Selasa, 08 April 2014

Sabar tidak ada batasnya.

Renungan jiwa 8 april 2014

Perjalanan hidup kita merupakan uji latih kita dengan kesabaran. Banyak orang yang merasa tidak sabar ketika menghadapi masalah dalam proses perjalanan hidupnya. Macam-macam ketidak sabaran akan muncul dan membuat kita menderita. Kitapun akan mengatakan " sabar saya ada batasnya, dan sekarang sudah kelewatan sehingga saya sudah tidak sabar lagi "
Benarkah sabar itu ada batasnya?

Sabar artinya kita mau menerima keadaan atau masalah yang muncul dengan legawa, iklas atau berlapang dada tanpa batas waktu.
Untuk menjadi sabar ternyata membutuhkan kesadaran dalam memahami suatu masalah, kita harus bijaksana untuk menerima semua keadaan tanpa penolakan, membiarkan segala sesuatu terjadi dengan penuh kesadaran, tidak terpengaruh dengan kejadian yang muncul dan hati kita tetap damai.

Banyak orang sulit menjadi sabar karena mereka cepat sekali menjadi marah ketika suatu kejadian mengusik mereka. Mereka kurang mempunyai tenggang rasa dan selalu melakukan pembelaan diri dengan mengatakan sabar itu ada batasnya.
Bagaimana cara kita menjadi sabar?

Untuk menjadi sabar itu membutuhkan proses pembelajaran, tidak seketika seseorang bisa menjadi seorang yang sabar, jadi karakter sabar yang sudah di miliki seseorang menandakan bahwa dikehidupan mereka yang terdahulu mereka sudah melatih kesabarannya sehingga saat ini mereka sudah menjadi seorang yang sabar. Oleh karena itu ketika kita menemukan seseorang yang sabar kita harus salut dengan proses belajar mereka. Seorang menjadi bijaksana karena mereka juga melalui proses belajar menjadi sabar.

Mari kita coba renungkan proses sabar ini sehingga kita dapat berlatih dengan kesabaran :

- Untuk menjadi sabar kita harus tahu kebenaran suatu kejadian.
Banyak orang sering menjadi marah dan menghakimi orang lain ketika sesuatu terjadi. Kemarahan akan muncul karena rasa tidak puas atau ketika ego mereka disinggung. Mereka melampiaskan kemarahan ini keluar tanpa pengendalian diri, dari hal ini sebenarnya kita akan dapat menilai bagaimanakah kwalitas diri seseorang, seseorang dinilai dari reaksi yang muncul dari tindakannya.
Seseorang yang sabar mereka akan mengerem tindakannya, mereka akan melihat dahulu mengapa kejadian itu terjadi. Dengan memahami proses proses kejadian kita akan dapat memaklumi dan merenungkan mengapa hal itu dapat terjadi, membuat kita dapat berpikir panjang sehingga kita dapat mengendalikan kemarahan.

- Menjadi sabar berarti kita menerima kejadian itu dengan iklas.
Belajar menerima orang lain apa adanya akan melatih kesabaran kita. Kita tidak dapat merubah orang lain apalagi mereka yang masih mempunyai ego yang tinggi. Kitapun akan menjadi lebih menderita kalau kita sama-sama mempunyai ego yang tinggi pula. Maka jalan yang bisa kita lakukan adalah membiarkan mereka seperti apa adanya tetapi kita yang mengubah cara kita berpikir kepadanya sehingga kita tidak menderita. Berlatihlah sabar dengan menerima orang lain apa adanya.

- Pemahaman hukum karma yang benar akan membuat kita menjadi benar- benar sabar. Hal inilah yang terpenting yang harus kita pahami, dan inilah kebenaran Tuhan.
Kita sering selalu ingin orang lain seperti yang kita inginkan, begitu orang lain tidak seperti yang kita inginkan kitapun menjadi marah dan tidak sabaran.
Hukum karma mengatakan apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai, maka lihatlah mengapa orang lain melakukan hal yang buruk pada diri kita atau ketika mereka terlihat buruk dimata kita, itu semua adalah hasil dari apa yang kita tanam dulu. Jika kita tak pernah menanamnya dulu maka saat ini kita tak akan pernah berhadapan dengan hal tersebut. Dengan memahami hal ini maka kitapun akan menerima dengan sabar apapun yang orang lain lakukan kepada diri kita karena kita berkarma dengan ini semua. Sabar memang tidak ada batasnya selama kita masih berkarma dengan mereka maka selamanya kita masih harus bersabar.
Ilmu pengetahuan inilah yang dapat menjawab semua pertanyaan kita mengenai mengapa kita harus sabar dan pengetahuan hukum karma yang benar yang akan membuat kita menjadi rendah hati, menjadi iklas dan dapat menerima apapun yang datang kepada diri kita karena itulah yang kita tanam dahulu. Sabar itu memang tak ada batasnya.

Cobalah renungkan semuanya, maka kitapun akan dapat melihat diri kita sendiri. Berlatihlah untuk terus sabar karena kita tak dapat melarikan diri dari hasil perbuatan kita dulu, tetapi dari pelajaran ini kitapun dapat memetik pemahaman baru untuk mengubah cara kita menanam untuk mendapatkan hasil yang baik di kemudian hari. Tentunya kita tak ingin mengulang kembali kejadian buruk yang sudah kita alami saat ini.

Milikilah kesadaran untuk menanam kebaikan saat ini agar kehidupan kita menjadi baik dimasa depan.
Pilihan ada didalam diri kita masing-masing, maka bagi mereka yang sudah memahami hal ini mereka akan cepat mengubah dirinya.

Jalanilah kehidupan dengan penuh kesabaran, tanamlah lebih banyak kebaikan dan penuhi diri kita saat ini dengan kedamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar