Selasa, 22 April 2014

Mensyukuri tubuh fisik.

Renungan jiwa 22 april 2014

Berperan menjadi perempun maupun menjadi laki- laki dalam hidup ini merupakan jalan Tuhan yang tidak dapat kita tolak. Ada yang bertubuh perempuan tetapi mempunyai prilaku seperti laki- laki, atau sebaliknya. Banyak penolakan yang dilakukan manusia atas jalan yang sudah dipetakan oleh Tuhan ini. Tubuh fisik ini tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak hanya menolak jenis kelaminnya tetapi kadang kala sudah diberikan yang sesuai dengan keinginan untuk jenis kelamin tapi masih menolak yang belum mereka anggap sempurna didalam dirinya, misal hidungnya kurang mancung, badannya kurang tinggi kurang langsing dan sebagainya.

Penolakan-penolakan ini menimbulkan penderitaan bagi yang melakukannya karena selamanya mereka tidak pernah puas akan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Bagaimana sebenarnya kita dapat memahami hal ini sehingga kita bisa menjadi damai?

Kita harus mensyukuri telah terlahir menjadi manusia. Untuk terlahir menjadi manusia harus melalui evolusi berkali-kali, hal ini telah dibuktikan oleh para ilmuwan bahwa didalam gen manusia terkandung juga kesamaan gen tumbuhan dan gen hewan, tetapi sudah tidak dalam keadaan aktif.
Maka berterimakasihlah kepada Tuhan karena kita telah dilahirkan sebagai manusia dengan kondisi apapun. Kekurangan yang kita miliki tidak seharusnya menjadi penderitaan bagi diri kita.

Tanpa tubuh ini maka jiwa tidak dapat bertumbuh, maka keberadaan tubuh fisik ini sangat diperlukan. Tubuh fisik ini tidak begitu saja kita dapatkan karena semuanya berhubungan dengan proses pertumbuhan jiwa kita sebelum ini, seandainya ada yang tidak sempurna harusnya kita memahami inilah hasil dari karma masa lalu kita. Kalau dalam kehidupan yang terdahulu kita banyak menanam kebaikan maka kehidupan saat ini kita akan memiliki tubuh yang baik begitu pula dengan sebaliknya. Tuhan sudah dengan sangat adil memetakan semua kondisi baik fisik, mental maupun emosional sesuai dengan apa yang kita tanam terdahulu.

Hidup kita saat ini hanyalah proses penerimaan dari masa lalu dan menanam untuk masa yang akan datang. Dengan memahami hukum tabur tuai inilah seharusnya kita tidak lagi mempertanyakan mengapa segala sesuatu terjadi didalam diri kita.

Bersyukurlah dengan kondisi tubuh fisik yang kita miliki, jangan menyalahkan orang lain atau iri dengan kondisi orang lain yang lebih baik dari diri kita karena semua berasal dari karma masing-masing. Seharusnya kita mempunyai pemahaman untuk memanfaatkan tubuh fisik ini sebaik-baiknya sebagai kendaraan jiwa untuk membebaskan diri kita dari penderitaan dan membentuk karma baru yang lebih baik. Apapun yang kita miliki merupakan karya Tuhan yang sangat adil. Pasti ada rencana Tuhan dibalik semua ini yang membuat kita masih perlu banyak belajar untuk mensyukuri tubuh fisik kita.
Dengan semua keterbatasan yang kita miliki, yang membuat kita tak berdaya merupakan cara Tuhan untuk menyadarkan diri kita atas apa yang kita perbuat dahulu. Dan saat inilah jalan kita untuk memperbaiki kesalahan kita terdahulu.

Ketika kita meyakini Tuhan maka kita akan dapat menerima semua ini dengan iklas, tetapi kalau kita meragukan Tuhan maka kita akan menolak semua yang diberikan Tuhan kepada kita.

Tubuh fisik ini bukan hanya seonggok daging saja, tubuh ini mempunyai kesadaran dan layak di hargai.
Luangkan waktu menyadari keberadaan tubuh kita, dan ucapkan terimakasih kepada semua organ tubuh kita, pancarkan cinta kepada semua organ tubuh kita, maka tubuh kita akan meresponnya dengan memberikan kesehatan yang baik untuk diri kita.

Peliharalah tubuh ini agar lebih banyak waktu lagi bagi jiwa kita untuk bertumbuh mengarah pada spiritual yang lebih tinggi dan mencapai kebersatuan dengan Tuhan.

Ketika penolakan akan tubuh fisik di lepaskan maka kedamain akan dapat kita rasakan, maka berdamailah dengan tubuh fisik kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar