Renungan jiwa 30 april 2014
Seseorang bercerita kepada saya, dia meyakini hukum sebab akibat, tetapi dia menjadi bingung karena dia tidak merasa melakukan sesuatu tetapi mengapa hal yang buruk terus terjadi didalam hidupnya. Mengapa tidak ada sebab yang jelas, akibat saja yang datang pada dirinya.
Rasanya hal ini menjadi pertanyaan banyak orang yang berusaha memahami hukum alam ini. Bagaimana mereka dapat meyakini hal ini kalau mereka tidak tau kapan mereka melakukan suatu sebab sehingga saat ini merasakan akibatnya. Sebenarnya hukum sebab akibat itu sama dengan hukum tabur tuai, apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai atau juga disebut juga dengan hukum karma, ketiganya adalah hukum alam yang mengatur tatanan kehidupan di bumi ini.
Untuk dapat memahami hal ini tentunya akan timbul pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara logic sesuai dengan nalar kita, apalagi di jaman yang serba modern ini segala sesuatu perlu dengan pembuktian untuk dapat diyakini oleh banyak orang. Bagaimana kita dapat memahami kebenaran hukum sebab akibat, hukum tabur tuai atau hukum karma ini ?
Kalau dahulu orang tua kita cukup meyakini saja dengan kepolosannya , tetapi anak muda jaman sekarang menuntut segala sesuatu dengan bukti, kalau tidak ada bukti maka mereka tidak akan meyakini sesuatu.
Maka untuk membuktikan hukum alam ini seseorang harus mempunyai pemahaman pengukuran dengan energi untuk membuktikan kebenaran ini. Karena dengan memahami energi kita akan mudah dibawa menuju kebenaran kapan kita menanam karma ini, dengan siapa kita berhubungan, dan mengapa saat ini kita mendapatkan sesuatu.
Dalam ilmu energi yang tanpa batas ruang dan waktu inilah kita dapat memahami hukum karma dengan baik, kita akan tahu bahwa akibat yang kita terima saat ini adalah hasil dari sebab yang kita lakukan dahulu.
Energi tidak terbatas ruang dan waktu, artinya : tak terbatas ruang berarti kita tak terbatasi oleh tempat, kita akan mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada orang lain di tempat lain misalnya di luar negri atau benua lain tanpa kita bertemu dengan mereka, tak terbatas waktu artinya kita dapat mengetahui kejadian kejadian dimasa lampau, dikehidupan saat ini misal kejadian 20 tahun yang lalu atau kalau kita benar benar terlatih kita dapat mengetahui kejadian yang kita lakukan di kehidupan terdahulu. Oleh karena itulah orang-orang yang mempelajari konsep energi akan memahami kapan mereka menanam biji perbuatan dan kapan mereka memanennya kemudian. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal didalam diri, merasa tidak pernah melakukannya, dan menganggap Tuhan tidak adil dengan apa yang mereka terima saat ini. Kalau kita pernah menanam maka kita akan menuainya, kalau kita tak pernah menanam maka suatu kejadian tak akan pernah kita alami.
Dengan pemahaman energi ini kita dapat melakukan pengukuran yang dahulu dianggap mustahil kini dapat dipahami dengan logika, yang dahulu menjadi rahasia dan hanya untuk orang-orang yang terbatas sekarang bukan rahasia lagi. Kita akan mengetahui jawaban dari semua pertanyaan kita.
Dengan memahami energi kita pun dapat mengetahui apa saja yang kita miliki disisi perasaan dan emosi yang terpendam yang belum terselesaikan.
Dengan memahami energi kita dapat melakukan pemurnian diri lebih dalam tidak hanya sebatas kata-kata.
Dengan memahami energi kita tahu cara bekerjanya hukum tabur tuai, sebab akibat atau hukum karma.
Dengan memahami energi kitapun akan mampu mengalami kebersatuan diri dengan Tuhan, kita akan merasakan energi Tuhan didalam diri semua mahluk di alam ini.
Bukalah diri untuk mengetahui kebenaran dialam ini, maka ilmu pengetahuan tentang kebenaran akan pada diri kita.
Murid siap maka guru akan datang.
bagus post nya...
BalasHapusdilanjut ea cantik
Hehe makasih yaa :D
BalasHapus