Rabu, 23 April 2014

Menjadi orang suci.

Renungan jiwa 23 april 2014

Kita semua menginginkan menjadi orang suci, ternyata sangat sulit untuk mencapai kesucian. Tetapi saat ini banyak sekali orang yang disucikan oleh kelompok dan lingkungannya, apakah itu menjamin mereka menjadi orang suci ? Bagaimana kita memahami hal ini ?

Sudah menjadi tradisi bahwa orang yang suci adalah orang yang di pilih oleh sekelompok orang yang kemudian disucikan dengan ritual untuk mendapat pengakuan dari masyarakat. Hal inilah yang berlaku hingga saat ini. Suatu perguruan mensucikan gurunya untuk layak dianggap orang suci untuk proses spiritual. Semua pemimpin upacara keagamaan juga melalui proses penyucian terlebih dahulu sehingga merekal layak mewakili umatnya untuk memimpin mereka dalam ritual keagamaan. Kadang kala orang biasa yang telah belajar mendalami ritual tersebut, mereka bisa dan mampu tetapi tidak layak dan boleh menjalankan ritual karena belum disucikan dan mendapat pengakuaan dari banyak orang.

Di masyarakat kita melihat banyak orang yang sudah disucikan masih mempunyai karakter yang tidak mencerminkan diri sebagai orang yang suci. Mereka penuh dengan kesombongan, keserakahan, kemarahan, iri hati, ego, dan nafsu. Layakah mereka menjadi orang suci ?
Belum tentu yang disucikan manusia, suci dimata Tuhan, lebih baik kita tak perlu disucikan oleh lingkungan kita tetapi layak dan suci dimata Tuhan.

Orang yang suci adalah orang yang dipenuhi oleh cinta kasih dan kedamaian didalam dirinya dan mampu meradiasaikan kesucian ini kepada banyak orang yang dekat dengan dirinya.
Ketika kita bertemu dengan orang suci maka orang-orang yang berada didekatnya akan tersucikan karena radiasi energi cinta mereka membuat orang-orang yang dekat dengan beliau bertranformasi kearah kesucian. Energi Tuhan akan mengalir melalui orang suci dan merubah siapapun yang memahami keberadaan Tuhan didalam diri orang suci ini.
Semua agama mempunyai orang suci yang mereka sebut nabi atau awatar yang mampu memeberikan pemahaman tentang Tuhan dan mengarahkan banyak jiwa untuk mensucikan diri, memenuhi diri dengan cinta kasih. Ternyata tidak banyak orang yang menjadi orang suci. Bagaimanakah kita dapat mengetahui tingkat kesucian seseorang?

Selama ini kita hanya sekedar ikut- ikutan orang lain untuk menganggap seseorang adalah orang suci, padahal ukuran kesucian ini bukan hanya sekedar dari pakaian atau atribut yang mereka pakai atau sekedar ketika banyak orang menganggap mereka orang suci.
Menjadi orang suci tidak hanya karena kehidupan saat ini saja, tetapi merupakan proses pertumbuhan jiwa dari kehidupan ke kehidupan sebelumnya. Jiwa mereka telah mencapai kebersatuan dengan Tuhan sehingga mereka mampu membantu banyak orang sebagai jalan Tuhan untuk membawa banyak jiwa menuju kepada Tuhan.
Seringkali orang suci ini tidak terlihat oleh banyak orang, sehingga tidak banyak orang yang tahu keberadaan beliau, olehkarena itu kita perlu belajar cara mengetahui kebenaran ini.

Pengukuran secara energi akan membuat kita memahami kebenaran dari keberadaan orang suci ini. Secara universal orang suci mempunyai syarat sebagai berikut :
1. Mempunyai ukuran cakra yang melebihi ukuran cakra manusia biasa. Manusia super mempunyai ukurn cakra berdiameter 2 meter, berartiorang suci mempunyai ukuran yang lebih dari itu.
2. Mempunyai cakra spiritual ( cakra ke 12 ) berdiameter lebih dari 1 meter.
3. Mempunyai radiasi energi illahi lebih dari 10.000 kilo meter.
4. Mampu menjadi saluran Tuhan untuk cahaya, cinta dan energi illahi.
5. Mampu mentransformasi kesadaran jiwa banyak orang menjadi lebih baik.

Ternyata menjadi orang suci membutuhkan usaha dan proses pembelajaran yang panjang.
Jadilah suci dimata Tuhan, jangan ingin dikatakan suci karena sudah disucikan oleh banyak orang.
Carilah orang yang benar-benar suci untuk menunjukkan kepada kita jalan menuju kesucian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar