi inilah yang dapat dirasakan orang lain, contoh kadang kala kita melihat seseorang yang cantik dan kita ingin berkenalan tetapi ketika sudah mengenalnya kita merasa tidak nyaman karena energi yang meradiasi dipenuhi dengan kemarahan, begitu pula kadang kala kita tidak tertarik kepada seseorang dengan wajahnya tetapi kita merasa nyaman dan damai bersamanya karena orang tersebut memiliki cinta kasih dan radiasi energi ini yang bisa kita rasakan. Ternyata kita tidak hanya dapat merasakan energi yang meradiasi tetapi apabila kita mau mempelajarinya kita dapat mengukur berapa meter energi tersebut meradiasi yang menandakan seberapa besar seseorang penuh dengan cinta kasih.
Kalau dahulu kita hanya berwacana dengan cinta kasih, sekarang kita benar-benar dapat mengukur dengan akurat seberapa cinta kasih sudah kita miliki. Demikian juga proses keterhubungan kita dengan Tuhan dapat diukur dengan pemahaman energi, dan akhirnya kita akan memahami seseorang dikatakan spiritual bukan karena atributnya saja. Bisa saja seseorang yang disucikan oleh masyarakat tetapi belum tentu suci dimata Tuhan karena mereka belum mempunyai cinta kasih.
Seseorang yang penuh dengan cinta kasih akan meradiasikan energi cinta dengan sangat kuat, sehingga mereka menjadi magnet bagi semua mahluk, orang-orang akan merasa nyaman berdekatan dengan mereka, begitu pula para nabi dan awatar yang memiliki energi cinta kasih yang luar biasa membuat banyak orang hingga saat ini masih mencintai beliau.
Gelap dan terang tak dapat menyatu demikianlah kemarahan dan cinta kasih, maka agar kita dipenuhi oleh cinta kasih lepaskan diri dari kemarahan, kendalikan diri dari kebencian, iri hati, ego,kesombongan dan keserakahan. Semakin bersih hati kita dari kemarahan semakin luas energi cinta kasih yang mampu kita radiasikan.
Tak bisa kita memaksakan diri dengan cinta kasih karena kita harus mengeluarkan kegelapan didalam diri terlebih dahulu sebelum cinta kasih dapat memasuki diri kita.
Sucikan diri kita, buatlah diri kita sebagai masjid, gereja, vihara dan pura untuk Tuhan bersemayam didalam diri kita.
Manunggaling kawulo gusti atau kebersatuan dengan Tuhan.
Terjadilah . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar