Seorang teman bercerita tentang diskusinya dengan seseorang yang sudah dianggap sbg guru spiritual, tetapi dalam diskusi ini pemahaman ketuhanan yang didiskusikan malah menjadi perdebatan yang hasilnya menimbulkan ketidaknyamanan. Kebingunganpun tumbuh pada teman sy sehingga dia perlu untuk mendapat penguatan kembali.
Pengetahuan mengenai ketuhanan merupakan suatu konsep yang universal dan dapat diterima oleh semua orang. Ketika Tuhan memberikan pelajaran cinta kasih, maka banyak orang yang mempunyai kesadaran yang lebih tinggi mampu menangkap pesan ini. Merekapun mulai mengajarkan cinta kasih disesuaikan dengan kondisi tempat dimana ajaran ini diturunkan. Merekapun mulai mengajarkan sesuai dengan sabda yang mereka terima, tetapi seiring dengan berjalannya waktu ketika semua guru tersebut sudah meninggalkan tubuh fisiknya, ajaran inipun mulai diulas dan ditafsirkan sehingga banyak terjadi kesalahan dalam penafsiran pesan sehingga pemahaman yang sekaran kita dapatkan tidak murni lagi.
Tingkat pemahaman kesadaran jiwa yang berbeda akan memepengaruhi proses penafsiran sabda Tuhan, apabila seseorang sangat bijaksana maka mereka akan menafsirkan sabda itu dengan sangat dalam dan membuat banyak orang yang membacanya menjadi damai. Tetapi apabila orang yang menafsirkan sabda masih penuh dengan kemarahan maka penafsirannya akan membuat banyak orang yang memahaminya mudah tersulut dengan kemarahan bahkan memecah belah.
Kita tak dapat menyalahkan kesalahan yang terjadi dalam proses ini, tetapi kitalah yang harus membekali diri dengan kebijaksanaan sehingga kita tidak menelan mentah-mentah semua ajaran dan terlalu fanatik yang membutakan tetapi kita tetap membuka diri dengan ilmu pengetahuan yang akan membawa kita pada kebenaran Tuhan.
Ini adalah salah satu proses seleksi alam karena ada sistem kelayakan untuk proses mengetahui kebenaran Tuhan. Mereka yang mempunyai banyak kejujuran didalam dirinya, akan layak mengetahui kebenaran Tuhan. Hukum alam ini sejenis menarik sejenis.
Tidak ada yang kebetulan di alam ini karena segala sesuatu yang terjadi adalah sesuatu yang dahulu kita tanam dan saat ini kita memanennya. Tuhan memberikan segala sesuatunya sesuai dengan kelayakan kita.
Ketika kita layak dengan kebenaran Tuhan , maka ada saja jalan yang dibuatkan Tuhan agar kita bertemu dengan orang-orang yang mampu memberikan jalan untuk keterhubungan dengan Tuhan.
Tatapi ketika kehidupan kita dipenuhi dengan kebohongan maka kitapun akan dipertemukan dengan orang-orang yang sejenis dengan kebohongan yang kita miliki sehingga pemahaman yang tidak benarpun akan kita dapatkan.
Kita tak perlu mempertentangkan kebenaran Tuhan, karena semua orang akan bertumbuh tingkat kesadarannya, dan harus belajar untuk mencari kebenaran Tuhan. Tingkatan proses pembelajaran sudah dipetakan Tuhan sesuai denga pemahaman yang mereka capai. Seandainya mereka telah bertumbuh dengan kesadaran yang lebih tinggi maka mereka akan dipertemukan dengan orang-orang yang memahami kesadaran yang lebih tinggi lagi, inilah cara Tuhan membuat kita naik kelas untuk proses spiritual, bukan dengan mengubah agama yang kita anut tetapi memeperdalam pemahaman ketuhanan yang ada dalam semua agama.
Orang yang bijaksana akan mengahargai perbedaan dalam semua proses pembelajaran ketuhanan di setiap ajaran agama, karena pada intinya sama yaitu cinta kasih, keiklasan, penerimaan, kedamaian dan totalitas kepada Tuhan.
Bagaimana dengan diri kita? Ditingkatan mana kesadaran jiwa kita ? Amati kehidupan kita, kesejenisan kita terhadap lingkungan dan orang-orang yang bersama kita maka itulah diri kita.
Jika kita pahami diri kita belum pada lingkungan dan orang-orang yang berkarakter baik, ubahlah pola pikir kita menjadi positif dan berbuatlah baik maka seiring dengan waktu semua akan berubah maka kitapun akan berada sesuai dengan kesejenisan kita, maka kelayakan kita akan pemahaman Tuhan pun akan berubah.
Teruslah menanam kebaikan didalam diri kita agar kita mendapatkan kelayakan untuk menyatu dengan Tuhan.
sayy tanggal 27 - 28 - 29 nya kok tidak dipostkan?/
BalasHapus-__- iyaaaa kaaa waktu itu lg fokus belajar, bentar lg mau unas soalnyaa
BalasHapus