Renungan jiwa 2 april 2014
Banyak orang yang menuntut kebenaran yang terjadi di alam ini. Mereka tidak mau dibohongi. Seorang istri menuntut suaminya untuk memberikan kebenaran, tetapi setelah kebenaran diungkapkan sang istri tidak siap dengan kebenaran yang dia terima dan akhirnya berujung dengan stress. Memang sulit untuk mengungkapkan kebenaran yang sejati pada saat ini. Diantara banyaknya kebohongan yang dilakukan banyak orang, rasanya sedikit sekali orang yang mau mengungkapkan kebenaran, ketakutan untuk mengatakan kebenaran karena takut tidak dipercaya. Ternyata banyak orang yang lebih senang mendengar kebohongan dari pada mendengarkan kebenaran.
Bagaimana sebaiknya kita mensikapi hal ini ?
Karena hal-hal seperti diatas akhirnya muncul apa yang disebut dengan " white lie " yaitu kebohongan untuk tujuan yang baik. Memangnya boleh kita berbohong untuk kebaikan ? Toh yang namanya berbohong tetap berbohong, menanam karma berbohong, menuai karma berbohong pula. Dari pada kita berbohong lebih baik kita tidak berkata apa-apa atau memilih diam.
Masalah- masalah seperti ini sangat sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatakan kebenaran ternyata membutuhkan keberanian untuk menanggung resiko karena banyak orang yang lebih senang dengan kebohongan untuk tujuan yang baik yang maksudnya melakukan kebohongan untuk membuat orang lain senang karena mereka senang dibohongi. Banyak orang tidak siap dengan kebenaran karena mereka hanya ingin mendengar hal yang baik-baik saja, ketika mereka mendengar hal ynag tidak baik walaupun itu adalah kebenarannya mereka tidak siap menerima.
Kadang kala kebenaran yang kita katakan pun bisa diputar balikkan oleh orang lain sehingga kita berada pada sisi yang salah. Dan banyak orang yang memilih menjauhi kebenaran agar tidak terseret masalah.
Marilah kita coba renungkan akibat dari banyaknya kebohongan yang kita lakukan. Seseorang yang sering berbohong dalam kehidupannya tidak layak mendapatkan kebenaran Tuhan didalam dirinya.
Karena terus menanam kebohongan maka kebohongan juga yang akan datang pada dirinya ( hukum tabur tuai ) sehingga kebenaran tidak menghampiri dirinya, penderitaan yang akan memenuhi dirinya.
Apabila kehidupan kita yang akan datang ingin dipenuhi dengan kegembiraan, kebahagiaan, kedamaian, mulailah untuk melepaskan semua rekaman kebohongan didalam diri kita. Mintalah maaf kepada semua orang yang sudah kita bohongi walaupun menurut kita itu kebohongan yang baik atau white lie karena sekali berbohong ya tetap berbohong namanya.
Niatkan untuk memancarkan atau meradiasikam kebenaran yang ada di dalam diri kita dan membiarkan kebenaran Tuhan memasuki jiwa kita. Tanpa kita pernah meniatkan hal tersebut maka tidak akan ada kebenaran yang datang kepada diri kita, karena sesuai dengan hukum alam sejenis menarik sejenis. .
Dan berupayalah untuk senantiasa jujur dalam setiap tindakan, apabila kita terjepit dalam situasi dimana apabila kita mengatakan kebenaran akan muncul hal buruk, lebih baik diam. Biarkan kebenaran alam yang akan mengungkapkannya. Teruslah berlatih di jalan kebenaran karena di jalan inilah kita dapat kembali kepada Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar